
"mas, aku ke toilet dulu ya,!" ijin Raisya pada Arya.
"Yasudah aku antar ya,,?"
"gak usah mas, aku sendiri saja, sebentar saja kok.." Raisya menolak tawaran Arya yang ingin mengantarnya ke toilet .
"atau biar Bella yang temani kamu?" tanya Arya kembali.
"gak usah mas, lagian toiletnya cuma di ujung situ, aku ke toilet dulu ya.." tolak Raisya kembali kemudian ia pergi ke toilet sendirian.
Arya pun membiarkan Raisya pergi ke toilet sendiri, sedangkan dia kembali berbincang dengan para pebisnis lainnya.
......................
Lain hal nya dengan Reva, ia membuntuti Raisya ke toilet.
Kelihatannya ia punya rencana tidak baik pada Raisya.
Reva pun menunggui Raisya di depan toilet..namun sesaat kemudian ia melihat ada papan tulis bahwa lift sedang dalam perbaikan di depan pintu lift yang letaknya tak jauh dari toilet.
Ia pun menunjukkan senyum liciknya seraya berjalan ke arah pintu lift..dan ia pun dengan sengaja menyisihkan papan tulisan itu.
Selanjutnya ia memanggil seorang cleaning servis yang sedang membersihkan area di sekitar sana.
" mas mas, bisa minta tolong tidak?" Reva memanggil seorang cleaning servis yang sedang bekerja.
"iya mbak, mau minta tolong apa?"
"saya mau minta tolong,,nanti kalau ada perempuan cantik berbaju baru keluar dari toilet tolong kasih tahu kalau suaminya menunggunya di lantai 4 gedung ini."
"maksudnya,,perempuan yang...?"
"namanya Raisya Wijaya, dia adalah istri dari pengusaha muda Arya Wijaya., dia menantu keluarga Wijaya.. dan ini tips buat mas,,sekali lagi terimakasih ya mas." Reva memberikan sejumlah uang kepada cleaning servis tersebut untuk menjalankan rencananya.
"terimaksih mbak,,nanti saya akan beritahu ibu Raisya kalau sudah di tunggu suaminya di lantai 4."
Reva pun merasa sangat bahagia karena rencananya mencelakai Raisya akan berhasil kali ini.
"akhirnya aku bisa kasih pelajaran buat wanita jal*** itu." ucap Reva dengan senyuman liciknya kemudian ia berjalan menuju ke tempat para tamu undangan yang lain.
"hay Arya, apa kabar?" sapa Reva pada Arya yang kini sedang berbincang dengan para rekan bisnisnya.
Mendengar sapaan dari Reva, Arya terlihat kaget, namun ia bisa segera mengatasi situasi.
"ngapain kamu disini?" tanya Arya dengan nada ketus.
"kenapa sih kamu tidak bisa sedikit saja bersikap lembut sama aku seperti waktu kita bersama dulu."
ucap Reva dengan tetap berusaha mendekati Arya.
"aku bersikap lembut sama perempuan seperti kamu? jangan harap,, aku bisa bersikap lembut pada semua orang terkecuali kamu."
"pasti ini karena perempuan itu kan? dia yang sudah terang terangan merebut kamu dari aku, menghancurkan hubungan kita."
"kamu tahu tidak perempuan yang kamu sebut itu adalah istri aku, dia hidup aku, dan apa kamu lupa siapa yang sudah menghancurkan hubungan kita? atau kamu sudah lupa dengan. kejadian waktu itu, apa perlu aku perlihatkan cctv nya ke kamu, agar kamu tak sembarangan menuduh orang untuk menutupi kebusukan kamu?
Asal kamu tahu saja,kalau bukan karena Raisya, pasti sekarang kamu sudah membusuk di penjara karena kelakuan kamu yang sudah sengaja mencelakai Raisya dan membuat kami kehilangan anak kami.".
"terus,,terus saja kamu bela dia, apa sih istimewanya wanita itu dibanding dengan ku..dia hanya Upik abu yang bermimpi menjadi Cinderella..dan bodohnya kamu terjerat dengan jebakannya." ucap Reva merendahkan Raisya di depan Arya.
"tutup mulut kamu, "Arya mulai muak dengan Reva.
"kamu mau tahu apa yang membedakan kamu sama Raisya? kamu itu wanita murahan dan Raisya wanita terhormat.
