SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 68


__ADS_3

Ggrreett!! Ggrreett!!


Aera terus memberontak kala tubuhnya terikat kuat di atas kursi kayu yang berada tepat di tengah-tengah bangunan kosong itu.


Cckkk kenal begitu kuat. Batinnya


“Percuma kau memberontak nona” seru seseorang dari kejauhan dan berhasil menarik perhatian gadis itu.


Aera tersenyum sinis, suara ini..suara orang yang paling ia benci dan ingin ia bunuh. Semua ingatannya telah kembali, bahkan kejadian itu terekam sangat jelas.


Sepasang kakak beradik kini berjalan mendekati seorang gadis yang tengah menatapnya tajam.


“Sebaiknya kau simpan tenagamu, untuk nanti bertemu dengan kedua orang tuamu” imbuh lelaki itu.


Aera mengeluarkan smirknya “tidak Jevon, bukan aku yang akan bertemu mereka tapi kalian berdua lah”


Gadis yang tengah duduk di bangku itu bukan Aera yang polos dengan ingatan yang hilang, gadis itu kini sudah menemukan jati dirinya. Ia adalah wanita pemberani keturunan Dominic dan Sania.


Tidak ada lagi rasa takut di dalam hatinya, yang ada hanya keberanian untuk membalas semua perbuatan mereka yang telah berani mengusik hidupnya.


Ppllaakkk!!!


Tamparan keras mendarat di pipi mulus milik Aera, dan pelakunya adalah ibu tiri dari sang kekasih.


“Dasar anak kurang ajar! Beraninya kau menyebut nama seseorang yang jauh lebih tua darimu!” Bentak Bianca


“Kurang ajar? Seseorang sepertimu mengataiku anak kurang ajar? Bercermin lah nenek tua!” Balas Aera


Bianca kembali mengangkat tangannya, hendak memberikan pukulan yang kedua namun Jevon segera menghentikannya.

__ADS_1


“Hah.. aku semakin yakin, jika kau memang putri Dominic, melihat dari keberanian yang kau punya” ujar Jevon dengan wajah liciknya


“Jangan sebut nama ayahku dengan mulut kotormj itu bajingan” teriak Aera


“Hhooo jangan berteriak..bagaimana jika aku menceritakan sebuah kisah?


Jevon melangkah lebih maju, berada lebih dekat dengan posisi Aera.


“Ayah dan ibumu itu sangat mirip dengan seekor anjing yang begitu setia dengan tuannya. Mereka begitu bodoh, karena tidak mau menerima tawaran kerjasamaku….”


“Mereka lebih memilih untuk bertemu dengan malaikat maut dari pada surga yang aku tawarkan” imbuhnya.


“Syukurlah..” celetuk Aera yang berhasil membuat Jevon dan Bianca menatap bingung.


“Aku bangga dengan mereka berdua karena tidak terpengaruh dengan setan laknat seperti kalian berdua!” Ujar Aera dengan nada mengejek.


Ppllaakkk!!!


“Sebaiknya kita kirim dia secepat mungkin kak! Aku sangat muak melihat wajahnya yang begitu mirip dengan Dominic” ujar Bianca kesal.


“Tentu, aku pun tak ingin membuang waktu”


Kkrreeekk!!


Jevon mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkannya tepat di kepala Aera.


“Hahaha.. Hey, apakah aku begitu takut denganku hingga kalian ingin cepat-cepat membunuhku?” Gadis itu tertawa keras dengan menyelipkan sebuah kalimat ejekan.


“Kami tidak takut, hanya saja sebuah bukti harus cepat dilenyapkan!” Jawab Bianca

__ADS_1


“Cepat kak! Bunuh dia!!” Teriak Bianca


Sial, aku harus mengulur waktu. Batin Aera


“Ucapkan selamat tinggal pada duniamu dan semoga kau disambut dengan hangat oleh kedua orang tuamu di neraka sana” ujar Jevon dengan senyum iblis diwajahnya.


Hey? Secepat inikah? Kenapa mereka tidak datang? Apakah aku akan mati sia-sia. Gumam Aera dalam hati.


Gadis itu memejamkan matanya kuat kala ekor matanya menatap jari telunjuk mirip Jevon bergerak menarik pelatuk.


Dan…


Ddooorrrr!!!!




“Aaakhhh..” pekik Darren tiba-tiba lalu tangannya terangkat menyentuh bagian perutnya yang terluka.


“Ada apa tuan?” Tanya David dengan raut wajah khawatir.


Darren melirik ke arah bawah. Sial.. luka pada bagian perutnya kembali terbuka dan mengeluarkan darah.


“Tuan, luka anda!” Seru David


“Fokus pada jalanmu David! Kita tidak bisa membiarkan Aera menunggu lebih lama lagi” jawabnya.


Bertahanlah Aera. Batik Darren

__ADS_1


__ADS_2