
Arya menemani Raisya hingga istrinya itu tertidur dengan posisi tangan mereka saling bertautan.
Melihat wanitanya tertidur di sampingnya..Arya dengan lembut membelai rambut Raisya dengan tangannya.
"maafkan aku Sya,,kamu harus melewati hari hari penuh tekanan karena aku.."
Arya perlahan mencium puncak kepala Raisya..sehingga membuat sang istri terbangun. Raisya tersenyum melihat Arya ada disampingnya. dan tanpa sadar ia memeluk pinggang Arya dengan erat.Dan pelukan nya pun mendapat balasan dari Arya..entah kenapa udara di kamar ini semakin terasa panas saat Raisya memeluknya dengan erat..
Arya menangkup wajah istrinya yang cantik tanpa polesan make up....menyibakkan anak rambut yang ada di wajah cantik istrinya..Arya mulai memberanikan diri mencium puncak kepala Raisya,,karena tak mendapat penolakan dari Raisya..ia pun mendekap erat tubuh istrinya,,dan melanjutkan apa yang sudah ia mulai....seakan akan inilah yang seharusnya terjadi.
Dan entah karena apa,,Arya dan Raisya melakukan hubungan selayaknya suami istri yang sesungguhnya..dan mereka ber 2 sepertinya melakukan dengan ikhlas satu sama lain.
***
"yaa Tuhan apa yang telah aku lakukan..ini tak seharusnya terjadi,," Raisya menangis sambil mengguyur tubuhnya dengan air..seakan ia tak percaya apa yang telah ia lakukan bersama Arya beberapa saat yang lalu..
"seharusnya ini gak boleh terjadi.." tangis Raisya semakin menjadi mengingat kejadian itu..tapi menyesal pun sudah tak berarti,,semua sudah terjadi..
tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu kamar mandi..
"Sya,,buka pintunya,,kamu gak apa apa kan?" tanya Arya khawatir..karena Raisya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Sya..buka pintunya,,kalau kamu gak mau buka,,aku akan dobrak pintunya dalam hitungan ke 3...satu....dua,,,,tiii..." Raisya membuka pintu kamar mandi saat hampir saja Arya mendobrak pintu kamar mandinya.
"kamu gak apa apa Sya,,?" tanya Arya dengan nada khawatir saat melihat istrinya berada tepat di hadapannya...dan ia menjadi tambah khawatir saat melihat mata Raisya yang memerah,,sembab karena habis menangis.
"Sya,,kamu nangis...?" tanya Arya sambil menangkup wajah istrinya..dan mendengar ucapan Arya,,tangis Raisya kembali pecah...
"maafkan aku Sya..." Arya seketika merengkuh wanitanya dalam pelukannya..ia merasa sangat bersalah karena telah melakukan hal itu pada Raisya..padahal dalam perjanjian tak menyebutkan adanya kontak fisik seperti yang telah mereka lakukan.
"sekali lagi maafkan aku,,aku tak bermaksud untuk menyakiti kamu..."
"mas Arya gak salah..ini bukan sepenuhnya salah mas Arya..ini semua sudah terjadi gak ada yang perlu di sesali..gak ada gunanya..." Raisya melepas pelukan Arya perlahan..
Raisya mengalihkan pandangannya pada jam dinding yang terpasang di dinding kamarnya.
"mas sudah sore,,,kita ada janji dengan mama dan papa..aku mau siap siap..." Arya pun mengangguk menanggapi ucapan istrinya..namun ketika ia melihat Raisya berjalan agak pincang ia pun kembali khawatir..
"kaki kamu kenapa Sya.." tanya nya dengan nada khawatir.
"gak apa apa mas,,cuma lecet sedikit,," jawab Raisya sambil memegangi lututnya yang terluka.
"coba sini biar aku lihat.." Arya seketika terkejut melihat lutut Raisya yang ternyata ada luka dan memar..
"lutut kamu luka Sya..ya sudah kamu duduk dulu..biar aku ambilkan kotak obat.." Raisya hanya menurut saat suaminya menuntunnya untuk duduk di sofa yang kemudian di tinggal sebentar untuk mengambil kotak obat.
Tak lama Arya pun kembali dan membawa kotak obat..sambil berjongkok di depan Raisya,,dengan lembut ia mengobati luka di lutut istrinya yang terluka...ia meniup luka di lutut Raisya dengan penuh perhatian..sesekali Raisya meringis kesakitan..
"sakit,,?" tanya Arya ketika melihat Raisya meringis.
"gak terlalu mas,,cuma agak perih..dikit.."
