SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 39


__ADS_3

David menghela nafasnya panjang, bola matanya menatap heran ke arah gadis yang tengah duduk Dihadapannya dengan wajah ditekuk.


Laki-laki itu datang dengan terburu-buru ketika sang adik menghubunginya dengan nada bicara yang bergetar. Perasaan takut menghantuinya beberapa saat yang lalu, namun saat ini ia dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri jika sang adik dalam keadaan baik-baik saja.


“Sekarang katakan, kenapa kau menangis?” Tanya David untuk kesekian kalinya.


Aera hanya menggeleng pelan, namun air matanya masih saja mengalir dengan bibir cemberut.


David melihat ke sisi kiri dan kanan, suasana di kantin perusahaan terbilang ramai siang ini. Beberapa pasang mata bahkan menyorot ke arah mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.


“Aera, aku tanya sekali lagi. Ada apa? Kenapa kau menangis dan memintaku datang kemari?” Tanya David dengan nada tegas seperti biasanya.


Aera melirik ke arah sang kakak, tatapannya semakin terlihat sedih bahkan bibirnya bergetar menahan tangis yang ingin meledak.


“Kakak sama saja dengannya, tahunya marah,marah dan marah” omel wanita itu dengan wajah yang masih cemberut.


David menggaruk kepalanya frustasi, ia tidak bermaksud marah ataupun kesal. Ia hanya ingin sang adik mengatakan penyebab dirinya menangis seperti sekarang ini.


Ditempat lain, Darren tengah mencari keberadaan Aera di hampir semua ruangan. Namun ia tak kunjung menemukan kekasihnya yang tengah merajuk itu.


“Maaf tuan, nona Aera berada di kantin bersama tuan David” lapor Lexa, kala dirinya diminta untuk mencari sekretaris baru tuan mudanya.


“David?”


“Benar tuan”


Darren menggeleng pelan lalu beranjak dari tempat itu untuk pergi ke kantin perusahaan tempat Aera dan David berada.


Langkah kakinya begitu cepat menuruni setiap anak tangga walaupun tersedia lift yang bisa ia gunakan untuk pergi ketempat itu.


David berdiri dengan sigap kala dari kejauhan ia melihat sosok tuan mudanya melangkah ke arah mereka.


“Selamat siang tuan muda” sapa David sembari membungkukkan badannya.


“Sedang apa kau disini David?” Tanya Darren


“Secara kebetulan saya memang ingin datang kesini untuk mengantarkan berkas untuk anda. Namun di pertengahan jalan saya bertemu dengan nona Aera dan kami memutuskan untuk makan siang bersama” jelas David dengan wajah tenang.


Darren mengangguk pelan, kini pandangannya teralihkan ke arah wanita yang tengah duduk membelakanginya.

__ADS_1


“Aera, pergi ke ruanganku segera” perintahnya


Wanita itu tak menjawab perintah Darren, ia masih tetap duduk membelakanginya.


“Nona Aera..” panggil David


“Makanan yang saya pesan belum tiba” jawabnya ketus


“Kau bisa meminta penjaga kantin untuk mengantarkannya ke ruanganku” ujar David


“Saya ingin makan disini” jawab Aera lagi


Darren menarik nafasnya sejenak, mencoba menekan emosinya agar tak menimbulkan lebih banyak masalah lagi.


“Pergi sekarang atau aku akan menggendong mu” ancam Darren.


David yang masih berdiri disana mulai mengerti dan merasa sedikit curiga dengan interaksi dari sang adik dan tuan mudanya.


Mereka terlihat sedang berselisih paham namun interaksi tidak seperti seorang bos dan karyawannya.


“Hhuufftt..” Aera menghela nafasnya


David mengangguk setuju tanpa mengucapkan sepatah kalimat pun. Sedangkan Darren ikut pergi mengikuti langkah Aera dari belakang, meninggalkan David seorang diri.


Kini mereka berdua tengah berada di dalam lift yang sama. Aera masih membuang wajahnya kesamping, ia sangat malas melihat wajah Darren saat ini.


