Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 21*


__ADS_3


Malam ini menjadi malam pertama Arya dan Raisya di Bali..Karena jam masih menunjukkan pukul 19:00 malam Arya mengajak Raisya jalan jalan sambil mencari udara segar.


Dan tentu saja ajakan Arya di sambut gembira oleh Raisya.


"Sya..gimana kalau kita keluar..jalan jalan..?..ajak Arya.


"kemana mas,,?" tanya Raisya ingin tau tujuannya kemana.


"ehm..kemana aja terserah kamu..kita jalan aja sambil nyari makan malam..gimana..??


"hmm..boleh mas,,aku siap siap dulu yaa..! ucap Raisya dan ia pun segera pergi untuk mengambil tas kecilnya tanpa berganti baju..karena ia sudah memakai baju yang menurutnya sudah layak untuk di pakai jalan jalan.


Tak lama kemudian Raisya pun sudah siap dan mereka berangkat jalan jalan.


Mereka hanya jalan jalan di pinggir pantai..menikmati suasana malam di tepi pantai pulau Bali.


Arya senantiasa menggandeng tangan sang istri saat mereka berjalan ber 2..membuat orang orang yang melihat mereka jadi baper.


"bagaimana kamu suka liburan kesini..? " tanya Arya pada gadis cantik yang sedang berjalan beriringan dengannya.


Dan gadis itu pun menjawab dengan anggukan dan senyuman.


"lain kali kalau urusan kantor tidak terlalu padat kita bisa liburan lagi kesini..kita ajak semuanya..mama ,papa,Ibu,juga Nadia pasti mereka senang bisa liburan sama sama..bagaimana menurut kamu..?..tanya Arya lagi..kali ini ia berhenti sejenak untuk menunggu jawaban Raisya.


"terserah mas Arya saja..aku ngikut.." Raisya menjawab dengan polosnya..membuat Arya semakin gemas melihat nya.


"baiklah..nanti sampai Jakarta aku akan coba agendakan acara liburan kita sama keluarga yang lain.."


"sekarang kita lanjut jalan jalan,,kamu mau kemana ?? ucap Arya sambil merangkul pinggang sang istri yang membuat Raisya kaku seketika..Tapi Arya malah tersenyum,,ia tahu istrinya itu sangat kaku bila bersamanya..tapi hal itu wajar,mengingat status mereka yang hanya di atas kertas.


Mereka melanjutkan jalan jalan di tepi pantai sampai pada akhirnya mereka berhenti di sebuah resto yang tempatnya tak jauh dari penginapan mereka.


"nah kita makan disini saja bagaimana?? tanya Arya saat memasuki sebuah resto yang menyajikan banyak menu masakan indonesia terutama Bali. Dan sang istri hanya menjawab dengan sebuah anggukan tanda persetujuan.


Disana mereka mengambil tempat dekat kaca sehingga bisa melihat suasana di luar yang ramai.


Setelah Kurang lebih 1 jam mereka menikmati makan malam disana akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke hotel karena waktu sudah menunjukan hampir jam 10 malam..dan Arya tahu udara malam tak baik untuk kesehatan.


"mas aku ke kamar mandi dulu yaa,,?? ijin Raisya saat ia dan Arya sudah sampai di kamar hotel..Arya pun mengangguk dan menunggu Raisya dengan duduk di sofa sambil mengutak atik smart phone milik nya,entah apa yang ia kerjakan.


Setengah jam kemudian Raisya keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian tidur..ia sudah selesai dengan rutinitasnya sebelum tidur .


Dan kini giliran Arya yang pergi ke kamar mandi.


Saat Arya berada di kamar mandi Raisya menata tempat tidurnya..ia mengambil 1 bantal untuknya tidur disofa..


Sumpah dengan tidur berdekatan dengan suami kontraknya itu menimbulkan perasaan campur aduk yang sulit ia tafsirkan..atau lebih tepatnya takut dengan perasaanya sendiri..hingga akhirnya malam ini ia memutuskan untuk tidur di sofa.


