
“Hiks..hiks..mommy..”
Samar-sama terdengar suara tangisan dari seorang wanita.Darren yang masih setengah sadar mencoba mengabaikan suara tersebut,namun seiring berjalannya waktu ia semakin merasa terganggu.
Laki-laki itu mengucek matanya yang masih terasa berat,mencoba menyadarkan diri untuk melihat situasi yang ada.
Suara tangisan terdengar makin jelas,dan suara itu berasal dari wanita yang ia ajak tidur diranjang yang sama tadi malam.
Tubuhnya berbalik menghadap Aera,dahinya mengkerut kala melihat mata Aera yang masih tertutup tengah mengeluarkan air mata.
“Apa dia menangis?”gumamnya
Ia bangkit dari posisi terlentangnya,mencari posisi duduk yang nyaman lalu mengangkat salah satu tangan untuk menggoyangkan tubuh wanita itu.
“Hey..bangunlah..Hey,,”
Aera masih menangis,tak ada reaksi apapun yang ditunjukkan oleh wanita itu.Bahkan saat ini tangisannya mulai terdengar pilu.
“Cckk..Hey..bangunlah”kesal Darren karena Aera tak kunjung bereaksi.
Dengan hati kesal,ia mengguncang tubuh Aera sedikit lebih keras sampai wanita itu bangun dan langsung memeluk tubuhnya meskipun matanya masih tertutup rapat.
Darren tersentak,tubuhnya memegang kala jarak diantara mereka terkikis.Aera memeluk Darren erat,ia masih menangis dengan tubuh yang gemetar.
“Mommy..Hah..Hah..Hah..”
Deru nafasnya terdengar memburu,dengan bulir keringat dingin membasahi wajahnya.
Darren yang melihat kondisi Aera masih terdiam”ada apa dengannya?”
“Ha-halo..are you Ok?”tanya Darren dengan wajah sedikit takut.
Tidak lupa ia mengusap punggung wanita itu mencoba memberi ketenangan padanya.Caranya benar-benar ampuh,Tangisan Aera semakin tak terdengar.Nafasnya juga mulai terdengar teratur namun jantung Darren yang tak bisa dikendalikan.
Laki-laki itu tersenyum,ia menyadari jika sinyal yang ditunjukkan oleh jantungnya adalah pertanda baik.
Perlahan Aera membuka matanya,pagi ini merasa sedikit lebih tenang.Ia belum sadar jika dirinya sedang memeluk seorang laki-laki dan bersandar dengan nyaman di pundak penuh ketenangan itu.
“Kau sudah lebih baik?”tanya Darren yang mengetahui jika Aera sudah membuka matanya.
Mendengar pertanyaan itu,tubuh Aera seketika menegang dengan detak jantung yang mulia tak karuan.
Matanya melirik ke arah samping dan bawah”ke-kenapa aku.,”
“Aaaaaaa…”teriak Aera melengking di telinga Darren.
__ADS_1
“A-apa yang kau lakukan?”tanya nya dengan kedua tangan menutup bagian depannya.
Darren memegang bagian telinganya,suara teriakan Aera membuat telinga berdenyut sakit.
“Cckk..apa kau ingin membuatku tuli hah?”kesal Darren
“Ja-jangan mengalihkan pembicaraan”ujar Aera dengan wajah setengah khawatir.
Darren yang mengerti dengan ekspresi dan isi kepala wanita yang ada Dihadapannya,langsung ter yuk licik.
“Aku tak melakukan apapun,kau menangis dengan mata tertutup lalu kau bangun dan langsung memelukku..hanya saja..”Darren sengaja menggantung kalimatnya.
“A-apa..ce-cepat katakan”pintanya dengan gugup.
Darren mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Aera.
”Hanya saja,ada sesuatu yang kenyal menempel di dadaku”
Aera mendengarkan bisikan Darren dengan seksama hingga beberapa detik kemudian ia menyadari ucapan laki-lali itu.
Bbuugghhh!!
Aera mendorong tubuh Darren,wajahnya terlihat kesal dan tak menghiraukan ekspresi Darren yang kesakitan.
“Aauuu..”pekik Darren
Darren tertawa melihat Aera yang berlari,wajah wanita itu bersemu merah.
“Hahaha..kau terlihat lucu jika seperti itu..sepertinya aku mulai senang untuk menggodamu”ujarnya.
Setelah kejadian pagi tadi,Aera sedikit merasa malu dan canggung bertemu Darren.Meskipun laki-laki itu bersikap tenang dan santai.
Kini mereka duduk di sebuah meja berukuran kecil yang hanya cukup untuk mereka berdua.Menikmati sarapan ala kadarnya yang dibuat oleh Aera.
Wanita itu juga membeli beberapa makanan untuk makan siang Darren.Ia rela keluar pagi-pagi hanya untuk membelikan perlengkapan Darren selama ia tinggal bekerja hingga sore nanti.
“A-aku akan bekerja hari ini..semua keperluanmu sudah aku siapkan..untuk makan siang kau bisa menghangatkannya terlebih dahulu di microwave”ujar Aera
Laki-laki itu hanya mengangguk sembari menikmati sarapannya dengan kusyuk.
Aera berdiri”aku akan berangkat sekarang,mungkin aku akan pulang agak malam karena hari ini temanku berulang tahun.Ia pasti mengajakku untuk makan diluar dan minum..kau bisa tidur lebih dulu jika mengantuk”ujarnya lalu melangkah pergi
“Tunggu,,”
Aera menghentikan langkahnya”ada apa?”
__ADS_1
“Hhmm..aku belum tahu siapa namamu?”
“Aera..kau bisa memanggilku Aera”
“Era?”
Aera memutar bola matanya malas”A-E-R-A..Aera bukan era ataupun area ataupun ara..namaku Aera”tegas Aera.
“Kenapa kau marah..aku hanya tidak mendengar dengan jelas”protes Darren.
“Cckk sudahlah..jika tidak ada yang ingin kau tanyakan,aku akan berangkat”
“Aera..terima kasih”sebuah senyum manis terbit di bibir Darren.
Sebuah senyum yang tak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun,termasuk orang-orang tersayangnya.
Deg!deg!deg!
Jantung Aera kembali bereaksi”jantungku”
“Aahh itu..sama-sama”
Ia segera melangkah pergi sebelum pria itu tahu jika wajahnya tengah bersemu merah.
Ditempat lain,dua orang tengah terlihat gusar.Berita kecelakaan yang melibatkan calon pewaris Alexander Corp masih terdengar abu-abu.
Anak buah yang mereka utus belum memberikan laporan pasti.
“Bagaimana ini kak?”tanya seseorang dengan wajah gusar.
“Cckk tenanglah..melihat dari kondisi mobilnya,ia pasti terbakar di dalamnya sehingga polisi tidak menemukan apapun”jawab sang kakak
“Ta-tapi bagaimana jika dia masih hidup dan berhasil melarikan diri”
“Dia tak akan bisa lari saat itu,anak buah kita melihat sendiri bagaimana mobil itu meledak.Mereka tak mungkin melewatkan hal itu”
“Tapi,,”
“Cckkk sudahlah..kau merusak ketenanganku”
Sang kakak berlalu pergi dari tempat itu,ia keluar untuk mencari sesuatu yang bisa menbuat hatinya kembali tenang.Meskipun apa yang dikatakan sang adik mengganggu pikirannya.
“Aku tidak akan membiarkanmu hidup dan mengambil haknya..aku akan membunuhmu seperti aku menbunuh ibumu”
Wanita itu tersenyum licik,rencana jahat mulai terangkai di dalam kepalanya.
__ADS_1
Bersambung..