
Hari berganti dengan begitu cepat, satu minggu adalah waktu yang cukup untuk penyembuhan luka di lengan Aera.
Hari ini Aera kembali bekerja, namun Darren tidak tahu akan hal itu. Dengan sengaja ia datang lebih pagi untuk memberi sang Bos sekaligus kekasihnya kejutan.
“Surprice..” seru Aera kala Darren memasuki ruangannya.
“Hey.. kau disini? Siapa yang mengijinkanmu bekerja Hah?” Tanya Darren.
Dengan segera ia menutup kembali pintu ruangan dan menghampiri Aera yang berdiri dihadapannya.
“Apakah aku harus meminta ijin terlebih dahulu untuk bekerja diperusahaan kekasihku?” Aera balik bertanya.
Darren menghembuskan nafasnya kasar, sifat keras kepala Aera memang sedikit membuatnya naik darah kala sedang berdebat.
“Ooo ayolah.. aku sudah sembuh. Lihat, lenganku sudah tidak diperban lagi.” Ujar Aera sembari memperlihatkan bagian lengannya yang terluka.
“Tapi kau seharusnya mengatakan padaku lebih dulu agar aku bisa menjemputmu ke rumah!” Darren menyilangkan tangannya di depan dada dengan tatapan mengintimidasi.
“Tapi aku bisa berangkat sendiri” jawab Aera tak mau kalah.
“Cckk.. Aera mengertilah, aku sangat mengkhawatirkanmu. Kejadian beberapa minggu yang lalu sungguh membuatku gila kau tahu itu”
Bukannya merasa takut melihat ekspresi marah sang kekasih, gadis itu malah tersenyum dan melangkah maju untuk memeluknya.
“Baiklah, mulai sekarang aku berjanji akan selalu memberitahumu lebih dulu kemana aku akan pergi.” Ujar Aera mengalah, tak lupa ia memperlihatkan senyum manisnya untuk mencairkan hati Darren.
Perdebatan seperti ini memang sering terjadi di antara keduanya. Mereka memang baru menjalin hubungan selama satu minggu, namun kedekatan mereka sudah terjalin dengan bagus.
__ADS_1
Darren mengacak rambutnya, ia tak bisa menyembunyikan ekspresi gemasnya melihat sang kekasih yang begitu manis jika bersama dengannya.
“Aarrgghh oke-oke, aku kalah lagi.” Dengan gemas Darren membalas pelukan Aera dengan erat.
“Kau sudah sarapan?” Tanya Darren, sembari mencium pucuk kepala Aera.
Gadis itu menggeleng dengan cepat.
“Hhmm mau sarapan bersamaku?”
“Dengan senang hati”
Darren kembali tersenyum, pagi ini suasana hatinya benar-benar sedang berbunga. Lelah yang ia rasakan selama satu minggu akhirnya terbayangkan sudah. Pelukan yang ia dapat membuatnya kembali bersemangat.
Namun tiba-tiba Aera mendorong tubuh Darren dengan cukup kuat hingga membuat laki-laki itu terkejut.
“Eee.. begitulah kira-kira adegan yang harus anda perankan di syuting iklan nanti” ujar Aera dengan gerakan mata seolah memberi isyarat kepada Darren.
“Selamat pagi tuan muda, maaf karena saya tidak mengetuk pintu lebih dulu” ujar David yang masuk secara tiba-tiba.
Darren menganggukkan kepalanya pelan, lalu berbalik untuk menatap David.
“Ah iya, lain kali jangan kau ulangi” jawab Darren
David mengangguk setuju, kini matanya beralih menatap gadis yang berdiri dibelakang Darren.
“Apakah anda sudah benar-benar pulih nona?” Tanya David
__ADS_1
“Hhmm sudah”
“Jika begitu, saya akan kembali ke perusahaan tuan besar karena nona Aera sudah kembali. Ini berkas yang anda butuhkan tuan, semua sudah sesuai dengan apa yang anda harapkan” ujar David menyerahkan map berwarna coklat kepada Darren.
“Nona Aera, untuk jadwal tuan muda selama satu hari ini akan saya kirimkan ke email anda. Satu jam lagi, nona Rebbeca akan datang untuk membahas kontrak kerjasama.” Ujar David kepada Aera.
Aera mengangguk setuju, segera ia meraih ponselnya dan membaca agenda Darren selama satu hari ini.
“Jika tidak ada lagi yang anda perlukan, saya pamit tuan”
“Terima kasih David”
David meninggalkan ruangan itu dengan cepat, namun matanya masih sempat untuk melirik ke arah sang adik.
“Tunggu, kau bekerjasama dengan model papan atas Rebbeca?” Pekik Aera tiba-tiba.
“Hhmm.. itu rekomendasi dari devisi periklanan” jawab Darren sedikit gugup.
“Tapi kau bisa mencari model lain jika kau keberatan”
“Tidak..tidak..aku tidak akan mencari model lain..Waahhh.. aku seperti bermimpi. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Kau tahu, aku adalah salah satu penggemarnya” ujar Aera antusias.
Darren sedikit terkejut dengan pernyataan Aera, laki-laki itu hanya bisa tersenyum membayangkan sesuatu yang akan terjadi nanti.
“Baiklah, kau sendiri yang memintanya” ujar Darren.
“Kita lihat saja nanti, apakah kau masih mau menjadi penggemarnya atau tidak”gumam Darren dalam hati
__ADS_1
Bersambung