
“Ja-ngan sen-tuh aku bajingan!!” Ujar Aera dengan suara tertahan.
Dengan sisa tenaga yang ada, Aera menepis tangan yang berusaha menyentuh tubuhnya. Dengan bersusah payah ia mengontrol diri agar tetap sadar, meskipun saat ini tubuhnya mulai mati rasa.
Bibir bagian bawahnya mengeluarkan darah segar, karena berkali-kali ia menggigit bibirnya agar tidak terhanyut dengan sentuhan seorang laki-laki dengan topeng diwajahny.
“Sepertinya reaksi tubuh dan bibirmu sangat berbeda” ejek seseorang itu dengan senyum sinis di wajahnya.
Ia belum melakukan apapun pada Aera, hanya sentuhan-sentuhan kecil yang ia berikan dibagian wajah gadis yang terlihat begitu tersiksa.
[ Keluar dari ruangan itu, mereka sudah mendekat ]
“Baik tuan” sahut orang itu ketika mendengar sebuah perintah melalui alat yang terpasang ditelinganya.
“Hah, sayang sekali. Aku bahkan belum bersenang-senang denganmu..”
Baarr!!bbaarr!!
Pintu digedor dengan sangat keras, orang-orang diluar sana sedang berusaha membuka pintu yang tengah terkunci rapat.
Seseorang itu bangkit dari sisi ranjang, lalu melangkah menuju jendela kamar dan menghilang, tepat sebelum pintu di buka dengan kasar.
BBRRAAKK!!!!
Pintu kamar berhasil dibuka oleh Darren, wajah panik masih menghiasi wajah tampannya. Matanya melihat kesana kemari, mencari keberadaan wanitanya yang menghilang sejak tadi.
“Aera!!” Panggil Darren.
“Eenngghh.. to-long” suara lenguhan bercampur lirih terdengar dari arah ranjang.
Darren menoleh dengan cepat ke arah sumber suara, kakinya bergerak lincah, masuk lebih dalam, menghampiri seorang wanita yang bergerak gelisah di atas ranjang.
“Aera!!” Pekik Darren
“Hey.. Hey.. ada apa? Katakan siapa yang melakukan ini padamu?” Tanya Darren sembari menarik wanitanya masuk ke dalam pelukannya.
“P-panas.. to-tolong aku” gumam Aera didalam pelukan Darren.
Darren mengernyitkan dahinya, panas?
__ADS_1
Udara diruangan itu terasa begitu dingin, mengapa Aera merintih kepanasan.
Darren melerai pelukannya, menangkup wajah Aera dengan kedua tangannya. Menatap dalam mata Aera yang terpejam kuat dengan bibir bagian bawah penuh luka.
“Apa yang terjadi?” Tanya Darren dengan wajah khawatir.
“A-aku ti-dak bisa.. to-tolong aku.. eemmm..” lagi-lagi Aera harus menggigit bibirnya kala tubuhnya kembali merasakan sesuatu yang aneh.
Darren yang awalnya terdiam dan bingung, tiba-tiba membuka mata lebar-lebar kala Aera sedang mencoba untuk membuka dress yang ia gunakan.
“A-Aera.. apa yang kau lakukan?” Tanya Darren gugup
“I-ini sangat panas..” rintih Aera
Dengan cepat Darren menahan tangan Aera yang bergerak semakin lincah. Namun tidak berhasil menghentikan gerakan tubuh Aera yang berusaha naik ke atas pangkuannya.
“AAera.. hentikan!” Pinta Darren dengan wajah gugup.
“Bagaima..na..” Dion yang baru saja sampai menghentikan kalimatnya melihat pemandangan di depan matanya.
Dengan segera ia memalingkan wajah ke arah samping, seperti halnya yang dilakukan oleh tiga orang yang baru saja tiba ditempat itu.
Darren menggelengkan kepalanya dengan cepat, seakan membantah apa yang tengah dipikirkan oleh teman-temannya.