"lah kenapa kamu tidur di sofa Sya..??" ucapan Arya yang tiba tiba muncul membuat Raisya kaget.


"gak apa apa mas,,biar aku yang tidur di sofa..biar mas Arya nyaman.." jawab Raisya sedikit terbata.


Dan langkah selanjutnya tanpa bicara lagi Arya mengambil bantal yang di bawa oleh Raisya dan mengembalikan nya ke tempat tidur.


"sudah ayo,,kita tidur disini..aku tak mungkin membiarkan seorang wanita tidur di sofa sementara aku tidur nyenyak di tempat tidur.."


Arya menarik tangan Raisya dan menuntunnya ke tempat tidur..membuat Raisya semakin tidak nyaman dengan perasaannya sendiri.


"Sya,,kita ini suami istri,,kita sah dimata hukum dan agama..aku sadar Sya semua ini hanya sebatas kontrak,,aku janji tidak akan melanggar batasan..kamu percaya kan..??..Arya mencoba meyakinkan Raisya untuk percaya padanya yang tak mungkin berbuat macam macam..walaupun itu sudah menjadi hak nya.


"sudahlah sekarang kamu istirahat ini sudah malam..besok pagi aku akan ajak kamu jalan jalan,,kita cari oleh oleh untuk orang rumah.."

__ADS_1


Arya meminta Raisya untuk istirahat..dan untuk tak berpikir macam macam tentangnya..Arya pun tak mungkin berbuat lebih tanpa seijin Raisya.


Setelah itu Arya mengambil tempat di satu sisi ranjang dan berbaring disana..sementara itu Raisya masih terduduk di sisi ranjang lainnya.


" selamat malam Sya,,selamat istirahat.." ucap Arya sebelum ia memejamkan matanya dan mematikan lampu tidur di meja sebelahnya.


"selamat malam juga mas,,selamat beristirahat.." jawab Raisya yang kemudian dengan ragu ragu ikut berbaring di ranjang yang sama..tapi posisinya selalu membelakangi Arya.


Arya yang melihatnya hanya tersenyum karena kepolosan gadis itu..sungguh ia tak salah memilih Raisya untuk menjadi partnernya dalam hal ini,,mungkin jika gadis lain yang berada di posisinya,,ia akan memanfaatkan kesempatan ini,,memanfaatkan waktu setahun dalam kontrak pernikahan dengan ber foya foya atau apalah..tapi tidak dengan Raisya..dia gadis yang punya harga diri yang selalu menjaga kehormatannya dan keluarganya..ia rela berkorban apapun demi keluarganya..andai saja tak ada kontrak sialan itu..pasti sekarang Arya dan Raisya hidup bahagia dalam pernikahan mereka.


Mengingat kontrak perjanjian,,Arya mengambil smartphone nya dan membuka surat perjanjiannya dengan Raisya yang tersimpan disana.


Dan sesuai dengan yang tertulis disana..kontrak mereka akan berakhir kurang dari 9 bulan..tepatnya 8 bulan lebih 7 hari terhitung sejak penandatanganan kontrak itu.


"Yaa Tuhan,,kenapa waktu terasa begitu cepat berlalu saat aku bersamanya,,akan kah aku sanggup bila nantinya jauh dari Raisya saat kontrak kita selesai.." ucap Arya dalam hati seraya melihat punggung Raisya yang tidur membelakanginya.


Entah mengapa ada perasaan takut bila harus jauh darinya..karena selama ini belum pernah ia merasakan perasaan nyaman dan bahagia bersama seseorang kecuali keluarganya...??..apakah ia sudah jatuh cinta pada sang istri kontraknya itu?? apakah ini yang dinamakan cinta..??perasaan takut berpisah dengan seseorang yang membuat kita nyaman..??..Arya bingung dengan perasaannya sendiri..ia belum pernah merasakan ini sebelumnya,,bahkan saat dulu bersama Reva..yang hampir saja menjadi istrinya..


"astaga aku ini kenapa " ucapan Arya kali ini terdengar di telinga Raisya dan membuat gadis itu menoleh.


