SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 11


__ADS_3

Mata coklat milik laki-laki tampan tengah menatap lurus ke arah langit-langit kamar.Pikirannya masih kacau,beragam pertanyaan memenuhi otaknya.Terlebih masalah Kelainan yang di alami oleh Aera.


Entah apa yang terjadi selama ini,namun ia merasa sangat janggal dengan keadaan Aera.Gadis itu tak mungkin mengidap Alzheimer mengingat umurnya yang masih muda.


Yang pasti dirinya akan berusaha mencari tahu,ia merasa apa yang di alami Aera ada hubungannya dengan dirinya 25 tahun yang lalu.


Darren melirik ke arah samping,memastikan jika gadis itu benar-benar tertidur pulas.Bibirnya terangkat ke atas,membentuk senyuman manis kala netra matanya menangkap wajah cantik Aera.


Gadis kecil yang menghilang 25 tahun lalu bertepatan dengan kepergian sang ibu,menbuat Darren kecil merasa frustasi.Ia mencari keberadaan gadis itu sejak dulu,namun semua nya sia-sia karena dirinya tak mengetahui nama dan tempat tinggal gadis cantik itu.


“Kau masih cantik,bahkan bertambah cantik dan kuat”


Tangan Darren terangkat untuk menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Aera,lalu menyelipkannya ke bagian belakang telinganya.


“Eenngghh…”


Darren terkejut,refleks ia mengangkat tangan dengan cepat kala tubuh Aera bergerak.


Namun setelahnya tak lagi,karena Aera kembali tertidur dengan nyenyaknya.Laki-laki itu menghela nafas lega,setidaknya gadis itu tak tahu jika dirinya tengah mengagumi kecantikannya.


Darren kembali berpikir,hingga tidak sengaja matanya melihat benda kotak tergelak di atas meja kecil.


Ia segera turun dari atas ranjang,menghampiri ponsel Aera yang sedang menganggur.Tangan bergerak dengan cepat membuka ponsel Aera,namun dirinya dibuat heran dengan oleh sesuatu hal.


“Dia tidak membuat sandi untuk ponselnya?..apa dia tidak takut jika ponselnya hilang atau diambil orang?”


Tak ingin membuang waktu segera ia mengirim pesan kepada seseorang lalu menghapusnya begitu terkirim.Tidak lupa ia meletakkan kembali ponsel itu seperti sedia kala agar Aera tidak curiga.


*******


Pukul 12 .00


Matahari bersinar dengan terik,bahkan kulit terasa disengat oleh sinarnya.


Seorang laki-laki tengah memantau keadaan,dirinya terlihat seperti seorang buronan jika sudah seperti ini.Dengan memakai kaos berwarna putih,celana pendek berwarna hitam dan topi serta masker menempel sempurna.


Berbekal sebuah tongkat yang dibelikan Aera pagi tadi sebelum berangkat bekerja dan beberapa lembar uang yang dirinya minta dengan alasan ingin membeli makan siang,ia pergi ke telepun umum didekat sana.


“Apa kau sudah sampai?”

__ADS_1


“Sudah tuan”


“Aku segera kesana”


“Tuan,seperti nya ada yang sedang mengikuti saya sejak tadi.Saya rasa anda tidak bisa menemui saya dengan penampilan anda biasanya.”


“Hhmm..baik aku akan pikirkan caranya nanti.Sekarang tunggu aku di depan pintu ruangan itu”


Setelah memutuskan sambungan telepunnya,Darren kembali melangkah menuju tempat yang sudah mereka sepakati bersama.Lebih tepatnya tempat yang dipilih oleh Darren.


Sepanjang perjalanan ia menikirkan cara untuk mengelabuhi si penguntit.Tidak butuh waktu lama,otak jeniusnya sudah menemukan cara meskipun sedikit konyol dan memalukan.


Ia hanya berharap semoga uang yang ia bawa lebih dari cukup,mengingat dirinya meminta uang jatah selama seminggu kepada Aera.Meskipun semua itu butuh perjuangan dan ancaman.


