SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 65


__ADS_3

Ceklek!!


David membuka perlahan pintu ruangan milik tuan mudanya. ia melangkahkan kaki masuk dengan dua paper bag yang menggantung ditangannya.


Suara isakan, ya suara itu terdengar jelas menabrak Indra pendengarannya. Siapa yang menangis?


“Tuan Darren?” Panggil David sembari meletakkan paper bag itu ke atas meja kecil di depan sofa.


Apakah iya itu suara isakan Darren? Tapi mengapa lelaki tegar itu menangis?


“Tuan..” panggil David sekali lagi.


Didetik berikutnya, lelaki itu berjalan cepat, menghampiri seseorang yang tengah menangis sedu.


“Apa yang terjadi tuan Darren?” Tanya David dengan nada penuh ke khawatirkan saat mendapati jika tuan mudanya tengah terisak.


“Katakan tuan, apa yang terjadi?” David mencoba untuk menyentuh punggung yang bergetar itu.


“Rasanya sakit sekali David!” Akhirnya lelaki itu menjawab meskipun dengan suara yang serak.


“Aku berusaha untuk meyakinkan diriku sendiri jika kejadian itu memang sebuah kejadian yang alami, tapi ternyata hal yang aku sangkal memang benar adanya” tutur Darren ditengah tangisannya.


“Maaf tuan, tapi aku tidak mengerti”


Darren tak menjawab, namun tangannya bergerak mengambil ponsel yang tergeletak di atas ranjang dan mulai menyentuh layarnya dengan cepat.


“Lihatlah!” Pinta Darren sembari menyerahkan ponselnya.


David mengernyitkan dahi, ia menerima ponsel itu meskipun tidak mengerti dengan tujuan Darren.


Rekaman video? Tapi video apa itu?


“Itu adalah potongan video yang Dannis berikan beberapa hari yang lalu.” Jawab Darren yang mengerti dengan ekspresi wajah David.


“Bukankah rekaman itu sudah selesai? Disana terekam jelas jika mobil yang mereka tumpangi terguling dan rekaman itu mati” gumam David dalam hati


Namun David tetap mengangguk mengerti, ia mulai menyentuh layar ponsel milik Darren dan video pun diputar. Gelap gulita, itulah yang ia lihat untuk pertama kalinya. Namun sedikit tertolong dengan cahaya lampu mobil yang menyorot ke arah mereka.


“Nyonya Ayumi? Mommy?” Gumam David


Dua wanita hebat yang begitu ia sayangi tengah tergeletak lemah dengan tubuh dan wajah yang bersimbah darah, di dalam rekaman itu.


Siapa kedua orang itu?. Batin David kala kamera kecil itu hanya menangkap bagian kaki dari dua orang yang tengah berdiri di hadapan sang ibu dan nyonya Ayumi.


David mengernyit beberapa kali, sial.. kenapa seseorang yang memegang kamera itu tidak bisa diam saat merekam.


Bergetar, dan terus bergeser, membuat David kesal dibuatnya. Ingin rasanya ia marah dengan seseorang dibalik kamera itu.

__ADS_1


“Kameramen bodoh” gerutu David


(👩‍🦰:Ini yang bawa kamera adik Lo ya David😒)


Maaf emosi


Namun di menit berikutnya, David dibuat tercengang kala kamera itu menyorot wajah kedua orang yang tengah menodongkan senjata ke arah nyonya Ayumi.


“Nyo-nyonya Bianca, tuan Jevon..”


David mencengkram erat ponsel Darren.


Ddoorr!!


Mata david tertutup rapat dengan tubuh yang terlonjak kaget ketika rekaman itu memperlihatkan dengan jelas, peluru menembus bagian dada nyonya Ayumi.


“Hah..Hah..Hah..” dada David naik turun, dadanya terasa begitu sesak.


Tesss!!


Buliran bening luruh di atas pipi mulus milik David tanpa ia sadari. Lelaki itu mengerjap untuk beberapa kali, matanya benar-benar terasa panas.


Aku tak sanggup lagi melihat ini. Batin David yang ingin menyudahi rekaman itu.


Namun rekaman itu masih berjalan sehingga ia memutuskan untuk melanjutkannya.


“Aku takut mom..”


“Sstt.. tidak apa sayang. Ada mommy”


Sayup-sayup terdengar obrolan dari mommy dan seorang anak kecil yang ia yakini jika itu suara sang adik.


“Hahahaha.. kejar wanita itu” teriak lelaki yang tak lain adalah Jevon


Kamera kecil itu semakin tak terkendali, bergerak kesana kemari karena seseorang yang berada dibalik layar tengah berlari.


“Ingat teruslah berlari!..jangan menoleh kebelakang apapun yang terjadi!..tutup kedua telingamu dan fokus kepada langkahmu!..mengerti!!”


“Hiks..hiks..aku takut mom..aku takut..”


“Ssttt..kau adalah putri mommy dan daddy.Kau adalah perempuan pemberani,ingat itu!”


“Sekarang cepat!!!”


“I Love you mom”


“I Love you too honey!”

__ADS_1


Dddooorrr!!


Kali ini David tak menutup matanya, melainkan melotot tajam. Ia sangat yakin, peluru itu telah merenggut nyawa sang ibu.


“Mo..mmy..” lirih David


Bbrraakk!!


Ponsel yang ia cengkram dengan erat kini terjatuh ke atas lantai, diikuti dengan tubuh tegap seorang David yang ikut luruh begitu saja. Lelaki itu terduduk di lantai dengan kedua mata yang menatap kosong.


“Jika saja kita tidak pergi ke Australia bersama Daddy dan uncle waktu itu. Semua ini pasti tidak akan terjadi” seru Darren yang masih menangis.


“Tidak tuan.. semua ini terjadi karena mereka telah merencanakannya sejak awal” gumam David


“Maafkan aku, daddy dan mommy karena tidak bisa menjaga nyonya Ayumi dengan baik” David menundukkan kepalanya


Perkataan David sontak membuat Darren menoleh ke arahnya.


“Apa yang kau katakan?! Kalian menjaga kami dengan sangat baik. Bahkan Aunty Sania menjaga bukti itu di detik terakhirnya. Seperti yang kau katakan, mereka sudah merencanakan semua ini sebelumnya. Hingga takdir mengungkap kejahatan mereka dengan mempertemukan aku dengan Aera”


Aera!! Tunggu, David teringat sesuatu. Lelaki itu segera berdiri dengan wajah serius.


“Tunggu tuan, Aku melupakan sesuatu” pekik David


“Apa itu?”


“Aera berada dirumah sakit ini sekarang dan beberapa saat yang lalu ia tidak sengaja bertemu dengan Tuan Jevon dan Nyonya Bianca. Aera terlihat kesakitan, aku yakin jika kehadiran mereka berdua memancing ingatan masa lalunya” jelas David


“Kesakitan?”


“Benar, bahkan Aera sempat menunjuk mereka berdua dan bergumam dengan pembunuh” imbuh David


“Lalu dimana Aera sekarang?”


“Dia berada tak jauh dari kamar anda”


“Lalu kenapa kau berada disini?” Pekik Darren


“Anda tenang saja tuan, saya sudah menempatkan beberapa orang untuk berjaga di luar ruangan”


Darren mengacak rambutnya frustasi, ia segera turun dari ranjang yang membuat David sedikit terkejut.


“Tuan anda mau kemana?”


“Menemui Aera”


“Sial, aku harap, ini tidak seperti yang aku bayangkan” umpat Darren lalu berlari menuju ruangan Aera diikuti oleh David.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2