
Aera mengernyitkan dahinya kala mobil yang dikendarai oleh Darren masuk ke dalam sebuah jalanan yang begitu asing di matanya.
“Kemana kau akan membawaku?” tanya Aera
“Seperti yang aku katakan kemarin, Aku ingin mengajakmu bertemu seseorang” jawab Darren sembari melirik ke arah Aera.
Gadis itu hanya mengangguk pelan,kini matanya hanya fokus menatap ke arah luar jendela,menatap takjub pemandangan disekitarnya.
Ia semakin bingung melihat gerbang tinggi dengan beberapa orang berpakaian serba hitam berdiri di depan sana.
Mobil tiba-tiba berhenti membuat Aera sedikit merasa takut,ditambah Darren yang langsung menurunkan kaca mobilnya.Kemana Darren membawanya?
Begitulah isi kepala Aera sekarang.Orang-orang itu terlihat seperti pengawal yang sering ia tonton di televisi.
“Selamat sore tuan Darren. Silakan masuk” sapa salah satu dari mereka.
Darren mengangguk pelan lalu menutup kembali kaca mobilnya.
Tepat setelah melewati gerbang tinggi itu,kini mata Aera di suguhkan dengan hamparan Padang hijau di sisi jalan serta lampu taman yang berderet rapi membentuk pagar ayu membuatnya semakin takjub.
Mobil sudah berhenti namun Aera masih belum menyadari akan hal itu karena ia masih terpukau dengan kolam air mancur yang berukuran besar ditengah Padang hijau itu.
“Hhmm..kita sudah sampai” ujar Darren.
“Aahh iya..” Aera bergegas mengambil tasnya dan turun dari mobil.
Ia yang sedari tadi tak henti merasa takjub dengan pemandangan di halaman depan,kini harus dibuat terpukau dengan bangunan megah di depan matanya.
‘WHEELER MANSION’
Tulisan yang terukir di depan pintu besar nan tinggi itu membuat Aera menelan ludahnya kasar.
“U-untuk apa kita kemari?” Tanyanya pada Darren.
“Kenapa? Kau tahu tempat ini?” Darren berbalik bertanya ketika melihat ekspresi aneh Aera.
“Aku memang tidak pernah datang kesini, tapi sepertinya aku tahu pemilik istana ini” jawab Aera dengan mata berbinar menatap setiap sudut bangunan itu.
“Wah..apa kau kenal dengan pemilik rumah ini?” Tanya Darren dengan antusias.
“Siapa yang tidak mengenal Wheeler family,salah satu keluarga terkaya di negara kita” jawabnya Aera
Darren hanya tersenyum tipis”Ayo masuk”ajaknya
Aera hanya menjawab dengan anggukan kecil sembari mengikuti langkah Darren dari belakang.
Ceklek!!
Pintu besar yang tinggi menjulang terbuka sehingga membuat Aera membuka mulutnya lebar.
“Wwaahhhhhh,,,” itulah kata takjub yang berhasil keluar dari mulut Aera.
Darren hanya bisa menggelengkan kepala pelan,melihat bagaimana ekspresi takjub gadis itu.
“Akhirnya kau datang juga” sapa seseorang menyambut kedatangan mereka berdua.
“Tentu saja aku datang karena putraku berada disini” jawab Darren menghampiri si pemilik rumah.
__ADS_1
“Putra?”gumam Aera dalam hati.
“Wah..sepertinya musibah yang kau alami membawa berkah tersendiri”sindir Albert kala menyadari sosok asing disebelah Darren.
“Hhmm,,”Darren menggidikkan kedua bahunya.
“Perkenalkan dia Aera,sekretaris baruku”
“Dan Aera,ini adalah al..”
“Tuan Albert Wheeler, ya..aku mengingatnya. Aku pernah melihatmu di tv,sosial media dan majalah bisnis..Waahhh ternyata anda memang setampan ini..” celoteh Aera tanpa sadar.
“Uuppsss maaf tuan saya tidak bermaksud”imbuhnya kala menyadari kalimat yang ia ucapkan.
Darren hanya bisa melotot tajam,tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Sedangkan Albert hanya bisa tersenyum menahan tawanya.
“Lebih tampan mana,dia atau aku?” Tanya Darren
“Dia..ehhh…”
“Anda…”
Darren memutar bola matanya malas,bagaimana bisa wanita yang ia cintai menistakan dirinya begitu saja.
“Daddy..”
Tiba-tiba suara teriakan yang sudah sangat ia rindukan terdengar dari arah tangga.Darren memutar tubuhnya,menatap sosok malaikat kecil yang sedang berlari menuruni tangga.
“Ethan..jangan berlari,daddy yang akan menghampirimu” teriak Darren namun tak dihiraukan oleh bocah kecil itu.
“Dadd..”teriaknya lagi.
Darren merentangkan tangannya bersiap menangkap malaikat kecilnya.
“Mimi..”serunya.
Ethan kembali berlari,ia juga merentangkan tangannya bersiap masuk ke dalam pelukan seseorang.
