
Wajah yang selalu ceria itu kini terlihat rapuh dan bersedih.Darren menggenggam erat tangan dingin dan gemetar itu sepanjang prosesi pemakaman.
Menyandarkan tubuh lemah itu ke dada bidangnya serta menyalurkan sedikit energi.Suara isakan kecil masih terdengar jelas ditelinganya.
Mereka tengah duduk berdampingan di sofa ruang tengah.Darren membiarkan Aera menangis untuk beberapa saat waktu.
“Kau ingin memakan sesuatu?..perutmu pasti kosong karena sejak pagi tadi kau tak memakan apapun”kata Darren tanpa melepas rangkulannya.
Wanita itu menggeleng pelan,rasa lapar serta hausnya lenyap entah kemana.Yang tersisa hanyalah rasa sedih karena kehilangan seseorang yang begitu berharga dalam hidupnya.
Meskipun ibu Ana hanyalah seorang ibu panti yang menjaganya sejak kecil,namun Aera menganggap ibu ana sebagai ibu kandungnya.Mengingat jika dirinya tak mengingat apapun tentang kehidupan masalalu.
“Huffttt…”Darren menghel nafasnya sejenak.
Ia melerai rangkulannya,mengubah posisi dengan berjongkok dihadapan Aera.Kedua tangannya meraih bah gadis itu dan menatapnya lekat.
Ia menarik nafas sejenak lalu menghembuskannya perlahan.Hatinya sedikit berdenyut melihat mata bengkak dengan rasa sakit yang begitu dalam terlukis jelas diraut wajah yang selama ini terlihat begitu ceria.
“Dengarkan aku..aku tahu kau sedih karena kehilangan orang tersayang mu tapi bisakah kau mengasihani tubuhmu dengan memakan sesuatu?”Darren masih menatap lekat wajah Aera.
“Kau tidak tidur sejak kemarin dan tidak memakan apapun sejak pagi tadi.Jika sesuatu yang buruk terjadi denganmu,bagaimana dengan anak-anak?..apakah kau pikir mereka tidak akan semakin sedih?”imbuh Darren dengan suara lembut.
Aera menggeleng pelan dengan air mata yang kembali menetes deras.Melihat hal itu,Darren segera meraih tubuh Aera dan membawanya kedalam pelukan.
“Sstttt..percayalah semua ini adalah takdir.Kau boleh bersedih tapi jangan putus asa..”dengan telaten tangannya mengelus pelan punggung Aera.
Mereka masih dalam posisi yang sama untuk beberapa menit.Hingga suara tangisan Aera sedikit demi sedikit reda,hanya menyisakan isakan kecil.
“Sekarang diam disini,aku akan memasakkan sesuatu untukmu”Darren bangkit dan berjalan ke dapur.
__ADS_1
Beruntung Aera selalu mempunyai makanan instan di dalam kulkasnya sehingga Darren sedikit terbantu.
Semangkuk bubur yang sudah ia masak di dalam microwave menjadi menu malam ini.
Darren kembali duduk disamping Aera sembari meniup satu sendok bubur yang siap masuk ke dalam mulut Aera.
“Aaaa..buka mulutmu”pintanya
Aera kembali menggeleng,selera makannya benar-benar menghilang.Ia tak merasa lapar sedikitpun.
“Ayolah..ini demi anak-anak panti”bujuk Darren
Namun kata-katanya sepertinya tak mempengaruhi apapun.Aera masih diam,enggan membuka mulut.
Darren tidak menyerah,tiba-tiba sebuah ide terselip hingga membuat ia menyunggingkan bibir.
“Hmm..jika kau bisa menghabiskan satu mangkuk bubur ini,aku akan memberimu sisa uang yang ada di kartuku.Bagaimana?”
Laki-laki itu sedikit tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“Lihat,dia takluk dengan isi kartu itu”
Darren menggelengkan kepalanya pelan,sembari terus menyuapkan bubur kedalam mulut Aera hingga tandas.
Setelah menghabiskan semangkuk bubur yang dibuatkan oleh Darren,kini Aera sudah tertidur pulas didalam kamarnya.Lebih tepatnya didalam pelukan hangat seorang Darren.
Tidak perlu heran,ini sudah menjadi kebiasaan Aera selama beberapa hari kebelakang.Meskipun semua itu ia lakukan secara tidak sadar,namun pelukan Darren benar-benar membuatnya tenang dan tidak bermimpi buruk lagi.
Darren menggoyangkan telapak tangannya tepat didepan mata Aera.Ia harus memastikan wanita itu benar-benar tertidur karena Darren harus menghubungi seseorang.
__ADS_1
Perlahan ia meletakkan kepala Aera ke atas bantal,setelahnya ia beralih meraih ponsel dan mengetikkan nomer telepon.
[selamat malam tuan]
“Apakah kau sudah menyelidikinya?”
[sudah tuan,dan proyek itu memang milik tuan muda Diego]
“Baiklah,selidiki tentang pemilik tanahnya dan kumpulkan bukti jika mereka melakukan kekerasan serta pemaksaan”
[baik tuan]
[saya mempunyai berita penting untuk tuan muda]
“Katakan”
[saham CRYSTAL mengalami penurunan pasca berita kecelakaan anda,dan juga karena tuan muda Diego mulai mengumumkan tentang proyek yang baru ia mulai]
“Tidak perlu khawatir,aku akan kembali dalam beberapa hari kedepan.Dan siapkan semua berkas yang aku butuhkan untuk mengumumkan proyek terbaru”
[sesuai perintah anda tuan]
“Terima kasih david”
Tut..tut..tut..
Darren menutup sambungan telepunnya,tidak lupa ia menghapus riwayat telepunnya agar Aera tidak mengetahui semuanya.
Kini ia melangkah menuju ranjang dan ikut berbaring di samping Aera.Ia juga sedikit merasa lelah setelah hari yang panjang.
__ADS_1
Bersambung..