
Hari demi hari berjalan dengan lancar,layaknya air yang mengalir.Tidak ada hambatan yang berarti bagi Aera selama masa pengenalan.
Waktu sudah berjalan 1 minggu,gadis itu sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya yang baru.Semua hal mengenai tugas yang harus ia emban sudah tercatat rapi di dalam sebuah ponsel canggih pemberian Darren.
Selain itu,otaknya yang pintar menyerap semua pelajaran yang diberikan David dengan begitu mudah.
“Apa kau sudah mengatur jadwal tuan Darren untuk 2 hari kedepan?”tanya David dengan mata yang menatap fokus ke arah komputer.
“Sudah tuan David,saya sudah mengirimnya ke email anda. Mohon untuk memeriksanya lebih dulu,saya takut jika ada kesalahan dalam pembuatannya”jawab Aera.
David mengangguk pelan,kini matanya beralih menatap ponsel miliknya,memeriksa kembali jadwal yang dikirimkan oleh Aera.
Tanpa disadari,pria dingin itu tersenyum simpul.Tuan mudanya tidak salah dalam memilih orang,gadis ini memang cukup pintar.Hal itu bisa ia lihat dari cara Aera membuatkan jadwal untuk Darren.
“Aku rasa sudah sempurna. Seperti biasa,bacakan jadwal tuan muda sebelum jam pulang kerja”ujar David mengingatkan.
“Hhmm baik bos”jawab Aera santai seraya mengangkat tangan lalu meletakkannya di bagian dahi.
David menggelengkan kepalanya pelan,dengan bibir terangkat membentuk senyuman manis.Entah mengapa sikap Aera yang seperti ini membuatnya merasa gemas.
Dan anehnya,David tak merasa marah kala Aera bersikap santai seperti sekarang ini.Sedangkan kepada orang lain,ia akan bertindak tegas jika ada yang bersikap demikian.
Ting!!
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Aera.
{Pesankan aku menu makan siang untuk hari ini,sepertinya aku tidak sempat pergi keluar}
Dengan cepat tangannya bergerak menekan setiap tombol untuk membalas pesan dari bos barunya.
{siap tuan Darren}
Setelah itu ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.
“Apakah saya boleh pergi ke kantin terlebih dulu,tuan Darren memintaku membeli makan siang untuknya?”tanya gadis itu dengan polosnya.
“Tentu,kenapa kau harus bertanya”jawab David
“Saya adalah junior tuan David,bukankah seorang junior memang harus selalu meminta ijin kepada seniornya”jelas Aera.
“Aku seniormu bukan orang tuamu”ujar David lagi.
“Baiklah,apakah anda ingin dipesankan juga? Atau anda ingin makan di kantin bersama saya?”ajak Aera
David menghentikan gerakan tangannya yang bergerak lincah di atas keyboard komputer.
Untuk sesaat otaknya mulai memikirkan sesuatu hal yang sudah lama mengganjal di dalam sana.
“Aku rasa ini kesempatan yang bagus untuk mengatakan hal itu”
“Baiklah,ayo pergi”jawab David seraya berdiri dan mengikuti langkah Aera.
———
__ADS_1
Suasana di kantin perusahaan sedikit ramai dari sebelumnya.Suara riuh beberapa dari mereka memenuhi kantin kala seseorang yang terkenal dingin dan tegas itu tengah duduk di kantin perusahaan.
Ini merupakan kejadian yang langka bagi mereka,seorang David Dominic yang terkenal dingin dan irit bicara itu tengah duduk di tengah-tengah mereka.
Makanan yang dipesan oleh Aera akhirnya tiba.Gadis itu menatap lapar ke arah piring,bagaikan seekor serigala melihat daging segar.
“Kau terlihat seperti seorang yang tidak pernah melihat makanan saja.”cibir David
Gadis itu hanya menyengir kuda kala mendengar kalimat pedas seorang David yang sudah sering ia dengar beberapa hari ini.
Anehnya,Aera tak merasa kesal atau pun marah.Mungkin karena dirinya memang memiliki mental yang kuat.
Aera mulai memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.Matanya terpejam kala rasa lezat memenuhi rongga mulutnya.
“Nona Aera”panggil David
“Hhmm..ada apa tuan?”jawabnya dengan mulut yang masih sibuk mengunyah.
“Bolehkah aku menyampaikan sesuatu?”
“Hhmm tentu”
David diam sejenak,ia memberi kesempatan Aera untuk menelan makanannnya.
“Mungkin sesuatu yang akan aku sampaikan terdengar sedikit aneh di telingamu. Dan bisa juga sulit untuk dipercaya,namun aku akan tetap menyampaikannya…”David menghentikan kalimatnya sejenak.
Mendengar kalimat David yang terdengar serius,Aera menghentikan gerakan mengunyahnya,menelan habis makanan yang ada di dalam mulutnya.
Sontak mata Aera melotot sempurna melihat seorang gadis dengan wajah yang begitu mirip dengannya di dalam foto itu.Namun ia sangat tahu jika itu bukan dirinya,melihat dari pakaian yang digunakan oleh gadis itu.
