
Seorang wanita dengan tubuh sexy nan indah berjalan dengan lenggokan khas seorang model,masuk ke dalam perusahaan ternama CRYSTAL CORP.
Beberapa pasang mata teralihkan dengan pesona gadis cantik yang tengah berada di puncak dunia permodelan itu.
“Permisi aku ingin bertemu dengan Darren” ujar wanita itu dengan gaya angkuhnya.
Seseorang yang berada di balik meja itu langsung menengadah untuk melihat lawan bicaranya.
“Nona Rebbeca..”sapa Aera dengan antusias.
Rebbeca hanya tersenyum sinis, ia enggan untuk menjawab sapaan dari wanita yang terlihat sedikit asing.
“Siapa kau? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?” Tanya Rebbeca
“Perkenalkan saya Aera, sekretaris baru Tuan Darren” jawab Aera
Rebbeca membuka kacamatanya, meneliti setiap inci dari penampilan Aera. Matanya bergerak dari atas hingga kebawah tak melewatkan apapun yang melekat pada tubuh Aera.
“Hhmm.. bukan levelku” gumam Rebbeca.
“Mari nona, tuan Darren sudah menunggu di dalam” ajak Aera.
Rebbeca menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah Aera dari arah belakang.
Tidak ada rasa curiga sedikit pun di pikiran Aera, ia begitu senang karena nantinya akan bertemu dengan idola sejak dulu.
Ceklek!!
Pintu dibuka oleh Aera perlahan, seorang pria tampan penuh kharisma tengah duduk di kursi kebesarannya ditemani tumpukan dokumen yang sedang ia periksa.
“Selamat siang tuan Darren, nona Rebbeca sudah datang” ujar Aera
“Ooo Darren, akhirnya kita bisa bekerjasama setelah sekian lamanya” seru Rebbeca yang langsung melangkah menuju meja Darren.
“Jaga sikapmu Rebbeca, ini adalah perusahaanku. Ingat, aku bisa membatalkan semuanya jika kau tidak mau menjaga sikap” tegur Darren yang membuat wanita itu menghentikan langkahnya.
Aera tertegun, kalimat yang diucapkan Darren terdengar begitu aneh.
“Oke..oke..aku akan menjaga sikapmu jika berada disini” jawab Rebbeca lalu mendaratkan tubuhnya ke atas sofa.
Darren menutup dokumen yang sejak tadi membuatnya terlihat begitu fokus, lalu melangkah ke arah sofa untuk menyapa seseorang yang akan bekerjasama dengan perusahaannya.
Rebbeca tersenyum manis, pandangan terhadap laki-laki itu tak pernah lepas barang sedetik pun hingga membuat Aera mengerutkan dahinya.
“Kau terlihat kelelahan, bagaimana kalau kita membicarakan kontrak ini diluar dengan makan siang disebuah restoran” ujar Rebbeca.
“Aera, bawa berkasnya padaku” pinta Darren, yang tak menggubris ajakan dari Rebbeca.
__ADS_1
Rebbeca memutar bola matanya malas, ia sedikit kesal karena Darren tak menggubris ajakannya. Bahkan laki-laki itu terlihat begitu dingin jika padanya.
“Aera..”panggil Darren sekali lagi.
“Ah iya..” jawabnya dengan cepat, lalu melangkah membawa sebuah map berwarna coklat ke arah sofa.
“Bisakah kau membawakanku segelas air?” Pinta Rebbeca.
Aera mengangguk dengan cepat lalu segera bergegas keluar untuk mengambil segala air di pantry yang tak jauh dari sana.
“Wah.. Rebbeca pasti sangat senang karena akhirnya ia bisa bekerjasama dengan perusahaan tuan Darren”ujar salah satu karyawan yang tengah mengobrol dengan rekannya.
“Hhmm.. wanita itu sudah lama mengejar tuan Darren namun sayangnya tuan kita tidak tertarik dengannya” timpal karyawan lain.
“Aku sangat yakin jika iya akan menggunakan kesempatan ini untuk menggoda tuan Darren lagi”
Mereka berbincang cukup lama dan nama Rebbeca selalu ada di dalamnya.
Aera berdiri di ambang pintu terdiam sejenak, mendengarkan semua perbincangan dari beberapa karyawan wanita yang sedang beristirahat di pantry.
Entah mengapa rasa penasarannya akan sesuatu hal muncul begitu saja.
“Eekkhhmm.. maaf, kenapa kalian bergosip seperti itu tentang nona Rebbeca?” Tanya Aera kepada mereka.
