
Waktu telah menunjukkan pukul 8 malam,suasana pesta terasa semakin meriah karena para undangan mulai berdatangan.
Deretan mobil mewah dengan berbagai merk terkenal dan harga fantastis berbaris rapi di loby gedung.
Roxy si pemilik acara tengah menyambut setiap tamu undangan yang datang tanpa melewatkan mereka satu pun.
Kini ia tengah melangkah menuju sepasang laki-laki dan perempuan yang terlihat begitu serasi hingga mencuri perhatiannya.
“Selamat datang tuan Darren,terima kasih karena anda sudah berkenan hadir di pesta kecilku ini”sapa Roxy
“Selamat ulang tahun tuan Roxy. Tentu saja aku harus datang,anda adalah salah satu pathner terbaikku”balas Darren
Roxy tersenyum sembari menganggukkan kepalanya,namun matanya teralihkan ke arah gadis yang masih setia berdiri disamping Darren.
“Perkenalkan,ia adalah Aera sekretaris baru diperusahaanku tuan Roxy”ujar Darren yang mengerti arti tatapan Roxy.
“Dan Aera,ini adalah tuan Roxy,salah satu pathner terbaikku”kini Darren menatap ke arah Aera yang sedang tersenyum manis.
Roxy mengulurkan tangannya”Roxy”ujarnya
Aera mengangkat tangannya hendak menjabat tangan Tuan Roxy,namun seseorang sudah melakukan hal itu lebih dulu.
“Maaf tuan Roxy,ia alergi jika bersentuhan dengan orang asing terlebih seorang pria”ujar Darren yang menyambut tangan tuan Roxy.
Aera melotot sempurna dengan raut wajah yang bingung.Sejak kapan dirinya alergi dengan sentuhan seorang pria?
“Wah benarkah,apakah ia tidak merasa kesulitan ketika beraktivitas karena harus menghindari sentuhan?”tanya Roxy sembari melepaskan jabatan tangannya dengan Darren.
“Sedikit,namun ia sudah terbiasa dengan hal itu”jawab Darren lagi seakan tak memberi ruang Aera untuk berbicara.
Roxy mengangguk setuju meskipun ia merasa sedikit aneh dengan alasan Darren.
“Baiklah,maaf aku tak bisa menemanimu untuk berbincang lebih lama karena aku harus menyambut mereka”ujar Roxy
“Tidak apa tuan Roxy,tamu undanganmu bukan hanya aku, jadi pergilah sapa mereka lebih dulu”Ujar Darren yang di jawab anggukan kepala oleh Roxy.
Roxy berlalu dari tempat itu,menyisakan Darren dan Aera.
“Sejak kapan aku alergi dengan sentuhan laki-laki Hah?”bisik Aera di telinga Darren.
“Sstt ikuti saja apa yang aku katakan”ujar Darren memberi perintah.
Aera hanya bisa memutar bola matanya malas,ia tak suka jika berhadapan dengan Darren jika laki-laki itu dalam mode BOS.
Semakin larut,pesta terasa semakin meriah.Para pebisnis dari berbagai kalangan berkumpul disana sembari menikmati anggur yang disediakan khusus oleh Roxy.
Bahkan Darren tak bisa menolak ajakan mereka,ia harus ikut duduk di meja itu dan merelakan tubuhnya untuk bersentuhan dengan minuman beralkohol itu.
******
Tit!!
__ADS_1
Aera membuka pintu apartement milik Darren dengan bantuan kartu akses yang diberikan oleh seorang security penjaga tempat itu.
“Sampai disini saja sir,saya bisa mengangkatnya ke dalam sana”ujar Aera kepada seorang security yang membantunya untuk mengangkat tubuh Darren.
Laki-laki itu tumbang tak berdaya dengan bau alkohol yang begitu menyengat.Tubuhnya lemas dengan mata yang tertutup rapat kala minuman itu menguasai dirinya.
“Anda yakin nona?”tanya sang security dengan tatapan kasian.
“Hhmm aku yakin”jawab Aera
“Jika anda membutuhkan sesuatu,anda bisa menghubungi saya.”ujar sang security sebelum benar-benar pergi dari tempat itu.
Aera mengangguk setuju,ia segera masuk sebelum tubuhnya tak mampu lagi menahan berat badan Darren.
“Aaarrgghh kenapa kau harus meminum minuman sialan itu jika kau tahu akan seperti ini”gerutu Aera,dengan bersusah payah menyeret tubuh Darren ke dalam kamar.
Bbuugghhh!!!
Ttaakkk!!
Aera menjatuhkan tubuh Darren ke atas ranjang berukuran King itu dengan cukup keras,hingga kepala Darren pun tak dapat menghindari dinding.
“Uupppss maaf,astaga”Ujar Aera dengan raut wajah panik.
“Hhmmm.,,”gumam Darren kala merasakan sakit pada bagian kepalanya namun tak dapat berbuat apa karena tubuhnya benar-benar lemas.
Aera meraih kepala Darren dan memastikan jika tak ada luka serius.
