
Emily tengah berlari kesana kemari mencari dua bocah yang hilang entah kemana.Sedangkan Albert tengah menghukum kedua pengawal yang lalai saat ditugaskan untuk menjaga kedua putranya,
“Honey,bisakah kau membantuku mencari mereka dan berhenti membuang tenagamu hanya untuk memukuli mereka!”teriak Emily dari ujung lorong
Albert langsung menoleh kala suara singa betina yang melengking terdengar memenuhi lorong.
“Iya honey,aku pasti membantumu mencari mereka.Tapi aku harus menghukum kedua orang tidak becus ini”jawabnya dengan tangan yang sudah siap melayangkan satu pukulan lagi.
“ALBERT!!!”dengan rasa kesal yang semakin menjadi,Emily menarik telinga suaminya dan menyeretnya entah kemana.
“Aauu..aakkhhh..akkhh.My honey..baby..sweety..sakit..tolong telingaku mau putus..Aaww jangan menariknya!”albert meringis kesakitan sembari memegangi tangan sang istri yang masih setia menarik telinganya.
Albert tidak berpura-pura sakit,karena nyatanya sang istri memang kejam jika sudah marah seperti ini.Beruntung hanya telinga yang ditarik.Karena suatu hari,Emily pernah melayangkan sebuah tendangan keras kebagian bokongnya,hingga Bokongnya bengkak dan biru.
“Honey lepaskan kU mohon,aku akan mengecek cctv mall ini..jadi tolong lepaskan”pintanya lagi
Semua mata tengah tertuju ke arah mereka.Tatapan para wanita terlihat kasian kepada Albert,sedangkan tatapan para lelaki menunjukkan sebuah rasa ngeri yang timbul dari diri mereka melihat bagaimana wajah marah Emily.
“Bagus,cepat cari mereka..aku sangat takut jika ada yang menculik mereka”Emily melepaskan tangannya dari telinga albert
Laki-laki dengan wajah dinginnya itu tengah memegang telinganya yang terasa berdenyut.Setelahnya ia bergegas pergi mengecek rekaman cctv yang berada di mall itu.
Sedangkan dua bocah yang tengah dicari sedang asik menikmati burger dan juga minuman bersama seorang wanita cantik.
Leon menikmati burger nya dengan lahap,sedangkan Ethan terlihat tidak fokus kepada makanan yang berada di hadapannya karena matanya hanya berfokus kepada gadis cantik yang ia klaim sebagai calon ibunya.
“Ethan kenapa kau tidak memakan burgernya?”tanya Aera dengan ramah.
Mereka baru saja berkenalan dan dua bocah itu memberitahu nama mereka tanpa rasa takut sedikitpun.
“Sebentar lagi mommy”jawabnya dengan mata yang masih berbinar ke arah Aera.
Aera dibuat salah tingkah dengan tatapan bocah itu.
Gadis itu hanya bisa tersenyum canggung,jujur ia merasa sedikit aneh saat bocah itu memanggilnya dengan sebutan mommy.
“Hhmm..bagaimana jika Ethan memanggilku dengan sebutan mimi..sepertinya terdengar lucu”pinta Aera
“Mimi?”
“Yes mimi”
Bocah itu terlihat berpikir”baiklah mimi..yang terpenting mimi merasa senang”jawabnya polos
Lagi-lagi Aera dibuat salah tingkah.Selain tampan,bocah laki-laki itu juga pandai berbicara romantis.
“Jika begitu sekarang habiskan makananmu”pinta Aera untuk kesekian kalinya.
“Aku ingin disuapi oleh mimi”rengeknya dengan manja.
Mendengar kalimat yang yang dilontarkan oleh Ethan,sontak membuat Leon menoleh.
“Bukankah kau bilang tidak suka disuapi?”tanya Leon
__ADS_1
“Siapa yang bilang?..aku suka disuapi”sangkal Ethan
“Waktu itu mommyku mau menyuapimu,tapi kau bilang tidak suka disuapi”Leon memicingkan matanya
“Itu karena onty adalah mommy mu”
Leon tak membalas kalimat Ethan lagi,ia kembali fokus dengan camilan yang ada didepan matanya.
Aera mengambil burger milik Ethan,ia mengarahkan burger dengan ukuran mini itu ke mulut bocah laki-laki yang sudah siap untuk melahap roti dengan isian daging itu.
“Aaaaa…”Aera ikut membuka mulutnya kala burger itu sudah masuk kedalam mulut mungil Ethan.
“Eemmm..good boy”puji Aera
Ethan terlihat begitu senang,sebelumnya ia tak pernah merasakan hal ini ketika bersama Darren.
“Leon..Ethan..”panggil seseorang sembari berlari kearah dua bocah yang tengah asik memakan camilan mereka.
