
Mobil mewah berwarna hitam sudah bertengger tepat di depan rumah sederhana milik seorang gadis.
Dengan setelan rapi dan formal,David datang seorang diri ke rumah gadis yang mampu membuat tuan mudanya jatuh cinta.
Meskipun Darren tak mengatakan apapun tentang perasaannya,namun David cukup tahu hanya dengan melihat tingkah Darren yang begitu perduli dengan seorang gadis yang baru ia kenal.
Tok!!tok!!tok!!
David berdiri didepan pintu dengan salah satu tangan membawa beberapa paper bag berisikan baju serta aksesoris untuk Aera.Sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mengetuk pintu.
Cukup lama ia berdiri didepan sana,hingga beberapa detik kemudian pintu dibuka.
Ceklek!!
“Maaf anda mencari siapa?”tanya gadis pemilik rumah.
“Apaka…..”Lidah David tiba-tiba terasa kaku.
Ddeeggg!!!
Ia tertegun sejenak dengan jantung yang berdetak kencang.Matanya menyorot sempurna,bahkan ia harus menelan ludah kasar beberapa kali.Suhu tubuhnya menjadi panas,ia merasa jika saat ini darahnya tengah mendidih.
[“Mom-mommy..”]
Aera memiringkan kepalanya,dahinya mengkerut sempurna melihat sorot aneh dari seorang laki-laki yang mengetuk pintunya sepagi ini.
“Hallo..apakah anda baik-baik saja?”tanya Aera sembari menggoyangkan telapak tangannya di depan mata David.
David masih terdiam dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk di dalam kepalanya.
[“Ada apa dengannya?..apa dia kesurupan hantu?”]
Sekian detik berlalu,Aera tak bisa menahan rasa kesalnya lebih lama karena David benar-benar menyebalkan.
Bagaimana bisa laki-laki itu berdiri didepan pintunya dengan tatapan yang sulit dimengerti seperti sekarang ini.
[“apa aku terlihat begitu cantik hingga ia tersihir seperti ini”]
Salah satu tangannya terangkat dan mendarat tepat di bahu David,hingga laki-laki itu tersadar dari lamunannya.
“Aaahh..eekkhhmmm..maaf kan aku”ujar David dengan gugup,matanya mencoba menoleh kesana kemari sebelum kembali bertatapan dengan gadis didepan matanya.
“Apakah nona yang bernama Aera?”tanya David dengan nada bicara yang ia usahakan terdengar santai.
Aera mengangguk pelan dengan raut wajah bingung.
“Perkenalkan saya David,sekretaris tuan muda Darren”David menundukkan kepalanya.
“Darren..”seru Aera dengan raut wajah yang berubah 180 derajat ketika mendengar nama laki-laki itu.
__ADS_1
Entah mengapa hanya mendengar namanya saja membuat jantung Aera berdetak kencang.Hatinya terasa berbunga setelah berpisah selama 1 hari dengannya.
“Dimana dia?,apakah dia ikut bersamamu?”Aera menoleh ke arah mobil,mencari sosok yang tanpa ia sadari membuatnya merasa kesepian selama satu hari ini.
“Tuan Darren belum bisa mengunjungi anda hari ini,beliau hanya menitipkan ini kepada saya”David menyerahkan beberapa paper bag kepada Aera.
Senyum gadis itu hilang begitu saja begitu mengetahui jika seseorang yang begitu ia rindukan tidak datang hari ini.
“Tunggu,kenapa kau memanggilnya Darren?..aku hanya asal memberinya nama saat ia hilang ingatan”tanya Aera yang baru menyadari ucapan David beberapa kali tentang tuan muda Darren.
“Apa maksud anda?,,nama beliau memang Darren”jawab David
Aera mengangguk mengerti”kenapa bisa kebetulan seperti ini”
“Ah satu lagi,tuan muda berpesan jika besok ia akan datang menjemput anda di pagi hari.Beliau juga berpesan agar anda segera menyelesaikan tugas yang diberikan”imbuh David
“Baik,sampaikan salamku padanya dan katakan aku sudah menghafal semuanya”jawabnya dengan senyum mekar di wajahnya
“Tentu..apakah ada yang ingin anda tanyakan atau sampaikan lagi untuk tuan muda?”
