SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 54


__ADS_3

Bbrraakk!!


Pintu ruangan dibuka dengan kasar oleh Darren. Raut wajah penuh kekhawatiran terlukis jelas, matanya hanya tertuju pada wanita yang tengah berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


“Apa yang terjadi?” Tanya Darren pada seseorang yang berdiri di sisi ranjang tanpa menatapnya.


“Saya belum bisa memastikan kondisi nona Aera untuk saat ini, karena dokter belum mengatakan apapun. Nona Aera tiba-tiba mengalami sakit pada bagian kepalanya lalu pingsan setelahnya” jelas David.


Darren mengangguk mengerti, ia menundukkan kepalanya lebih dekat dengan wajah Aera. Mengelus pucuk kepala gadis itu dengan lembut dengan salah satu tangannya.


“Apakah dia menyentuh minuman atau makanan selama aku pergi?” Tanya Darren lagi.


“Tidak tuan. Saya berada di samping nona saat itu dan tidak meninggalkannya barang satu sebentar saja” imbuh David.


“Hhmm… baiklah. Aku akan pergi untuk bertemu dengan Dion. Jaga dia selama aku pergi” perintah Darren yang dijawab anggukan kepala oleh David.


Cup!!

__ADS_1


Darren memberikan ciuman singkat di dahi Aera sebelum ia benar-benar meninggalkan wanitanya. Entah mengapa, ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi setelah ini.


“Hufftt..” Darren menghela nafasnya sejenak, berusaha menenangkan hatinya yang gusar tanpa alasan yang jelas.


Ia melangkahkan kakinya dengan berat meninggalkan ruangan itu untuk bertemu Dion dan dokter yang menangani Aera.


Tidak butuh waktu lama, lelaki itu sudah tiba diruangan Dion. Sudah ada dua orang yang menunggunya di dalam sana, tanpa ragu ia masuk dan ikut duduk bersama mereka.


“Ada apa dengan wajahmu? Kenapa tertekuk seperti itu?” Ledek Dion


“Apa yang terjadi dengannya?” Tanya Darren to the point tanpa berniat meladeni sahabatnya itu.


Dion melirik rekannya yang bertugas untuk menangani saat ini.


“Begini tuan, saya belum bisa memastikan apakah dugaan saya benar atau tidak, mengingat hasil pemeriksaan belum keluar. Namun dari cerita tuan David, saya bisa menyimpulkan jika nona Aera mengalami amnesia, namun bukan amnesia total. Ia seperti kehilangan ingatan mengenai cerita masa lalu...”jelas Dokter Ricky.


“Ya.. dia memang tidak bisa mengingat apapun tentang masa kecilnya” potong Darren.

__ADS_1


“Hhmm.. dan sepertinya penyebab nona Aera mengalami sakit kepala yang tak tertahankan karena ada sesuatu hal yang berhubungan dengan masa lalu terlintas di dalam pikirannya. Kepingan-kepingan itu memaksa untuk menyatu namun sistem sarafnya tidak dapat melakukan itu” imbuhnya.


Darren hanya mengangguk pelan, pikirannya jauh menerawang. Apakah ini semua ada hubungannya dengan David? Apakah lelaki itu membicarakan sesuatu dengan Aera mengenai masa lalunya?


Pertanyaan demi pertanyaan terlintas di dalam kepala Darren.


“Kau tidak perlu khawatir, setelah hasil pemeriksaannya keluar, dokter Ricky akan segera mengambil tindakan” ujar Dion berusaha menenangkan sahabatnya yang terlihat begitu khawatir.


“Anda tidak perlu khawatir tuan. Justru hal ini berdampak bagus untuk nona Aera. Kepingan-kepingan itu ingin menyatu membentuk sebuah cerita masa lalu yang utuh, kita dapat melakukan terapi untuk membantu nona Aera menyatukannya dengan perlahan” ujar Dokter Ricky


“Benarkah? Apakah itu tidak berbahaya untuknya?” Tanya Darren dengan antusias.


“Tentu tidak tuan. Bagaimana jika saya menjelaskan sedikit mengenai terapi tersebut?” Tanya dokter Ricky yang dijawab anggukan kepala cepat oleh Darren.


Dokter Ricky menjelaskan dengan rinci proses yang akan dilalui Aera nantinya jika melakukan terapi tersebut, sedangkan Darren mendengarkannya dengan seksama.


Ditempat lain, David terlihat sibuk berbincang dengan seseorang diluar sana. Ia terlihat begitu waspada dengan keadaan sekitarnya, hal itu terbukti ketika beberapa kali ia menoleh ke sisi kanan dan kiri secara bergantian.

__ADS_1


“Baiklah, hubungi aku segera mungkin jika kau sudah menyelesaikan tugasmu” ujar David kepada seseorang misterius yang ia temui secara diam-diam.


Bersambung…


__ADS_2