SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 10


__ADS_3

Aera tengah sibuk dengan laptopnya sejak beberapa menit yang lalu.Membuka emailnya,internet dan sosial media lainnya untuk mencari informasi lowongan pekerjaan.


Sedangkan Darren tengah duduk di atas ranjang seorang diri,wajahnya terlihat sangat jenuh karena Aera mendiamkannya sejak kejadian tadi.


“Aera..”Darren mencoba memanggil wanita yang tengah duduk dengan mata yang tak teralihkan dari layar laptopnya.


“Hhmm,.”wanita itu menjawab dan membuat Darren mempunyai harapan untuk mengatasi kejenuhannya.


“Bolehkah aku meminjam ponselmu?”tanyanya dengan wajah ragu.


Aera menghentikan gerakan tangannya lalu membalikkan badannya menghadap Darren.


“Untuk apa?..kau ingat sesuatu?..atau kau ingat kontak seseorang atau kau ingat tentang dirimu?”cerca Aera


“Hey kenapa kau bertanya seperti itu seolah kau ingin aku segera pergi!”


“Memang,aku memang ingin kau segera pergi.Aku tidak bisa membayangkan keadaan rumahku kedepannya jika kau tetap tinggal bersamaku”jawabnya sarkas


“Wahhh..kenapa ucapanmu sangat kejam,hatiku sangat sakit mendengarnya”Darren menundukkan kepala lesu.


“Cckkk..aku hanya bercanda.Cepat katakan untuk apa?”


“Aku bosan hanya berdiam seperti ini.Aku ingin mencari informasi di internet,mungkin disana aku bisa mencari tahu siapa diriku sebelumnya”jawab Darren antusias


“Heleh..siapa yang akan percaya jika wajahmu ada di internet”remeh Aera


“Ccckk kau mau pinjamkan atau tidak?..aku tidak akan mengganggu privasimu,aku hanya ingin membuka internet saja”pinta nya lagi.


“Baiklah ini”


Aera menyerahkan benda berbentuk kotak itu kepada Darren tanpa ragu.Entah kenapa ia merasa dekat dengan laki-laki yang baru saja ia kenal itu.Ekspresi wajah Darren benar-benar berseri dan kembali bersemangat.


“Aaiiss..kau seperti anak kecil yang diberikan permen saja”Aera tersenyum manis melihat reaksi kegirangan Darren.


Sedangkan laki-laki itu hanya mengangkat kedua bahunya,dengan mata yang mulai menatap layar ponsel.


Seperti yang ia katakan,Darren tengah mengakses internet.Ia mencoba menghubungi David melalui email,tentunya ia tak menggunakan email Aera.


Hal seperti ini begitu mudah bagi Darren.Tidak hanya mengirimkan pesan,Darren juga tengah mencari informasi mengenai perusahaannya.


“Apa sudah selesai?”tanya Aera tiba-tiba membuat Darren sedikit gugup.


“Sebentar lagi”jawabnya dengan cepat.

__ADS_1


“Bagaimana jika kita bertukar,kau gunakan laptopku dan aku gunakan ponselku.Aku ingin mengatur agenda ku besok dan membuat pengingat tentang hal penting yang terjadi hari ini”tuturnya.


Darren terdiam”apa maksud kata-katanya barusan”


“Maaf jika aku lancang,jika boleh tahu kenapa kau harus membuat agenda dan pengingat untuk hari ini?”tanya Darren dengan penuh rasa penasaran.


“Aahh itu..”Aera terlihat ragu mengatakan kepada Darren.


“Jika kau ragu untuk menceritakannya kepadaku,tidak apa.Aku mengerti,kita baru saja mengenal satu sama lain”ujar Darren yang tahu dengan arti ekspresi wajah Aera.


“Tidak apa..aku hanya bingung ingin menceritakannya darimana”jawab Aera.


“Bingung?”


“Ya bingung..aku memiliki kelainan yang menurutku sangat aneh.Aku kesulitan mengingat hal-hal yang tertentu,bisa dibilang aku seperti hilang ingatan setiap harinya.Aku bahkan tidak tahu darimana aku berasal,siapa orang tuaku,dimana mereka sekarang dan kenapa aku berada disini.Semua nya hilang begitu saja,hingga suatu ketika aku mendapat pekerjaan.Aku mengumpulkan gajiku untuk membeli jam dan ponsel canggih ini,agar keseharianku lebih mudah.Aku juga sering mengambil gambar untuk kejadian yang menurutku begitu penting.”jelas Aera.


Darren mendengarkan cerita aera dengan serius,bahkan ia tak menyela barang satu kata yang dikatakan Aera.


“Namun aku selalu mengalami mimpi buruk yang cerita di dalam mimpi itu selalu sama namun ada adegan yang terpotong…”Aera menghentikan kalimatnya kala Darren mengangkat salah satu tangannya.