"ya sudah lukanya sudah aku obati..sekarang kamu istirahat gak usah kemana mana.." perintah Arya tegas setelah mengobati luka di lutut Raisya.
"tapi mas kita ada janji sama mama dan papa gak enak kalau kita gak jadi ikut.."
"iya tapi kaki kamu masih sakit Sya,,lihat lutut kamu memar memar kayak gitu.."
"aku gak apa apa mas,,kan sudah di obati juga..nanti juga akan baikan..jadi mas gak usah khawatir..aku gak apa apa..lebih baik mas mandi ganti baju terus kita ke rumah mama.."
"baiklah,,kalau mau kamu begitu..aku ke kamar dulu,," dan cuup Arya mencium pipi istrinya dengan lembut,,sangat terlihat jelas bahwa ia semakin berani melakukan hal itu pada Raisya membuat wajah sang istri bersemu merah saat menerima perlakuan manis dari suaminya itu.
***
pukul 18:30 wib
Setelah selesai sholat maghrib berjamaah..Arya dan Raisya pun berangkat ke rumah keluarga Wijaya.
Walau kakinya masih sakit,,Raisya memaksakan diri untuk tetap menepati janjinya pada sang mertua,
"Sya kamu yakin tetep mau ikut,,aku bisa telpon mama bilang kalau kita gak jadi ikut,,karena kaki kamu lagi sakit,," ucap Arya sangat perhatian ketika mereka sampai mobil sebelum kerumah mamanya.
"aku gak apa apa mas,,aku gak mau mama sama papa kecewa kalau kita gak jadi ikut.."
__ADS_1
"mereka pasti ngerti Sya..tapi sudahlah kalau kamu maunya begitu..kita berangkat sekarang.."
****
"Assalamualaikum ma pa.."
"waalaikumsalam,,kalian sudah datang,,??"
Arya dan Raisya saling bertukar salam ketika masuk dan bertemu ke 2 orang tuanya..
Mereka saling berpelukan setelah sebelumnya,,ritual cium tangan.
"Lho Sya kaki kamu kenapa sayang,,?? Arya istri kamu kenapa jalannya agak pincang gitu..??" ibu Lina terkejut saat melihat menantu kesayangannya berjalan agak terseok seok.
"gak apa apa kok ma,,cuma tadi siang sempat kepleset di kolam renang.." jelas Raisya
"Ya Tuhan kok bisa sampai kepleset gimana ceritanya,,??Arya kamu kemana aja sampai Raisya bisa kepleset di kolam..?"Ibu Lina melihat bagian lutut Raisya yang sakit,,beliau melihat lutut menantunya memar memar dan ada luka sedikit yang di beri plester.
"kamu beneran gak apa apa Sya,,??" tanya ibu Lina sekali lagi..dan dijawab gelengan kepala serta senyuman oleh Raisya.
"Arya,,Raisya,,lebih baik kalian pindah kesini,,tinggal disini,,kalau ada apa apa,,di rumah ini ada mama sama papa,, mama gak mau kejadian seperti ini terulang lagi..!" Ibu Lina sangat tegas dan protektif bila itu menyangkut kebaikan keluarganya.
"iya ma.." jawab Arya singkat
"ya sudah besok mama akan minta sopir ambil barang barang kalian di apartemen..mulai malam ini kalian tinggal disini.."
"tapi ma,," ucap Arya ingin menolak tapi sang mama bersikeras memintanya dan Raisya untuk tinggal disana..dan apa boleh buat akhirnya mereka pun setuju.
"dan untuk sekarang kita tunda dulu ke tempat rekan papa..kasian Raisya kakinya masih sakit,,mama gak tega melihatnya.
Dan pada akhirnya mereka semua tak jadi pergi..dan malah makan malam dirumah..
Setelah selesai makan malam..Arya dan Raisya pergi ke kamar mereka..
Raisya terlihat canggung ketika Arya tidur di sebelahnya..apalagi setelah apa yang terjadi tadi siang di apartemen.
"Sya kamu kenapa,,kok belum tidur,,??" tanya Arya pada Raisya yang masih duduk bersandar kepala ranjang.
"aku,,a,,a,,aku gak apa apa mas,,,aku ke kamar mandi dulu ya mas.." jawab Raisya terbata bata karena baru saja ia memikirkan kejadian tadi siang..dan tiba tiba saja Arya menyapanya..langsung saja Raisya pamit pergi ke kamar mandi untuk menyembunyikan ke terkejutannya.
Saat Raisya di kamar mandi Arya kembali duduk bersandar di kepala ranjang menunggu Raisya selesai..sungguh ia merasa bersalah telah melakukan hal itu tadi pada Raisya..tapi jujur ia tak pernah merasa menyesal melakukannya,,justru ia harus melakukannya. agar ia tak kehilangan wanitanya itu..apalagi tadi sepertinya juga tak menolak saat ia melakukannya.
