
"jagoan papa nendang nendang yaa,,main bola yaa di dalam perut mama.." Kali ini Arya sedang di kamar bersama Raisya,,merasakan pergerakan calon bayi mereka yang masih ada dalam perut Raisya.
"sayang,,jagoan papa,,gak boleh rewel ya di dalam perut mama,,kalau kamu rewel kasihan mama,,kamu sayang kan sama mama,,??kalau sayang gak boleh rewel yaa,," Arya mengajak ngobrol bayinya sambil mendekatkan telinganya dan mengelus perut istrinya,,sementara istrinya mengelus rambutnya lembut...terlihat sekali mereka bahagia dengan hadirnya calon bayi mereka.
"Dedek gak rewel kok mas,,dia pinter di dalam,,cuma kadang nendangnya kenceng banget bikin aku kaget.." ucap Raisya mendengar obrolan suaminya dengan calon anak mereka dalam perutnya.
"sayang,,kamu udah punya pilihan nama belum untuk calon anak kita,," Arya kembali duduk seraya menanyakan soal nama calon bayinya..dan Raisya pun menggeleng pelan sambil tersenyum...kemudian Arya pun berpikir sejenak sebelum akhirnya mendapatkan ide.
"hem bagaimana kalau kita kasih nama dia Arsya,,artinya Anak Arya dan Raisya,,?? bagus gak,,??.." Raisya mengangguk tanda ia setuju dengan pilihan Arya..
"baiklah kalau begitu kita kasih nama bayi kita Arsya,,untuk kepanjangannya kita pikirkan lagi nanti.."
Mereka ber 2 terlihat sangat bahagia karena buah cinta mereka akan segera hadir ke dunia..yang akan menjadikan mereka sepasang orang tua...
"sekarang kita tidur yaa ini sudah malam,,dan besok aku ada meeting dengan klien jam 9 pagi.." Raisya mengangguk mendengar ucapan suaminya..dan merek pun berangkat tidur..Raisya tidur di pelukan hangat suaminya..entah sejak kapan pelukan suaminya itu menjadi tempat paling nyaman setelah dekapan ibunya.
"Sya,,,"
"hmmb,,,"
"nanti kamu lahirannya secar aja yaa,,??"
"hmm..kenapa mesti secar mas kalau bisa lahiran normal??" Raisya terkejut mendengar ucapan Arya untuk melahirkan secara secar..
"bukan kenapa napa,,aku pernah baca kalau sakitnya orang mau lahiran itu,,ibarat 1000 rasa sakit jadi satu..aku gak akan tega lihat kamu kesakitan kayak gitu nantinya.."
Raisya tersenyum mendengar alasan suaminya memintanya untuk secar..
"mas,,melahirkan dan memiliki anak itu sudah kodrat seorang wanita..seorang wanita bisa bener bener di katakan sempurna kalau ia bisa melahirkan seorang anak dari rahimnya..dan aku ingin merasakan itu semua mas,,rasa sakit itu hanya sementara dan di balik rasa sakit itu ada kebahagiaan yang menanti kita...jadi mas gak usah khawatir..doakan saja semua berjalan lancar,,yang aku pengen cuma dukungan dan semangat dari mas..gak lebih.." Raisya menjelaskan keinginannya pada sang suami,,dan pada akhirnya suaminya pun mengerti walaupun mungkin ia tak akan tega saat melihat nya kesakitan di kamar bersalin..tapi itulah konsekuensinya.
***
Hari ini Raisya semangat sekali memasak untuk makan siang,,karena tadi Arya bilang akan makan siang dirumah..jadi ia sendiri yang menyiapkannya.
"mbak..di depan ada tamu.." sang bibik pergi ke dapur menyusul Raisya dan memberi tahu bahwa ada tamu di depan mencarinya.
"siapa bik..?"
"gak tahu mbak,,mereka bilang orang suruhan mas Arya..sepetinya mereka membawa perlengkapan bayi deh mbak.." mendengar ucapan bibik Raisya langsung pergi ke depan menemui tamunya,,sebelumnya ia menitipkan masakannya pada bibik..
"selamat siang..maaf ini dengan ibu Raisya..?," tanya salah seorang dari tamu yang datang saat bertemu dengan Raisya.