Sedangkan ditempat lain,David tengah berdiri di depan sebuah kamar hotel VIP yang ia pesan khusus untuk menemui seseorang.


Matanya tengah sibuk menatap ke sana kemari untuk memastikan kedatangan seseorang.


Tiba-tiba seorang wanita dengan kaki pincang menghampirinya dan membuat bola matanya melotot sempurna.


“Tu-tuan muda..”ujar David terkejut dengan kedatangan seseorang yang ia tunggu.


Ya,wanita itu adalah Darren.Ia memilih menggunakan pakaian wanita dan sebuah rambut palsu untuk mengelabuhi si penguntit.Meskipun ide itu konyol,setidaknya Ia aman.


“Tuan muda,apakah anda baik-baik saja?..ah kaki anda,kaki anda terluka?..apakah ada luka serius atau semacamnya?..apakah anda sudah ditangani oleh dokter ahli?..atau…”


“Sssttt diamlah..bisakah kau bertanya satu persatu?..kau sudah seperti ibuku saja”kesal Darren karena David memberinya pertanyaan yang begitu banyak.


“Maafkan saya tuan muda,saya hanya merasa khawatir dengan keadaan anda”


“Terima kasih telah mengkhawatirkanku.Tapi kau tak perlu cemas karena aku baik-baik saja bersama dengan wanita yang menolongku malam itu”jelas Darren yang dijawab anggukan kepala oleh David.


“Apakah perusahaanmu mengalami kendala?”tanya Darren sembari melepas satu persatu aksesoris yang ia gunakan.


“Sejauh ini aman tuan muda,namun ada sesuatu hal yang harus saya sampaikan”


“Katakan”


David menarik nafas sejenak lalu menatap Darren.

__ADS_1


”berita tentang kecelakaan anda sudah menyebar dan sudah didengar oleh para pemegang saham ALEXANDER CORP.Mereka menjadi khawatir dengan rencana pemilihan pewaris untuk perusahaan,dan meminta pemilihan segera dilakukan dalam seminggu ini.”


Darren mengernyitkan dahinya”Kenapa berita itu bisa menyebar?


“Polisi menyelidiki mobil anda yang terbakar dan berhasil menginvetigasi”


“Daddy tidak membayar mereka untuk tutup mulut?”


“Sudah tuan,namun entah mengapa informasi itu bocor dan saya sedang mencari tahu dalang dari semua itu”


Darren menyandarkan tubuhnya”Bagaimana keadaan daddy setelah mendengar berita itu?


“Keadaan tuan sudah lebih baik,meskipun di awal ia sangat terkejut.Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu,saya sudah menangani semuanya.Yang perlu anda lakukan saat ini adalah menyiapkan proyek baru untuk rapat pemilihan CEO seminggu mendatang”imbuh David


“Aku sudah menyiapkan proyek itu dari jauh hari”


“Baiklah tuan muda”


“David,bisakah kau temui Dion dan minta padanya untuk mencarikan dokter spesial neurologis terbaik di negara ini”


“Spesial neurologis?..untuk apa tuan?”


“Untuk membantu seseorang”


David tak bertanya lagi,ia menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika dirinya mengerti.


“Berikan dompetmu!”pinta Darren


Awal David merasa bingung,ia memberikan dompetnya kepada Darren meskipun tak mengerti dengan maksud dari tuan mudanya.


Dengan santainya Darren membuka dompet milik David lalu mengambil beberapa lembar uang di dalam sana.


“Aku akan menggantinya nanti,sekarang aku harus pulang”


David kembali menangguk,untuk kali pertama ia melihat Darren meminjam uang kepada orang lain.


Darren bergegas pergi meninggalkan tempat itu,masih dengan kostum wanita yang menempel lada tubuhnya.


Meskipun malu,ia tetap lakukan demi keamanan dan keselamatan dirinya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2