__ADS_1
ya memang benar apa yang kamu katakan, aku ini memang bodoh, iya aku bodoh karena dulu pernah terlibat sebuah hubungan dengan kamu dulu..dan itulah hal yang paling aku sesali dalam hidup aku."
Kali ini Arya terang terangan kalau ia menyesal pernah mengenal perempuan seperti Reva dihadapan orangnya sendiri.
Tak jauh dari sana ada pak Wijaya dan istrinya dan juga Leo bersama Bella.
Mereka mengetahui kalau ada Reva disana.
"pa, lihat Reva lagi mencoba mendekati Arya lagi?
"sudahlah ma, Arya bukan anak kecil lagi, dia tahu bagaimana caranya menghadapi perempuan seperti Reva.
Arya pun terlihat mendatangi kedua orang tuanya dan juga putri kecilnya yang kini sedang berada dalam gendongan Bella.
"Arya, mau apa lagi Reva?" tanya ibu Lina pada sang putra ketika Arya bergabung bersama mereka.
"sudahlah ma, gak perlu kita bahas dia lagi." jawab Arya yang masih terlihat emosi karena Reva.
Sekarang ini ia masih belum sadar kalau, istrinya yaitu Raisya tidak ada bersamanya,
"Arya, Raisya mana?" tanya ibu Lina kembali.
"astaga ma,,iya Raisya tadi pamit ke toilet, tapi kenapa sampai sekarang belum juga kembali."
Akhirnya Arya sadar jika istrinya tak bersamanya. sudah lebih dari setengah jam istrinya pamit ke toilet dan belum kembali sampai sekarang.
"Arya, kamu ini bagaimana, kamu teganya membiarkan istri kamu pergi sendiri..yasudah ayo kita cari sekarang." ibu Lina mengajak Arya dan yang lain untuk mencari keberadaan menantunya, yaitu Raisya.
"Bella kamu tunggu saja disini sama Pelangi, biar kita yang cari Raisya." pinta Leo pada Bella.
"iya mas, kalau ada apa apa segera kabari aku ya mas," jawab Bella dengan nada khawatir.
......................
Mereka semua tak tahu kalau beberapa waktu yang lalu Raisya masuk ke dalam lift yang sedang dalam perbaikan.
"tolong..ada orang diluar? tolong tolong saya,, !" teriak Raisya dari dalam lift yang macet.
Beberapa waktu lalu ada seorang cleaning servis yang menghampirinya dan mengatakan jika ia ditunggu suaminya di lantai 4 gedung ini.
***flash back on.
"maaf mbak , apa mbak yang bernama Raisya Wijaya? tanya orang itu pada Raisya ketika ia baru saja keluar dari toilet dan berniat untuk kembali bersama Arya dan yang lain.
"iya mas, saya Raisya, ada apa ya mas?" tanya Raisya .
"iya mbak tadi ada yang pesan, kalau mbak Raisya di tunggu suaminya dan keluarganya di lantai 4."
"Oiya mas, terimakasih informasinya,,saya akan segera menyusul ke lantai 4." Raisya tanpa ragu mempercayai ucapan dari cleaning servis itu dan langsung saja masuk ke dalam lift yang terdekat dengannya saat ini, tanpa ia tahu kalau lift itu sedang dalam perbaikan***.
flash back off
"Sya kamu dimana sayang.." Arya dengan buru buru masuk ke toilet wanita.
"eh mas,,mas kok masuk toilet perempuan sih? "teriak para wanita yang ada di toilet tersebut.
"maaf,,,maaf mbak saya sedang mencari istri saya..apa masih ada orang lagi di dalam?" tanya Arya pada penghuni toilet perempuan setelah sebelumnya meminta maaf karena telah tidak sopan masuk ke toilet wanita.
"seperti nya sudah tidak ada orang lagi di dalam, cuma kita saja disini..permisi dulu mas, buk.." pamit 2 orang wanita yang tadi ada di toilet kepada Arya dan juga ibu Lina yang baru saja masuk kesana.
"bagaimana Arya, apa Raisya ada di dalam?" tanya ibu Lina pada Arya.
Arya hanya menggeleng, ia kelihatan frustasi karena tak menemukan istrinya.
__ADS_1
" coba kamu telepon Raisya,! " pinta ibu Lina.
Arya pun langsung merogoh ponselnya yang ada dalam saku celananya dan mencoba menghubungi nomor Raisya, namun hasilnya nihil.
Ponsel Raisya tak bisa dihubungi..
