
Darren tengah berjalan kesana kemari dengan wajah paniknya,menunggu gadis yang sedang ditangani oleh Dion di dalam sana.
Bahkan sesekali ia mengintip melalui jendela buram walaupun tak mendapat hasil apapun.Perasaannya sedang tidak tenang saat ini,terlebih saat dirinya melihat dengan jelas luka robek yang cukup besar di lengan Aera.
Ceklek!!
Pintu ruangan terbuka,Darren segera berlari menghampiri seorang perawat yang keluar dari ruangan itu.
Tanpa basa basi ia langsung masuk ke dalam ruangan itu membuat mereka yang berada di dalam sana terkejut.
“Cckk bisakah kau mengetuk pintu lebih dulu” protes Dion yang sedang merapikan peralatannya.
Darren tak menggubris apapun,pandangannya hanya tertuju ke arah gadis yang tengah berbaring di atas tempat tidur dengan perban di lengannya.
Wajah panik penuh ketakutan terlukis di wajahnya,bahkan ia tak bisa mengontrol emosinya saat ini.
“Apa kau ingin terlihat hebat dengan melakukan hal seperti ini?” Nadanya bicara kini terdengar marah.
Gadis itu masih terdiam,ia merasa masih sangat lemah karena harus kehilangan darah yang cukup banyak.
“JAWAB!! Apa sekarang kau sudah merasa hebat dengan menyelamatkanku dari insiden itu?!”Bentak Darren yang membuat Dion bereaksi.
“Hey ada apa ini? Kenapa kau membentaknya? Dia masih lemah karena kehilangan darah” ujar Dion mencoba menenangkan Darren.
“Jika kau sudah selesai,keluarlah dari sini” pinta Darren tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
Kilatan penuh amarah masih menyorot tajam ke arah Aera. Dan ini adalah kali pertama bagi gadis itu melihat raut wajah Darren ketika marah.
“Tidak,dia adalah pasienku dan aku..”
“KU BILANG KELUAR!!” Teriak Darren,beralih menatap tajam ke arah Dion.
Dion mengepalkan tangannya,ia mencoba untuk tidak terpancing dengan sikap sahabatnya yang tak bisa mengontrol emosinya.
Dion mengambil peralatan medisnya lalu bergegas pergi dari ruangan itu,namun tetap memberi peringatan sebelum benar-benar pergi dari sana.
“Dia hanya mencoba melindungimu dan aku rasa hal itu terjadi secara alamiah dari sifat seorang manusia demi seseorang yang ia cintai”bisik Dion lalu benar-benar pergi dari ruangan itu.
Darren tak menjawab apapun,matanya masih fokus ke arah Aera dengan dada naik turun menahan emosi.
“Jawab Aera,kenapa kau melakukan itu?” Tanya Darren lagi namun nada bicara sedikit lebih rendah walaupun masih dalam mode mengintimidasi.
Mata gadis itu mengerjap perlahan,mengumpulkan keberanian untuk menatap mata lelaki yang sedari tadi ia hindari.
“A-aku,A-aku hanya ingin melindungimu”jawab Aera gugup
“Hah..melindungi kau bilang? Kau kira aku lelaki lemah yang meminta perlindungan dari seorang wanita” ujar Darren sembari tersenyum remeh
__ADS_1
“Bu-bukan seperti itu. Aku ingin memberitahumu sejak awal,namun laki-laki itu bergerak dengan cepat sehingga aku berpikir untuk menghalaunya. Dan lagi pula aku adalah bawahanmu,bukankah itu hal yang wajar”jelas Aera,sesekali matanya menatap mata Darren.
“Dengar!! KAU ITU SEKRETARISKU AERA BUKAN PENGAWALKU. KAU TAK PERLU MELINDUNGIKU KARENA AKU TIDAK SUKA DILINDUNGI.AKU BENCI HARUS MENGHADAPI SITUASI INI!!” Teriak Darren lagi dengan wajah frustasi.
“AKU BENCI,AKU BENCI SITUASI INI AERA. KAU MENGERTI!!”
Tubuh Aera kembali terlonjak karena Darren terus membentaknya.Bahkan air matanya menetes deras dengan suara isakan tertahan.
Ia tidak mengerti kenapa Darren begitu marah padanya.Ia hanya melakukan hal yang memang seharusnya ia lakukan untuk orang yang ia cintai.
Darren mengatur nafasnya sejenak,perlahan emosinya mulai mereda kala mendengar suara isakan Aera.
“Hhuufftt…”Darren menghela nafasnya panjang lalu berjalan menuju sisi ranjang dan memeluk tubuh Aera yang bergetar.
“Hiks..hiks..hiks..aku minta maaf.”tangis Aera pecah saat laki-laki itu memeluknya.
“Sstt..kau tidak salah,aku minta maaf karena sudah membentakmu” ujar Darren,tangannya mengelus pelan punggung gadis yang tengah berada didalam dekapannya.
“Jangan lakukan hal bodoh ini lagi hanya untuk melindungiku. Jangan korbankan dirimu untuk menyelamatiku nyawaku. Hal itu tidak membuatku merasa senang,hal itu justru menbuatku merasa bersalah dan takut kehilangan. Lebih baik aku menanggungnya sendiri dari pada aku harus melihat orang lain terluka karena ku..aku..aku..tidak bisa..hiks..hiks..” ujar Darren diiringi dengan isak tangis.
