SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 35


__ADS_3

“Bagaimana dengan lukamu?” tanya David memulai pembicaraan.


“Hhmm..sudah lebih baik” jawab Aera dengan senyum manisnya.


David mengangguk pelan, entah mengapa ia merasa suasana di dalam ruangan itu sedikit canggung.


David datang dengan terburu-buru ketika mendengar kabar jika Aera terluka karena mencoba menyelamatkan tuan mudanya dari serangan seseorang.


“Eee..aku ingin memberikan ini padamu” ujar David,tangannya terulur menyerahkan sebuah map berwarna coklat.


“Apa ini?” tanya Aera,


“Bacalah” jawab David singkat.


Dengan ekspresi wajah yang ragu,Aera menerima map berwarna coklat itu.Membukanya perlahan dan mulai membaca tulisan di atas kertas putih berukuran A4 itu dengan serius.


David menggigit bibir bagian bawahnya, rasa cemas, khawatir ,senang dan takut bercampur menjadi satu membuat dirinya menjadi sangat gugup.


Ia sangat takut akan reaksi Aera nanti ketika selesai membaca isi dari surat itu.


“I-ini.. a-aku tidak salah” tanya Aera dengan eskpresi aneh.


David mengangguk dengan gerakan ragu, rasa takut itu terasa mencekik lehernya hingga membuatnya kesulitan untuk bernafas.


“K-kau dan aku..”


“Ya kita bersaudara..”jawab David


Wanita itu diam mematung setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh David.Ia sendiri merasa bingung saat ini, perasaan seperti apa yang harus ia tunjukan kepada laki-laki yang tak lain adalah kakak kandungnya.


“Jangan terlalu memikirkannya, aku tahu hal ini akan sedikit sulit untuk diterima. Namun semua ini memang benar adanya, semua ini nyata” ujar David.

__ADS_1


Tanpa ia sadari, cairan bening jatuh melintas di pipinya.Satu sisi ia merasa senang bisa bertemu dengan seseorang yang sudah ia cari selama bertahun-tahun lamanya,tapi satu sisi ia merasa sedih karena takut jika Aera tak bisa menerima kenyataan yang ada.


“Maafkan aku, aku tidak bisa mengingat apapun..hiks..hiks..”ujar Aera,tangis wanita itu pecah begitu saja.


Melihat hal itu, David langsung bereaksi untuk mendekati Aera.


“Hey..Hey..jangan menangis. Tuan muda akan marah padaku jika melihatmu menangis. Tenanglah, tidak apa, aku mengerti jika semua ini sedikit sulit..ssttt” ujar David.


Lelaki itu berusaha menahan diri untuk tidak bereaksi terlalu berlebihan, ia ingin memberi Aera waktu untuk mencerna semuanya.


Namun siapa sangka,wanita yang ada Dihadapannya malah merentangkan kedua tangannya,seakan memberi isyarat kepada David untuk memeluknya.


“Tuan muda ak..”


“Apakah salah jika seorang adik meminta untuk dipeluk oleh kakak kandungnya?” tanya Aera.


David menggelengkan kepalanya dengan cepat, dengan langkah canggung ia melangkah kedepan dan memeluk Aera dengan erat.Tidak hanya itu, ia bahkan tak malu untuk menangis di pelukan sang adik, menumpahkan rasa rindu selama bertahun-tahun lamanya.


David tak bisa berkata apapun saat ini, hanya anggukan kecil yang bisa mewakili jawaban atas kalimat yang diucapkan oleh sang adik.


Senyum penuh kebahagiaan terpancar di wajah Aera, meskipun ia belum bisa mengingat semua hal tentang dirinya. Namun ia cukup merasa bahagia,setidaknya ada seseorang yang akan membantunya untuk mengetahui siapa ia sebenarnya.


“Kak David..bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan itu?” tanya Aera.


David melerai pelukannya dengan cepat, lalu ia menatap wajah sang adik dengan begitu lekat.


“Hhmm tentu. Aku sangat senang mendengarnya” jawab David


“Kak David” panggil Aera


“Apakah aku lebih mirip dengan mommy atau daddy?”

__ADS_1


David tersenyum mendengar pertanyaan Aera.


“Wajahmu begitu mirip dengan mommy, namun sifatmu sangat mirip dengan daddy.. apakah kau mau melihat wajah daddy kita yang tampan?”


Dengan antusias David merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya.


“Lihat-lihat, daddy kita sangat tampan” ujar David sembari menunjukkan sebuah foto yang terpasang di layar ponselnya.


Aera juga tak kalah antusiasnya dengan sang kakak.


“Iya.. daddy sangat tampan. Hhmm dimana daddy sekarang berada?” Tanya Aera lagi.


David tersenyum sejenak,manatap foto sang ayah dengan lekat.


“Ia begitu mencintai mommy sehingga ia memutuskan untuk ikut pergi menyusulnya dan meninggalkan aku seorang diri. Beruntung aku masih bisa menemukanmu walaupun sedikit lebih lama” jawab David


Aera meraih wajah David”Jangan bersedih lagi kak, kau tidak sendiri lagi, kita akan melewati semuanya bersama-sama, memulai semuanya dari awal” ujar Aera.


David mengangguk perlahan, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang tengah ia rasakan saat ini.Bahkan sejak tadi ia tak henti-hentinya tersenyum manis.


“Aera.. bolehkah aku meminta sesuatu hal padamu?”


“Apa itu kak?”


“Tolong jangan katakan apapun tentang hal ini kepada Tuan muda atau siapapun itu. Karena suatu saat nanti, aku sendiri yang akan mengatakannya. Maaf karena aku tidak bisa mengatakan alasannya padamu, tapi aku mohon padamu berjanji lah padaku” pinta David


“Aku berjanji padamu kak, tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun” jawab Aera


Mereka kembali berpelukan, menumpahkan rasa rindu yang sudah tertahan selama bertahun-tahun lamanya.


Bersambung…

__ADS_1


Kalian antusias baca,aku juga antusias nulis😉


__ADS_2