"ponselnya mati ma,,ya Tuhan Raisya kamu ada dimana sayang.." ucap Arya sambil mengacak acak rambutnya frustasi.
"maaf pak bagaimana kalau kita berpencar mencari mbak Raisya..agar kita cepat menemukannya, saya juga akan minta tolong pada pihak penyelenggara untuk membantu menemukan mbak Raisya." saran Leo pada Arya dan juga yang lain agar mereka segera menemukan Raisya.
Leo pun segera mencari bantuan pada penyelenggara acara ini untuk segera menemukan Raisya.
"Rasakan kamu wanita jal**** kali ini tak ada yang bisa menolong kamu,," ucap Reva ketika ia tahu semua orang mencari Raisya.
Kemudian ia pun melenggang tanpa beban meninggalkan acara.
***
"maaf pak,, tadi mas ini sempat bertemu dengan mbak Raisya di depan lift ini." Leo membawa seorang cleaning servis yang tadi menyampaikan pesan dari Reva untuk Raisya.
"mas,benar mas tadi bertemu istri saya..sekarang istri saya dimana?" tanya Arya dengan sedikit memaksa pada laki laki itu.
"maaf pak,, memang tadi saya bertemu dengan istri bapak di depan pintu lift,,kemudian saya lihat istri anda masuk ke dalam lift menuju lantai 4 setelah saya menyampaikan pesan kalau bapak menunggunya dilantai 4." terang cleaning servis itu jujur.
Arya kaget mendengar ucapan cleaning servis tersebut, karena ia tak merasa meminta nya untuk menyampaikan pesan itu.
"kamu jangan bicara yang tidak tidak, dari tadi saya dan keluarga saya ada disini, dan tak ada yang menyuruh mas berkata seperti itu pada istri saya." kini Arya mulai emosi..ingin rasanya ia menonjok laki laki itu, untung saja ada Leo dan yang lain yang menghalanginya.
"pak, pak Arya tenang dulu,,lebih baik sekarang kita susuk mbak Raisya ke lantai 4,siapa tahu mbak Raisya sedang menunggu disana." saran Leo seraya menenangkan Arya.
Arya pun segera menuju pintu lift bersama yang lain. tapi sesaat kemudian ada pihak penyelenggara yang mengatakan kalau lift itu sedang dalam perbaikan.
Seketika pikiran Arya campur aduk mendengar hal itu.
Ia pun segera meminta teknisi untuk menyelamatkan istrinya yang terjebak di dalan lift.
"mari pak kami antar ke ruang operator,,agar kami bisa melihat dimana posisi istri anda sekarang." ucap salah seorang penanggung jawab acara.
Arya dan yang lain segera pergi keruangan yang dimaksud.
Sampai disana seorang operator mulai mencoba mengecek kamera cctv yang tertuju pada lift.
Dan ternyata memang benar Raisya terjebak di dalam sana.
Terlihat Raisya sangat ketakutan disana.
"pak biar saya bicara dengan istri saya." dengan sebuah alat khusus, Arya bisa berbicara dengan Raisya.
"sayang, ini aku,,kamu tenang ya,,kita disini akan segera menolong kamu," ucap Arya menenangkan istrinya yang tengah terjebak dalam lift.
mas Arya tolong aku, aku takut,, " Raisya pun membalas ucapan Arya, namun suaranya terdengar sangat lemah karena ia sudah terjebak disana sekitar setengah jam, jadi kadar oksigen disana sudah berkurang membuat nya susah bernapas.
"sayang, Raisya kamu yang tenang aku akan menolong kamu."
Arya dengan sangat khawatir mencoba menenangkan Raisya.
"Sya,,,sayang kamu gak apa apa kan? sayang..kamu dengar aku kan ? sayang?" Arya berteriak teriak memanggil istrinya tapi kini tak ada jawaban dari sana, yang ia lihat sekarang istrinya itu sedang duduk bersandar dinding lift.
"pak tolong segera lakukan sesuatu untuk menolong istri saya, cepat." Arya berteriak meminta pada pihak penyelenggara untuk menolong Raisya, ia takut terjadi hal buruk pada istrinya dan juga calon bayi nya
"iya pak..tim kami sudah berusaha untuk menolong istri anda.."
Apa yang akan terjadi pada Raisya selanjutnya? apakah tim mekanik akan berhasil membebaskan nya dari jebakan lift yang macet karena ulah Reva.?
__ADS_1
...****************...
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