“Aku tidak melakukan apapun. Aku tidak tahu kenapa dia bisa seperti ini” jawab Darren, tangannya masih sibuk menahan kedua tangan Aera.
Mereka berempat hendak keluar dari kamar itu, namun segera dicegah oleh Darren.
“Hey.. jangan pergi. Dion cepat periksa dia, kenapa dia menjadi agresif seperti ini!!” Teriak Darren.
Dion menoleh dengan tatapn ragu, namun setelahnya ia tetap melangkah mendekati pasangan yang tengah bercucuran keringat.
“Sepertinya dia diberi obat perangsang” tebak Dion dengan cepat
“Obat perangsang?”
“Hhmm.. dilihat dari perilaku agresif yang ia tunjukan saat ini, ditambah keringat yang menandakan jika kini ia tengah merasa kepanasan. Aku yakin jika tubuhnya tengah dipengaruhi obat” jelas Dion
“Lalu bagaimana?” Tanya Darren lagi
__ADS_1
“Hey.. berhenti menggigit bibirmu!” Pekik Darren kepada Aera
“Cobalah untuk merendam tubuhnya di air dingin, aku rasa itu cukup membantu. Aku rasa ia tidak akan bisa menahannya, jika aku harus pergi kerumah sakit untuk meminta seorang ahli mencarikan obat penawar” jelas Dion lagi.
Darren mengangguk, dengan sigap ia mengangkat tubuh Aera menuju kamar mandi. Namun langkahnya segera dihentikan oleh Albert.
“Cara itu tidak akan berhasil, aku rasa dia mendapat dosis tinggi melihat bagaimana reaksi yang ditimbulkan. Cara itu hanya akan bertahan selama dia berada di dalam air, namun tubuhnya akan kembali bereaksi jika hawa dinginnya hilang” seru Albert
“Aku akan melakukan apapun agar dia cepat sadar, aku tidak bisa melihatnya menyiksa diri seperti ini” jawab Darren dengan cepat.
“Kau hanya perlu membantunya untuk melepaskan sesuatu yang memuncak dari dalam dirinya.. hanya itu satu-satunya cara agar efek obat itu benar-benar hilang” imbuh Albert
“Mak-sudmu? Kau memintaku untuk tidur bersamanya?” Tanya Darren dengan wajah bersemu merah.
Albert mengangguk, sebagai jawaban dari pertanyaan Darren.
“Tapi, bagaimana jika dia tidak setuju dan marah setelahnya” ujar Darren ragu
“Tidak ada cara lain, dia pasti akan memaklumi hal itu. Lagi pula kalian sudah dewasa dan akan melangkah ke jenjang serius”
Darren terlihat berpikir, ia melirik ke arah Dion dan mendapat anggukan pelan dari sahabatnya itu.
“Bergegaslah, jangan biarkan wanitamu tersiksa lebih lama lagi.. ayo keluar” ajak Albert kepada empat orang lainnya.
Dion dan Albert mulai melangkah keluar, sedang David yang berdiri disana melihat sang adik menderita masih mencoba untuk memahami keadaan. Hingga ia tertegun ketika sebuah tangan menepuk bagian pundaknya.
“Sahabatku adalah orang yang bertanggung jawab, kau tidak perlu khawatir dengan masa depan adikmu. Tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan selain dengan cara ini, dan aku harap kau bisa mengerti” bisik Damian ditelinga David.
David menoleh sejenak, lalu mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Damian.
“Kau tenang saja David, aku mencintai Aera lebih dari apapun. Kau tidak perlu merasa khawatir tentang apapun kedepannya. Kau lebih tahu tentang diriku daripada siapapun” ujar Darren dari arah ranjang.
David mengangguk, lalu ikut melangkah keluar, meninggalkan dia sejoli dengan suasana panas nantinya.
Bersambung..
*Uuppsss… unboxing nya di next episode ya**🤭*
*Kalau mau cepet, komen sebanyak-banyaknya**🤪*
__ADS_1