SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 50


__ADS_3

“Grandfa..” pekik Leon


Wajahnya menampilkan ekspresi terkejut kala bocah itu menoleh kebelakang dan mendapati seseorang yang begitu ia kenal.


“Kenapa kau ada disini Leon? Dimana daddymu?” Tanya lelaki tua yang tak lain adalah Alexander


“Aaa.. da-ddy..daddy di dalam grandfa..” jawab Leon gugup


Alexander mengernyitkan dahinya, cucu dari sahabatnya berada di lobby perusahaan sepagi ini dan tanpa di dampingi oleh siapa pun.


Namun ada sesuatu hal yang membuat perhatian lelaki tua itu teralihkan, seorang anak kecil yang berdiri telat di sebelah Leon membuatnya tertegun.


“Ke-kenapa dia begitu mirip dengan seseorang..” gumam Alexander dalam hati.


Kini matanya hanya terfokus ke arah bocah kecil yang tengah menundukkan kepalanya dengan tatapan takut.


“Siapa dia Leon?” tanya Alexander


Leon melirik sahabatnya sejenak, lalu tangannya terulur untuk menyentuh bahu Ethan. Ia tahu jika saat ini sahabatnya itu tengah merasa takut karena dikenali oleh seseorang.


“Dia sahabatku grandfa, namanya Ethan..” jawab Leon.


“Jangan takut Ethan, dia adalah grandfa Alexander, sahabat grandfa ku” ujar Leon berusaha menenangkan sahabatnya itu.


“Sahabatmu?”


“Hhmm..” jawab bocah itu singkat


“Dia..” Alexander menghentikan kalimatnya kala seseorang datang dan menyapanya.


“Selamat pagi tuan Alexander..” sapa security yang baru saja tiba.


Alexander menganggukkan kepalanya, namun tak berniat membalas apapun karena rasa penasarannya begitu besar.


“Maaf tuan, saya harus berbicara dengan kedua anak ini” ujar sang security.


“Anak-anak, apakah kalian tidak tahu jika Aunty kalian tak masuk kerja hari ini?” Ujar sang security kepada dua anak kecil yang tengah menyengir kuda.


“Aunty?” Tanya Alexander bingung


“Benar tuan, dua anak ini ingin mengantarkan makanan untuk Aunty mereka namun seseorang yang mereka cari sedang cuti hari ini” jelas sang security


“Siapa yang kau maksud?” Alexander semakin memperjelas kebingungannya.


“Mereka mengatakan jika, mereka adalah keponakan nona Lisa tuan.” Imbuh sang security.


Alexander kini melirik kedua bocah secara silih berganti, kenapa kedua bocah itu berbohong? apa yang sebenarnya terjadi?


“Apa kau tidak tahu siapa mereka berdua?”


Sang security menggeleng pelan dengan raut wajah bingung.

__ADS_1


“Dia adalah Leon Wheeler, putra sulung dari pemilik perusahaan ini tempatmu bekerja saat ini” ujar Alexander


Mendengar hal itu, tubuh sang security terasa kaku dengan wajah pucat pasi.


“Ma-maaf tuan, saya benar-benar tidak tahu” jawabnya


“Hhmm tidak apa, wajar kau tidak tahu.” Ujar Alexander


“Sekarang kalian berdua ikut dengan grandfa” ajak Alexander, sembari meraih tangan kedua bocah itu.


Ethan melirik ke arah Leon sejenak, tatapannya mengisyaratkan sebuah pertanyaan.


“Tidak apa, daddy tidak akan memarahi kita” bisik Leon.


Ia mengerti dengan tatapan Ethan, dan terus menenangkannya.


Alexander menggandeng mereka berdua ke arah lift dan mengajaknya untuk bertemu dengan Albert yang terlihat sibuk di dalam ruangannya.


Sesekali mata Alexander melirik Ethan yang terlihat gugup sekaligus takut. Di dalam kepalanya ada beribu pertanyaan yang siap ia tanyakan kepada Albert nantinya.


Tok!!tok!!tok!!


Suara ketukan pintu membuat dua pria yang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing teralihkan. Albert memberi isyarat kepada Clifton agar membuka pintu dan dijawab dengan anggukan kepala olehnya.


Ceklek!!


Pintu terbuka, Clifton menundukkan kepalanya, memberi hormat kepada seseorang yang begitu familiar.


“Selamat pagi, bisakah aku bertemu dengan Albert?” Tanya Alexander dengan wajah serius.


