
Darren menatap tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh gadis si pemilik rumah yang ia tumpangi sekarang.
Satu buah bantal tidur dan satu buah selimut yang tak begitu tebal sudah bertengger di atas sofa.
“A-apa ini?”
Darren mencoba meyakinkan diri jika wanita yang tengah berkacak pinggang dan berdiri dihadapannya,tidak setega yang ia pikirkan.
“Bantal dan selimut untukmu”jawab Aera santai
“Aku tahu..tapi untuk apa kau membawanya kemari?”
Aera memutar bola matanya sembari menghela nafas sejenak.
“Apa lagi..tentu saja untuk dirimu yang akan tidur di sofa empuk ini”imbuhnya
Laki-laki itu melotot tak percaya,ia berekspektasi jika wanita itu akan membiarkannya untuk tidur dikamar utama melihat jika dirinya sedang terluka.Namun apa yang dia pikirkan tidak terjadi,wanita itu bahkan tak memiliki rasa kasian terhadapnya.
“Wahh..apa kau tidak merasa kasian padaku?..kau lihat keadaanku?..dan kau membiarkanku tidur ditempat sempit ini?”protesnya mencoba membangkitkan rasa belas kasian Aera.
“Yyaa!!..aku sudah sangat berbelas kasihan padamu,jika tidak aku sudah meninggalkanmu di dalam mobil ringsek itu”
Aera bukan wanita yang mudah mundur,ia masih bisa membantah ucapan Darren dan membuat laki-laki itu bungkam.
“Dia tak berubah sedikitpun,masih tetap kuat dan pantang mundur”
Dengan berat hati Darren harus menerima kekalahannya.Setidaknya ia bisa bersama dengannya,meskipun sedikit berkorban untuk itu.
Senyum licik terbit dari bibir tipis Darren,sebuah ide jahil tiba-tiba terlintas di kepalanya.
“Eekkhhmm..baiklah aku akan tidur disini!..tapi bolehkah aku meminta sesuatu?”
“Katakan!”
“Hhmm..aku ingin meminjam handuk untuk mandi,aku belum mandi sejak kejadian kemarin dan aku merasa gerah”pintanya
Tanpa menjawab permintaan Darren,Aera berbalik badan dan pergi ke belakang.
Beberapa detik kemudian ia kembali dengan sebuah handuk berwarna abu-abu dan menyerahkannya kepada Darren.
“Ini..kebetulan aku membeli handuk baru beberapa hari yang lalu,pakailah”
Darren meraih handuk yang diberikan Aera,rasa tidak sabar untuk menjahili wanita itu semakin membuncah.
__ADS_1
“Terima kasih..ayo!”
Aera menatap bingung ke arah Darren,laki-laki itu berkata ‘Ayo’ dan Aera masih belum mengerti.
“A-ayo?”tanya Aera
“Iya ayo!..aku butuh bantuanmu untuk masuk kedalam kamar mandi,apa kau lupa jika aku sedang terluka?”
Wajah Aera tiba-tiba bersemu merah,sedangkan Darren tersenyum samar.
Gadis itu mendekat,meraih tangan Darren dan menggiringnya menuju kamar mandi.
Kamar mandi Aera terbilang cukup bagus,didalam sana terdapat sebuah bathup berukuran sedang.Sepertinya Darren akan berendam sebentar untuk membuang lelahnya.
Aera membalikkan tubuhnya dengan cepat bersiap keluar dari kamar mandi kala sampai disana.
“Tunggu..tunggu..mau kemana kau?”panggil Darren
Aera tiba-tiba gugup,dengan wajah yang terasa panas.
“A-aku mau keluar apa lagi”jawabnya ketus
“Jika kau keluar siapa yang membantuku melepas baju dan menggosok punggung,lalu menyiramkan air ke tubuhku!..apa kau lupa jika tangan kanan dan kakiku terluka?”
Wanita itu masih tak bergeming,otaknya berhenti tiba-tiba dengan imajinasi yang terus berjalan.
“Astaga..apa yang kau pikirkan Aera,kau bahkan baru mengenal laki-laki itu”
Ia menggigit bibir bagian bawahnya sebelum memberanikan diri untuk membalikkan tubuhnya.
