SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 60


__ADS_3

Mobil mewah milik putra kedua keluarga Alexander berhenti tepat di depan pintu mansion utama Alexander Family.


“Selamat malam tuan muda..” sapa pengawal yang berjaga di depan pintu.


“Biarkan mereka masuk!” Perintah Diego kala dua pengawal menghentikan langkah orang kepercayaannya.


“Tapi kami harus memeriksa kedua box itu terlebih dahulu tuan”


“Kau lupa siapa aku? Apa kau sudah bosan hidup?” Diego manatap tajam kedua pengawal itu.


“Maafkan kami tuan muda..”


Diego tak menjawab apapun


“Krist..” panggil Diego, memberi isyarat kepada lelaki itu untuk masuk ke dalam bersamanya.


“Baik tuan”


Para pengawal tak bisa berbuat apapun, mereka membiarkan Diego masuk ke dalam.


“Dimana mommy?” Tanya Diego kepada maid yang tidak sengaja berpapasan dengannya.


“Nyonya berada dikamarnya tuan muda” sahutnya


Ia mengangguk mengerti, kakinya kembali melangkah manaiki satu persatu anak tangga menuju kamar pribadi milik Nyonya kedua Alexander.


Tok!!


Tok!!


Diego mengetuk pintu dengan ritme yang sedikit keras dan cepat, membuat seseorang yang berada di dalam sana, membuka pintu itu dengan cepat.


“Siapa yang bera..” suara Bianca terdengar kesal


“Diego?”


“Ada apa sayang? Tidak biasanya kau datang tanpa memberitahu mommy terlebih dahulu” ekspresi berubah kala melihat sosok yang tengah berdiri di depan pintu.


“Bolehkah aku masuk mom?” Tanya Diego dengan wajah datar, membuat Bianca mengerutkan keningnya.


Ada apa dengan putranya?


Diego yang Ia kenal tak pernah memasang wajah datar di hadapannya, namun sekarang?


Ia yakin, jika saat ini telah terjadi sesuatu.


“Tentu..” jawab Bianca


“Krist.. bawa kedua hadiah itu masuk dan letakkan di atas meja” titahnya kepada Krist


Krist mengangguk mengerti, dan masuk mendahului tuannya.


Bianca semakin terlihat bingung, hadiah? Kenapa putranya tiba-tiba memberi hadiah?


“Kau boleh keluar dan tunggu aku dibawah” titahnya lagi kepada Krist

__ADS_1


“Baik tuan”


Krist melangkahkan kaki, keluar dari ruangan itu meninggalkan seorang ibu dengan putranya.


Ceklek!!


Bianca menutup pintu kamarnya perlahan, melangkah masuk mengikuti putranya dari arah belakang.


“Apakah terjadi sesuatu?” tanya Bianca yang melihat gerak gerik aneh putranya.


Diego tak menjawab apapun, ia melangkah menuju sofa kecil yang terletak di ujung ruangan dan mendaratkan tubuhnya disana.


“Bukalah mom.. aku membawakan hadiah istimewa untukmu” ujar Diego dengan senyum aneh diwajahnya


“Hadiah? Hadiah untuk apa? Mommy tidak merayakan apapun hari ini?” Tanya Bianca bingung


“Kenapa mom? Apakah terdengar aneh jika seorang anak yang baik memberikan hadiah kepada ibunya?”


“Ti-tidak, bukan seperti itu.. mommy hanya merasa aneh, karena tidak biasanya kau memberikan hadiah untuk mommy”


“Jadi mommy tidak menyukainya?”


“Suka, tidak ada alasan untuk tidak menyukai hadiah darimu” jawab Bianca


Sebisa mungkin Bianca mengusir pikiran negatifnya, ia mulai meneliti dua box berwarna coklat muda itu.


“Bukalah mom!” Pinta Diego


Bianca mengangguk dengan antusias, perlahan tangannya bergerak menyentuh kedua box berukuran sedang itu.


Entah mengapa perasaan curiga kembali menghampiri Bianca, kala bau amis menyeruak masuk ke dalam Indra penciumannya.


