
Tidak ada yang berbeda dari kegiatan Aera pagi hari ini.Seperti biasa ia selalu bangun pagi,lalu bersiap dan memakan sarapannya dengan lahap sebelum akhirnya berangkat ke kantor bersama Darren.
Hubungannya dengan Darren terasa semakin dekat,terlebih laki-laki itu menceritakan semua hal mengenai dirinya serta bocah laki-laki yang menginginkannya menjadi ibunya.
Entah mengapa ia merasa jika Darren menganggap dirinya spesial,ia tidak perduli jika orang-orang mengatainya terlalu percaya diri.Karena jika dipikir dengan logika,seseorang tidak akan menceritakan masalah pribadinya kepada orang sembarangan.
Tok!!Tok!!Tok!!
Suara ketukan pintu membuat senyuman terbit di wajahnya yang cantik.Tiada hari tanpa semangat penuh setiap harinya sejak dirinya masuk ke perusahaan besar CRYSTAL CORP.
“Kau sudah siap?” Tanya laki-laki tampan dengan senyum menawan yang berdiri di depan pintu.
“Hhmm..kita berangkat sekarang.” Ajak Aera
Darren mengangguk setuju,melangkah bersama menuju mobil dan melajukan mobilnya menuju perusahaan.
“Kau sudah sarapan?” Tanya Darren membuka pembicaraan.
“Sudah, bagaimana dengan tuan?” Tanya Aera balik.
“Hhmm..aku bangun sedikit telat pagi ini. Sialnya aku tak mempunyai apapun untuk dimakan” jelasnya sembari menyengir kuda.
Aera menggelengkan kepalanya pelan”Bagaimana jika kita berhenti sejenak dan membeli sesuatu untuk dimakan”seru Aera
“Ide yang bagus”
Darren memperlambat laju mobilnya,mencari sebuah cafe atau coffee shop yang bisa ia datangi untuk membeli sesuatu yang bisa ia makan untuk sarapan pagi.
“Tunggu disini,aku akan keluar sebentar untuk membeli kopi dan kue. Kau ingin menitip sesuatu?” Tanya Darren,tangannya sudah bersiap untuk membuka pintu.
__ADS_1
“Tidak, aku sudah kenyang”
Laki-laki itu bergegas turun dari mobil dengan langkah setengah berlari.Sedangkan wanita yang duduk di dalam mobil hanya bisa tersenyum manis.
Cukup lama Aera menunggu di dalam sana,sesekali matanya melihat ke arah coffee shop melalui jendela mobil,karena Darren tak kunjung kembali.
Hingga secara tidak sengaja ia melihat gerak gerik aneh dari seorang laki-laki yang tengah duduk di depan sebuah mini market didekat coffee shop.
Tidak ada yang aneh dengan seorang pria yang jika hanya duduk disana,karena bukan hanya laki-laki itu yang duduk seperti itu.
Namun pakaian serta tingkah laku lelaki itu membuatnya tak bisa berpikir positif.Ditambah,ketika Darren hendak keluar dari coffee shop tersebut,lelaki itu langsung membuang puntung rokoknya dan bergegas berdiri.
Melihat hal itu,Aera bergegas membuka pintu sedangkan matanya terus mengawasi lelaki dengan setelan serba hitam dan masker yang menutupi mulutnya.
Langkah lelaki itu terlihat semakin cepat kala targetnya sudah semakin dekat.Wajahnya juga semakin panik melihat kesana kemari layaknya mengawasi keadaan sekitar.
“Hey..kau mau membeli sesuatu?” Tanya Darren kala melihat Aera berjalan ke arahnya dengan terburu-buru.
Darren mengernyitkan dahinya melihat ekspresi aneh Aera.
“Ada apa denganmu? Kau ingin buang air atau ingin sesuatu?” Tanya darren lagi dengan dahi mengkerut.
Darren terlonjak kaget kala Aera memeluk tubuhnya erat lalu memutarnya dengan keras dan tiba-tiba..
Kkkrraaasss!!!
“Hhmmm…”pekik Aera tertahan kala senjata tajam berhasil melukai tubuhnya.
Aera membenamkan wajahnya semakin dalam ke arah dada Darren,mencoba menahan rasa sakit dan perih yang bercampur menjadi satu.
__ADS_1
Kejadian itu berlangsung begitu cepat,Darren masih belum menyadari akan sesuatu hal.
Sedangkan lelaki yang menggunakan setelan hitam langsung berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu serta senjata yang ia gunakan untuk menyerang Darren.
“Hey..ada apa dengan lelaki itu?” Tanya Darren
Darren menggidikkan bahunya,lalu memegang kedua lengan Aera untuk melerai pelukan erat gadis itu.
“Aakkhhh..”pekik Aera lagi
“Ada apa?”
Darren menyadari sesuatu ketika ia memegang lengan Aera yang terasa basah,lalu matanya kini melirik ke arah pisau dengan darah segar yang tergeletak di atas aspal.
Matanya melotot tajam,ia segera mengalihkan pandangannya ke arah telapak tangan dengan penuh darah segar.
“Kau..kau terluka”pekik Darren
Dengan segera ia melihat meraih lengan Aera dan memeriksanya
“Ayo..kita harus kerumah sakit” ajak Darren dengan raut wajah khawatir.
“Tidak usah..aku tidak apa-apa”tolak Aera
“DIAM!! Aku tidak membutuhkan jawaban apapun darimu. Ini perintah!”bentak Darren
Aera terlonjak kaget kala Darren mengangkat tubuhnya ke dalam mobil.
Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,matanya menatap lurus kearah depan dengan kilatan penuh amarah di wajahnya.
__ADS_1
Aera hanya bisa diam tak berani mengucapkan sepatah kata pun,ditambah rasa sakit serta darah yang terus keluar membuat tubuhnya terasa lemas.
Bersambung…