Gadis itu tersenyum sejenak”apakah yang tadi terasa sakit? Kau bahkan tak berteriak”dialognya sembari menahan tawanya.
Lalu ia beranjak turun untuk membantu melepaskan sepatu serta kaos kaki,lalu meletakkannya tak jauh dari ranjang.
Kini ia berdiri disamping ranjang dengan berkacak pinggang menatap tubuh Darren yang terlentang tak berdaya.
“Apakah aku harus melepaskan baju juga?”dialognya pada dirinya sendiri.
Aera menggidikkan bahunya,tanpa banyak berpikir ia duduk disamping tempat tidur dan bersiap untuk membuka kancing kemeja Darren.
Ia sudah cukup lelah hari ini,sehingga Aera ingin menyelesaikan semua itu dengan cepat tanpa memikirkan apapun.
“Uuuiiii baunya sangat menyengat,,uueekkk”gerutu Aera,sesekali ia mengibaskan tangannya di depan hidung karena bau menyengat alkohol yang menempel di tubuh Darren.
Tangannya yang lincah berhasil membuka seluruh kancing kemeja milik Darren.Perlahan ia menyibakkan kain yang menutupi tubuh profesional Darren hingga Didetik berikutnya tubuh Aera membeku.
Gglleekk!!!
Aera menelan ludahnya kasar,wajahnya tiba-tiba memanas kala matanya tengah mengagumi dada bidang serta perut sixpack Darren.
Matanya tak berkedip sedikitpun,nafasnya terasa tercekat dengan detak jantung yang berpacu cepat.
Tanpa ia sadari,alam bawah sadarnya menuntut dirinya untuk menyentuh dada kekar yang putih mulus itu.
__ADS_1
“Sempurna..”gumamnya tanpa sadar.
Hhaappp!!!
Aera tersentak kaget,kala sebuah tangan kekar menghentikan pergerakan tangannya yang menari bebas di dada si pemilik tangan kekar itu.
“Da-rren..”ujarnya dengan terbata-bata.
Ia menarik kembali tangannya dengan cepat,bahkan ia segera berdiri untuk mengembalikan kesadarannya.
“Aaaa kenapa kau bisa bertindak bodoh seperti itu hanya karena melihat dada kekar itu”gerutu Aera terhadap dirinya sendiri.
“Aera…”panggil Darren dengan suara serak namun matanya masih tertutup rapat
“I-iya..”jawab Aera sembari mendekatkan tubuhnya lagi ke arah ranjang.
“Jangan coba-coba bersentuhan dengan mereka,kau hanya boleh bersentuhan dengan kU saja”bibir Darren tengah meracau dibawah kendali minuman beralkohol itu.
Gadis itu masih terdiam,tak menjawab racauan yang keluar dari bibir Darren,hingga lagi-lagi ia merasakan jika tangan kekar Darren tengah menggenggam tangannya.
“Da-Darren ..”ujar Aera gugup.
“Uuhhuukk…uuuhhuukk..”
“Hey..kau baik-baik saja?”Aera duduk di pinggir ranjang sembari mengelus pelan punggung Darren.
Wajahnya berubah panik karena Darren tiba-tiba batuk.Ia bahkan melupakan rasa gugupnya kala tangan Darren menggenggamnya erat.Dan sekarang ia meletakkan kepala Darren di atas pangkuannya.
“Aku..”Darren masih meracau
“Ya..kau kenapa?”tanya Aera dengan nada panik.
“Aku..ooooeekkkk”
“Hhhhaaaahhhh…”
Aera menutup mulut serta matanya rapat-rapat kala cairan bening yang keluar dari mulut Darren mengenai gaun yang ia kenakan.
“Uuuiiii kau benar-benar..aaarrggghhh akan ku bunuh kau kurang ajar”umpat Aera tertahan.
Perlahan ia membuka mata,menyingkirkan kepala Darren dengan kasar dari atas pangkuannya dan segera berlari ke arah kamar mandi.
Beribu kata kasar keluar dari mulut Aera kala dirinya membersihkan sisa cairan yang keluar dari mulut Darren.Dengan telaten ia membersihkan sisi ranjang serta tubuh Darren meskipun jauh di dalam hatinya ia merasa kesal.
Tidak lupa ia mengganti gaunnya dengan mengambil satu set baju Darren.Setidaknya ia tak harus keluar dan tidur dengan telanjang bulat malam ini.
Ia bahkan tertawa pelan kala melihat dirinya melalui pantulan cermin.Meskipun terlihat tidak sopan,ia terpaksa memakai celana boxer berwarna biru terang dengan gambar pisang milik Darren.Itu karena ia tak dapat menemukan celana yang pas untuk ia pakai malam ini.
“Ternyata seleramu unik juga”gumamnya pelan lalu melirik ke arah ranjang.
Selesai dengan membersihkan diri,Aera memilih beristirahat dengan berbaring di samping Darren.
__ADS_1
Ia tak merasa canggung sedikit pun karena mereka sudah terbiasa tidur berdua seperti sebelumnya.
Bersambung.