"siang,,iya saya sendiri ada apa yaa,,??" tanya Raisya agak bingung,,karena melihat ada 3 orang yang datang menemuinya dengan membawa mobil box di depan.
"kami dari desain interior,,*my baby* kami kesini karena pak Arya yang meminta..kami diminta pak Arya untuk membantu menyiapkan kamar calon bayinya.." Raisya sempat berpikir,,tadi pagi Arya gak ngomong apa apa soal ini..
"kalau ibu tidak percaya silakan telpon Pak Arya.." Petugas dari desain interior meminta Raisya menelpon Arya untuk memastikan benar atau tidaknya saat melihat raut keraguan di wajah Raisya.
"maaf sebentar yaa mas,,saya telepon suami saya dulu,," Raisya mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan menelpon Arya..dan ia pun segera mempersilakan tamunya untuk masuk dan mulai mengerjakan tugasnya,,setelah sebelumnya mendapat penjelasan dari Arya,suaminya.
Dan inilah hasilnya,,Raisya yang memilih sendiri desain untuk kamar calon bayinya,,ia memilih model minimalis.
"gimana mas pilihan aku,,bagus nggak,,??" Raisya memperlihatkan pilihan desainnya kamar bayinya pada Arya yang baru saja pulang dari kantor.
"bagus sayang,,aku suka,,pasti bayi kita juga suka nanti,,,iya kan ?? jagoan papa,,liat ini kamar kamu nanti..kamu suka kan,,?? ini mama pilihkan spesial buat kamu " ucap Arya sambil mengelus perut buncit istrinya dan menciuminya.
...----------------...
Beberapa hari kemudian Raisya pamit pada ibu mertuanya untuk pergi ke kantor suaminya mengantar makan siang,,karena tadi pagi tak sempat sarapan ada meeting mendadak .
"ma,,Raisya pamit dulu ya,mau antar makan siang untuk mas Arya.."
"iya,,tapi sopir lagi ngantar papa keluar,,kamu ke sananya gimana,,??"
"gak apa apa ma,,Raisya sudah pesen taxi online kok,,bentar lagi juga datang,,nah itu dia,," ucap Raisya ketika mendengar suara mobil di halaman rumah.
"ma Raisya pergi dulu yaa,,"
__ADS_1
"iya kamu hati hati di jalan ya sayang,,"
"iya ma,,Assalamualaikum,,"
"waalaikumsalam,,"
Raisya berangkat ke kantor dengan taxi online,,setelah sebelumnya berpamitan pada ibu mertuanya.
****
"selamat siang Yen.."
"eh mbak Raisya selamat siang..mau ketemu pak Arya..??" tanya Yeni resepsionis kantor Arya.
"iya ada kan..?" tanya Raisya sambil tersenyum.
"ada mbak,,perlu saya antar..?"
"gak usah aku sendiri saja..makasih yaa.." Raisya segera menuju pintu lift..dan menekan tombol angka 4 yang akan membawanya ke lantai 4 dimana ruang kerja suaminya.
ting
pintu lift lantai 4 sudah terbuka dan beberapa langkah lagi ia sampai di ruang kerja suaminya.
Dengan bahagia ia melangkahkan kakinya menuju ruang kerja suaminya sambil membawa makanan untuk sang suami.
"assalamualaikum,,"
"waalaikumsalam.."
Alangkah kagetnya Raisya ketika masuk ke ruang kerja suaminya,,disana ia melihat suaminya sedang bersama seorang perempuan cantik..berpakaian mini,,dan perempuan itu berdiri di samping suaminya yang sedang duduk di kursi kebesarannya..entah kenapa melihat pemandangan tersebut hati Raisya terasa sakit.
"eh sayang,,ayo masuk.." sapa Arya ketika melihat Raisya sudah berada di depan pintu ruangannya..ia pun segera berdiri dan menyambut kedatangan sang istri meninggalkan wanita yang tadi bersamanya.
"maaf mas,,aku cuma mau antar makan siang buat mas,,tadi pagi mas gak sempat sarapan..kalau gitu aku pulang dulu,,ini makan siang buat mas,," sambil memberikan sekotak makan siang untuk Arya Raisya pun segera pamit,,.
