SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 49


__ADS_3

Dua bocah tampan nan lucu tengah sibuk mengamati seseorang dari arah ruang tamu. Mereka sudah seperti seorang detektif yang mengawasi target.


“Apa kau yakin dengan rencana ini?” Tanya Ethan untuk kesekian kalinya.


“Hhmm.. bukankah kau bilang jika daddymu bekerja di perusahaan besar. Daddyku punya perusahaan besar, siapa tahu dia ada disana” jelas Leon.


Ya, mereka tengah menyusun rencana agar bisa ikut pergi ke perusahaan Wheeler Corp. Ethan yang begitu merindukan Darren sangat ingin bertemu, maka dari itu Leon mencetuskan sebuah ide yang menurutnya sangat berilian.


Ethan terlalu bosan dengan alasan Albert yang selalu mengatakan jika Daddynya akan datang untuk menjenguknya setiap kali ia ingin bertemu. Hingga ia mencoba untuk bernegosiasi dengan Leon, dan alhasil, mereka tengah menjalankan misi untuk bertemu dengan Darren.


“Ayo kita keluar dan berpura-pura bermain di taman” ajak Leon


Ethan mengangguk setuju, dua bocah itu mulai berlari keluar menuju halaman depan tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun.


Mereka bermain seperti biasanya sembari mencari kesempatan untuk masuk ke dalam mobil yang akan dikendarai Albert.


Pelan namun pasti, sedikit demi sedikit mereka berdua mendekat ke arah mobil. Pembawaan yang tenang dan tanpa gerak gerik yang aneh, membuat dua pengawal yang berjaga di depan pintu tak menaruh curiga sedikit pun.


“Coba buka pintunya dengan pelan” bisik Leon


Ethan mengangguk, perlahan jari mungilnya meraih gagang pintu mobil dan menariknya dengan sangat pelan.


“Tidak dikunci” serunya dengan wajah sumringah.


“Bagus, ayo masuk” ajak Leon


Pintu mobil dibuka dengan gerakan halus, mereka tak membukanya dengan sangat lebar. Lubang kecil sudah cukup bagi tubuh mereka hanya sekedar untuk menyelinap masuk ke dalam sana.


“Tutup dengan pelan” bisik Leon lagi


Mereka berhasil masuk dengan mudah tanpa membuat para pengawal curiga. Dua tubuh mungil itu kini bersembunyi di celah kursi belakang, menunggu kedatangan Albert dengan sabar.


“Ketika kita sampai di perusahaan daddy, kita harus cepat menyelinap keluar karena mobilnya pasti akan dikunci begitu uncle Clifton turun dari mobil” imbuh Leon.


Ethan kembali mengangguk pelan, kerjasama diantara mereka berdua memang terjalin dengan bagus. Leon yang selalu memiliki ide brilian merasa beruntung dengan kehadiran Ethan yang cepat dalam mengambil tindakan.


“Sstt.. daddy datang” ujar Leon sembari menempelkan jari telunjuk ke arah bibirnya.


Albert membuka pintu mobil dari arah kursi penumpang bagian depan sedangkan Clifton dari arah kursi kemudi. Mereka masuk ke dalam sana tanpa rasa curiga sedikit pun. Setelah itu, Clifton memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan.

__ADS_1


Dua bocah yang masih bersembunyi di belakang sana terlihat begitu serius. Sesekali mata tajam Leon melirik ke arah luar jendela memastikan keadaan diluar.


Tidak butuh waktu yang lama, mobil yang dikendarai Clifton berhenti tepat di depan gedung tinggi milik Wheeler Family. Albert turun lebih dulu, sedangkan Clifton masih tetap di dalam sana.


“Anda bisa masuk lebih dulu tuan” ujar Clifton yang dijawab anggukan kepala pelan oleh Albert


Clifton kembali melajukan mobilnya menuju tempat parkir yang disediakan khusus untuk mobil milik Albert.


“Ayo keluar!!” Perintah Leon kala mobil itu sudah berhenti.


“Eemm..”


Dengan perlahan, Ethan kembali membuka pintu mobil, membuat lubang kecil untuk menyelinap keluar, diikuti oleh Leon dibelakangnya.


