
#FLASHBACK ON
Rintikan hujan mengiringi pemakan gadis cantik calon tunangan dari putra pertama keluarga Alexander.
Suara isakan kerabat serta orang-orang yang mengantarkan gadis itu terdengar pilu. Terlebih sosok pria yang tengah bersimpuh, menatap batu nisan Jasmine dengan tatapan dalam.
Diego mengepalkan tangannya kuat, kala kejadian naas yang menimpa dirinya dan Jasmine terlintas di dalam kepalanya. Bayangan akan sosok yang menjadi penyebab semua kemalangan itu, membuatnya kembali dikuasai emosi yang mereda untuk beberapa saat yang lalu.
Diego bangkit begitu saja, melangkah cepat menuju mobil, meninggalkan orang-orang yang masih dalam keadaan bersedih. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit untuk menemui dalang dari semua kejadian itu.
Bbrraakkk!!!
Diego membuka pintu ruangan rawat inap dengan kasar. Tatapannya tak lepas dari laki-laki yang tengah bersandar di ranjang rumah sakit.
“Diego..” gumam Darren
“Kau pembunuh kak, kau pembunuh” teriak Diego
Kini tangannya meraih kerah baju Darren dengan kasar, beruntung David datang dengan tepat waktu menghentikan gerakan tangan Diego yang hendak melayangkan sebuah pukulan.
“Lepaskan aku..” berontak Diego saat tangannya tengah dikunci oleh David.
“Tenangkan diri anda tuan Diego, tuan Darren sedang dalam perawatan medis” ujar David
__ADS_1
“Kenapa kau melakukan ini kak?! Jika kau marah karena kami menjalin hubungan, seharusnya kau melakukan hal ini padaku, bukan padanya!!” Ujar Diego dengan nada tinggi.
“Aku tidak melakukan apapun Diego. Sudah aku katakan, jika ada seseorang yang berusaha menjebakku. Aku sangat ingat jika terakhir kali aku berada di Bar dan seseorang memukulku dari belakang.” Jelas Darren.
“Aarrgghh.. omong kosong. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri jika kau yang berada dalam mobil itu.” Balas Diego dengan mata yang masih memancarkan kilatan emosi.
“Terserah padamu, jika kau tidak percaya. Aku akan mengirimkan buktinya padamu” Darren merogoh ponselnya yang berada di atas meja.
Diego tersenyum miring “apa ini, kau ingin mencoba membuktikan sesuatu yang tak penting padaku. Tapi sayang aku tidak akan percaya kak.” Tolak Diego.
“Lepaskan aku..” Diego menghempaskan dengan kasar tangan David yang melilit tangannya.
Diego merapikan kembali kemeja putih penuh noda yang ia gunakan, matanya masih tak lepas dari sosok sang kakak yang masih berbaring di atas ranjang.
Darren hanya bisa terdiam, membiarkan Diego berlalu dari ruangan itu dengan suasana hati yang masih dikuasai emosi. Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menjelaskan apapun kepada sang adik karena ia pasti tidak akan percaya.
#FLASHBACK OFF
“Tunggu, Jasmine adalah wanita yang dijodohkan denganmu tapi kenapa Diego merebutnya darimu?” Celetuk Aera
“Dia tidak merebut siapapun, dia memintanya padaku dan aku memberi ijin untuknya. Aku dan Jasmine tidak saling mencintai, bahkan kami berencana membatalkan perjodohan itu. Dia mencintai adikku begitu juga dengan Diego yang mencintai Jasmine” jelas Darren.
“Hhmm.. terdengar rumit. Namun aku tidak bisa menyalahkan Diego jika ia berpikir kau menikamnya dari belakang. Mengingat hubungan kalian sebelumnya”
__ADS_1
“Tapi yang masih membuatku bingung, bagaimana caranya kau ada di dalam mobil itu, sedangkan kau bilang berada di Bar?” Tanya Aera setelah mendengar cerita Darren.
“Ada seseorang yang mencoba untuk menjebakku. Di dalam rekaman CCTV yang aku dapat dari Dannis, ada beberapa orang yang mengangkatku masuk ke dalam mobil saat setelah terjadi kecelakaan itu” imbuh Darren
“Itu artinya, seseorang yang menabrak mobil Diego bukanlah dirimu melainkan orang lain?” Tanya Aera lagi yang dijawab dengan anggukan kepala ringan.
“Kenapa kau tidak mencoba menjelaskan semua ini kepada Diego?”
“Aku sudah mencoba menjelaskannya, namun hasilnya tetap sama. Ia tidak mau mendengar apapun dariku dan memilih percaya dengan fakta yang ia lihat” jawab Darren, ekspresi sedih diwajahnya terlihat begitu jelas.
“Sebelum kejadian ini, hubunganku dengannya terbilang cukup dekat. Kami berdua saling mendukung satu sama lain, bahkan kami tidak pernah berdebat untuk hal apapun itu.” Gumam Darren.
Aera menatap dalam ke arah Darren, ia tidak menyangka kehidupan Darren terasa begitu rumit dan penuh rintangan. Begitu banyak masalah yang dipendam oleh laki-laki itu.
Kematian ibunya yang masih menjadi teka teki, kematian sang kakak dan kasus yang masih menggantung,ditambah kejadian yang memojokkan dirinya hingga membuat hubungannya dengan sang adik renggang. Aera tak bisa membayangkan jika dirinya berada di posisi Darren saat ini.
Aera menarik Darren ke dalam pelukannya, lelaki yang terlihat kuat itu memikul begitu banyak beban di pundaknya.
“Percayalah, pada akhirnya kebenaran akan terungkap dengan sendirinya” bisik Aera
Darren mengangguk setuju, rasanya begitu nyaman berada di dalam pelukan Aera hingga tanpa sadar ia memejamkan matanya.
Bersambung…
__ADS_1