
Raut wajah penuh kekhawatiran terpaut jelas di wajah cantik Aera.Bahkan Darren yang sedang fokus mengemudi menyadari akan hal itu karena gadis yang duduk di sebelahnya tak mengucapkan satu kalimat pun sejak mereka meninggalkan gedung YM grup.
“Ada apa? Apa yang sedang kau pikirkan?”tanya Darren
“Tidak ada,hanya saja aku mempunyai firasat buruk mengenai penolakanmu untuk bergabung di proyek baru tuan Yamamoto”jawab Aera
Darren tersenyum simpul,ia tak menyalahkan jika Aera merasa khawatir karena ini kali pertama gadis itu melihat sendiri bagaimana caranya berbisnis.
“Kau tidak perlu merasa khawatir,ini bukan kali pertama aku menolak kerjasama dengan perusahaan lain. Dalam dunia bisnis kita berhak memilih siapa yang ingin kita jadikan pathner. Aku tidak akan sembarang dalam memilih rekan,karena itu menyangkut keselamatan perusahaanku”jelas Darren
Aera mengangguk pelan”aku mengerti dengan hal itu, namun entah mengapa hatiku sedikit tidak tenang”ujar Aera jujur.
Darren mengulurkan salah satu tangannya dan mengelus pelan kepala Aera hingga gadis itu diam membisu untuk beberapa saat.
“Apakah sudah lebih tenang?”tanya Darren
Deg!!deg!!deg!!
Jantung Aera mulai berdetak tak karuan.
“Sial,kenapa jantungku sangat lemah”
“Su-sudah..”jawab Aera singkat lalu dengan segera ia mengalihkan pandangannya ke arah jendela.
“Bagus..apa jadwalku selanjutnya?”tanya Darren sembari mengangkat kembali tangannya dari kepala Aera.
Aera meraih ponselnya,menatap layar benda kotak itu dengan seksama.
“Malam ini anda mendapat undangan pesta ulang tahun dari perusahaan Roxy Corp”ujar Aera
“Hhhmm baiklah,sepertinya aku harus membeli sesuatu untuk malam nanti”jawab Darren.
Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah pusat perbelanjaan yang berada di tengah kota.
Ddddrrrtt!!!
Ponsel Darren tiba-tiba bergetar dan itu menandakan ada panggilan yang masuk.
Darren merogoh saku jasnya,mencoba meraih benda kotak itu.Ia tersenyum kala melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
“Tunggu disini,aku akan mengangkat telepon sebentar”ujar Darren meminta ijin kepada Aera.
Gadis itu hanya mengangguk,sembari merapikan isi tasnya.
“Ada apa Albert?”tanya Darren
[Hey kau bertanya ada apa?”]
“Ya ada apa?”
[Ethan selalu bertanya kapan daddynya pulang,lalu aku harus mencari alasan apa lagi Hah?]
[Apa kau tiba-tiba lupa jika memiliki seorang putra ketika sedang mendekati seorang gadis?]
Cerca seorang laki-laki yang tak lain adalah Albert.
__ADS_1
“Cckkk kau tak perlu berteriak,kenapa kau menjadi cerewet setelah mempunyai 4 orang anak.”
[Berhenti untuk mengalihkan pembicaraan Darren,sekarang katakan kapan kau akan menemui anakmu? Aku tidak keberatan jika Ethan tinggal disini karena anakku senang dengan keberadaannya namun anakmu pasti akan menangis setiap malam karena merindukanmu]
“Hhmm..maafkan aku,aku tidak bermaksud melupakannya. Aku baru saja kembali dan ada begitu banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Besok sore aku akan datang untuk menemuinya.”
[Hm..aku akan memberitahunya nanti jika kau akan datang menemuinya besok sore. Aku kasian melihatnya harus menangis setiap malam]
“Baik,terima…”
Tut..tut..tut..
“Wah bajingan ini benar-benar”umpat Darren kesal kala Albert memutuskan panggilannya begitu saja.
Darren memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jas dan beralih menatap Aera yang masih menunggunya.
“Apakah besok sore kau ada acara?”tanya nya
“Hhmm aku rasa tidak ada”
“Kalau begitu,maukah kau menemaniku bertemu dengan seseorang?”
“Seseorang? Baiklah aku akan ikut”
“Terima kasih”ujar Darren
Mereka berdua turun dari mobil secara bersamaan dan masuk ke dalam pusat perbelanjaan.
“Selamat datang tuan Darren“sapa penjaga butik di salah satu pusat perbelanjaan.
“Hhmm..apakah kalian memiliki koleksi terbaru?”tanya Darren sembari mendaratkan bokongnya di atas sofa.