“Tentu tuan, silakan masuk” Clifton menepikan dirinya dan membiarkan Alexander masuk.


Namun di sepersekian detik berikutnya, wajah tenang Clifton berubah menjadi wajah penuh keterkejutan kala menyadari dua bocah yang berjalan di samping Alexander.


“Tuan muda Leon, tuan muda Ethan” pekik Clifton


Albert yang tengah sibuk di meja kerjanya spontan terdiam kala mendengar suara pekikkan Clifton.


Dengan cepat ia menoleh, eskpresi yang ditunjukkan nya saat ini tak berbeda jauh dengan ekspresi Clifton. Seorang pria tua dengan dua bocah di sebelah kiri dan kanannya sungguh membuatnya tercengang.


“Un-cle.. kenapa mereka bisa bersamamu?” Tanya Albert dengan wajah panik


Alexander terdiam sejenak, ia memandang dua bocah itu secara silih berganti.


“Aku bertemu dengan mereka di lobby perusahaan” jawabnya


“Lo-lobby?” Tanya Albert


“Hhmm.. mereka hendak menyelinap masuk dengan cara menipu security mu” jelasnya.


Albert terdiam dengan raut wajah panik, bagaimana bisa kedua bocah itu berada di lobby perusahaan, dan yang membuatnya semakin panik karena Ethan berada di tempat itu juga.

__ADS_1


“Ada apa Albert?” Tanya Alexander yang mulai merasa curiga.


“Aahh.. maaf uncle telah merepotkan mu. Terima kasih telah mengantarkan mereka kepadaku” ujar Albert


Kini tatapan Albert beralih ke arah putranya “Leon, jelaskan semua ini nanti ketika daddy sampai di mansion.”


“Clifton, antarkan mereka berdua pulang. Emily pasti sedang mencari mereka saat ini” perintah Albert kepada Clifton


Clifton mengangguk setuju “Tuan muda Leon, tuan muda Ethan, mari ikut dengan saya” ajak Clifton


Kedua bocah itu mengangguk dan berjalan ke arah Clifton “Permisi tuan, saya akan mengantarkan mereka pulang” pamit Clifton


Alexander mengangguk, namun perhatiannya tak bisa lepas dari bocah yang begitu membuatnya penasaran.


“Silakan duduk uncle” ujar Albert


Alexander mengangguk, ia mendaratkan tubuhnya ke atas sofa lalu beralih manatap Albert dengan begitu banyak pertanyaan di dalam kepalanya.


“Siapa anak itu Albert?” Tanya Alexander to the point.


Deg!!


Albert tertegun, kali ini ia tak akan bisa menghindar. Ia melangkah menuju sofa yang sama dan ikut duduk disana.


“Dia anak temanku uncle” jawab Albert dengan tenang


“Jangan berbohong Albert” ujar Alexander


Albert terdiam, ia tahu jika lelaki tua itu tak akan percaya mengingat wajah Ethan begitu mirip dengan Darren.


“Huhhh…” Albert menghela nafasnya panjang.


Ia berharap Darren tak akan marah setelah ini, Albert tak bermaksud ikut campur namun sepertinya takdir ingin mempertemukan seorang kakek dengan cucunya.


“Baiklah, aku akan mengatakan sesuatu hal padamu uncle. Namun setelah itu, aku berharap kau bisa bersabar dan mengerti dengan situasi yang akan terjadi selanjutnya..” ujar Albert yang dijawab anggukan kepala oleh Alexander.


“Dia adalah Ethan Alexander, putra dari Olivia Alexander yang dibesarkan seorang diri oleh Darren” ujar Albert


Deegg!!


Jantung Alexander berdetak dengan kencang, bagaikan di sambar petir di siang bolong, ia benar-benar terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


“Ti-tidak mungkin, cucuku sudah meninggal. Aku melihatnya sendiri waktu itu.” Alexander menyandarkan tubuhnya ke tepi sofa.


“Tenanglah uncle, untuk hal itu kau bisa menanyakannya kepada Darren. Berjanji lah padaku untuk tidak memberitahu hal ini kepada siapapun, termasuk kepada Aunty Bianca” pinta Albert


Lelaki tua itu masih terdiam dengan berbagai perasaan yang bercampur menjadi satu.


Bersambung…


Mampir yuk ke cerita kU di F***Zo

__ADS_1


Aku sipil judulnya lewat DM IG, @K_oming—


__ADS_2