Melihat ekspresi yang tak biasa istrinya..Arya pun melarangnya untuk pulang..ia meminta Raisya duduk di kursinya serta memperkenalkan wanita yang tadi bersamanya saat Raisya masuk ke ruangannya.
"Tari perkenalkan ini Raisya istri saya.."
"siang buk saya Tari manager keuangan baru disini,,senang bisa berkenalan dengan ibu.."
Raisya hanya tersenyum seraya berjabat tangan dengan Tari..wanita yang tadi satu ruangan dengan suaminya..tapi senyumnya terlihat sangat aneh seperti tak ikhlas.
"baiklah pak saya permisi dulu,,nanti saya akan kembali lagi setelah bapak membaca laporan keuangannya,,"
"iya nanti akan saya hubungi jika sudah selesai.."
"permisi pak buk.." Tari permisi keluar karena merasa tak enak karena ada ibu bos disana di tambah lagi ia melihat raut wajah istri direkturnya sedang tidak baik baik saja.
"sayang kenapa kamu gak bilang kalau kamu mau kesini,,aku kan bisa minta sopir buat jemput kamu.." tanya Arya sambil berjongkok di depan Raisya yang sedang duduk di kursinya.
"tadi rencananya aku mau buat kejutan,,dengan datang kesini membawa makan siang buat mas,,tapi..??"
"tapi apa,,? humb...kamu marah karena tadi aku ber 2 sama Tari disini,,??" Arya bertanya begitu seolah ia tahu apa yang ada dipikiran istrinya.
"kamu cemburu,??"
"e,,enggak aku gak cemburu.." jawab Raisya terbata ia malu mengakui bahwa ia cemburu bila melihat suaminya bersama wanita lain walaupun itu staf nya sendiri.
Mendengar jawaban dan melihat ekspresi istrinya Arya hanya tersenyum kemudian ia berdiri dan memeluk istrinya dari belakang..
"sayang dengerin aku yaa,,Tari itu cuma staf aku gak lebih,,kita tadi sedang bahas kerjaan bukan yang lain.."
"tapi dia muda,,cantik,,dan juga seksi kan,,??" ucap Raisya dengan wajah cemberut sangat terlihat kalau sedang terbakar cemburu.
"Sayang,,seberapa pun cantiknya wanita di luar sana,,bagiku kamu yang paling cantik,,dan aku cuma mau kamu bukan yang lain.." Arya berbicara seraya berjongkok kembali di depan istrinya sambil mencium tangan istrinya..Raisya tersenyum dan tersipu malu mendengar kata kata suaminya,,
"tapi aku seneng kamu cemburu seperti ini,,karena itu berarti kamu cinta sama aku,,seperti aku yang sangat mencintai kamu dan juga calon bayi kita..,jadi kamu gak usah berpikiran macam macam yaa,,"
__ADS_1
"memangnya kelihatan banget yaa kalau aku cemburu..?" tanya Raisya penasaran.
"iya,,dan kamu terlihat semakin cantik kalau lagi cemburu.."
Arya tersenyum sambil mencubit mesra pipi Raisya yang akhirnya menciptakan sebuah senyuman di bibir istrinya itu.
"ya sudah kita makan bareng,,aku sudah lapar,,tapi aku maunya di suapin sama istri aku yang paling cantik ini.." mendengar ucapan suaminya Raisya tersenyum dan membuka kotak makanan yang berisi makan siang untuk suaminya,,kemudian atas permintaan sang suami ia pun menyuapinya dengan penuh kasih sayang.
Setelah selesai makan Arya mengajak Raisya pulang,,karena istrinya butuh istirahat.
"sekarang kita pulang,,"
"kok pulang,,??"
"terus kamu maunya kemana lagi sayang,,??"
"bukan itu,,tapi kan mas Arya lagi banyak kerjaan..biar aku pulang sendiri saja.."
"enggak mungkin kan aku biarin istri aku pulang sendiri naik taxi,,sudah kita pulang,,urusan kerjaan bisa diselesaikan nanti..yang penting kamu jangan sampai kecapean.."
Raisya hanya menurut apa kata suaminya..dan mereka pun pulang bareng.
"mas,,kita mampir ke supermarket sebentar yaa aku mau belanja kebutuhan rumah.."