“Tentu tuan,butik kami selalu merilis koleksi terbaru setiap minggunya”ucap sang penjaga
“Kalau begitu pilihkan satu koleksimu yang terbaik dan ajak dia mencobanya”Perintah Darren,matanya melirik ke arah Aera yang masih berdiri di sampingnya.
Aera secara spontan menoleh ke arah Darren dengan tatapan penuh tanda tanya.
“Bukankah kita akan menghadiri sebuah pesta nanti malam? Apa kau mau menggunakan pakaian ini untuk pergi ke pesta?”
Gadis itu menggeleng dengan cepat,tidak akan ada seorang gadis pergi ke pesta dengan pakaian seperti itu.
“Kalau begitu cepat ikut dengannya dan pilih gaun yang kau sukai”perintahnya.
Aera mengangguk setuju,ia melangkah maju mengikuti sang penjaga toko.
Matanya sibuk melihat ke arah kanan dan kiri.Deratan gaun indah dengan berbagai warna membuat matanya berbinar kagum.
“Silakan nona,semua gaun ini adalah koleksi terbaik di butik kami”ujar sang pelayan butik.
Aera semakin berdecak kagum melihat gaun indah nan elegant tertata rapi di depan sana.
“Mari saya akan membantu anda mencoba satu persatu gaun ini”ajak si pelayan.
Aera mengangguk setuju,mereka masuk ke ruang ganti dan mencoba satu gaun pertama.
__ADS_1
Gaun pertama berwarna putih bersih,dengan bagian atas yang terbuka hingga memperlihatkan punggung serta bagian leher aera yang putih bersih.
“Hhmm sepertinya ini cocok denganku”gumam Aera.
Aera keluar dari ruang ganti dan melangkah menuju tempat dimana Darren sedang duduk santai menunggu gadis itu untuk keluar.
“Permisi tuan,bagaimana dengan gaun pertama ini”ujar si pelayan.
Darren menoleh,namun seketika dirinya dibuat membeku dengan sosok gadis yang tengah berdiri Dihadapannya.
Begitu sempurna,itulah arti tatapan seorang darren saat ini.Ia bahkan harus menelan ludahnya kasar kala lidahnya terasa kaku.
“Sial,kenapa dia begitu cantik”
“Bagaimana tuan?”tanya si pelayan lagi
“Cantik..”ujar Darren tanpa sadar.
“Eee maksudku,ganti..gaun ini tidak cocok dengannya”ujar Darren dengan cepat
Aera melemparkan tatapan tak setuju ke arah Daren.
“Tidak,tidak..gaun ini sangat cocok denganku dan aku menyukainya”protes Aera
“Tidak gaun itu tidak cocok untukmu,gaun itu cukup terbuka. Para tamu lelaki akan memandang liar ke arahmu dan aku tidak suka”balas Darren tak mau kalah.
“Ini tidak terbuka sama sekali,bagian mananya yang terbuka”Aera masih mencoba untuk bernegosiasi.
“Cckk aku bilang ganti,ini perintah”ujar Darren tegas
“Hhuufftt baik tuan”Akhirnya Aera memilih mengalah.
Ia kembali ke dalam sana dan memilih gaun tertutup seperti apa yang diinginkan Darren.
“Kenapa dia tak memintaku untuk membungkus diri dengan kain putih panjang agar seluruh badanku tak terlihat sama sekali..menyebalkan”gerutu Aera
Hampir lama ia memilih dan beberapa kali harus keluar masuk ke dalam ruang ganti karena Darren tak kunjung menentukan pilihannya.
“Yyaaa!!! Bukankah kau bilang aku bisa memilih gaun yang aku sukai? Tapi kenapa kau selalu tidak suka dengan pilihanku Hah!!!”teriak Aera kesal.
Darren mengedipkan matanya beberapa kali,apa sekretarisnya sedang dalam mode singa betina?
Para pelayan butik mencoba menahan tawa mereka,kejadian ini cukup unik karena seorang sekretaris berani berteriak kepada atasannya.
“Ka-kau meneriakiku”protes Darren
“Ya,aku meneriakimu karena kau begitu menyebalkan. Apa kau kira berganti gaun tidak melelahkan? Aku hampir mencoba semua koleksi mereka namun kau selalu berkata tidak dan tidak. Sekarang katakan gaun seperti apa yang kau inginkan tuan muda Darren”imbuh Aera
Kesabarannya benar-benar habis kali ini.
“Ba-baiklah yang ini bagus,tolong bungkus yang ini”ujar Darren mengalah.
Entah mengapa Aera terlihat menyeramkan saat ini dengan mata yang menyorot tajam seperti ingin menghujamnya dengan ribuan pisau.
“Hah..Hah..hah..terima kasih untuk pengertiannya tuan muda”ujar Aera sebelum masuk ke dalam ruang ganti.
__ADS_1
Bersambung….