Aera terdiam,tangisannya mereda kala ia merasa bahunya tengah basah.Gadis itu melerai pelukannya,salah satu tangannya terangkat dan menangkup wajah Darren yang sudah basah dengan air mata.
“Aku berjanji tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi”jawab Aera,jari-jarinya mengusap air mata Darren yang terus mengalir.
“Sudah cukup aku kehilangan orang-orang yang aku sayangi hanya karena melindungiku. Aku tidak sanggup lagi jika harus melewati hal seperti itu lagi” imbuh Darren,tubuh laki-laki itu bahkan sampai gemetar karena menangis.
Nada tinggi penuh amarah tak terdengar lagi dari mulutnya,yang ada hanya ungkapan kesedihan yang mendalam dari setiap kalimat yang ia ucapkan.
Perlahan ia meraih tubuh Darren,memberi ketenangan untuk laki-laki itu dengan membelai rambutnya dengan lembut.
“Apakah masih sakit?” Tanya Darren
“Sekarang tidak,mungkin nanti ketika pengaruh obat biusnya hilang”jawab Aera
“Apa kau lapar?”
“Hhmm..sangat lapar. Tenagaku terkuras habis karena luka fisik dan batinku tadi namun tak ada orang yang berinisiatif untuk memberikanmu makanan” sindirnya
Darren mengangkat wajahnya,menatap lekat wajah Aera sembari tersenyum.
“Maaf,aku akan mencarikan sesuatu untukmu”
“Tidak perlu, dokter Dion sudah menyiapkannya untukku”
“Hhmm..” Darren melirik ke arah meja disamping ranjang dan melihat semangkuk bubur serta air putih disana.
“Mau aku suapi?” Darren menawarkan diri.
__ADS_1
“Tentu,dengan senang hati aku akan menerima setiap suapan darimu” goda Aera.
Lelaki itu hanya bisa tersenyum malu,entah mengapa gadis itu selalu bisa berkata manis hingga membuat dirinya terasa mencair.
“Apakah luka yang kau dapat membuatmu menjadi aneh” tanya Darren dengan semangkok bubur di tangannya.
“Mungkin,apakah kau menyukainya?”
“Hhmm sangat suka”
Darren menyuapkan satu sendok penuh bubur ke dalam mulut Aera,dengan cepat gadis itu membuka mulutnya dan mengunyah bubur itu dengan perlahan.
“Selain menyukai kata-kata manis yang selalu keluar dari mulutmu,aku juga menyukai dirimu” ujar Darren ambigu.
“Uuhhuukk..Uuhhuukk..” gadis itu tersedak kala mendengar kalimat terakhir Darren.
“Minumlah..kenapa kau tidak berhati-hati” protes Darren sembari memberi segelas air kepada Aera.
“A-apa maksudmu?” Tanya Aera
“Ya..aku menyukaimu dan aku rasa kau tahu akan hal itu”jawab Darren,tangannya terangkat membersihkan sisa bubur di pipi Aera yang memerah.
“Apakah kau mau menjadi kekasihku dan selanjutnya menjadi istri serta teman hidupku selamanya?” Imbuh Darren dengan nada tegas dan penuh keyakinan.
Gadis itu tak bisa berucap apapun saat ini,jantungnya tengah berdetak kencang dengan nafas yang terasa sesak.
“Jika kau merasa ragu,kau bisa menolakku karena itu adalah hak mu. Karena jika kau berkata iya,sudah dipastikan kau tidak akan bisa lepas dariku. Kau berhak berkata tidak..”
“Aku mau,dan aku sangat yakin dengan jawabanku” potong Aera dengan cepat.
Senyum Darren kembali terbit,ia merasa sangat lega saat ini.
“Terima kasih. Aku pastikan kau tidak akan menyesal karena telah memilih jawaban yang benar”imbuh Darren.
“Namun aku memiliki satu permintaan yang mungkin akan membuatmu sedikit kesal” ujar Darren lagi.
“Apa itu?”
“Aku ingin kau merahasiakan hubungan kita di dalam perusahaan karena aku sendiri yang membuat peraturan untuk semua karyawan agar tidak ada yang memiliki hubungan spesial dengan rekan kerja”jelas Darren dan kini ia menyesali telah membuat peraturan itu.
Aera tersenyum jahil “Siapa yang akak tahu kita memiliki hubungan spesial atau tidak. Kau adalah seorang CEO dan aku adalah sekretarismu,kita berada dalam satu ruangan dan pergi kemana pun bersama tanpa takut dicurigai bukan” ujar Aera
“Benar juga,kenapa aku harus merasa khawatir tentang hal itu”
“Sekarang aku merasa seperti masuk ke dalam kisah yang ada di dalam novel. CEO dan Sekretaris” gumam gadis itu
Darren memeluk tubuh Aera,memejamkan matanya sesaat merasakan betapa nyaman dirinya berada di dalam pelukan hangat sang sekretaris.
__ADS_1
Bersambung….
Double up untuk kalian yang selalu setia mendukungku dari awal hingga saat ini..luv😘