SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 25


__ADS_3

“Sedang apa kalian disini?”suara bariton seorang pria membuat mereka berdua teralihkan.


David membungkukkan badannya,menyambut kedatangan tuan mudanya.


“Maaf tuan,kaki nona Aera sedang terluka jadi saya mengajaknya kesini untuk beristirahat sekaligus mengobati lukanya”jelas David


Darren mengalihkan pandangannya ke arah kaki Aera.Dengan sigap ia berjalan menghampiri wanita yang tengah duduk terdiam.


“Bagaimana bisa?”tanya Darren dengan raut wajah khawatir.


“Apakah parah?”kini matanya menatap wajah Aera,mencoba mencari jawaban darinya.


Gadis itu hanya bisa menggeleng pelan,tak mengucapkan sepatah kata pun untuk memberi penjelasan kepada laki-laki yang tengah dilanda rasa khawatir.


Merasa tak mendapat jawaban apapun,mata Darren kini beralih menatap David.


“Maafkan saya tuan,saya terlalu fokus sehingga saya tidak memperhatikan keadaan nona Aera”ujar David.


Suasana sedikit canggung,Aera menatap kedua pria itu secara silih berganti.


“Ah..tidak,tidak..aku tidak kenapa,ini hanya luka kecil”sela Aera mencoba mencairkan suasana.


Darren akhirnya mengalihkan pandangannya lagi ke arah Aera.Wajah tampannya terlihat begitu serius.


Tangannya terulur menyentuh jari kaki Aera yang memerah akibat luka goresan.


“Aawww..sshhhh jangan menyentuhnya”pekik Aera kala rasa perih kembali menjalar.


“Maaf..”lirih Darren.


“Panggil Dion dan minta dia keruanganku”perintah Darren kepada David.


“Baik tuan”David mengangguk setuju,lalu keluar dari ruangan itu.


“Si-siapa Dion?”tanya Aera


“Dia sahabatku,dia seorang dokter”ujar Darren dengan mata yang masih fokus ke arah jari Aera.


“Dokter? Jangan bilang kau memanggilnya hanya untuk melihat luka gores yang tak seberapa ini”tebak Aera

__ADS_1


Darren mengangkat kepalanya,menatap lekat ke arah gadis itu sembari menganggukkan kepala.


“Yyaaaa!! Kau tak perlu memanggil seorang dokter hanya karena luka lecet.”teriak Aera frustasi.


“Tidak apa,aku hanya ingin memastikan jika kau memang baik-baik saja”jawab Darren


“Tapi aku..”Aera menghentikan kalimatnya kala Darren menatapnya dengan tajam.


“Diam,ikuti saja perintahku karena ini adalah perusahaan milikku dan aku adalah pimpinan disini.Jadi kau jangan membantah”ujar Darren tegas membuat Aera mengatupkan kedua bibirnya.


Laki-laki itu berdiri dan mengulurkan tangannya,membuat Aera kembali merasa bingung.


“Ayo keruanganku,Dion akan segera tiba”ujar Darren menjawab tatapan bingung Aera.


“Ke-kenapa tidak disini saja”bantah Aera lagi.


“Sekarang atau aku akan menggendong mu”ancam Darren.


Aera dengan sigap langsung berdiri dengan wajah gelagapan.Ia tak ingin jika Darren benar-benar melakukan hal itu.


“Good girl”puji Darren sembari memapah gadis yang tengah tersipu malu.


Suasana di dalam ruangan CEO perusahaan CRYSTAL grup terbilang hening,hanya ada ekspresi kesal,khawatir dan canggung di dalam sana.


Aera merasa sangat tidak enak hati kepada laki-laki dengan jubah dokternya tengah berjongkok mengobati luka gores pada bagian jari kakinya.


Bagaimana tidak,jika dilihat-lihat pria itu bukan dokter sembarangan.Mungkin saja ia adalah seorang profesor atau semacam dokter ahli,namun sekarang harus berjongkok dan mengobati luka yang bahkan tak seberapa.


“Eeemm,maafkan aku dokter”lirih Aera


Dion yang sedari tadi tengah sibuk kini beralih menatap Aera.


“Kenapa kau meminta maaf?”tanya Dion sembari merapikan peralatan medisnya.


“Kau harus repot datang kesini hanya karena luka ku yang tak seberapa ini”cicitnya


Dion tersenyum simpul”kau tak perlu meminta maaf padaku,harusnya aku yang meminta maaf padamu”jawab Dion


Aera memiringkan kepalanya dengan dahi yang mengkerut kala mendengar jawaban aneh dari Dion.

__ADS_1


“Ke-kenapa?”


“Darren adalah sahabatku,dan dia tak kalah anehnya dengan 3 sahabatku yang lain sehingga aku tak perlu merasa heran ataupun terkejut dengan tingkahnya yang berlebihan jika menyangkut seseorang yang ia cintai. Aku hanya merasa kasian padamu,kau pasti merasa sedikit tertekan karena sifat aneh dan berlebihan Darren padamu. Tapi kau akan terbiasa dengan hal itu seiring berjalannya waktu”jelas Dion yang semakin membuat Aera kebingungan.


“Nama Dion,siapa namamu?”tanya Dion


“Aera..”jawabnya singkat.


“Nama yang bagus..”


“Bisakah kau selesaikan tugasmu dengan cepat dan jangan menggoda sekretarisku”pinta Darren dengan wajah kesal.


Dion memutar bola matanya malas”aku sudah selesai,dan aku akan segera pergi..kau puas”jawab Dion,lalu mengambil tasnya.


Darren tersenyum senang”David akan mengurusnya seperti biasa,terima kasih”


Dion hanya menanggapi dengan anggukan kepala,tak lupa ia memasang wajah kesalnya sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu.


“Apakah masih sakit?”tanya Darren sembari mendaratkan bokongnya di samping Aera.


“Tidak,dan seharusnya kau tak perlu memanggil seorang dokter ahli seperti Dion hanya untuk memeriksa luka kecil ini.Aku merasa malu”ujar Aera


“Apa dia mengatakan sesuatu padamu?”tanya Darren


“Tidak,aku hanya merasa tidak enak hati”


“Sstt..jangan dipikirkan. Lebih baik kau beristirahat atau David bisa mengantarmu pulang”pinta Darren


“Tidak,tidak..tujuanku kesini untuk bekerja jadi aku akan mulai bekerja sekarang”


“Kau bisa bekerja besok”tolak Darren


“Oh Ayolah,disini aku adalah sekretarismu jadi perlakukan aku seperti seorang sekretaris. Aku mohon ijinkan aku bekerja,aku bersumpah ini tidak sakit sama sekali”ujar Aera dengan raut wajah memohon.


Darren nampak berpikir sejenak”baiklah,tapi berjanji lah untuk tetap duduk.Jangan pergi kemana-mana sampai jam pulang kerja”


Aera mengangguk dengan cepat,tak lupa senyum mengembang terlukis indah di wajah cantiknya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2