“Maaf menyela..mimpi buruk?..maksudmu yang tadi pagi,saat kau menangis ketika tertidur?”tanya Darren


“Hhmm..kau baru melihat sekali,seterusnya kau akan terganggu dengan kebiasaanku itu.”


“Yups..tak pernah absen dan mimpi itu masih sama.Hanya mimpi itu yang aku ingat tanpa harus membuat pengingat”


Darren terlihat berpikir,wanita itu terus memanggil “mommy” sembari menangis sesenggukan.Bahkan raut wajahnya terlihat begitu takut akan suatu kejadian.


“Boleh aku tahu kejadian seperti apa yang kau alami di mimpi itu?”tanya Darren lagi.


Aera mengernyitkan dahinya”kenapa kau sangat ingin tahu?”


“Ah..siapa tahu aku mempunyai cara untuk mengusir mimpi buruk mu itu.Aku merasa pekerjaanku sebelumnya adalah seorang peramal”jawabnya asal.


“Hahahah..peramal kau bilang,bagaimana bisa orang-orang mempercayai wajah licik seperti mu”gelak tawa Aera terdengar dikamar itu.


“Cckkk jangan mengejekku,itu hanya tebakanku saja.Cepat katakan”wajah Darren terlihat kesal karena Aera tak berhenti tertawa.


“Hahahah..maaf..maaf..”Aera kembali dengan wajah seriusnya.


“Didalam mimpi itu aku bertemu seseorang berwajah menyebalkan,tidak bisa melakukan hal kecil dan begitu bodoh.Dia bahkan tidak bisa membuat semangkuk mie untuk dirinya sendiri.Dia menumpang namun membuatku kewalahan”tutur Aera


Darren mendengarkannya dengan serius,hingga ekspresi Aera menahan tawa membuat dirinya tersadar jika gadis itu tengah mengoloknya.

__ADS_1


“Bisakah kau tidak mengolokku.Aku amnesia jadi aku juga lupa cara memasak mie”kilahnya


“Ppuufftt..apakah benar begitu atau kau memang tidak bisa?”Aera menutup mulutnya menahan tawa yang tak tertahankan.


“Diam!!..cepat ceritakan”pintanya dengan wajah bersemu


“Hahaha..baiklah kali ini aku serius”


“Di dalam mimpi itu,aku masih kecil.Aku tengah menangis dengan wajah ketakutan di dalam sebuah tempat,yang sepertinya tempat itu hutan.Aku disana bersama seorang perempuan namun wajahnya tidak terlihat jelas.Dia terus menyuruhku berlari sejauh mungkin,dia juga melarangku melihat kebelakang.Hingga suara tembakan membuatku terbangun,dan mimpiku akan terus berakhir di sana”imbuh Aera


Darren kembali berpikir dengan serius.Kenapa ia merasa jika Aera mengalami suatu kejadian yang mengerikan hingga membuat dirinya mengalami gangguan dalam mengingat.


“Hheeyy pak peramal,bagaimana menurutmu jika mimpiku seperti itu?”tanya Aera membuyarkan lamunan Darren.


“Ah itu..menurut penerawanganku,setiap mimpi itu datang,seseorang harus segera memelukmu dan menenangkanmu”jawab Darren asal.


“Benarkah?”


“Hhmm..sepertinya aku harus mencari teman tidur”Ucap Aera yang menganggap ucapan Darren memang benar adanya.


Darren mengusap rambut dengan telapak tangannya.


“Eekkhhmm..kau tak perlu mencari,bukankah aku ada”ujar Darren menawarkan diri.


“Waahh kau peramal cabul rupanya”Aera melipat lengan bajunya layaknya seseorang ingin berkelahi.


“Hey..Hey..Hey..jangan macam-macam,aku sedang sakit”Darren terlihat takut kala Aera mendekat kearahnya dengan wajah kesal.


“Kemari akan ku bunuh kau”Aera menyerang Darren.


“Aauu..aauu..aauu..”Darren berusaha melindungi kepalanya dari pukulan Aera yang bertubi-tubi.


“Aakhhh”pekik mereka bersamaan kala tubuh Aera terjatuh ke dalam pelukan Darren.


Ddeggg!!!Ddeggg!!!Ddegg!!


Detak jantung mereka terdengar saling bersahutan.Untuk beberapa detik mata mereka saling bertemu satu sama lain.


“Aahh maaf..apakah sakit?”Aera berhasil mengendalikan dirinya kala mengingat jika laki-laki itu sedang terluka.


“Ti-tidak..tidak..aku tidak sakit”Darren mengalihkan pandangannya.


Setelah kejadian tadi,mereka memilih untuk tidur dalam diam.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2