Bianca menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengusir rasa curiganya. Tangannya kembali bergerak, kali ini ia mulai membuka salah satu box namun dihentikan oleh Diego.


“Mom wait!! Bukalah kedua box itu secara bersamaan!!” Pintanya


Wanita itu hanya bisa menganggukkan kepala, sesuai permintaan putra tercintanya, ia membuka kedua box itu secara bersamaan.


Bau amis terasa semakin pekat, namun Bianca tetap membuka kedua box itu hingga terbuka sempurna.


Kedua mata Bianca melotot sempurna, kedua tangannya menutup sempurna mulut yang tak bisa berucap sepatah kata pun.


“Aaaaaa!!!” Teriakan itu lepas, diiringi dengan tubuhnya yang terhyung ke belakang.


“D-di-Diego….” Panggilnya dengan terbata-bata.


“A-apa-apaan ini Hah!!” Tanya Bianca dengan jantung yang berdegup kencang.


Matanya tak henti menatap takut ke arah dua potongan kepala manusia dengan pita merah muda mengikat keduanya.


“Itu hadiah untukmu mom!! Bukankah mereka terlihat lucu” jawab Diego santai


“J-jangan bercanda Diego!!” Pekik Bianca


“No mom, aku tidak bercanda.”

__ADS_1


“Aku ingin mengembalikan mereka berdua kepada mommy” imbuhnya


“Diego!!” Panggil Bianca dengan penuh penekanan.


Wanita yang dipanggil mommy itu, berusaha untuk kembali tenang dan menatap dalam ke arah putra semata wayangnya.


“Kenapa kau melakukan ini pada mereka berdua?”


Diego tersenyum aneh “itu karena mereka telah berani membunuh wanita yang sangat aku cintai!! Dan sekarang aku sedang mencari pelaku utamanya”


Bianca menelan ludahnya kasar, apa maksud dari perkataan Diego?


Diego semakin mengembangkan senyumannya, kala melihat raut wajah takut dan panik dari wajah sang ibu.


“Jangan khawatir mom, aku tak akan tega melukaimu. Bagaimana pun juga, kau adalah ibuku”


“A-apa maksudmu Diego” tanya Bianca dengan raut wajah yang semakin takut.


Diego meletakkan kedua tangannya ke sisi sofa, menjadikannya tumpuan untuk berdiri.


“Hah!! Apa mommy benar-benar tidak tahu?” Lelaki itu melangkah untuk mendekat ke arah sang ibu.


“Di-Diego, jangan membuat mommy takut!!”


“Takut? Kenapa mom? Bukankah kau tidak tahu apa-apa!!” Tidak ada lagi senyum di wajah Diego, yang ada hanya tatapan tajam.


“Katakan mom, kenapa kau membunuh gadis yang aku cintai, Gadis yang memberikan semua cintanya padaku,Dan gadis yang bahkan sekali pun tak pernah menyakiti siapa pun semasa hidupnya” ujar Diego, dengan emosi yang semakin menguasai hatinya.


Deg!!


Bianca tertegun, dari mana putranya mengetahui tentang hal itu?


“A-apa maksudmu?” Bianca masih berusaha untuk mengelak.


“Hahhh!! Mommy masih belum mau mengakuinya?”


“Mengakui apa??”


Diego menghela nafasnya panjang, ia menengadahkan kepalanya ke atas, menahan emosi yang rasanya tak bisa ia bendung kala ingatan tentang Jasmine kembali berputar di kepalanya.


“Oke mom!! Kau masih kukuh dengan pendirian mu”


Diego merogoh bagian belakang untuk mengambil sesuatu.


Ccrrreekk!!


“Diego!!” Pekik Bianca kala anak tercintanya tengah menodongkan sebuah pistol ke arahnya.


“Mommy masih tidak mengerti?”


“Mommy memang tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan Diego!!” Jawab Bianca dengan setengah berteriak.


“Oohh baiklah, itu yang mommy mau”


Jari telunjuk Diego mulai bergerak, bersiap menarik pelatuk dan melepaskan timah panasnya.

__ADS_1


DDDOOORR!!!!


Bersambung…..


__ADS_2