
Aera mencoba membuka matanya yang terasa begitu berat.Wanita itu sangat yakin jika kini kedua matanya pasti bengkak setelah menangis seharian.
Kedua tangannya terangkat,mencoba meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.Meskipun sulit,ia memaksakan kedua matanya untuk melirik ke arah benda bulat yang tertempel di dinding.
“Ternyata masih terlalu pagi”gumamnya kala waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi.
Kini matanya beralih ke arah samping untuk membangunkan seseorang.Namun ia tak menemukan laki-laki yang selalu tidur pulas di sampingnya.
“Kemana dia sepagi ini?..tidak biasanya ia bangun pagi”
Aera memilih bangun dan tak melanjutkan tidurnya,meskipun ia masih sangat mengantuk.
Rasa penasaran dengan kepergian Darren pagi ini membuat tubuhnya terasa ringan untuk mencari keberadaan laki-laki itu.
“Darren..”panggilnya dengan suara serak.
Ia menyeret tubuhnya yang terasa pegal,menulusuri setiap ruangan sembari memanggil nama lelaki itu.
Tiba-tiba Indra penciumannya menangkap sinyal yang kuat dari arah meja makan.Bau makanan yang tak pernah ia cium sebelumnya menyeruak masuk begitu saja.
Matanya terpejam membiarkan bau sedap makanan yang terhidang di atas meja menari di dalam Indra penciumannya.
“Darren..”panggilnya sekali lagi
Namun tetap saja ia tak mendapat jawaban apapun,rumahnya juga terasa sepi.
Kakinya kembali melangkah,mendekat ke arah meja makan,menyeret kursi lalu duduk disana dan terdiam untuk beberapa saat.
Matanya tengah mengabsen satu persatu menu yang tak pernah ia lihat sebelumnya.Ada begitu banyak makanan di atas meja,tapi matanya lebih tertarik dengan sebuah kertas yang terselip di bawah vas bunga.
Tangannya terulur,mengambil kertas putih bersih dengan coretan tinta yang membentuk sebuah tulisan panjang.
...Selamat pagi Aera…...
Apa kau bangun pagi hari ini?
Aku rasa tidak,matamu pasti bengkak bukan dan kau tidak akan bisa bangun pagi…
__ADS_1
Ketika kau bangun nanti,segera cuci wajahmu dan makanlah semua makanan yang sudah aku siapkan.
Jangan menyisakan apapun,meskipun aku tahu kau tidak akan menyisakan barang satu tetes kuahnya.
Mungkin kau merasa bingung karena aku tidak berada disamping mu pagi ini.
Maaf jika tidak memberitahumu sebelumnya dan kau pasti akan merasa kesal setelah ini.
Aku sudah mengingat semua tentang diriku,dan aku harus segera kembali ke duniaku karena suatu alasan.
Apa kau sedih?
atau sebaliknya?
Namun kau tidak perlu khawatir karena aku tidak meninggalkanmu begitu saja.
2 hari lagi kita akan bertemu,persiapkan lah dirimu.Bacalah setiap lembar kertas yang aku letakkan di atas meja belajar mu.
Ingat!Baca dengan benar dan pahami semuanya dan 2 hari lagi aku akan datang untuk menjemputmu.
Kau tersenyum sekarang?
Kau tidak perlu berpikir keras saat ini,bertanya-tanya tentang siapa diriku..
Cukup ikuti perintahku dan percaya padaku…
*Selamat makan**❤️*
*Darren tampan**😎*
Aera meletakkan surat itu dan kembali menatap semua makanan yang ada di depan matanya.
Bibirnya terangkat,memperlihatkan senyuman manis.Meskipun jauh di dalam hatinya ia merasa bingung.
Walaupun hanya sebuah tulisan tangan,Aera merasa yakin dan percaya jika Darren tidak akan menipunya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi,ia mengambil sendok dan juga garpu lalu menyantap semua makanan itu dengan lahap.
__ADS_1
*****
Alexander Corp
Semua orang telah berkumpul di ruangan,bahkan meeting sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu.
Diego tengah berdiri didepan,mempresentasikan proyek barunya yang membuat semua orang menatap kagum kearahnya.
Senyuman penuh percaya diri terbit di wajahnya,dengan tenang ia memaparkan semua ide yang berhasil ia wujudkan dalam bentuk proyek baru.
“Kira-kira seperti itulah gambaran dari proyek baruku,dan aku pastikan keuntungan yang akan kalian dapat akan begitu banyak”imbuh Diego
Mereka yang hadir mulai berbincang dengan teman sebelahnya.Ekspresi mereka terlihat tertarik dengan apa yang dijelaskan oleh Diego.
“Jadi siapa yang setuju dengan proyek baruku ini?”tanya Diego dengan percaya diri.
“Aku setuju..”ujar salah satu dari mereka
“Aku juga..”
“Aku pun..”
Silih berganti mereka mengacungkan tangan dan berteriak setuju.Senyum Diego semakin mengembang,begitupun dengan Alexander yang terlihat bangga dengan putra bungsunya.
Ceklek!!!
“Aku tidak setuju”
Hingga Didetik selanjutnya ruangan itu hening diiringi suara pintu yang terbuka.
Semua mata menatap penasaran,siapa yang berani membuka pintu secara tiba-tiba di acara penting seperti ini.
Senyum Diego pudar dengan mata yang terbuka lebar.Begitupun dengan semua orang yang berada diruangan itu,mata mereka bahkan hampir melompat keluar dari sarangnya melihat sosok yang tengah melangkah menuju kursi.
Bahkan bola mata mereka mengikuti setiap langkah yang diambil oleh pria itu tanpa berkedip sedikitpun.
“Da-Darren..”ujar Alexander terbata-bata kala sosok tinggi dengan senyum manis mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Bersambung…