“Tidak,aku akan menanyakan secara langsung besok..terima kasih”jawab Aera
“Jika begitu saya permisi”David membungkukkan badannya dan melangkah mundur lalu masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Aera masuk kedalam dengan suasana hati yang benar-benar gembira.Bahkan ia merasa sangat senang hingga sulit untuk diungkapkan.
“Mom..apakah aku menemukannya?,,apakah itu benar dia?,,aku tidak mungkin salah bukan?,,dia begitu mirip denganmu”dialognya dengan dirinya sendiri.
Ia menarik nafas panjang sebelum benar-benar meninggalkan rumah yang akan ia sering kunjungi kedepannya.
******
CRYSTAL CORP.
Darren tengah sibuk menandatangani setiap dokumen yang ada diatas mejanya.Lembaran kertas yang menumpuk di atas mejanya bahkan tidak terhitung jumlahnya.
“Sial..lembaran-lembaran ini benar-benar tak memberiku waktu bersantai”gerutunya
Ceklek!!
Suara pintu terbuka membuat mata Darren teralihkan untuk beberapa saat,sebelum ia kembali menatap lembaran demi lembaran kertas itu dengan malas.
“Selamat pagi tuan muda”sapa David
“Pagi David..apakah kau sudah mengantarkan semua itu?”tanya Darren dengan mata yang masih fokus ke arah dokumen
“Sudah tuan,seperti perintah anda”jawab David
David menghentikan gerakan tangannya,kini ia menatap David seolah ingin tahu tentang suatu hal.
__ADS_1
“Bagaimana ekspresi wajahnya ketika mendengar namaku?”tanya Darren dengan antusias.
“Nona Aera begitu senang tuan,tapi ketika saya memberitahu jika anda tidak ikut bersama saya,ekspresinya berubah menjadi murung”jelas David dengan apa adanya
Darren tak berbicara apapun kali ini,namun sebuah senyum tipis terbit di wajahnya.
[“dia pasti merindukanku”]
“Lalu apa yang ia katakan?”kini Darren terlihat begitu bersemangat.
“Nona Aera hanya menitipkan salam,beliau mengatakan jika ia sudah menghafal semuanya”
“Ada lagi?”
“Tidak ada tuan,hanya itu saja.”
Darren menyenderkan tubuhnya pada kursi,bibirnya tak henti mengulas senyum manis.
“Maaf tuan jika saya lancang,jika boleh tahu,dimana anda bertemu dengan nona Aera?”tanya David
“Aku tidak sengaja bertemu dengannya,ia menolongku saat kecelakaan malam itu dan memberiku tumpangan selama ini”jawab Darren,gambaran tentang kejadian beberapa minggu terakhir berputar diatas kepalanya.
“Hhmm apakah nona Aera tinggal seorang diri?”tanya David lagi.
“Ia,dia tinggal seorang diri”
“Dimana kedua orang tuanya?,,apakah ia berasal dari sini?”tanya David lagi,tanpa ia sadari kini tak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Darren kembali duduk dengan tegak,manatap David dengan sorot mata aneh.
“Kenapa kau bertanya begitu banyak hal tentangnya?,,apa kau tertarik padanya?”Cerca Darren dengan nada tidak suka.
David menundukkan kepalanya”maaf tuan,saya tidak bermaksud seperti itu..hanya saja tuan besar pasti akan menanyakan hal itu kepada saya”kilahnya
[“jangan gegabah David”]
“Hhhmm..begitu rupanya,jangan sampai kau tertarik padanya David,aku peringatkan dirimu”Ujar Darren dengan mode posesifnya.
(Padahal belum ada hubungan apa-apa loh ini,kok udah posesif aja🤭)
“Saya tidak akan berani tuan”jawab David
“Bagus,sekarang kau boleh keluar..aku akan menyelesaikan semua ini terlebih dahulu dan bersiap untuk hari esok”ujarnya tanpa ia sadari jika hatinya berbunga-bunga.
“Baik tuan,saya permisi”David melangkah mundur dan meninggalkan ruangan Darren.
Namun jauh didalam hati David,ia begitu penasaran dengan sosok Aera.
Bersambung..
__ADS_1