“Bersembunyilah, aku akan menutup pintunya agar uncle tidak curiga” perintah Leon lagi.


Ethan mengangguk setuju, ia berlari pelan menuju semak-semak yang ada di sekitar sana.


Leon terlihat fokus menantikan moment dimana Clifton keluar dan menutup pintu mobil. Beberapa detik kemudian, Clifton keluar dan menutup pintu mobilnya, lalu diikuti oleh Leon.


Berhasil, rencana mereka berjalan dengan sangat mulus. Kini mereka harus membuat rencana baru untuk mencari keberadaan Darren ditempat luas itu.


“Aku baik-baik saja. Apa rencanamu selanjutnya?” Tanya Ethan.


“Hhmm.. kita harus menyelinap masuk ke dalam sana”


“Bagaimana caranya? Kau lihat, didepan sana ada security penjaga pintu. Mereka pasti akan melarang kita masuk”


“Begini, kita akan berpura-pura membawakan makanan untuk seseorang yang bekerja disana. Security itu pasti akan memanggilkan orang itu untuk kita, setelah ia pergi, kita akan mengambil kesempatan untuk masuk” jelas Leon


“Tapi kita tidak mengenal siapa pun di dalam sana”


“Kau tengah saja, aku sudah menyiapkan semuanya” ujar Leon dengan senyum licik.


Ia mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, tak lupa ia mengeluarkan kotak bekal yang dibawa khusus dari mansion.


“Oh Hey.. kapan kau menyiapkan semua ini?” Tanya Ethan takjub


“Tadi pagi, kita harus menyiapkan hal-hal kecil jika ingin menjalankan misi. Dan tentu saja dengan rencana yang matang agar misimu berhasil” jawab Leon

__ADS_1


“Waahh.. kau hebat. Siapa yang mengajarkanmu hal seperti ini?” Tanya Ethan dengan ekspresi takjub.


“Aku sering mendengar daddy mengatakan hal ini kepada anak buahnya ketika ingin menjalankan misi” jelas Leon.


“Hhmm.. jadi siapa nama yang akan kita pakai?”


“Ini.. namanya Aunty Lisa, ia adalah salah satu karyawan daddy ku. Katakan pada security itu jika kau ditugaskan oleh ibumu untuk mengantarkan bekal yang ditinggal oleh Aunty lisa. Jangan sampai security itu melihat wajahku karena ia pasti akan mengenaliku nantinya” ujar Leon sembari menunjukkan sebuah foto dari ponselnya.


“Baiklah.. ayo masuk” ajak Ethan.


Dua bocah itu mulai melangkah menuju lobby depan dengan santai namun tetap waspada.


“Hy uncle..” sapa Leon kepada security yang berjaga di depan.


“Hy.. siapa kalian berdua? Kenapa bisa berada disini?” Tanya sang security


“Aku Ethan keponakan Aunty lisa, ibuku memintaku untuk membawakan bekal milik Aunty yang tertinggal.” Jelas Ethan, sedangkan Leon tengah menundukkan kepalanya takut jika sang security mengenalinya.


“Lisa? Disini ada banyak orang bernama lisa. Bisakah kau menunjukkan siapa orangnya?”


Ethan mengangguk, ia mengambil ponsel milik Leon dan memperlihatkan sebuah foto.


“Oohh.. aku tahu.Jika begitu berikan pada uncle, uncle akan memberikannya untuk Aunty mu nanti” pinta sang security.


“No.. ibuku bilang, aku harus memberikannya secara langsung. Bisakah uncle memanggilkanya untukku?”


“Hhmm..” sang security terlihat berpikir.


“Ayolah uncle.. aku harus memastikan jika bekal ini sampai ke tangan Aunty lisa, sesuai dengan perintah ibuku” ujar Ethan dengan nada memelas.


“Hhmm.. baiklah, tunggu disini, jangan kemana-mana” tanpa curiga sedikit pun, sang security masuk begitu saja untuk memanggilkan seseorang bernama lisa.


“Bagus.. ayo masuk” sorak Leon


Mereka berdua terlihat senang dan bersiap untuk masuk, hingga sebuah tangan menghentikan langkah keduanya.


Bersambung…


Holla guys..

__ADS_1


Mampir yuk ke akun ig aku @k_oming__


__ADS_2