Darren menutup matanya perlahan kala tubuh Ethan semakin dekat dengan dirinya.
Hhaappp!!!!
Suara langkah kaki yang berlari kencang itu sudah tidak terdengar lagi dan seharusnya anak kecil itu sudah masuk kedalam pelukannya.Namun darren tak merasakan apapun sehingga ia memutuskan untuk membuka matanya.
“Mimi..apakah mimi datang untuk menjemput Ethan?” Tanya bocah itu sembari memeluk kaki Aera.
“Hah?” Namun Aera terlihat bingung.
“Ethan..kenapa kau tidak memeluk daddy Hah? Kenapa kau malah memeluknya” protes Darren.
Albert kembali menahan tawanya,bagaimana bisa Ethan mencampakkan daddynya sendiri padahal sejak beberapa hari yang lalu bocah itu terus menangisi sang ayah.
“Darren kau sudah datang”sapa seorang wanita yang tak lain adalah Emily.
“Hey ada apa ini?” Tanya Emily kala melihat ekspresi aneh Darren.
Albert menggidikkan bahunya sembari menunjuk ke arah Ethan yang memeluk erat seorang gadis dengan kedua matanya.
__ADS_1
“Aera…”sapa Emily
Aera mengalihkan pandangannya ke arah seorang wanita yang baru saja memanggil namanya.
“Aku Emily,kita pernah bertemu di mall sebelumnya”imbuh Emily
“Hah?” Ekspresi wajah Aera semakin terlihat bingung.
“Hhmm maaf nona,saya memiliki masalah dengan kemampuan mengingat. Bolehkah saya membuka ponsel terlebih dahulu”pinta Aera dengan sopan
Meskipun sedikit bingung,Emily tetap menganggukkan kepala.Sedangkan Aera tengah sibuk dengan ponsel miliknya.
“Hhhmm..ya,kita pernah bertemu di mall. Maaf nona Emily karena saya tidak mengingat anda” ujar Aera merasa bersalah.
“Tidak apa, aku tidak heran karena kita hanya bertemu sekali saja”jawab Emily dengan senyum manis.
Kini Aera beralih menatap anak kecil yang masih setia memeluk kakinya.
“Hey anak mimi..kemarilah” Aera meraih tubuh mungil itu dan membawanya ke dalam pelukannya.
“Kalian saling mengenal?” Tanya Darren dengan wajah herannya.
“Hhmm kita pernah bertemu di mall dan putramu itu mengklaim Aera sebagai ibunya”jelas Emily
“Benar dad, uncle Albert bilang jika aku bisa memilih wanita cantik untuk menjadi mommyku dan saat daddy datang aku akan meminta daddy untuk menjadikannya mommy ku.Benar kan uncle Albert?” Jelas Ethan.
kini semua mata tengah menatap tajam ke arah Albert,sedangkan laki-laki itu hanya bisa menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
“Dan sekarang aku minta daddy untuk menjadikan mimi mommyku..oke dad”pinta anak kecil itu dengan polosnya.
Darren mencoba memutar otaknya,Albert benar-benar meracuni pikirannya putranya.
“Hhmm begini, kita bicarakan ini nanti oke?”
“No dad,aku mau sekarang”rengek Ethan.
“Cckk..oke,oke..dia akan menjadi mommy mu. Tapi kau harus tinggal disini hingga tugas daddy dan calon mommy mu selesai. Bagaimana?” Tanya Darren
Penawaran Darren sontak membuat Albert dan Emily mengernyitkan dahinya.
“Hhmm baiklah. Ethan akan tinggal disini sampai tugas daddy selesai” jawab anak kecil itu dengan bersemangat.
“Sekarang pergilah bermain dengan Leon”pinta Darren
Ethan mengangguk setuju,ia turun dari Gendongan Aera dan kembali berlari ke atas.
“Maaf jika aku harus merepotkan kalian, situasi yang aku hadapi sangat tidak memungkinkan untuk mengajaknya tinggal bersamaku. Aku tidak tahu harus menitipkannya dimana selain disini,aku harap kalian tidak keberatan”jelas Darren
“Aku sama sekali tidak keberatan,aku tahu keputusan yang kau ambil sangat berat. Seperti katamu,ia akan lebih aman berada di rumah ini jika dibandingkan dengan apartement mu yang sama sekali tidak aman” ujar Emily menimpali.
“Jika kau memiliki masalah yang serius,katakan lah padaku. Kau tidak harus menghadapi semua ini sendiri,aku dan yang lain selalu siap membantumu kapanpun itu.”imbuh Albert
Darren mengangguk setuju,ia merasa sangat beruntung memiliki sahabat yang begitu baik dan peduli terhadap dirinya.
Sedangkan gadis yang berada di sampingnya hanya bisa berdiri dengan eskrepsi bingung kala mendengar pembicaraan tiga orang yang berada di hadapannya.
“Nanti aku akan menjelaskannya padamu”bisik Darren yang mengerti dengan eskpresi bingung Aera.
__ADS_1
Bersambung..