Tak lama ia mendengar pintu kamar mandi terbuka,,kemudian muncul lah Raisya sambil meringis seakan menahan sakitnya.
Melihat istrinya menahan sakit..Arya segera turun lalu menghampirinya dan membantunya kembali keranjang.
Sampai di ranjang Arya meminta Raisya untuk duduk..kemudian ia melepas alas kaki Raisya dan mengangkat kakinya ke atas ranjang..meskipun Raisya sempat menolak saat Arya memegang kakinya,,ia merasa ini kurang sopan mengingat Arya adalah bosnya..tapi Arya tak peduli..
Kemudian Arya duduk disebelahnya..mencoba mengecek luka ki lutut istrinya.
"masih sakit,,?" tanyanya khawatir.
"bukan itu yang sakit,,tapi,,,,,,,,," Raisya menggigit bibir bawahnya..ia malu mengungkapkan jika bukan kakinya yang sakit tapi bagian itu nya yang terasa ngilu.
"ohh..." Arya hanya bisa ber ohh ria saat ia paham apa yang dimaksud istrinya..karena ia pernah dengar malam pertama bagi seorang wanita akan menimbulkan rasa ngilu pada bagian intimnya.
Kemudian dia duduk lebih dekat membuat Raisya sedikit bergeser dari tempatnya untuk memberikan ruang untuk suaminya.
Arya pun merengkuh Raisya dalam pelukannya.
Raisya yang awalnya ragu akhirnya dengan nyaman berada dalam pelukan suaminya.
"apa yang telah kita lakukan tadi menyakiti kamu Sya,,?" Mendengar ucapan Arya Raisya mendongakkan kepalanya ke atas memandang wajah suaminya..kemudian tersenyum dan sedikit meringis.
"maafkan aku ya Sya,,aku janji lain kali aku akan melakukannya dengan sangat hati hati agar tak menyakiti kamu.."
Kedua mata Raisya seketika melebar lebih dari biasanya saat mendengar kata..lain kali berarti Arya akan melakukan hal itu lagi padanya.
Melihat ekspresi kaget nya sang istri membuat Arya semakin gemas..ia pun mencolek hidung mancung Raisya sambil tersenyum geli..
"aku benar kan,,Sya kamu tahu kan pernikahan kita sah dimata hukum dan agama..jadi gak ada yang akan menyalahkan bila kita melakukannya..itu bukan sebuah dosa .." Arya menjelaskan pada Raisya apa yang mereka telah lakukan itu hal yang lumrah sebagai pasangan suami istri,,tapi beda dengan pemikiran Raisya,,dulu ia tak berpikiran sampai sejauh ini..tapi apa boleh buat semua sudah terjadi..dan jujur dia juga sangat menikmatinya.
"sudahlah,,sekarang sudah malam,,kamu istirahat.."Arya meminta Raisya untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam..Sebelumnya Arya memberikan ucapan selamat tidur dengan sebuah kecupan hangat di puncak kepala istrinya.
Raisya pun mengeratkan pelukannya di pinggang suaminya kemudian memejamkan matanya,,dan lambat laun ia pun terlelap dalam pelukan suaminya..
__ADS_1
Ohh,,Tuhan rasanya damai dan bahagia sekali Arya malam ini..karena ia telah menjadikan Raisya istri seutuhnya..dan kini istrinya tertidur lelap dalam pelukannya,,ia bersumpah tak akan pernah melepaskan wanitanya itu..Raisya sudah menjadi candu baginya,,entah sejak kapan itu di mulai.
Yang jelas ia menyadari kalau dia telah jatuh cinta pada istri kontraknya itu..dan dia juga berharap Raisya memiliki perasaan yang sama dengannya.
Paginya Raisya terbangun dari tidurnya,,semalam ia merasa tidurnya sangat nyaman berada dalam pelukan suaminya.
Ia memandang wajah tampan suaminya yang masih tertidur pulas dia sampingnya,,sambil tersenyum ia pun memberanikan diri membelai wajah polos suaminya..tanpa ia sadari pria yang berada di sampingnya itu telah tersadar dari tidurnya..dan ia menikmati sentuhan lembut jemari istrinya.
"semenit lagi kamu memandang wajah suamimu yang tampan ini..kamu akan mendapatkan hadiah ciuman dari aku dan jangan harap kamu bisa lepas,,," Raisya kaget setengah mati saat sadar pria itu sudah bangun..dan memergoki apa yang telah ia lakukan..
