
Keesokan harinya.
Pagi ini Aera bangung dengan begitu bersemangat seperti hari-hari sebelumnya.Ia agak sedikit terburu-buru karena harus menghadiri meeting pagi bersama Darren.
Aera tidak merasakan kesulitan sedikit pun karena ia sudah terbiasa dengan tugas barunya.Bahkan para investor sering memberi pujian kala dirinya selesai melakukan presentasi.
Darren menjatuhkan dirinya di atas sofa,tubuhnya terasa pegal setelah hampir 3 jam lamanya duduk di ruang meeting.
Sedangkan di pojok sofa,seorang gadis tengah sibuk menatap layar ponselnya dengan jari yang bergerak lincah menyentuh layar.
“Apa jadwalku setelah ini?”tanya Darren
“Satu jam lagi anda harus menghadiri meeting di perusahaan YM grup,dan anda masih memiliki banyak waktu untuk menikmati makan siang”jelas Aera
“Hhmm,,”jawab Darren
“Anda ingin dipesankan makanan apa siang ini?”tanya Aera
Jika sudah berada di dalam perusahaan seperti sekarang ini,Tata bahasa Aera terdengar sedikit kaku karena ia harus bersikap profesional jika sedang bekerja.Ia harus berhati-hati saat berbicara kepada Darren meskipun mereka sudah cukup dekat,terlebih jika sedang berada di perusahaan.
Namun gaya bahasanya akan berubah 180 derajat jika sudah berada di luar jam kerja.
“Tidak,aku ingin makan diluar saja. Kita makan siang di resto dekat dengan perusahaan YM grup”ujarnya
Aera menganggukkan kepala,ia bergegas berdiri menyiapkan segela sesuatu yang diperlukan Darren nantinya.
“Sudah tuan,anda ingin berangkat sekarang?”tanya Aera yang sudah siap dengan tas jinjing di tangannya.
Darren mengangguk pelan,ia berdiri dan melangkah keluar dari ruangan diikuti oleh Aera yang selalu setia dibelakangnya.
———-
The Factory Kitchen
Restoran mewah yang terletak di antara perusahaan besar kini tengah ramai pengunjung.
Meskipun harga makanan di dalam sana terbilang cukup fantastis namun restoran itu tak pernah sepi pengunjung.
Pengunjung yang hadir pun bukanlah dari golongan biasa,tempat itu sering digunakan oleh para pengusaha sebagai tempat pertemuan.
__ADS_1
“Semua pesanan anda sudah lengkap tuan,silakan menikmati makan siang anda”ujar Aera
“Hhmm..kau makanlah juga,ini bukan diperusahaan dan berhentilah bersikap formal seperti itu.”kata Darren
“Tapi ini masih jam kerja..”protes Aera yang di bantah dengan tatapan tajam oleh Darren.
“Cckk baiklah kau bosnya dan aku harus menurut”sambung Aera kala dirinya sudah hafal dengan arti tatapan Darren.
Kalimat Aera sontak membuat Darren mengangkat kedua ujung bibirnya.Wanita yang duduk Dihadapannya terbilang begitu polos.
“Eekkhhmm..Hy kak Darren”sapa seseorang yang entah muncul darimana.
Darren mengangkat kepalanya spontan kala suara yang begitu familiar itu menggema di telinganya.
“Waahh siapa wanita cantik ini?”tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Diego.
Aera juga ikut menatap ke arah Diego dengan tatapan bingung.Lalu beralih menatap Darren mencoba mencari jawaban.
“Siapa dia”
Begitulah kira-kira arti tatapan Aera ke Darren.
Diego tersenyum”pertanyaanmu sangatlah aneh kak,ini adalah sebuah restoran,coba kau pikir untuk apa aku disini”jawabnya dengan nada mengejek.
Aera masih terdiam,namun dia masih memperhatikan interaksi diantara keduanya.
Merasa diabaikan oleh sang kakak,kini Diego beralih menatap gadis cantik yang duduk bersama Darren.
“Hey nona cantik,siapa namamu?”Tanya Diego sembari mengulurkan tangannya.
Aera belum menjawab,ia mencoba menatap Darren untuk meminta persetujuan.
“Aku sudah selesai,ayo pergi”ajak Darren,ia meletakkan peralatan makannya lalu berdiri.
Aera mengangguk,ia tak perlu bertanya mengapa,karena bisa ia tebak jika tuannya tidak nyaman dengan kedatangan laki-laki itu.
“Hey jangan terburu-buru nona,kau belum menjawab pertanyaanku”ujar Diego,ia menahan langkah Aera dengan memegang lengan gadis itu.
Darren yang melihat tingkah Diego langsung bereaksi.Dengan sekali gerakan ia mendorong tubuh Diego hingga punggung laki-laki itu menyentuh meja.
__ADS_1
“Jangan sentuh sekretarisku!”ujar darren penuh penekanan.
Tatapannya matanya mengintimidasi Diego,seolah memberi peringatan tegas.
“Ooww..ooww..tenang kak,aku hanya ingin mengajaknya berkenalan kenapa kau begitu pelit”ejek Diego sembari merapikan jasnya.
“Tuan,sebaiknya kita pergi dari sini”ujar Aera mencoba menenangkan Darren dengan menarik lengannya.
Diego menunjukkan smrik di wajahnya,melihat tatapan darren saat ini,ia yakin jika wanita ini bukanlah sekedar sekretaris bagi sang kakak.
“Berhenti menatapku seperti itu kak,aku tidak akan berani menyentuhnya sekarang…”ujar Diego
Darren merapikan jasnya,mencoba mengatur nafas untuk menurunkan emosinya.
Ia lalu berbalik hendak pergi dari tempat itu,namun sebuah kalimat kembali ia dengar dari mulut Diego.
“Tapi aku tidak bisa memastikan untuk tidak menyentuhnya suatu saat nanti”sambung Diego
Darren kembali menghentikan langkahnya lagi,hatinya kembali emosi mendengar kata-kata Diego.
“Tuan,sebaiknya kita bergegas”ujar Aera yang tahu jika darren kembali terpancing
“Jangan hiraukan orang itu,dia hanya ingin memancing anda”imbuh Aera
Darren menganggukkan kepala,benar kata Aera sebaiknya ia segera pergi karena Diego tak akan berhenti memancing emosinya jika ia masih disana.
Bbrraakk!!!!
Darren membanting pintu mobilnya dengan keras hingga Aera terlonjak kaget.
“Jika suara saat kau bertemu dengannya,berhati-hati lah karena dia seorang yang licik”ujar darren
Aera mengangguk setuju”siapa dia?”tanya nya
“Dia adikku,Diego Vernandez pemilik DIAMOND corp”jawab darren.
“Adik? Tapi kenapa mereka tidak terlihat seperti seorang kakak beradik”gumam Aera dalam hati.
Bersambung…
__ADS_1