SEKRETARIS AERA

SEKRETARIS AERA
Episode 75


__ADS_3

Tetesan air hujan mengalir deras di atas payung hitam dengan seorang laki-laki yang berada tepat di bawahnya. Langit seolah ikut merasakan kesedihan Yang tengah dirasakan Darren, hingga mengirim tetesan demi tetesan air untuk menghapus serta meredam suara tangisannya.


Matanya menatap lurus ke arah deretan batu nisan yang berjejer rapi di hadapannya. Tidak ada air mata maupun isakan yang terdengar, hanya tatapan kosong yang tergambar diwajahnya saat ini.


“Kau orang yang kuat babe” ujar gadis yang selalu setia mendorong kursi roda sang kekasih.


Lelaki itu tersenyum namun terlihat begitu samar. Ia melirik sejenak tangan halus yang tengah mengusap lembut kedua bahunya.


“Tidak ada satupun manusi di dunia ini yang bisa menghindari kematian dan sudah menjadi takdir bagi kita yang masih hidup untuk merasakan kesedihan karena kepergian mereka” imbuh gadis yang tak lain adalah Aera.


Sejak tragedi kemarin, Aera memilih diam namun tetap memastikan jika kekasihnya baik-baik saja. Ia bukannya tak perduli, Aera sangat tahu bagaimana rasanya menjadi seorang Darren.


Gadis itu berjongkok di hadapan sang kekasih, menatap lekat sepasang mata yang semakin membengkak. Tangannya terangkat, menyentuh bagian dada Darren dengan lembut. Tidak lupa, tatapan teduh dan tulus ia berikan kepada lelaki itu.


“Iklaskan mereka, berhenti menyiksa dirimu sendiri. Kau boleh bersedih dan aku tidak akan melarang untuk itu, namun jangan sampai menyerah. Masih ada daddymu, Ethan, aku dan juga sahabat-sahabatmu. Semua ini terjadi karena takdir bukan karenamu, jadi berhentilah berputar dengan semua pemikiran itu” tangan Aera berpindah untuk menangkup wajah yang kembali di basahi oleh air mata.


Aera menganggukkan kepalanya, berusaha meyakinkan sang kekasih melalui tatapan matanya yang tulus.


“Hiks.. aku tidak sanggup!!” Tubuh Darren kembali bergetar, dengan suara isakan kecil.

__ADS_1


“Kau bisa! Aku selalu bersamamu!!” Aera menarik tubuh sang kekasih ke dalam pelukannya, mengusap lembut punggung lelaki itu.


Hujan turun semakin deras seiring dengan tangisan Darren yang semakin kencang dan pilu. Aera tak melarangnya, gadis itu membiarkan kekasihnya untuk meluapkan semua kesedihannya.


Sedangkan jauh dibelakang sana, dua orang tengah berdiri dan mengawasi sepasang kekasih yang saling memberikan dukungan satu sama lainnya tanpa berniat untuk ikut campur.


“Kita kembali sekarang David” ajak Alex dengan kacamata hitam yang menutupi kedua matanya.


Lelaki tua itu terlihat lebih tegar dari pada putranya sulungnya. Meskipun ia merasa sedih, namun ia berusaha kuat karena keadaan. Putranya membutuhkan begitu banyak penopang dan ia ingin menjadi salah satunya.


“Baik tuan” David membungkukkan kepalanya, lalu mengikuti langkah tuannya.


Bersambung…


⚠️INFO PENTING⚠️


Holla guys….


Karya baruku sudah terbit nih, yuk bantu ramein…

__ADS_1



Kisah ini menceritakan tentang seorang lelaki yang membutuhkan sebuah ‘Rumah’, bertemu dengan seorang wanita yang mengharapkan sebutir ‘Obat’.


********


Kim Nan Ratanaporn, mafia kelas atas yang dibesarkan dengan luka serta di selimuti oleh rasa sepi, terjerat cinta pandangan pertama dengan seorang gadis aneh.


“Rumah ini sangat nyaman dan hangat, aku menyukainya”\~Kim


Jane Suchart, wanita periang dengan sejuta rasa sakit di dalam jiwanya, harus terjebak dengan rencananya yang ia buat sendiri.


“Siapa sangka racun itu berubah menjadi obat yang paling mujarab”\~Jane


*********


⚠️COBA BACA AJA DULU, SIAPA TAHU SUKA⚠️


Karena ada begitu banyak judul cerita yang sama, kalian bisa klik profilku untuk mempermudah pencarian😉

__ADS_1


Terima kasih karena sudah mampir, semoga suka😘


__ADS_2