
Suasana meeting kali ini menjadi sedikit tegang,pasalnya kedatangan Darren secara tiba-tiba membuat semua orang merasa terkejut.
“Apakah kau yakin jika proyek itu menghasilkan keuntungan yang besar?”tanya Darren dengan sorot mata tajam ke arah Diego.
Diego yang masih dalam keterkejutannya segera mengalihkan pandangannya sejenak.
“Tentu,apa yang harus aku ragukan”jawab Diego dengan senyum penuh percaya diri.
Darren memutar kursinya ke arah depan,matanya kini beralih ke kursi utama tempat sang ayah duduk dengan mata yang menunjukkan ketidakpercayaannya.
“Apa kabar dad?”sapa Darren
“Ba-baik,daddy tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya”jawab Alexander
Darren tersenyum mendengar jawaban dari sang ayah,setelah itu kini ia menatap satu persatu mereka yang hadir di meeting pagi ini.
“Selamat pagi semua,maaf jika aku bersikap tidak sopan karena masuk begitu saja”ujar Darren
Mereka yang bertatapan langsung dengan mata elang Darren,menganggukkan kepala pelan sebagai jawaban dari apa yang disampaikan oleh Darren.
Selesai mengabsen satu persatu dari mereka,kini ia kembali memutar kursinya ke arah Diego.
“David..”panggil Darren
David yang sedari tadi berdiri tepat dibelakang tuan Alexander,kini melangkah maju dan membagikan lembar demi lembar kertas kepada mereka yang hadir.
Mereka saling menoleh satu sama lain,merasa bingung dengan lembaran kertas yang ada dihadapan mereka.
“Bagaimana bisa proyek yang dibangun atas dasar pemaksaan dan penipuan bisa menghasilkan keuntungan yang begitu banyak?”Darren menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan tatapan remeh ke arah Diego.
Senyum percaya diri Diego lenyap seketika kala mendengar pertanyaan dari sang kakak.
“Apa maksudmu dengan pemaksaan dan penipuan?”kini sorot mata Diego dengan menatap tajam ke arah Darren.
Darren tersenyum tipis,bahkan terlihat seperti smrik yang mengerikan.
__ADS_1
“Kalian bisa melihat sendiri bukti yang ada didepan mata kalian,bagaimana bisa sebuah mall besar dibangun di atas tanah yang sebelumnya adalah sebuah panti asuhan…”Darren belum menyelesaikan penjelasannya,namun seseorang tiba-tiba menyela.
“Apa yang salah dengan bangunan sebelumnya?”sela Jevon,yang tak lain adalah paman Diego
Darren tetap menampilkan senyumnya,kini ia menoleh ke arah seseorang yang mencoba membela sang keponakan.
“Tidak ada yang salah tuan Jevon,jika semua itu dilakukan dengan cara yang benar”
“Apa maksud dari ucapanmu?”nada Jevon terdengar tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Darren
“Biar aku jelaskan..pihak Diamond terbukti melakukan pembelian secara paksa,bahkan tidak memberikan pengganti bangunan kepada pihak panti asuhan.Dan lebih buruknya lagi,tidak ada unsur kemanusiaan sedikitpun dalam proyek tersebut…”Darren menjeda kalimatnya
“Kemanusiaan?”alexander mulai tertarik dengan penjelasan putra sulungnya.
“Benar,pihak panti yang tidak menerima dengan keputusan pihak Diamond,karena mereka merasa tak pernah menjual tanah mereka kepada siapapun.Tanpa disadari pihak Diamond ditipu oleh pemilik tanah yang sudah menjual tanahnya kepada pihak panti.Namun pihak Diamond tetap bersikeras dengan menunjukkan sertifikat palsu yang mereka dapat dari pemilik tanah sebelumnya tanpa memeriksanya terlebih dahulu.Kalian memaksa mereka pindah dari rumah yang mereka bangun sendiri dan menutup mata dengan membawa beberapa alat berat untuk menghancurkan bangunan itu meskipun kalian tahu di dalam sana terdapat seseorang yang masih berdiri kukuh.Bangunan itu ambruk begitu saja bersama dengan seseorang ibu panti didalam sana yang mempertahankan tanah mereka”jelas Darren dengan sorot mata marah
Bbbrraakkk!!!
“JANGAN BERKATA SEMBARANGAN KAK DARREN!”bentak Diego yang tak terima
“Aku tidak berkata sembarangan,aku membawa serta bukti yang ada”jawab Darren
“Kalian bisa melihat sendiri perbedaan dari kedua sertifikat itu,dan bukti transaksi dari pembelian tanah sebelumnya…Dan apa kalian tidak bertanya bagaimana nasib ibu panti yang berada di dalam sana?”
“Ia harus kehilangan nyawa,mempertaruhkan diri demi tanah yang seharusnya memang milik mereka..satu lagi tanah itu berada di pinggiran kota dan begitu jauh dari kata ramai,coba kalian pikirkan,apakah ada orang yang akan pergi ke mall yang begitu jauh dari kota?”imbuh Darren yang dijawab dengan anggukan kepala oleh mereka,
“DIAM KAK DARREN…”teriak Diego
“KAU YANG DIAM!!”teriak Alexander yang mulai marah.
“Aku tidak menyangka jika kau akan sebodoh dan seceroboh ini Diego”ujar Alexander menyorot tajam ke arah anak bungsunya.
“Dad..ini tidak benar..”Diego melangkah ke arah sang ayah.
“Kalian semua bisa meninggalkan tempat ini,kita akan membahas masalah ini dipertemuan selanjutnya..aku meminta maaf untuk kekacauan hari ini”Alexander menundukkan kepala,merasa malu dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Semua orang mengangguk mengerti,satu persatu dari mereka bangun dan meninggalkan ruangan.
“Dad..ini tidak benar..ini pasti salah..aku difitnah”Diego berdiri tepat disamping sang ayah.
Ppllaakkk!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Diego dibarengi dengan tatapan penuh kekecewaan dari sang ayah.
“APA YANG SALAH HAH??..BUKTI SUDAH DIDEPAN MATA DAN KAU MASIH MENGELAK?”
“Bagaimana kau bisa begitu ceroboh Diego?..bagaimana aku harus mempercayakan perusahaan ini kepadamu jika kau sendiri begitu ceroboh?”ujar Alexander dengan amarah dihati.
“Kembalikan semua seperti semula,dan jangan membuat kesalahan lagi..sebagai hukumannya,daddy akan menarik 5% saham Alexander dari Diamond”
Alexander mengambil berkas-berkasnya dan bergegas pergi dari ruangan itu.
“Nanti malam mampirlah untuk makan malam”ujar Alexander kepada Darren sebelum ia meninggalkan ruangan itu.
Darren mengangguk setuju,ia juga bergegas pergi dari ruangan itu.
“KAK DARREN!!!aku benar-benar muak denganmu”teriak Diego frustasi.
Sedangkan Jevon yang berada di ruangan itu ikut merasa kesal.
“Tenanglah,aku akan membereskan semuanya”ujar Jevon
“Uncle,kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya jika tanah itu terdapat bangunan panti asuhan!!”diego menatap Jevon dengan tajam.
“Uncle tidak tahu jika mereka akan bersikeras mempertahankan tanah mereka”jawab Jevon.
Bersambung..
Holla guys..
Terima kasih untuk kalian yang masih setia baca karya aku..
__ADS_1
Terima kasih juga untuk kalian yang selalu support aku..
*Sayang kalian banyak2**🥰*