“Aku minta maaf” ujar Darren


Wanita itu masih diam, enggan untuk berbicara dengan laki-laki yang dengan teganya berbicara dengan nada tinggi di depan wanita yang jelas-jelas tengah menggodanya.


Pintu lift terbuka, Aera melangkah dengan cepat dan masuk ke ruangan Darren. Tangannya tengah sibuk menghapus setiap tetesan air mata yang mengalir di pipi.


Darren menutup pintu ruangannya, memastikan tidak ada seorang pun yang bisa mendengar obrolannya nanti.


“Aera, duduklah..biarkan aku menjelaskannya padamu terlebih dahulu” ujar Darren


Wanita itu tak bergeming sedikit pun, ia masih bertahan di posisi awal. Berdiri dengan wajah yang enggan melihat ke arah Darren.


“Maaf karena aku sudah membentakmu. Aku hanya ingin mengingatkanmu saa itu, namun kau tak mau mendengarkannya. Kita sudah sepakat untuk merahasiakan hubungan ini, dan aku sudah memberitahumu alasan dibalik itu semua” jelas Darren

__ADS_1


Aera menengadahkan kepalanya, tersenyum pedih mendengar penjelasan Darren yang terdengar menyalahkan semua tindakannya.


Ia membalikkan tubuhnya, menatap Darren dengan tatapan konyol.


“Lalu kau ingin aku diam melihatmu di rayu oleh wanita itu? Aku sudah cukup terkejut dengan isi kontrak yang kau tandangani. Kau tidak mengatakan padaku jika kau akan menjadi model pria di pemotretan itu dan bodohnya aku tidak membaca isi kontrak itu...”


“Aku tidak masalah jika kau ingin merahasiakan hubungan kita di perusahaan, tapi seharusnya kau tak melakukan sesuatu hal yang bisa membuatku untuk melanggar kesepakatan itu. Bagaimana jika aku yang berada di posisimu? Apa kau akan diam saja menontonku dari kejauhan?”


Darren masih terdiam, semua ini memang salahnya dan tidak seharusnya ia menyalahkan Aera karena mengungkap hubungan mereka.


“Aku tanya, apakah aku salah jika cemburu dan menyingkirkan seseorang yang mencoba untuk merebut mu?” Tanya Aera dengan jujur, air matanya masih berderai membasahi pipi.


Inilah sosok Aera yang sesungguhnya, wanita jujur dan tidak suka berbelit-belit jika itu menyangkut perasaannya.Ia tidak akan malu mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya.


Darren menatap Aera dalam-dalam lalu melangkah maju dan meraih tubuh gadis itu kedalam dekapannya.


“Maafkan aku, aku begitu bodoh dan egois. Aku seharusnya tidak merahasiakan apapun darimu dan seharusnya aku mengatakan semuanya padamu lebih dulu” gumam Darren


“Hiks..hiks.. “tangis aera akhirnya pecah, tangannya memukul lemah punggung Darren.


Darren melerai pelukannya, menangkup wajah Aera dengan kedua tangannya sembari menghapus air mata yang mengalir deras di pipi Aera yang mulus.


“Sstt.. dengarkan aku. Aku berjanji, mulai hari ini tidak akan ada rahasia diantara kita. Aku akan memberitahumu alasanku melarangmu untuk mengumumkan hubungan kita…” ujar Darren dengan nada lembut.


“Aku tidak pernah takut jika karyawanku mengetahui tentang hubungan kita karena aku bisa mencabut peraturan yang aku buat kapanpun itu. Namun aku hanya merasa khawatir jika semua ini diketahui oleh adikku. Ada kesalahpahaman yang terjadi diantara kami berdua sehingga adikku begitu membenciku. Aku hanya takut jika dia akan melukaimu, terlebih jika ia tahu bahwa kau adalah kekasihku” imbuh Darren.


“Tapi apa alasan dia melukaiku?” Tanya Aera


“Karena kau adalah orang yang aku sayangi”


“Lalu kenapa?”


“Dia pernah mengatakan padaku, jika dia akan mengambil setiap wanita yang aku cintai” ujar Darren.


“Alasannya?”


“Semua itu berawal karena kejadian 3 tahun silam..”


Darren menatap Aera sejenak sebelum memulai ceritanya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2