“A-aku hanya bisa membantumu membuka baju saja dan aku tidak bisa membantumu untuk menggosok punggungmu”ujar Aera
“Lalu bagaimana caranya aku mandi jika kau tak mau membantuku..atau begini saja,kau hanya perlu membantuku melepas baju karena aku akan berendam sebentar”
Darren menghentikan aksi jailnya ketika dirinya merasa sedikit keterlaluan.
Gadis cantik dengan wajah yang semakin bersemu merah itu mengangguk setuju.Setidaknya ia tak berdiri disana dan membantu pria dewasa mandi.
Aera mendekat,ia meraih baju ujung baju Darren yang masih melekat dan menariknya ke atas.
Darren mengangkat kedua tangannya perlahan.Kulit putih bersih,otot tangan serta dada yang terbentuk sempurna serta 6 potongan tahu menghiasi tubuh sempurna Darren.
Tatapan mereka bertemu untuk beberapa saat.Darren bahkan menahan nafasnya ketika merasakan sesuatu yang aneh terjadi dengan jantungnya.
__ADS_1
Mata Aera melotot sempurna,ia menelan ludah kasar melihat pemandangan indah di depan matanya.
“Aera berhenti jangan kau lanjutkan imajinasimu”
Jiwa jomblo dan juga jiwa wanitanya meronta-ronta.Otaknya ingin berhenti menatap namun tidak dengan hatinya.
“Bantu aku masuk ke dalam sana”
Beruntung Darren mengajaknya berbicara sehingga ia bisa menghentikan pikirannya yang mulai ternoda dengan hayalan-hayalan yang tak pernah muncul sebelumnya.
Darren masuk kedalam bathup dengan hati-hati,ia harus memastikan kakinya yang sedang Cedera tak menyentuh air begitupun dengan tangannya yang masih diperban.
“A-aku akan keluar untuk membelikanmu sepasang baju ganti”ujar Aera dengan mata yang melihat kesana kemari.
“Baiklah..jangan lupa dalaman juga”pinta Darren
Tanpa mengatakan apapun lagi,Aera bergegas keluar karena jantungnya terasa ingin keluar.
“Hah..Hah..jantungku”nafas Aera tersengal-sengal dengan tangan memegangi bagian dada sebelah kirinya.
Ternyata tak hanya Darren yang merasakan hal itu,gadis itu pun juga merasakan hal yang sama.
Beberapa menit berlalu,Darren telah selesai melakukan kegiatannya di kamar mandi.Dengan usaha yang keras akhirnya ia bisa mengganti celana dan bajunya sendiri tanpa bantuan Aera.Meskipun ia harus tetap merepotkan gadis itu untuk membantunya keluar dari bathup.
Kini ia berada di dalam ruangan yang berukuran cukup besar untuk kamar seorang gadis yang tinggal sendiri.
Fasilitas di dalamnya terbilang cukup lengkap meskipun terlihat sederhana.
Ya..akhirnya Aera mengijinkan Darren tidur satu ranjang dengannya.Ia merasa kasian melihat seseorang yang terluka tidur ditempat sempit seperti itu.
Entah mengapa ia merasa yakin jika Darren adalah laki-laki yang baik.Ia percaya laki-laki itu tidak akan berbuat jahat,meskipun ia baru mengenalnya.
“Jangan coba-coba melakukan sesuatu terhadapku”ujar Aera memberi peringatan.
“Kau tidak lihat tangan dan kakiku terluka?..untuk bergerak saja susah..”jawab Darren
“Tunggu..sesuatu apa yang kau maksud?..kau berharap aku melakukan sesuatu seperti apa?”tanya Darren dengan tersenyum jahil.
“Tidak..tidak ada..cepat tidur,jika kau tidak mau aku berubah pikiran”ancamnya dengan wajah gugup
“Hahaha..baiklah,baiklah aku tidur”gelak tawa Darren terdengar diruangan itu.
Sedangkan Aera menjatuhkan kepalanya ke atat bantal,menutup mata dengan tubuh membelakangi Darren.
__ADS_1
Bersambung