SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 56


__ADS_3

“LEPASKAN AKU DIEGO!!!” Teriak Aera untuk yang kesekian kalinya.


“Hentikan semua ini, sebelum Darren datang dan menghambisimu!!”


Diego melangkah semakin dekat untuk menghampiri kekasih sang kakak.


“Hahahaha.. menghabisiku kau bilang?”


“Bukan aku yang akan dihabisi olehnya, tapi dia dan kekasihnya tercinta ini yang akan aku habisi”


Lelaki itu mengarahkan pistolnya ke arah wajah Aera dan bermain-main disana layaknya mengoleskan sebuah cat. Ia juga mendekatkan wajahnya ke arah telinga Aera dan membisikkan sesuatu.


“Oouu.. bagaimana jika kau menjadi kekasihku saja, maka hidupmu akan terus berlanjut”


“Hentikan omong kosongmu Diego dan lepaskan aku”


“Hah..” Diego mendesah perlahan lalu menarik kembali tubuhnya ke arah belakang.


“Melepaskan mu??”


“Hahaha.. apa kau pikir aku hanya bermain-main saat ini? Aku begitu sulit untuk mendapatkan mu dan dengan mudahnya kau minta untuk dilepaskan?”


“Tidak akan!! Sebelum aku membalas dendam padanya!!”


Wajah penuh amarah terpaut jelas di wajah Diego. Kilasan masa lalu yang begitu menyakitkan kembali terlintas di dalam benaknya.


“Balas dendam seperti apa yang kau maksud? Kau bahkan tak mempunyai bukti apapun tentang kecelakaan itu”

__ADS_1


Diego menatap tajam ke arah Aera saat ini setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut gadis itu.


“Bukti? Buktinya sudah jelas. Dia berada di mobil itu, dia menabrak mobilku saat itu dari arah samping dan menghantam Jasmine!!” Teriak Diego yang mulai tak terkendali.


“Dari mana kau tahu jika dia yang mengantam mobilmu sedangkan kau tak sadarkan diri waktu itu? Dan kau terlalu bodoh Diego karena percaya dengan rekayasa seperti itu”


“DDIIAAMM!! Kau tak tahu apapun Aera!! Jangan pernah mengatai kU bodoh”


“Ya kau memang bodoh Diego. Bagaimana bisa kau percaya jika kakak yang begitu menyayangimu melakukan hal sekeji itu. Bahkan jika dia ingin membalas dendam, seharusnya ia melakukan itu sejak kau mendekati wanita yang jelas-jelas adalah tunangan kakakmu..”


“DIAM AERAAA!!!”


“Tidak!! Aku tidak akan diam sampai orang bodoh sepertimu bisa mengerti dengan rekayasa murahan seperti ini!! Harusnya kau berpikir lebih jauh lagi, jika Darren memang ingin membunuhmu ataupun kekasihmu, dia tidak akan meninggalkan jejak dengan berdiam diri di dalam mobil”


“Bisa saja saat itu dia dalam keadaan mabuk”


“Tidak!! Kau hanya mencoba untuk memprovokasi ku Aera”


Aera menggelengkan kepalanya tak percaya dengan lelaki bodoh yang berdiri tepat di hadapannya itu.


“Terserah apa katamu, yang pasti kau akan menyesali semua perbuatanmu ini setelah mengetahui kebenarannya” imbuh Aera


Diego hendak mendekat ke arah Aera namun langkahnya terhenti dengan kedatangan seseorang.


“Tuan, markas kita dikepung”


Diego mengeluarkan smriknya.

__ADS_1


“Kalian habisi mereka namun biarkan kakak tercintaku masuk seorang diri. Aku yang akan menjamunya nanti”


.


.


.


“Habisi mereka tanpa sisa” titah Darren kepada anak buahnya yang baru tiba bersama David


“David, kau ikut denganku. Kita harus masuk lebih cepat untuk menyelamatkan Aera”


David mengangguk setuju, dan bersiap dengan senjata ditangannya.


Mereka semua mulai menyergap masuk, begitu pun dengan anak buah Diego yang sudah bersiap menyambut kedatangan tamu mereka di dalam sana.


DDOORR!!


DDOORR!!


DDOORR!!


Suara letusan peluru yang saling bersahutan mulai terdengar di ruangan itu. Korban mulai berjatuhan, baik dari kubu Darren maupun kubu Diego.


Pertarungan di antara mereka terbilang sengit, namun ada sesuatu aneh terjadi disana dan membuat Darren mengernyitkan dahinya.


Para anak buah Diego tak menyerangnya, mereka hanya menghujani David dengan puluhan peluru hingga membuatnya kewalahan. Bahkan Darren merasa jika dirinya tengah digiring ke suatu ruangan dan tentu saja lelaki itu mengerti.

__ADS_1


“Baiklah.. aku akan berterima kasih karena kau mempermudah semua ini. Seperti kau sudah tidak sabar bertemu denganku” gumam Darren.


__ADS_2