Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 55*


__ADS_3

Hari ini Raisya merasa gak enak badan..tiba tiba ia merasa lemes..pusing dan badannya juga demam.. sedari Arya berangkat ke kantor ia kembali istirahat di kamar.. ditemani si kecil yang bermain di atas tempat tidur.


tok tok tok..


"masuk.." jawab Raisya..ternyata Bella yang datang membawa sebotol susu untuk si kecil.


"sayang nya Tante..minum susu dulu ya..." ucap Bella ketika masuk ke dalam kamar Raisya..ia pun duduk di atas tempat tidur..dan memberikan susu pada si kecil..


"kamu kenapa Sya..kok wajah kamu pucet gitu...kamu sakit.." tanya Bella sambil memegang kening Raisya..


"kamu demam Sya..badan kamu panas..biar aku ambilkan air buat kompres ya.."


"aku gak apa apa Bell cuma pusing aja.."


"sudah kamu diam aja disini..Cantik kamu jagain mama dulu ya Tante mau ke belakang..jangan nakal ya.." ucap Bella pada Pelangi.


Bella kembali ke dapur mengambil air dalam panci dan dan membawa kain kecil untuk mengompres Raisya yang sedang demam.


Hari ini orang rumah pada pergi..ibu Lina pergi belanja dengan eyang putri sedangkan pak Wijaya pergi mancing bersama ayahnya...Tania pergi ke toko buku..


Baru mau naik ke lantai 2..telepon rumah berdering..Akhirnya Bella berhenti dulu untuk angkat telpon.


"hallo.."


"hallo Bella..ini aku Arya..Raisya kemana ya..dari tadi aku coba telpon gak diangkat..kamu lagi sama dia gak.?" ternyata Arya yang telpon menanyakan Raisya.


"oh ..mas Arya..itu Raisya lagi demam mas..ni juga aku lagi ambil kompresan.."


"apa Raisya demam..sejak kapan ?? tadi pagi kelihatannya baik baik saja..yasudah tolong kamu urus Raisya sebentar aku pulang sekarang.."


"iya mas.."


Bella pun langsung kembali ke kamar Raisya untuk mengompres Raisya yang lagi demam..sedangkan Arya dia langsung ke ruangan Leo bilang kalau ia akan pulang sekarang..karena Raisya lagi sakit.


"Leo..".


"ya pak.."


"saya akan pulang sekarang istri saya lagi sakit..tolong kamu handle semua urusan kantor..kalau ada apa apa langsung hubungi saya atau langsung kerumah .."


"baik Pak..semoga ibu Raisya cepat sembuh.."


"iya terimakasih Leo.."


Arya langsung pulang dengan mengendarai mobil mewahnya menuju jalan pulang..untung saja jalanan tidak terlalu macet..jadi setengah jam Arya sudah sampai dirumah.


Sampai dirumah Arya langsung menuju ke kamar untuk melihat kondisi istrinya..


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam..mas Arya sudah datang.."


melihat Arya datang..Bella yang sedari tadi duduk di dekat Raisya berdiri dan memberikan tempat pada Arya.


"bagaimana dengan Raisya apa demamnya sudah turun.?."


"belum mas,," ucapnya sambil menggelengkan kepala..


"Ya Tuhan Sya..kenapa bisa demam begini sih kamu sayang.."Arya duduk di dekat Raisya sambil mengecek suhu badannya dengan tangannya..dan memang demamnya masih tinggi.


"sebenarnya sudah dari beberapa hari yang lalu..Raisya mengeluh kurang enak badan.." ucap Bella.


"kenapa kamu gak ngomong sama aku.."


"Raisya yang meminta ku untuk tidak memberitahukan ini pada mas Arya..dia gak mau membuat mas dan semua orang khawatir.." terang Bella.


"Raisya memang selalu begitu..dia selalu memikirkan orang lain.."

__ADS_1


"sebenarnya aku curiga kalau...ini bukan sakit biasa..??"


"maksud kamu...??apa ada yang serius dengan Raisya..?" Arya jadi khawatir mendengar ucapan Bella.


"bukan itu maksud ku..tapi aku curiga dengan keanehan Raisya beberapa hari terakhir ini..tiba tiba saja dia pengen makan martabak ditempat itu..minta cilok..moodnya mudah berubah..aku berharap ini keajaiban.."


"aku gak mengerti maksud kamu..coba langsung saja jangan membuat aku bingung.."


"Aku curiga kalau Raisya sekarang sedang hamil.."


Arya kaget sekaligus bahagia mendengar ucapan Bella..ia pun sangat berharap Raisya benar benar hamil.


"tapi itu cuma perkiraan aku,,tapi beberapa hari yang lalu Raisya memang cerita kalau dia telat mens..tapi dia takut ngomong sama mas dan yang lain..dia takut mas dan keluarga berharap lebih..karena ia tahu kemungkinan itu sangatlah kecil..aku sudah memintanya untuk testpack tapi dia gak mau Raisya gak mau mengecewakan mas dan keluarga disini..."