"biar nanti bibik aja yang belanja yaa,,kamu tinggal catat apa yang perlu di beli.."
" sebentar saja mas,,kasian bibik udah capek ngurus rumah masih disuruh belanja,,lagi pula kan sekalian mampir mas.."
"okey,,baiklah kalau itu mau kamu..kamu bilang saja apa yang perlu di beli,,biar aku yang belanja kamu tunggu di mobil yaa,,lihat kaki kamu bengkak dan takutnya tambah bengkak lagi kalau di pakai jalan lama lama,," Ucap Arya seraya membelai rambut istrinya dengan sebelah tangan nya karena satu tangan yang lain menyetir..Raisya pun tersenyum dan menurut.
Kini mereka sudah sampai di parkiran supermarket..Arya pun segera turun dari mobil setelah mendapat catatan belanjaan dari sang istri.
"kamu tunggu disini yaa,,jangan kemana mana..aku cuma sebentar .." ucap Arya sebelum akhirnya keluar dari mobil dan masuk ke supermarket.
Sambil menunggu Arya kembali Raisya memainkan ponselnya agar tidak jenuh sendirian di mobil.
Tanpa ia ketahui ada seseorang yang membuntutinya dari ia keluar rumah,,dan orang itu adalah Reva beserta 2 orang preman suruhannya..
"sekarang kalian lakukan tugas kalian,,ingat jangan sampai gagal.." tegas Reva pada 2 orang preman suruhannya yang kini berada tak jauh dari tempat Raisya.
"baik bos,,"
Dan akhirnya 2 orang preman suruhan Reva beraksi ,,mereka berkedok seorang perampok untuk mencelakai Raisya yang kini sedang sendirian di mobil.
"kali ini rasakan pembalasan ku wanita ******,,siapa suruh kamu berurusan dengan ku.." ucap Reva sinis saat melihat 2 orang preman suruhannya beraksi mencelakai Raisya.
Saat ini Raisya merasa sangat ketakutan melihat 2 orang pria bertubuh tinggi besar memakai masker menggedor gedor pintu mobilnya,,.memintanya keluar dari mobil..dan karena 2 orang itu mengancam akan memecahkan kaca mobilnya,,dengan terpaksa Raisya keluar,,kebetulan parkiran saat itu sedang sepi.
"serahkan semua barang barang kamu..cepat,!!" 2 preman itu meminta barang barang berharga milik Raisya..tapi Raisya tak begitu saja memberikannya,,ia masih mencoba melawan dan teriak teriak minta tolong..
Karena merasa terancam preman itu mengambil tas kecil milik Raisya dan seorang lagi mendorong dan menendang perut Raisya hingga ia terbentur pintu mobil..setelah merasa korban terluka preman itu segera kabur meninggalkan tempat itu dan meninggalkan Raisya dalam keadaan kesakitan.
Raisya berteriak teriak minta tolong dan akhirnya scurity supermarket datang menolongnya..dibantu oleh beberapa orang yang kebetulan melintas disana.
"akhirnya beres juga urusan belanja,," ucap Arya ketika ia keluar dari supermarket..namun ia sedikit kaget melihat kerumunan orang di depan..
"maaf ada apa ya mas,,??" tanya Arya pada seseorang laki laki muda yang ada di dekatnya.
"itu mas,,ada wanita hamil dirampok..dan sepertinya wanita itu terluka cukup parah.."
Mendengar kata wanita hamil Arya bergegas menuju tkp..karena lokasinya dekat dengan mobilnya.
"Yaa Tuhaan Raisya .." Arya terkejut saat melihat bahwa yang dirampok adalah istrinya..apalagi ia melihat banyak darah mengalir di kaki sang istri..ia segera berlari ke arah istrinya mengambil alih peran scurity yang menolong Raisya,,setelah sebelumnya ia melemparkan belanjaannya ke sembarang arah..kemudian ia meminta bantuan orang orang untuk membawa Raisya masuk ke mobilnya dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
"kamu bertahan sayang..."
"sakit banget mas,,"
"iya sayang kamu bertahan yaa,,kita kerumah sakit sekarang.." ucap Arya sambil terus mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat..
__ADS_1
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