
DIAMOND COMPANY
Perusahaan yang cukup terkenal Milik salah satu putra dari Alexander.
Diego Alexander,CEO sekaligus pemilik perusahaan DIAMOND COMPANY.Perusahaannya dikenal karena menjadi saingan ketat CRISTAL,yaitu perusahaan milik sang kakak,Darren Alexander.
Meskipun umur perusahaan terbilang muda,namun kegigihan Diego yang ingin bersaing dengan sang kakak membuat perusahaannya berkembang dengan pesat.
“Ini saatnya kau menunjukkan kemampuanmu kepada mereka”ujar Laki-laki dengan beberapa helai rambut putih di kepalanya.
Ia adalah Jevon,kakak dari sang ibu dan berarti laki-laki itu adalah paman dari Diego
Diego menatap lurus ke arah jendela ruangannya.
“Kau harus menggunakan kesempatan emas ini Diego,rebut kepercayaan mereka.Tidak ada yang akan menyaingimu kali ini”imbuh Jevon.
Diego melirik sang paman dengan tatapan aneh”apa kau meragukan kemampuan dalam bersaing uncle?”
“Tidak..aku tidak bermaksud meragukan kemampuanmu.Hanya saja,kau harus cepat mengambil kesempatan yang ada karena kau adalah seorang pebisnis.Jika kau diam saja saat kesempatan itu datang,maka kau tidak akan mendapatkan apapun”Jevon mencoba meyakinkan sang keponakan.
Laki-laki itu terlihat masih berpikir,entah apa yang sedang ia pikirkan yang jelas jauh dari dalam hatinya yang paling dalam,ia mengkhawatirkan keadaan sang kakak.
“Benar yang dikatakan uncle mu Diego,jangan buang kesempatan itu dengan cuma-cuma”ujar seseorang yang baru saja tiba.
Jevon dan Diego sontak menoleh secara bersamaan.
“Bianca”
“Mom..”
Ya..seseorang yang baru saja masuk adalah Bianca,ibu Diego sekaligus istri muda tuan Alexander.
Bianca menghampiri sang putra dan menepuk pelan pundaknya.
“Dengarkan apa kata unclemu,dia sudah bergelut di dunia bisnis sejak dulu”ujar Bianca memberi keyakinan.
Diego menatap mata sang ibu”baiklah mom akan aku pikirkan”ujarnya.
“Bagus,kau tidak boleh menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada,karena kesempatan emas tidak akan datang dua kali”imbuh Bianca.
Laki-laki itu mengangguk setuju”ada apa mommy kemari?”
“Apakah mommy tidak boleh kesini untuk menemui putra kesayangan mommy?”tanya Bianca sembari memasang wajah bersedih.
“Cckk..bukan begitu maksudku mom,hanya saja aku merasa sedikit aneh”
“Mommy hanya ingin mengajakmu makan malam bersama sayang,apa kau mempunyai waktu luang untuk mommy?”
“Tentu mom..kebetulan aku akan segera pulang”
“Baguslah..ayo kita pergi dan ajak uncle mu sekalian”ajak Bianca.
Diego berdiri diikuti oleh Jevon untuk mengikuti langkah Bianca.
**********
__ADS_1
Aera menyeret kedua kaki serta tubuhnya dengan susah payah.Hari ini pekerjaannya terasa begitu berat,ditambah ia harus menghadiri acara makan-makan yang diadakan oleh salah satu rekan kerjanya.
Bayangan bantal dan juga ranjang mengelilingi kepalanya sejak ia berada di dalam bus.Bahkan ingin rasanya ia langsung melempar tubuhnya ke atas kasur empuk tanpa harus membersihkan tubuh lebih dulu.
Kakinya sudah berpijak tepat di depan pintu rumah.Dahinya mengkerut kala bau aneh menyeruak masuk ke dalam Indra penciumannya.
Hidungnya bergerak,mencoba memastikan bau aneh yang semakin menguasai rongga hidungnya.
Ceklek!!
Dengan hati yang ragu,Aera membuka pintu dengan perlahan.Bau aneh terasa semakin menyengat,ditambah kepulan asap menyambut wajah yang Aera.
Matanya melotot sempurna,ia belum tahu apa yang sedang terjadi didalam sana namun yang pasti asap itu muncul karena sebuah percikan api.
“Rumahku”teriak Aera yang langsung membuka pintu dan berlari kedalam.
Wanita itu terkejut bukan main,kobaran api masih menyala di atas kompornya.Ditambah asap mengepul dari arah microwave yang baru saja ia beli beberapa minggu lalu.
“Uuhhuukk..Uuhhuukk..”tangannya mengibas tepat di depan wajahnya berusaha menghalau asap yang terus menerus menerobos masuk ke dalam rongga penciumannya.
“Tolong padamkan apinya”samar-samar terdengar suara yang membuyarkan lamunan Aera
Mata Aera bergerak kesana kemari mencari kain yang sekiranya bisa ia gunakan sebagai alat untuk memadamkan api.
Kakinya bergerak lincah,berlari mengambil sebuah kain tebal lalu membasahinya dengan air.
Bbuugghhh!!!
Kain basah ia lempar tepat mengenai titik api yang tidak terlalu besar.Setelahnya ia berlari menuju benda kotak yang masih mengeluarkan asap,dengan cepat tangannya memutar knop benda itu.
Setidaknya Aera sedikit merasa lebih tenang setelah berhasil memadamkan api serta mematikan microwave.