Bella menjelaskan tentang apa yang diketahuinya tentang Raisya.


"Yasudah sebaiknya sekarang kamu tolong urus Pelangi saja..biarkan aku yang urus Raisya.." Arya meminta Bella untuk mengurus pelangi saja sementara dia sendiri yang akan meneruskan merawat Raisya..Dan Bella pun segera membawa si kecil keluar dari kamar itu.. meninggalkan Raisya bersama dengan Arya.


Sepeninggal Bella..Arya mengganti kompresan yang ada di kepala istrinya kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk ganti baju..setelah itu kembali menemani Raisya di tempat tidur.


Arya memandang lekat wajah pucat sang istri ia merasa bahwa istrinya itu menanggung beban yang sangat berat..karena ia sangat sulit untuk memberikan keturunan pada keluarga mereka..padahal jujur..dari dalam lubuk hati Arya..ia pun sudah ikhlas dan pasrah jika memang mereka tidak di karuniai keturunan..toh sekarang mereka punya Pelangi..dan sebenarnya..pihak keluarga Wijaya juga tak mengharuskan Raisya untuk memiliki keturunan..karena mereka sangat paham bagaimana rasanya di posisi Raisya.


"sayang..ternyata kamu menanggung beban yang sangat berat seperti ini..padahal aku dan keluarga sudah ikhlas jika kita memang tak di karuniai keturunan..Aku sudah sangat bahagia memiliki kamu dalam hidup aku.." ucap Arya pelan seraya mengelus puncak kepala istrinya.


Namun tiba-tiba Raisya perlahan membuka matanya..dan melihat Arya berada di sampingnya.


Melihat sang istri membuka matanya..Arya mencium keningnya dengan lembut.


"mas Arya sudah pulang..?" Ucap Raisya seraya berusaha untuk bangun..namun dengan sigap Arya melarang nya.


"kamu mau kemana..? kamu istirahat saja..kenapa kamu gak ngomong kalau kamu lagi sakit sayang..kalau saja tadi Bella gak angkat telpon dari aku..aku pasti gak tau apa-apa.."


"aku gak apa apa mas..jangan khawatir ya.. cuma pusing dikit..nanti juga baikan.."


"sudah sekarang kamu istirahat aku akan telpon dokter.."


"sudahlah jangan membantah lagi.." Arya tak peduli dengan penolakan istrinya..ia tetap menghubungi dokter keluarga untuk memeriksa kondisi Raisya.


**


Kurang lebih 30 menitan.. Dokter Haris sudah sampai di halaman depan rumah keluarga Wijaya.. bertepatan dengan datangnya ibu Lina dan eyang putri..


"lho Mas Haris ada disini.."ucap Ibu Lina ketika melihat dokter keluarga mereka ada di kediaman Wijaya.


"iya tadi Arya telpon saya..katanya istrinya sedang sakit dan meminta saya datang untuk memeriksa keadaan nya.."


"apa Raisya sakit..?" ulang eyang putri.


"kalau begitu lebih baik kita langsung masuk saja dokter untuk segera melihat kondisi Raisya.." ibu Lina dan eyang juga dokter Haris segera masuk dan langsung menuju ke kamar Raisya.


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam..mama eyang..kalian sudah pulang.." ucap Arya ketika melihat mama dan eyangnya datang beserta dokter Haris.


"iya mama dan eyang baru saja datang barengan sama dokter Haris..Raisya kenapa Arya..? Sya kamu gak apa apa kan sayang..?" ibu Lina terlihat sangat cemas mendengar menantunya sakit..ia pun duduk di samping Raisya mengambil alih tempat Arya..


"Raisya gak apa apa ma..mama gak usah khawatir.." ucap Raisya lemah.


"kalau gitu biar saya periksa kondisi nya sebentar.." kini dokter Haris yang bertindak memeriksa Raisya..


Terlihat dokter Haris sangat teliti memeriksa kondisi Raisya sedang kan yang lain menanti hasilnya.


"apa akhir akhir ini..kamu sering merasa mual..dan pusing Raisya..?" tanya dokter pada Raisya sambil terus memeriksa.


Raisya pun meng iya kan nya..sambil mengangguk..


"terus bagaimana siklus menstruasi kamu..apakah lancar..?"

__ADS_1


"lancar om..tapi bulan ini saya memang belum mendapatkan mens.." jawab Raisya ragu.


"kira kira sudah berapa hari atau berapa Minggu..telat dari jadwal..?"


"sekitar 2 Minggu an dokter.."


mendengar jawaban dari Raisya dokter Haris tersenyum..karena perkiraan dari hasil pemeriksaan yang ia lakukan 90% menyatakan jika Raisya kini sedang hamil.


"jadi bagaimana dengan Raisya om..apa Raisya baik. adik saja.." tanya Arya penasaran dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter Haris pada istrinya.


"kamu tenang saja Istri kamu tidak apa apa..ini hanya perubahan hormon saja..biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama.." mendengar kata hamil..Arya sangat kaget sekaligus bahagia..ia tak menyangka Raisya bisa hamil kembali padahal dokter memprediksi hanya 25% peluang Raisya untuk hamil lagi mengingat ia hanya punya satu ovarium.