"mas,,mas Arya kenapa belum tidur?? apa ada yang mengganggu pikiran mas..hmm aku tahu mas pasti tidak nyaman dengan posisi kita seperti ini jadi biar aku yang pindah ke sofa mas tidur di ranjang.." ucap Raisya seraya bangkit dari tidurnya berencana untuk pindah ke sofa tapi dengan cepat Arya meraih tangannya..dan melarangnya.


"jangan,,kamu disini saja ,,aku malah merasakan sangat nyaman saat kita seperti ini..jadi tetaplah disini.."


Dengan permintaan Arya,,Raisya kembali berbaring di samping Arya sang suami..dan kembali pula membelakangi Arya seperti biasanya..Arya yang melihatnya reflek memeluknya dari belakang dan mencium rambutnya...membuat tubuh Raisya membeku..ia berusaha melepas pelukan itu tapi Arya malah semakin erat memeluknya.


"tetaplah seperti ini.." ucap Arya yang mengerti bahwa sang istri berusaha melepas pelukannya..


Jujur Arya tak ingin melepaskan istrinya walau sedetik pun..ia takut bila ia melonggarkan pelukannya gadis itu akan jauh dari jangkauannya.


Dan Raisya pun hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi saat ini..jujur ia juga merasakan hal yang sama,,ia merasa nyaman saat berada dalam pelukan pria itu,,namun ia takut semua ini hanya mimpi yang akan berakhir saat ia membuka mata di ke esokan harinya.


Ke esokan paginya Arya terbangun terlebih dahulu..ia menyunggingkan sebuah senyuman melihat wanitanya tertidur lelap dalam pelukannya.


"mengapa hatiku bisa merasa sebahagia ini,hanya dengan cara yang sederhana,,hanya dengan melihat nya saat aku pertama kali membuka mata ku di pagi hari..???" batin Arya..


Tak lama kemudian ia merasakan bahwa gadis yang beberapa saat lalu terlelap dalam pelukannya perlahan terbangun dan membuka mata.


"selamat pagi.." ucap Arya saat melihat gadisnya membuka mata..


"selamat pagi mas" Raisya masih mencoba mengumpulkan sebagian ruh nya yang masih belum terkumpul sepenuhnya..hingga ia belum sadar bahwa ia masih dalam pelukan suaminya.


"astaga..!!" Raisya terkejut saat melihat dirinya dalam pelukan sang suami saat ia benar benar sudah terjaga.


Melihat keterkejutan sang istri,,Arya hanya tersenyum geli..melihat wajah polos istrinya.


"maaf mas..aku..." Raisya bicara dengan terbata bata..ia merasa tak enak karena tidur beralaskan tangan sang suami sekaligus bos nya di kantor..


"kamu kenapa minta maaf....memang salah kalau kamu tidur beralaskan lengan suami kamu..?? " ucap Arya sambil tersenyum..namun lain dengan Raisya ia tersipu malu,,wajahnya memerah menahan malu..membuat Arya semakin gemas melihatnya,,kalau saja Raisya benar benar istrinya,,ia pasti sudah di lahap habis olehnya.


"sudah sekarang kamu mandi dulu atau masih tetap mau disini seperti ini..??" Arya menggoda sang istri..membuat sang istri tersipu malu..dan langsung berlari ke kamar mandi.


"Raisya Raisya polos banget kamu.." Arya menggeleng sambil tersenyum melihat sang istri yang tersipu malu saat tahu ia tertidur dalam pelukannya.


Menunggu sang istri dalam kamar mandi..terdengar dering ponsel Raisya yang berada di atas meja.


Sebelumnya ia tak ingin mengangkat telpon dari ponsel Raisya tapi berhubung ia melihat nama yang muncul di layar ponsel itu..ia jadi berubah pikiran untuk menerima panggilan tersebut.


"hallo,,selamat pagi.." jawab Arya sedikit bernada tegas..karena ia tahu yang menelpon istrinya adalah Dimas teman kuliah sang istri.


"pak Arya maaf..ini saya Dimas.." jawab Dimas dari seberang telepon.


"hmm..ya qda apa..?" jawab Arya singkat terlihat jelas bahwa ia tak menyukai Dimas.