“Uuhhuukkk..Uuhhuukk”suara batuk Laki-laki yang menjadi penyebab semua kekacauan itu membuat Aera sadar.
“Apa ini?”tanya Aera dengan mata yang menatap tajam ke arah Darren.
Darren menggigit bibir bagian bawahnya dengan mata bergerak kesana kemari.
“Eemm itu..aku tidak sengaja..maaf”jawabnya dengan memasang wajah bersalah.
“Apa yang kau lakukan hingga membuat komporku terbakar dan juga microwave ku…akkhh aku baru saja membelinya”wajah Aera terlihat frustasi.
“Aku hanya ingin membuat mie instan dan mendefrost daging kemasan yang ada di dalam kulkas”jelas Darren
“Lalu?”
“Aku memanaskan airnya seperti yang ada di kemasan mienya dan memasukkan mienya kedalam sana,selagi menunggu mie kU matang,aku mengambil daging di dalam kulkas dan menaruhnya kedalam wadah laku memasukkannya kedalam microwave..awalnya semua berjalan lancar,hingga tiba-tiba aku ingin pergi ke kamar mandi.Aku melihat mie nya sebentar sebelum benar-benar pergi,aku lihat ia masih seperti pertama aku buka jadi aku pikir ia aku harus memasaknya lebih lama..namun saat aku keluar dari kamar mandi,microwave dipenuhi dengan asap dan kompornya terbakar”imbuhnya.
“Hhuuffttt…”Aera menghela nafasnya panjang.
“Apa kau tidak memasak mie sebelumnya?”tanya Aera yang mulai menerima semua
Darren menggeleng pelan,laki-laki itu memang tidak pernah mengambil pekerjaan seperti itu.Ditambah,ia tak pernah memakan mie instan.
“Tunggu..kau bilang menggunakan wadah tadi saat ingin mencairkan daging?”
__ADS_1
Laki-laki mengangguk.
“Wadah seperti apa?”
“Aku memakai wadah berbentuk kotak berwarna biru dengan gambar kartun SpongeBob dan tutup diatasnya,bahannya seperti plastik yang sering digunakan untuk memanaskan makanan”tuturnya
Aera nampak berpikir”kotak berwarna biru dengan tutup dan bahan plastik”
Aera berlari menuju tempat perabotan,memastikan jika kotak makan kesayangannya bukanlah korban kekacauan tersebut.
“Cckk kenapa tidak ada…”wajahnya terlihat panik.
Setelah mencari beberapa detik dan tak kunjung menemukan barang yang ia cari.Aera berlari menuju microwave dan membuka benda itu dengan kasar.
“Oh My god”Aera memegang kepalanya dengan kedua tangan,wajahnya terlihat syok.
“My tupperware”teriaknya histeris
Kotak warna biru dengan karakter kartun favoritnya yang ia beli dengan susah payah karena harus mengantri untuk berebut discount telah berubah menjadi cairan berwarna hitam pekat layaknya tumpahan aspal.
“Maafkan aku..”cicit Darren
“Apa kau tak tahu jika benda itu tak bisa dimasukkan ke microwave”tanya nya dengan nada tinggi.
“Aku tidak tahu,aku kira semua kotak bisa dipakai”Darren menundukkan kepalanya layaknya anak kecil yang sedang dimarahi.
“Hahhhh..memang beberapa product berbahan plastik bisa dimasukkan ke microwave.Tapi jika product tersebut terbuat dari plastik khusus dan memang di sarankan untuk digunakan di microwave..kau mengerti?”
“Ia aku mengerti”
“Lain kali kau harus lebih berhati-hati”nada bicara Aera sudah terdengar tenang.
Wanita itu berusaha iklas dan memaklumi apa yang dilakukan oleh Darren.Ia berpikir jika mungkin laki-laki itu adalah seorang anak orang kaya manja dan tak bisa memasak mie.
Darren mengangguk
“Sekarang pergilah ke kamar dan beristirahat..aku akan membereskan semua ini,jangan muncul dihadapanku karena aku masih marah padamu”ujar Aera
Sesungguhnya ia ingin menghukum Darren,namun ketika melihat wajah bersalah dari laki-laki itu membuatnya merasa kasian.
Mendapat perintah itu,Darren bergegas masuk sebelum wanita sadar akan satu hal lagi.Ia tak yakin jika sampai Aera melihat hal itu,dirinya akan selamat.
Aera membalikkan badannya kala Darren sudah menghilang dari pandangannya.Matanya mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membersihkan bagian dalam microwavenya.
Ia melangkah ke arah tempat cuci piring,namun ia kembali di buat terkejut dengan barang-barang yang ada di dalam tempat cuci piring.
“Kau….”geram Aera
Aera membalikkan tubuhnya menghadap ke arah kamar.
“DARREN KU BUNUH KAU SEKARANG JUGA”teriak Aera menggelegar.
Sedangkan laki-laki yang diteriaki sedang berusaha menghalangi pintu kamarnya dengan kursi dan sebuah sofa kecil.
Penyebab dari kemarahan Aera kali ini adalah panci dan penggorengannya tergeletak dengan noda gosong.Serta perabotan lain yang penuh dengan kotoran dan juga noda.Tak hanya itu,ternyata Darren tak gagal memasak 1 bungkus mie saja.Lebih dari 5 bungkus mie instan berada di dalam tempat yang sama dengan perabotan gosong.
__ADS_1
Bersambung…