SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 15


__ADS_3

Bosan,hal itu yang tengah dirasakan Darren saat ini.Bahkan ia merasa perlahan rasa bosan itu menggerogoti fisik dan juga batinnya(lebay ah Darren 🤪).Ternyata menjadi seorang pengangguran yang sangat ia inginkan sedari dulu tidaklah seindah bayangannya.


Tangannya menekan tombol remote tv secara acak,sedangkan matanya menatap malas ke arah layar tv berukuran sedang dengan tangan yang satu menopang kepalanya ke arah samping.


Sesekali matanya melirik benda bulat dengan 3 jarum yang berputar.Entah mengapa ia merasa jika waktu berjalan dengan begitu lambat.


Ceklek!!!


Suara yang ia nanti sejak beberapa jam yang lalu akhirnya terdengar.Semangat yang tadinya menguap kini kembali berkumpul menjadi satu.


“Ada apa dengan ekspresi mu yang aneh itu?”Seseorang yang baru saja tiba langsung mengkerutkan dahinya melihat Darren berdiri dengan senyum yang menunjukkan gigi putihnya.


“Aku hanya merasa senang karena kau sudah datang”ujarnya dengan jujur


“Se-senang?”


“Ia senang,aku hampir mati karena merasa bosan”imbuhnya dengan tubuh yang kembali terhempas ke atas sofa.


“Hahaha..bukankah kau harusnya senang karena bisa tidur sehari penuh”Aera tertawa pelan sembari menggelengkan kepalanya.


Ia melangkah menuju dapur dan meletakkan sebuah paper bag yang berisikan makanan dan juga camilan.


“Cckk..aku lebih baik bekerja hingga larut malam daripada berbaring seperti orang yang sekarat”gerutu Darren


“Ini,,”Aera memberikan satu kaleng minuman soda dingin kepada Darren


Dan dengan senang hati laki-laki itu menerimanya,ia juga sudah lama tidak meminum minuman itu.


Glek!!glek!!glek!!


Suara minuman soda yang mengalir deras ke tenggorokan Darren mencuri perhatian Aera.Tanpa disadari,dirinya tengah mengagumi wajah tampan Darren.


Benjolan kecil yang berada tepat dibawah dagu Darren bergerak naik turun hingga membuat Aera harus menelan ludahnya kasar.


“Kenapa semakin hari,ia terlihat semakin tampan”


“Dan lagi,kenapa aku menjadi sangat akrab dengannya.Kita baru bersama selama 3 hari,namun aku merasa sudah sangat mengenal dirinya”


“Aahhh segar sekali..Bolehkah aku meminta 1 kaleng lagi?”tanya Darren yang berhasil menyadarkan Aera dari lamunannya.


Wanita itu memalingkan pandangannya”ah..iya,tentu”


Dengan cepat ia bergegas mengambilkan satu kaleng minuman dingin untuk Darren.

__ADS_1


Entah mengapa Aera merasa kedua telinga memanas seperti tersengat sinar matahari.Tidak hanya telinga,wajahnya juga terasa panas dengan semburat merah di pipi.


“Hhmmm..apakah kau lelah hari ini?,atau kau sibuk?,atau kau ada rencana keluar dengan pacar atau temanmu?”cerca Darren


Aera kembali berjalan kearah Darren dengan sekaleng minuman dingin.


“Tidak bisakah kau bertanya satu persatu?”gerutu Aera kesal sembari menyerahkan kaleng minuman.


“Maaf..aku hanya ingin bertanya saja”


“Sekarang katakan apa yang ingin kau katakan!,aku tidak lelah,tidak sibuk dan juga tidak punya pacar.”mata Aera melirik ke arah laki-laki yang nampak antusias dengan jawabannya.


“Hhmm aku bosan berdiam diri didalam sini,maukah kau mengajakku keluar?”tanya dengan ragu


Aera nampak berpikir ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Darren.Ia tidak seharusnya merasa heran jika laki-laki itu merasa bosan,mengingat sudah beberapa hari ini ia hanya tinggal dan diam.


“Baiklah,aku akan mandi dan bersiap.Kita akan pergi ke suatu tempat”wanita itu bangun dan bergegas pergi membersihkan diri


“Waahh terima kasih,kau memang luar biasa”puji Darren dengan wajah berseri kembali.