"Jadi Raisya beneran Hamil om.. Alhamdulillah yaa Allah atas semua karunia-Nya..pada kami.." Arya mengucap syukur pada sang pencipta atas semua karunia-Nya.


"selamat yaa Arya..Raisya sebentar lagi kalian akan mendapat seorang anak ... mbak Lina dan ibu selamat yaa sebentar lagi akan hadir penerus keluarga Wijaya.." dokter Haris mengucapkan selamat pada Arya dan Raisya dan juga pada ibu Lina dan juga eyang..


"terima kasih mas Haris.."


"oiya tolong jaga kondisi Raisya dengan baik..hindarkan dari stres dan jangan kecapean..terus makanan nya juga harus dijaga ya.."


"iya om..tentu.."Jawab Arya..


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu.. assalamualaikum.."


"waalaikumsalam.." ibu Lina mengantar dokter Haris sampai depan.. sementara Arya dan eyang masih menemani Raisya di kamar.


"kamu hamil sayang,,sebentar lagi kita akan punya anak..Pelangi akan punya adik.." Arya terlihat sangat bahagia ia pun memeluk erat istrinya...namun Raisya malah menangis.


"kamu kenapa nangis sayang.." Arya menyapu air mata yang ada di wajah cantik Raisya dengan tangannya.


"Apa ada yang sakit ..?"tanya Arya khawatir karena melihat istrinya menangis.


"aku nangis karena aku bahagia mas..aku gak nyangka aku bisa hamil lagi..ini seperti mimpi bagiku.."


"sayang ini bukan mimpi ini kenyataan..Tuhan kembali memberikan kepercayaan pada kita untuk memiliki anak .." Arya bicara dengan kembali mengeratkan pelukannya.


"iya Sya..ini semua buah kesabaran kamu selama ini..ini Hadiah dari Tuhan untuk kamu sayang...eyang sangat bahagia sekali mendengar kabar gembira ini..eyang Kakung dan papa kamu pastinya juga akan ikut bahagia.."kini giliran eyang yang memeluk cucu menantu nya dengan erat.


"mulai saat ini..kamu gak boleh mengerjakan kerjaan rumah..biar bibik yang lakukan itu semua..dan kamu juga harus jaga makan biar janin yang ada di kandungan kamu ini sehat terus..yaa.." nasehat sang eyang pada cucu menantu nya.


Raisya mengangguk menurut apa kata eyangnya..karena ini juga untuk kebaikannya..ia tak mau kejadian yang lalu terulang lagi.


"mama bersyukur sekali Sya..akhirnya kamu bisa kembali di anugrahi keturunan oleh Allah.." ucap ibu Lina yang tiba tiba muncul...setelah sempat mengantar Dokter Haris ke depan.


Ibu Lina duduk disamping menantunya..lagi lagi mengambil tempat Arya..beliau sangat bahagia karena sebentar lagi akan kembali mendapatkan seorang cucu..yang sangat beliau harapkan.


"ini seperti mimpi buat aku ma...aku gak menyangka keajaiban ini terjadi pada ku ma.." ucap Raisya sambil menangis dalam pelukan ibu mertuanya..


"eyang kan sudah sering bicara sama kamu Sya..kamu itu orang baik yang dipilih Tuhan untuk menjadi salah satu bagian dari keluarga kami..kamu mampu menjelma sebagai malaikat dalam hidup kami,kebahagiaan kami sempurna karena kamu sayang..jadi sudah sepantasnya kamu mendapatkan ini semua dari Tuhan.." sang eyang ikut memeluk Raisya di iringi tangis bahagia.


Arya yang berdiri tak jauh dari mereka ber 3 hanya bisa bersyukur atas semua yang Tuhan berikan pada mereka.


"oiya Arya..sebagai wujud syukur kita atas kehamilan. Raisya..bagaimana kalau kita adakan syukuran..maksud mama pengajian kecil kecilan..kita undang anak panti kerumah..bagaimana menurut ibu.."


"ibu setuju sekali dengan rencana kamu Lin.."


"Arya juga setuju ma..nanti kita tinggal ngomong sama papa dan eyang Kakung kalau mereka sudah pulang.."


"sudah gak usah nunggu papa kamu sama eyang..pasti mereka setuju..lebih baik sekarang kamu hubungi panti asuhan..atur jadwal..kalau bisa secepatnya.." ucap Eyang Putri memutuskan.


"baiklah eyang .kalau begitu sekarang juga Arya akan hubungi pihak panti untuk kelanjutan rencana kita.."


Mereka semua menyetujui rencana ibu Lina untuk mengadakan pengajian dalam rangka tasyakuran atas kehamilan Raisya.


Setelah menghubungi pihak panti..mereka mendapatkan hari untuk acara pengajian..dan itu hari Sabtu ini..


Dan kebetulan hari Sabtu Mamanya Pak leo datang dari Surabaya.

__ADS_1


**to be continued 😉 😘😘


__ADS_2