“Hah..hah..Leon Ethan..kenapa kalian bisa sampai disini?”tanya Emily dengan nafas tersengal-sengal.
“Mommy”
“Onty”
Jawab kedua bocah itu bersamaan.
“Oh My god,mommy mencari kalian kemana-mana dan rupanya kalian disini!..bukankah mommy sudah bilang untuk tetap berada disana sampai kami kembali”Emily tengah berkacak pinggang di hadapan dua bocah yang tengah menundukkan kepalanya.
“I-iya aku adalah mommy mereka..maaf aku tidak tahu jika ada orang lain disini..aku begitu mengkhawatirkan mereka berdua karena mereka pergi begitu saja tanpa memberitahuku”ujar Emily yang merasa tidak enak hati.
“Apa mereka mengganggumu?..atau mereka membuat onar?”imbuh Emily
Aera tersenyum manis”tidak apa nona..mereka berdua anak yang baik,dan aku tidak sengaja bertemu mereka”ujar Aera
“Hah syukurlah..terima kasih karena sudah menjaga mereka selama aku mencari kesana kemari”Emily memegang kedua tangan Aera sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.
“Sama-sama nyonya..aku juga meminta maaf karena tidak langsung membawa mereka kebagian informasi.Mereka bilang lapar sehingga aku memutuskan untuk membelikan makanan terlebih dahulu sebelum mengajak mereka pergi ke bagian informasi”
“Tidak apa..kau sudah menjaga mereka saja,bagiku lebih dari cukup”Emily merogoh sesuatu dari dalam tasnya.
“Ini nona..ini untuk semua makanan yang mereka beli”Emily menyerahkan beberapa lembar uang kepada Aera
“Maaf nyonya..saya tidak bermaksud menolak..hanya saja saya senang mentraktir seseorang terlebih anak-anak..jadi saya mohon jangan seperti ini”Aera menolak lembaran uang yang diberikan oleh Emily
“Baiklah..terima kasih untuk semuanya..jika boleh tahu siapa namamu?”
“Nama saya Aera nyonya”
“Aera..nama yang bagus..ah iya,jangan panggil aku nyonya,panggil saja Emily”pintanya
“Tapi..”
“Aku mohon..jangan menolak lagi”
__ADS_1
Aera mengangguk setuju,sepertiny wanita yang ada Dihadapannya adalah wanita ramah.
“Apa kalian sudah selesai?”tanya Emily kepada Leon dan Ethan.
“Sudah mom”jawab Leon
“Jika begitu kita harus segera pulang”ajak Emily
Leon mengangguk namun berbeda halnya dengan Ethan yang terlihat bersedih.
“Ethan..ada apa nak?”tanya Emily yang melihat ekspresi sedih bocah itu.
“Onty..aku tidak ingin pulang”ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
“Tidak ingin pulang?..kenapa sayang?”tanya Emily dengan wajah bingung
“Aku ingin disini bersama mimi?”
“Mimi?”emily langsung menoleh ke arah Aera
Gadis itu hanya bisa tersenyum canggung saat ini”dia memanggilku dengan sebutan mommy tadi,karena aku merasa canggung..aku memintanya untuk memanggilku mimi”
“Ethan..dengarkan onty..Mimi harus bekerja sekarang dan kau tidak boleh menganggunya.Jika kau menganggu mimi bekerja maka mimi bisa diberhentikan.”Emily mencoba menjelaskan kepada Ethan
“Kalau begitu aku akan meminta daddy untuk memberikan mimi pekerjaan”jawab bocah itu kukuh.
“Tidak semudah itu,dan mimi belum tentu suka dengan hal itu”imbuh Emily
Ethan menundukkan kepalanya,cairan bening mulai terlihat membendung dipelupuk matanya.
Melihat hal itu,Emily merasa kasian dan berusaha mencari cara.
“Atau begini saja,kau bisa kemari setiap hari minggu untuk bertemu dengan mimi..bagaimana?”
Ethan tiba-tiba mengangkat kepalanya dengan tatapan senang.
“Benarkah onty?”
Emily mengangguk dengan cepat.
“Mimi dengar..aku akan kemari setiap hari minggu..jadi mimi tidak perlu bersedih lagi”ujar bocah itu dengan gembira.
Aera hanya tertawa kecil”baiklah mimi tidak akan bersedih”
“Aera..maaf aku tidak bisa berlama-lama.Terima kasih telah menjaga mereka..aku permisi”pamit emily
“Tidak apa..hati-hati Emily”
“Bye mimi”Ethan melambaikan tangannya
Ethan terlihat senang kembali,setelah mengatakan itu mereka bergegas pergi.
Bersambung…
__ADS_1