SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 41


__ADS_3

1 minggu kemudian.


Suara alunan musik yang merdu bercampur dengan riuh tamu yang hadir diacara peresmian hotel baru milik perusahaan besar VERNANDEZ CORP.


Para tamu berbaur dengan rekan rekan mereka yang lain, saling menyapa dan memamerkan perusahaan serta aset yang mereka punya tanpa rasa malu.


“Hy Brother..” sapa Darren kepada keempat sahabatnya yang baru saja tiba.


“Selamat Darren..” ujar Dion yang berjalan di barisan depan.


Darren mengangguk setuju, menyambut pelukan Dion sebagai seorang sahabat.


“Hey, kenapa kau mengucapkan selamat untuknya. Dia hanya tamu disini sama seperti kita, kita seharusnya mengucapkan selamat kepada uncle Alex” protes Dannis


“Aku setuju denganmu..” timpal Damian


“Hey apa-apaan ini, aku putranya bukan koleganya” jawab Darren dengan nada tidak terima.


Sedangkan Albert memilih diam sembari menggelengkan kepala pelan. Mereka bahkan belum masuk sepenuhnya ke dalam sana, namun keempat sahabatnya sudah berdebat.


“Bisakah kita masuk dulu dan menikmati sesuatu didalam sana?” Tanya Albert


“Apa kau lapar?” Ledek Dannis yang dijawab dengan sorot mata tajam.


“Sorry Albert, mereka yang memulainya” sahut Darren


“Masuklah, acaranya akan segera dimulai” ajak Darren, merangkul keempat sahabatnya untuk masuk kedalam.


Mereka sudah sampai di dalam, ruangan luas dengan hiasan disetiap sudutnya membuat ruangan itu seperti sebuah istana di negeri dongeng.


“Aera..” panggil Darren kala matanya melihat sosok sang sekretaris berada di sekitarnya.


Gadis yang dipanggil namanya tengah melangkah menghampiri tuannya sekaligus kekasihnya. Darren merangkul bahu Aera, menatap gadis itu dengan tatapan kagum.


“Kenalkan, mereka semua adalah sahabatku” ujar Darren, melirik satu persatu laki-laki tampan yang tengah berdiri dihadapan mereka.

__ADS_1


Mata Aera melotot tajam dengan kedua tangan menutup mulutnya yang menganga.


“Tu-tuan Dannis Smith, Tuan Damian Vernandez” celetuk Aera


Dannis melambaikan tangannya ke arah Aera kala gadis itu memanggil namanya dengan nada keterkejutan. Sedangkan Damian hanya tersenyum simpul.


“Oh My God, aku tidak menyangka akan bertemu langsung dengan kalian. Aku sering melihat wajah kalian di dalam majalah bisnis, begitupun dengan tuan Albert” ujar Aera, nada penuh kagum terdengar jelas keluar dari mulutnya.


“Ah maaf dokter Dion, aku tidak bermaksud melupakanmu” imbuh Aera kala ekor matanya menangkap sosok Darren berdiri di samping Darren.


“Tidak apa, hanya saja aku merasa bersedih karena wajahku tidak terpampang di majalah itu” sindir Dion.


“Sudah selesai memuji mereka Hhmm?” Tanya Darren yang merasa terabaikan.


“Kenapa kau tidak pernah mengatakan padaku jika mereka adalah sahabatmu.” Bisik Aera ditelinga Darren.


“Jangan mencoba untuk menggoda mereka karena mereka sudah mempunyai istri dan juga anak” balas Darren


“Siapa yang ingin menggoda, aku hanya kagum dengan mereka. Mereka tampan, cool, dan juga kaya raya. Aku sangat beruntung bertemu mereka malam ini” ujar Aera lagi yang membuat Darren memutar bola matanya malas.


“Mereka sepasang kekasih, itu saja kau tidak tahu” jawab Albert dengan nada dingin.


Dannis mengangguk setuju lalu tersenyum senang, karena sahabatnya sudah menemukan wanita yang akan menjadi pendampingnya nanti.


Mereka mulai mengobrol satu sama lain, hingga beberapa menit kemudian acara pun dimulai.


Pandangan mereka kini tertuju ke arah panggung megah di depan sana. Berdiri seorang pria yang bertugas sebagai pengantar acara untuk malam ini.


“Aera, ingat kata-kataku ini..” ujar Darren sembari memegang kedua bahu wanitanya dengan tatapan serius.


“Jangan makan atau pun minum sesuatu disini jika aku tidak bersamamu. Jika kau merasa haus ataupun lapar, tahan lah sampai aku selesai. Aku akan berusaha untuk melakukan semua dengan cepat. Kau mengerti” ujar Darren serius.


Aera mengangguk mengerti, meskipun ia tidak tahu alasan Darren mengatakan itu. Namun ia percaya, jika Darren sedang mencoba untuk menjaganya.


Setelah merasa cukup, Darren beralih meninggalkan Aera dan berlari ke atas panggung untuk bergabung bersama keluarganya.

__ADS_1


Selama berada di atas panggung, matanya tak pernah lepas dari gadis yang tengah berdiri di antara kerumunan para tamu undangan.


Rasa khawatir menguasai hatinya, terlebih ia tak melihat kehadiran sang adik diantara barisan keluarga besarnya.


Kata-kata Diego berputar begitu saja di dalam kepalanya, hingga membuatnya merasa begitu khawatir.


“David, bantu aku mengawasi Aera” bisik Darren kepada lelaki yang berdiri tepat disebelahnya.


“Ada apa tuan? Apakah ada sesuatu yang buruk?” Tanya David


“Diego tidak hadir disini, aku hanya merasa khawatir” ujar Darren yang membuat David mengkerutkan dahinya.


“Baik tuan” jawab David


“Apakah dugaanku benar? Mereka tengah menjalin hubungan secara diam-diam” gumam David dalam hati.


Namun kalimat yang diucapkan Darren terdengar serius, sehingga ia memutuskan untuk ikut memantau keberadaan sang adik di depan sana.


Acara berlangsung meriah, semua berjalan sesuai rencana. Terlihat raut wajah para tamu yang ikut merasa bahagia dengan acara pembukaan malam ini.


“Tuan, sepertinya saya kehilangan nona Aera” bisik David


Darren menoleh dengan cepat ke arah David dengan tatapan terkejut.


“Apa maksudmu?”


“Nona Aera menghilang dari pantaun saya” jawab David dengan menundukkan kepalanya.


“Shit..” Darren mengumpat, dengan segera ia berlalu dari atas panggung.


“Cari dia, kerahkan anak buahmu. Aku akan melihatnya dari rekaman CCTV” perintah Darren dengan wajah paniknya


David mengangguk setuju, ia segera bergegas ikut mencari keberadaan sang adik.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2