__ADS_1


"maaf pak..apa saya bisa bicara dengan Raisya..??.." tanya Dimas pada Arya lawan bicaranya di telpon.


"Raisya sedang di kamar mandi..anda ada perlu apa dengan istri saya biar nanti saya sampaikan.." jawab Arya.


"begini pak rencananya akan ada reuni kampus angkatan Saya dan Raisya..di Jakarta..dan saya berniat untuk memberitahu Raisya soal hal ini.."


Dimas menjelaskan soal mengapa ia menghubungi Raisya.


"hmm..tapi saat ini saya dan Raisya sedang berlibur ke Bali..dan baru akan kembali ke Jakarta minggu depan.." jawab Arya.


"acaranya di adakan akhir bulan ini pak jadi tolong sampaikan pada Raisya kami sangat mengharap kehadirannya nanti.." ucap Dimas..


"baiklah nanti akan saya sampaikan pada Raisya..ada lagi yang mau di bicarakan..??" tanya Arya to the point membuat tak enak hati lawan bicaranya..


"gak ada pak,,kalau begitu sampaikan salam saya pada Raisya,,selamat pagi.." ucap Dimas mengakhiri percakapan.


"pagi.." jawab Arya singkat..kemudian menutup ponselnya dengan sedikit kesal.


ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka..dan Raisya keluar dari sana masih memakai kimono dengan rambut basah yang di bungkus handuk.


"sudah selesai mandinya.." tanya Arya saat melihat sang istri muncul.


Raisya pun menjawab dengan anggukan dan seulas senyum manis..yang terus duduk di depan meja rias dan bergantian Arya yang pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai merias wajahnya dan berganti pakaian ia pun mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.


Baru saja ia ingin menghubungi keluarganya..tapi ketika itu ia melihat ada panggilan masuk dari Dimas..


"mas Dimas,,ada apa tumben pagi pagi nelpon..??" ucap Raisya lirih.


Tak lama Arya muncul dan melihat Raisya mengutak atik ponselnya.


"oiya Sya,,tadi Dimas telpon aku yang terima..katanya alumni angkatan kalian akan mengadakan reuni akhir bulan ini.." jelas Arya pada Raisya.


"iya mas sebenarnya sudah lama sih angkatan aku pengin mengadakan reuni tapi belum kesampaian.." ucap Raisya.


"kamu mau ikut acara itu..?? " tanya Arya pada Raisya.


"hmm kalau mas mengijinkan aku akan ikut,,kalau gak juga gak apa apa.." ucap Raisya.


Arya hanya tersenyum melihat ekspresi sang istri.


"iya kamu boleh ikut,,tapi mungkin aku gak bisa temani kamu..soalnya akhir bulan ini kamu tau sendiri banyak agenda meeting.."


"tapi mas kalau memang kantor sedang sibuk,,aku gak ikut reuni gak apa apa..bisa ikut lain waktu.." ucap Raisya.


"gak apa apa..kamu tenang aja ada Leo yang bantu aku..sekalian kamu bisa kumpul kumpul lagi dengan teman teman kamu..pasti kangen lama gak ketemu.." terang Arya sambil membelai puncak kepala istrinya dengan lembut..


"tapi mas,,pekerjaan mas juga jadi kerjaan aku..karena aku sekretaris mas Arya.." sanggah Raisya.


"gak apa apa Sya,,kamu lupa selain sekretaris aku,,kamu juga istri aku..jadi aku mesti kasih waktu kamu buat kumpul dengan teman teman kamu juga itu privasi kamu..sudahlah kamu tenang saja aku bisa handel semuanya.."


jelas Arya pada sang istri.


"oh iya sudah waktunya sarapan kita sarapan dulu yuk..kamu mau sarapan di luar apa disini saja..?" tanya Arya.


"terserah mas Arya saja aku ngikut.." jawab Raisya yang selalu ngikut apa kata suaminya.


Mereka pun akhirnya pergi ke resto lantai bawah untuk sarapan.


to be continued ✍️👉👉👉👉

__ADS_1


__ADS_2