“Nona Aera..” pekik mereka bersamaan.
“Hhmm.. tenang saja aku tidak akan mengadukan kalian, tapi beritahu aku mengenai apa yang kalian bicarakan tadi” pinta Aera
Mereka saling pandang, permintaan Aera terdengar sedikit aneh ditelinga mereka.
“Eee.. apa anda benar-benar tidak tahu tentang nona Rebbeca yang menyukai tuan Darren?”
Aera menggeleng dengan cepat.
“Sejak dulu nona Rebbeca selalu mengejar tuan Darren, namun tuan Darren tidak pernah menggubrisnya. Berbagai cara ia lakukan untuk bisa bekerjasama dengan perusahaan ini, dahulu ia bahkan mencoba untuk menyuap ketua Devisi periklanan agar ia bisa menjadi model untuk brand terbaru CRYSTAL CORP,,”jelas salah satu dari mereka.
“Dan aku yakin jika kali ini ia melakukan hal yang sama” timpal yang lainnya.
Mereka mengatakan semua hal yang diketahui tanpa tahu bagaimana perasaan wanita yang tengah berdiri dihadapan mereka.
Udara di dalam ruangan ber Ac itu tiba-tiba menjadi panas. Tanpa ia sadari, kedua tangannya tengah mengepal kuat.
“Cukup, kembalilah bekerja” perintah Aera tegas.
Mereka sedikit terkejut karena tiba-tiba nada bicara Aera terdengar kesal, bahkan ketika wanita itu memergoki mereka bergosip, nada bicaranya masih terdengar santai.
“Baik nona, kami permisi” ujar mereka bersamaan.
__ADS_1
Dengan hati yang mulai terasa panas, Aera mengambil dua gelas air putih dan bergegas kembali ke ruangan Darren.
Ceklek!!
“Permisi, ini minuman untuk anda” ujar Aera sembari meletakkan segelas air di hadapan Rebbeca.
Namun wanita itu tak menggubris sedikit pun ucapan Aera karena kini matanya tengah menatap dalam ke arah Darren.
“Baca baik-baik isi kontrak itu” ujar Darren, selesai menandatangani kontrak kerja mereka.
“Tidak perlu, aku selalu percaya padamu” jawab Rebbeca tanpa mengalihkan pandangannya.
“Jika tidak ada yang ingin kau tanyakan lagi, silakan keluar dari ruanganku karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan”
“Kau mengusirku?” Pekik Rebbeca
“Tapi tidak apa, besok kita akan bertemu lagi bukan. Aku akan pergi, sampai bertemu besok pagi” imbuh Rebbeca.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Rebbeca keluar dari ruangan itu meninggalkan sepasang kekasih yang tengah menunggu moment untuk berbicara.
“Kau menandatangani surat itu?” Tanya Aera dengan tidak sabar.
“Hhmm.. bukankah kau sudah tahu akan hal itu. Ah iya, kenapa kau tidak meminta tanda tangan padanya, dia idolamu bukan?” Tanya Darren dengan nada mengejek.
Bisa ia tebak jika saat ini Aera sudah mengetahui tentang Rebbeca karena melihat dari wajah kesal wanita itu.
“Bisakah kau membatalkan kontrak itu?”
“Ada apa? Bukankah seharusnya kau merasa senang?”
“Tidak ada, aku hanya tidak suka dengan cara dia menatapmu seperti tadi” jawab Aera kesal.
Darren tersenyum mendengar jawaban dari wanitanya. Tidak salah lagi, wanita itu sedang cemburu saat ini.
Darren berdiri dan menghampiri Aera, ia duduk Disampingnya dan memeluk wanita itu dengan manja.
“Kau tidak perlu khawatir, di kontrak itu tertulis jelas jika hanya akan ada satu kali pemotretan saja. Dan setelah itu kontraknya berakhir” jelas Darren
Wajah Aera tiba-tiba berseri kembali, ia menatap ke arah Darren dengan tersenyum manis.
“Benarkah?” Tanya nya meyakinkan.
“Hhmm.. sesungguhnya aku tidak mau bekerjasama dengannya, tapi karena ini adalah permintaanmu, aku terpaksa menandatanganinya.” Imbuh Darren.
“Dan aku menyesal saat ini” jawab Aera
Darren hanya bisa tertawa pelan, tingkah Aera benar-benar menggemaskan. Terlebih jika wanita tengah cemburu.
__ADS_1
Bersambung…