SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 5


__ADS_3

“Hah..Hah..Hah..”


Nafas Darren terdengar memburu,matanya terbuka lebar lalu ia berusaha bangun dari tidurnya.Raut wajahnya memperlihatkan jelas jika kini ia tengah merasa khawatir dan sedikit bingung.


Wanita yang tengah tertidur pulas disamping ranjangnya ikut terbangun karena terkejut dengan gerakan Darren yang terbilang tiba-tiba.


“Kau sudah sadar?”


Aera terlihat senang,akhirnya uang yang ia miliki masih bisa terselamatkan meskipun tidak hanya sebagian.


Darren tak memperdulikan pertanyaan Aera,matanya terlihat waspada,bahkan sesekali ia menoleh kesamping kiri dan kanan guna memastikan sesuatu.


“Hey..apa yang kau cari?”tanya Aera bingung


“Apakah ada yang mencariku tadi?”


Darren mengabaikan pertanyaan Aera dan berbalik bertanya kepada Aera.


“Ti-tidak ada..tidak ada yang mencarimu”


“Hhuufttt..”


Suara helaan nafas lega terdengar dari mulut Darren,begitu juga dengan ekspresi wajahnya yang terlihat begitu lega,layaknya seseorang yang tak jadi kehilangan uang.


“Dimana aku?”


Darren menoleh ke arah wanita yang sedari tadi merasa bingung.


“Wanita ini lagi”


Ingatan Darren tak pernah pudar sedikit pun,di dalam otaknya,wajah Aera masih terekam jelas.Apalagi wanita itu membuatnya merasa kesal di pagi hari.


“Di-dirumah sakit”jawab Aera gugup karena Darren terus menatapnya tanpa berkedip sedikitpun.


“Yyaaa..kenapa kau menatapku seperti itu?”teriak Aera kesal.


“Karena kau menjadi penyebab aku berbaring ditempat ini”jawab Darren


Aera semakin gugup”sial..ternyata dia mengingatnya..Cckk”


“Ta-tapi kau juga bersalah karena mengemudi dengan cara ugal-ugalan”Bola mata Aera bergerak kesana kemari mencoba mencari cara untuk meloloskan diri.


“Aku tidak mengemudi dengan ugal-ugalan,rem mobilku blong,jika kau tidak percaya kita bisa memeriksanya.Dan kau pun salah karena menyebrang sembarangan”ujar Darren berusaha memojokkan Aera


“Sshhh..terserah,yang jelas aku sudah bertanggung jawab dengan membawamu kesini dan membayar semua tagihan”


Meskipun ia tak bisa mengklaim jika dirinya tak bersalah,setidaknya Aera sudah memiliki senjata untuk membela dirinya.


“Bagus jika kau sadar”


“Iihhh..kau harusnya bersyukur karena aku masih mau menolongmu,bagaimana jika orang lain,aku sangat yakin ia akan lari dan meninggalkanmu tergencet mobil”Omel Aera


“Baiklah terima kasih..tapi apakah kau tahu siapa aku?”


Darren menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


“Kau bertanya padaku lalu aku bertanya pada siapa?”


“Aku tidak tahu”Darren menundukkan wajahnya dengan raut wajah sedih.


Aera merasa bersalah karena itu”apakah dia benar-benar tidak ingat siapa dirinya?”


“Kau benar-benar tidak tahu siapa nama mu?”


Aera ikut menundukkan kepalanya agar ia bisa bertatapan dengan mata Darren.


Laki-laki itu menggelengkan kepala pelan.


“Tapi bagaimana bisa kau melupakan namamu sedangkan kau ingat kejadian beberapa jam yang lalu”


Aera mengernyitkan dahinya ketika otaknya menyadari logika yang ada.


“Aaiihhh wanita ini ternyata tidak bodoh”


“Aku tidak tahu,aku hanya mengingat kejadian itu saja dan Selebihnya aku tidak mengingat apapun”Darren menggidikkan kedua bahunya,berusaha keras agar wanita yang berada di hadapannya percaya dengan apa yang ia katakan.


Aera memincingkan kedua matanya mencoba untuk mencari bukti jika laki-laki itu sedang berbohong.


“Berhenti menatapku seperti itu,aku lelah dan biarkan aku beristirahat”ujar Darren sembari mengambil posisi untuk beristirahat.


“Yyyaaa!!..jangan coba-coba untuk tidur lagi,kau sudah sadar dan kita harus pergi dari sini.Katakan padaku dimana kau tinggal,aku akan mengantarmu pulang”celoteh Aera


“Pulang?..kau tidak melihat keadaanku?..Wahh kau memang ingin lari dari tanggung jawab,benar begitu?..dan lagi bagaimana aku bisa ingat dimana aku tinggal sedangkan aku tidak ingat dengan namaku”Darren menggelengkan kepalanya,dengan raut wajah yang dibuat tidak percaya.