“Ke-kenapa dia begitu mirip denganku?”tanya Aera dengan sedikit terbata-bata.
“Kau sungguh tidak tahu siapa dia?”tanya David meyakinkan.
“Ti-tidak,aku tidak tahu”jawab Aera dengan jantung yang mulai berdetak tak beraturan.
“Dia adalah ibuku”jawab David.
“Uuhhukkk..Uuhhuukk”Aera terkejut hingga tersedak.
Melihat hal itu,Dengan cepat David memberikan segelas air kepada Aera.
“Aku tahu kau pasti akan terkejut,dan itulah yang aku rasakan saat bertemu denganmu untuk pertama kali. Aku tidak tahu ini sebuah kebetulan atau memang takdir, 23 tahun yang lalu ibuku mengalami sebuah kecelakaan bersama ibu tuan Darren. Di dalam mobil itu juga terdapat adik perempuanku,namun polisi tak menemukan keberadaannya hingga saat ini…,”David menjeda ceritanya.
“Mak-sud tuan David,saya..”
“Ini baru dugaanku saja,untuk lebih jelasnya aku ingin melakukan test terlebih dahulu. Sesungguhnya aku bisa melakukannya tanpa memberitahumu terlebih dahulu,namun aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman sehingga aku memutuskan untuk meminta ijinmu terlebih dahulu”imbuh David
“Ta-tapi apakah itu mungkin…”tanya Aera yang masih ragu sekaligus bingung.
“Mungkin saja,jika mendengar dari ceritamu saat di pantry. Kau mengatakan jika tumbuh dipanti asuhan dan tidak tahu tentang identitas aslimu dan juga tentang kedua orang tuamu. Hal itulah yang semakin membuatku yakin untuk menyampaikan hal ini padamu. Maaf jika membuatmu merasa bingung terkejut atau apapun yang tengah kau rasakan saat ini,namun aku harus membuktikan dugaanku”ujar David menatap serius ke arah Aera.
“Tidak,anda tidak perlu meminta maaf. Aku akan membantu anda,karena hal ini juga akan menguntungkan bagi saya. Katakan,apa yang bisa saya lakukan?”Tanya Aera dengan wajah yang bersemangat.
__ADS_1
“Bolehkah aku meminta sehelai rambutmu,aku akan membawanya ke rumah sakit untuk melakukan test”pinta David
Aera mengangguk dan langsung menggerakkan tangannya meraih sehelai rambut dan mencabutnya perlahan.
“Ini,ambillah”ujar Aera
“Aku akan memberimu informasi lebih lanjut jika hasilnya sudah keluar nanti,entah dugaanku itu benar atau tidak”Imbuh David yang dijawab anggukan kepala oleh Aera.
“Satu lagi,jangan katakan apapun kepada tuan Darren mengenai hal ini. Sekali lagi aku minta maaf karena membuatmu merasa kurang nyaman”sambung David.
“Aku berjanji tidak akan mengatakan apapun kepada tuan Darren”jawab Aera
Tepat setelah ia mengatakan hal itu,sebuah kata berputar di dalam kepalanya.
“Tuan Darren..kenapa dengan tuan Darren? Aku seperti melupakan sesuatu”gumam Aera
Ddddrrrttttt!!!!!
Ponsel yang ia letakkan di atas meja bergetar,sebuah nama yang mengganjal sedari tadi di dalam kepalanya terpampang jelas di layar ponselnya.
“Maaf tuan David,saya harus mengangkat telepun tuan Darren terlebih dahulu”ijin Aera.
David mengangguk.
“Selamat siang tuan Dar..”
[Dimana makan siangku Aera? Dimana kau membelinya? Apakah kau tersesat? Kau lupa jalan menuju ruanganku?]
“Makan siang?..”
Aera nampak berpikir,dengan cepat ia membuka ponsel.Seketika ia merutuki dirinya sendiri kala menyadari jika melupakan perintah utama Darren.
“Sial,sudah lewat 30 menit. Kenapa aku bisa lupa”
“Ma-maaf tuan,kantinnya sedang ramai jadi saya sedikit lama”
[“Benarkah? Atau kalian berdua terlalu asik mengobrol?]
Aera menepuk pelan jidatnya,menengok ke arah cctv yang berada tak jauh dari sana dengan senyum menyengir kuda.
“Hehehe..tidak tuan,kami hanya berbincang sembari menunggu pesanan”
[10 menit lagi kau harus sudah sampai,jika tidak aku akan menghukummu]
Tut!!tut!!tut!!
“Tuan Darren..tuan..Hallo..sial”
Sambungan telepun sudah terputus,dengan langkah seribu Aera pergi memesan makanan untuk Darren.
David hanya bisa menggeleng pelan,entah mengapa ia ikut melupakan perintah Darren.Mungkin ia sudah tertular virus pikun seorang Aera.
Bersambung…
__ADS_1