*******


Jalanan kota terlihat lebih ramai malam ini.Gemerlap cahaya lampu yang menghiasi di seluruh hampir badan jalan,membuat malam ini menjadi begitu terang.


Ditempat ini memang dikhususkan untuk mereka para pedagang makanan,atau kalangan remaja menyebutnya dengan street food.


Bau sedap makanan menyeruak masuk ke Indra penciuman setiap orang yang lewat,bersaing didalam sana menyatakan jika mereka tak kalah enak dari makanan lain.


Asap tipis juga terlihat dari pedagang yang menyajikan makanan yang dipanggang ataupun berkuah.Ditambah cuaca malam ini terasa lebih dingin dari malam sebelumnya.


“Kau mau beli apa?”tanya Aera kepada laki-laki yang sedang terlihat bingung.


Darren menggeleng pelan,ia tak tahu harus membeli apa karena memang ia tak tahu makanan apa yang dijual oleh para pedagang.


“Kau pasti bingung kan?,dulu akupun begitu.Ditempat ini kau tidak akan menemukan makanan khas orang barat,karena mereka menjual makanan khas orang Asia khususnya Korea”jelas Aera


“Tapi tenang saja,aku mempunyai rekomendasi yang bagus untukmu.Ayo..”Aera menggenggam tangan Darren hingga laki-laki itu sedikit terkejut.


Darren mengangkat ujung bibirnya,senyum tipis terlukis jelas.Detak jantungnya juga berpacu lebih cepat.


Dengan kaki yang masih pincang,ia mengikuti langkah Aera.Sesekali wanita itu menoleh kebelakang,memastikan jika Darren tak merasa kesakitan karena berjalan sedikit jauh.


“Kau baik-baik saja?”tanya Aera disetiap detiknya

__ADS_1


“Kau sudah menanyakan hal itu lebih dari 10 kali”jawab Darren sembari tersenyum


“Cckk aku hanya takut kau kesakitan!”wanita melengos sembari tetap melangkah pelan.


Beberapa detik kemudian,mereka sudah berdiri didepan kedai makanan yang menyajikan makanan khas Korea.


“Wahhhh..rasanya aku ingin membeli semuanya”mata Aera berbinar melihat semua menu Dihadapannya.


“Semua?,kau yakin suka semua makanan ini?”darren mengernyitkan dahinya.


Bagaimana wanita yang ada di sebelahnya berkata dengan enteng ingin membeli semua,mengingat ada begitu banyak menu.Ditambah,sepertinya hampir semua makanan itu terlihat pedas karena berwarna merah menyala.


“Cckkk apa kau mau mati kekenyangan karena memakan semua itu”kesal Darren


“Aku tidak akan bisa mati kekenyangan,perutku seperti karet.”jawabnya dengan senyum jahil.


Aera kembali fokus ke setiap menu dan mulai memesan apapun yang ia ingin makan.


Setelah membeli beberapa menu(ah hampir semua menu),kini mereka memilih duduk disebuah taman yang berada didekat sana.


“Cobalah yang ini”Aera mengangkat salah satu makanan ke arah Darren.


Sebuah makanan dengan bentuk pipih yang ditusuk menggunakan bambu panjang.Adonannya dibentuk bergelombang dengan kuah bening ataupun merah.Orang Korea menyebutnya dengan odeng.


Darren menatap makanan itu dengan bingung sekaligus ragu,baunya enak namun ia ragu dengan rasanya.


“Aaaaa..buka mulutmu cepat”dengan tidak sabar,salah satu tangannya memegang pipi Darren dan menekannya hingga mulut laki-laki itu terbuka.


“Mmmm…bagaimana enak bukan”tanya Aera kala berhasil memasukkan makanan itu kedalam mulut Darren.


Laki-laki itu mulai mengunyah,namun dengan ekspresi aneh.


Tapi setelahnya ekspresi Darren berubah,sepertinya lidahnya cocok dengan makanan itu.


“Hhmmm enak..aku ingin lagi”pintanya sembari membuka mulut


Tanpa disadari Aera tersenyum senang,ia memasukkan kembali odeng tersebut kedalam mulut Darren.


Begitu seterusnya,mereka memakan semua menu bersama.Meskipun tak semua menu disukai oleh Darren dan itu tak menjadi masalah bagi Aera.


Tawa sukacita terdengar disela-sela kegiatan mereka piknik di dalam hari.Senyum dari keduanya tak lepas dengan mata yang saling menatap satu sama lain.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2