“Hheeii..jika aku tidak memang tidak mau bertanggung jawab,sudah aku biarkan kau tergencet di bawah mobil”Kedua tangannya ia tekuk dan ia letakkan di pinggang.


“Aaaiiisss gadis perhitungan”


“Tunggu..kau bilang kita tidak bisa makan apapun,jangan bilang jika kau berniat mengajakku untuk tinggal dirumahmu”


Aera memutar bola matanya malas,laki-laki Dihadapannya benar-benar sangat menyebalkan.


“Lalu kau mau tidur dimana jika tidak dirumahku?..di depan ruko atau di depan rumah sakit ini?”


“Tentu saja tidak,kenapa kau tidak menyewakan aku sebuah hotel atau semacamnya”


“Hahh..aku tidak ada waktu untuk bernegosiasi,jika kau tak mau tinggal denganku,silakan cari tempat sendiri..BBYYEEE!!!”


Aera pergi meninggalkan Darren untuk mengurus administrasi karena laki-laki itu sudah sadar.Semakin cepat ia membayar,maka semakin cepat ia bisa pergi dari tempat itu sehingga ia tak perlu merasa takut kehilangan lebih banyak uang.


Seorang suster masuk ke dalam ruangan Darren.Setelah Aera membayar semua biaya administrasi,pihak rumah sakit harus kembali memastikan keadaan Darren.


“Selamat malam tuan,maaf kami harus memeriksa keadaan anda”


Darren mengangguk setuju,ia melirik kembali jam dinding berukuran sedang yang menempel pada dinding ruangan itu.


“Wwaahh..aku tidak tega melihat wajah tampanmu tergores seperti ini”ujar sang suster yang sedang merata luka di bagian wajah Darren.


“Bisakah aku meminjam ponselmu?”tanya Darren kepada sang suster.


Sang suster mengangguk,ia merogoh saku bajunya dan mengambil benda kotak itu.

__ADS_1


“Terima kasih”


Darren bergegas mengetik nomer yang akan ia hubungi,dan tentu saja orang itu adalah orang terdekatnya.


“Hallo..”


Terdengar suara serak khas bangun tidur dari seseorang yang tengah Darren hubungi.


“Hy brother ini aku Darren”


“Hah rupanya kau masih hidup”


“Cckk jangan mengejekku dulu karena aku sedang dalam kondisi yang sulit..aku ingin meminta tolong”


“Kenapa kau menghubungiku,kenapa kau tidak menghubungi yang lain?”


“Oh Ayolah..hanya nomermu yang paling mudah diingat..aku mohon tolonglah aku”


“Katakan!”


“Aku minta tolong untuk menjemput Ethan di mansionku dan biarkan ia tinggal di mansionmu untuk beberapa minggu kedepan,ia pasti kebingungan karena aku belum datang dan tidak memberinya kabar…dan aku minta kau rahasiakan mengenai keberadaanku,katakan padanya jika aku akan menjemputnya nanti”


“Baiklah”


“Terima kasih dan maaf telah merepotkan mu”


Tut..tut..tut..


Sambungan telepunnya diputus begitu saja oleh seseorang yang ia hubungi.Orang itu tak lain adalah Albert,Bukan tanpa alasan jika dirinya meminta bantuan Albert untuk menjemput Ethan.Ia pikir Ethan akan aman dan nyaman berada disana mengingat jika Albert mempunyai 4 orang anak,sehingga putranya memiliki banyak teman.


Ia kembali mengetikkan deretan nomer dan menghubunginya.


“Hallo..”


“David ini aku Darren”


“Tuan muda..anda baik-baik saja”


“Ya aku baik-baik saja dan jangan khawatirkan aku..aku hanya ingin meminta tolong padamu untuk mengawasi perusahaanku..aku rasa ada seseorang yang ingin mencelakaiku,dan aku harus bersembunyi untuk sementara waktu”


“Baik tuan muda..saya akan mengawasi perusahaan anda dengan ketat”


“Satu lagi..jangan sampai ada orang yang tahu jika aku masih hidup karena aku masih mencari tahu tentang suatu hal”


“Apa anda mencurigai seseorang tuan muda?”


“Mungkin bisa dibilang seperti itu mengingat jika sebentar lagi Alexander Corp akan mencari pengganti Daddy”


“Baiklah tuan muda”


Darren memutuskan sambungan telpunnya ketika ia merasa cukup.


“Terima kasih”


Ia menyerahkan kembali ponsel itu dan memilih diam saat sang suster merawat lukanya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2