Arya begitu geli melihat ekspresi istrinya yang kaget seperti itu.
Raisya pun seketika menarik tangannya dari wajah Arya dan berusaha untuk bangun namun Arya menariknya kembali dan akhirnya ia pun kembali dalam pelukan suaminya.
"tetaplah seperti ini,," ucapan Arya tegas dan jelas namun pelan membuat Raisya menurut dalam pelukan suaminya itu.
"mas ini sudah subuh.." ucap Raisya agar ia bisa terlepas dari pelukan suaminya..tapi bukannya di lepaskan,,malah suaminya itu semakin erat memeluknya.
"sebentar saja,,aku masih ingin seperti ini.." Arya berucap tanpa membuka matanya..Raisya pun hanya menurut..jujur ia juga masih ingin terlelap dalam pelukan suaminya.
***
Setelah mandi dan sholat subuh berjamaah Raisya merasakan sakit di lututnya yang memar akibat terjebur ke kolam renang kemarin..
"kenapa masih ngilu..??" tanya Arya saat melihat Raisya duduk di ranjang sambil meringis kesakitan memegang lututnya.
"kaki aku mas yang sakit.." jawab Raisya menegaskan, karena ia paham apa yang dimaksud suaminya.
"coba sini aku lihat,," Arya berlutut di depan Raisya mencoba melihat lutut Raisya yang sakit..
"au sakit mas,,pelan pelan" Raisya memukul tangan Arya ketika memegang bagian lututnya yang memar..
"iya ini sudah pelan Sya,,,,sakit banget yaa,,?? memar kamu tambah parah Sya.."
Mendengar kamar anak dan menantunya berisik ibu Lina yang tak sengaja lewat depan pintu merasa curiga dengan apa yang terjadi di dalam.
"Arya,,Raisya,,kalian gak apa apa.."
tanya ibu lina dari luar kamar yang sebelumnya telah mengetuk pintu.
"mama,,masuk aja ma gak di kunci.." karena mendapat ijin dari pemilik kamar,,ibu Lina pun masuk dan melihat Arya berlutut di depan menantunya sambil memijit lutut nya yang sakit.
"masih sakit Sya,,??" tanya ibu Lina kemudian duduk di ranjang di samping menantunya.
"ini ma memar di lutut Raisya sepertinya makin parah,,makin membiru.." jawab Arya.
"kok sampai kayak gini sih Sya,,Arya coba kamu cari minyak urut di bawah,,tanya bibik.." perintah ibu Lina pada Arya dan langsung dijalankan..Arya segera menemui art di bawah untuk menanyakan minyak urut.
Tak lama ia pun kembali ke kamar..dengan membawa botol berukuran kecil berisi minyak urut.
"sini biar mama yang oleskan.." ibu Lina meminta minyak oles itu dari Arya dan Arya pun memberikannya.
"gak usah ma biar aku sendiri saja.." tolak Raisya ia merasa gak sopan bila mertuanya yang mengoleskan minyak pada kakinya.
"sudah gak apa apa..,,mama ini mama kamu juga Sya,,kamu gak usah sungkan.," ibu Lina paham menantunya merasa sungkan bila beliau yang mengoleskan minyak pada kakinya yang sakit
"Arya angkat kaki Raisya diatas ranjang biar mama kasih minyak.." Arya pun segera mengangkat kaki raisya ke atas ranjang atas perintah mamanya..kemudian ia duduk di belakang Raisya.
"au sakit ma,," Raisya kesakitan saat lututnya yang memar di olesi minyak oleh mertuanya..seketika itu juga ia menyembunyikan wajahnya di lengan Arya yang duduk di dekatnya.
"ini mama pelan pelan sayang,,nah sudah..nanti sering sering diolesi minyak pasti cepat membaik dan hilang memarnya.."
"terimakasih ma,," Tak lupa Raisya mengucapkan terimakasih pada mertuanya yang telah mengoles lututnya dengan minyak urut.
"iya sama sama sayang,,lain kali kamu hati hati ya jangan sampai terpeleset lagi." pesan mamanya sebelum meninggalkan kamar mereka..dan mendapat anggukan dari Raisya.
"oiya kamu mau makan apa biar nanti bibik siapkan buat kamu,,kamu istirahat saja di kamar.."
"apa aja ma,,,,makasih ya ma,," sekali lagi Raisya mengucapkan terimakasih pada mertuanya sebelum mertuanya itu benar benar menghilang dari pandangannya.
Sangat terlihat sekali disini ibu Lina sangat sayang dan perhatian pada Raisya,,menantunya.
...****************...
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉
__ADS_1