SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 53


__ADS_3

“Maafkan aku Dad.. aku benar-benar tidak bermaksud untuk membohongimu ataupun tidak percaya denganmu. Aku benar-benar takut saat ini, aku begitu takut kehilangan untuk kesekian kalinya dad..” lirih Darren, kepalanya tertunduk dengan tubuh gemetar dan air mata yang menetes dengan Derras.


Kilasan kejadian di masa lalu kembali berputar, perasaan sakit dan pikiran yang kalut saat itu seperti menariknya kembali ke masa lalu.


Alexander tertegun, ia bergegas menghampiri putranya yang terlihat begitu lemah dan tak berdaya saat ini.


“Maafkan Daddy..” ujar Alexander, ia memeluk tubuh lemah Darren dengan erat.


Untuk pertama kali dalam seumur hidupnya, ia melihat putranya dalam keadaan selemah ini. Sosok yang terlihat kuat, bahkan saat sang ibu dan kakak meninggal, Alex tak melihat sang putra menangis seperti ini. Darren terlihat kuat dan tenang saat itu, bahkan ia terlihat lebih rapuh saat mengetahui kabar buruk itu.


Tapi siapa sangka, sosok yang terlihat kuat dan tenang itu menyimpan kesedihan dan trauma mendalam.


“Aku tidak sanggup untuk kehilangan lagi dad, aku tidak sanggup melawan kesedihanku untuk yang kesekian kalinya. Cukup mereka mengambil mommy dan kak Olivia.. Hikss..” tangis Darren semakin pecah.


Ia mencurahkan semua kesedihannya selama ini di pelukan hangat sang ayah. Tanpa Alex sadari, air matanya juga ikut menetes namun sebisa mungkin ia harus terlihat kuat didepan putranya yang lemah.


Alexander melerai pelukannya, ia memegang erat kedua bahu Darren dan menatapnya dengan lekat.


“Katakan pada daddy, apakah kau mencurigai seseorang?” Tanya Alex


Darren mengusap air matanya, ia membalas tatapan sang ayah tak kalah lekat.


Darren menganggukkan kepala pelan “Aku sedang berusaha membuktikan kecurigaanku saat ini dad. Aku tidak bermaksud untuk melarang daddy ikut campur di dalamnya. Untuk kali ini saja, biarkan aku menyelesaikannya sendiri dengan caraku. Daddy cukup membantuku untuk tetap menjaga rahasia ini hingga teka teki ini terpecahkan. Daddy bisa menemuinya kapan pun daddy mau di mansion Albert. Aku menitipkannya disana sampai masalah ini terpecahkan, aku rasa mansion Albert adalah tempat teraman saat ini untuknya” jelas Darren

__ADS_1


“Hhuufftt.. baiklah jika itu mau mu. Daddy menghargai keputusanmu saat ini. Tapi jika suatu saat kau membutuhkan bantuan daddy, jangan pernah sungkan untuk meminta pertolongan. Daddy percayakan sepenuhnya masalah ini padamu” balas Alex


Dddrrrtttt!!


Ponsel milik Darren tiba-tiba bergetar, membuat kedua lelaki itu mengalihkan pandangannya secara bersamaan.


Darren merogoh saku celananya, mengambil benda kotak itu dan melihat nama yang tertera disana.


David, itulah nama yang tertampang jelas di layar ponsel milik Darren.


“Terima saja, mungkin ada sesuatu yang penting” ujar Alex


Lelaki tua itu melepas kedua tangannya dari bahu Darren, ia berdiri dan melangkah menuju meja kerjanya.


“Ada apa David?” Tanya Darren melalui sambungan telepunnya.


“Kenapa baru memberitahuku Hah?” Pekik Darren


“Maaf tuan, saya terlalu panik karena sebelumnya nona mengeluhkan sakit pada bagian kepalanya hingga pada akhirnya ia tak sadarkan diri” imbuh David


“Baiklah, kirimkan aku alamat rumah sakitnya” perintahnya, lalu memutuskan sambungannya telepunnya begitu saja.


“Ada apa Darren?” Tanya Alex yang melihat raut wajah kepanikan dari putranya.

__ADS_1


“Aera tak sadarkan diri dad” jawab Darren dengan kedua mata yang fokus ke arah layar ponselnya


“Aera? Siapa Aera?” Tanya Alex


“Maaf dad, aku tidak bisa menjelaskannya saat ini. Aku berjanji akan mengenalkannya padamu nanti. Aku permisi dad” Darren bergegas keluar dari ruangan itu dengan langkah terburu-buru.


Darren berlari cepat menuruni setiap anak tangga dengan raut wajah panik. Pikirannya saat ini hanya tertuju kepada wanitanya.


“Kak Darren..” sapa Diego yang tidak sengaja berpapasan.


Darren tak menoleh sedikit pun, ia tetap melangkahkan kakinya dengan cepat menuju mobil yang terparkir di depan mansion tanpa menghiraukan siapa pun.


“Ada apa dengannya?” Gumam Diego dalam hati.


“Seharusnya kau tak perlu menyapa dia. Kakakmu tidak akan perduli karena saat ini yang ada dalam pikirannya hanya wanita yang tiba-tiba saja tak sadarkan diri tadi” ujar seseorang yang datang dari arah belakang.


“Maksud mommy?” Tanya Diego yang menoleh ke arah sumber suara.


“Hhmm.. Kakakmu datang dengan seorang perempuan, kalau tidak salah namanya Aera. Perempuan itu tiba-tiba merintih sakit kepala dan setelah itu tak sadarkan diri” imbuhnya


“Apa yang membuatnya tak sadarkan diri mom?”


“Entahlah, setelah mommy berbicara dengan David, dia tiba-tiba saja merintih kesakitan. Sungguh wanita yang aneh” gerutu Bianca.

__ADS_1


“Sakit kepala? Kenapa? Apakah ada sesuatu yang membuatnya menimbulkan reaksi seperti itu?” Gumam Diego dalam hati dengan penuh rasa penasaran.


Bersambung…


__ADS_2