
Setelah bertemu dengan Reva,,Arya pun tak lagi kembali ke kantor..ia langsung pulang kerumah..karena jika ia kembali ke kantor pastinya ia tak bisa bekerja dengan baik..jadi lebih baik ia pulang kerumah..bertemu dengan anak dan istrinya..untuk meredam amarahnya.
Sebelum pulang Arya pergi membeli kue untuk istri dan semua orang yang ada dirumah sebagai oleh oleh..dan tak lupa pula ia membelikan mainan untuk putri kecilnya.
"Assalamualaikum.."
"waalaikumsalam lihat sayang siapa yang datang..." Raisya yang lagi asyik bermain di teras rumah bersama si kecil begitu senang melihat melihat Arya pulang dari kantor.
"anak papa lagi apa sayang?..liat ini papa bawa apa buat kamu ?."
Arya langsung menggendong putri kecilnya menciuminya dengan gemas..setelah itu memberinya boneka beruang dengan ukuran yang tak terlalu besar.
"bilang apa sayang sama papa..makasih papa.." ucap Raisya mewakili putrinya,
kemudian Mereka masuk ke dalam rumah..Arya dengan masih menggendong Pelangi sementara Raisya membawakan jas dan tas kerjanya.
"pada kemana kok sepi..?" tanya Arya pada Raisya ketika melihat kondisi rumah yang sepi.
"iya mas..mama sama papa juga eyang lagi takziah ada temen lama papa yang meninggal..kalau Tania lagi jalan sama temannya belum lama berangkat.."
"temen papa siapa Sya..soalnya aku banyak yang kenal.."
"kalau aku gak salah dengar sih namanya pak Riyadi.."
"pak Riyadi..?? sepertinya aku pernah dengar..tapi yasudah lah..nanti aja tanya langsung ke papa.."
"oiya mas,,tumben jam segini sudah pulang,,mas baik baik saja kan..? gak ada yang sakit kan..?" serbu Raisya khawatir..hal itu membuat Arya tersenyum sambil membelai lembut puncak kepala istrinya.
"Sya aku gak apa apa..emang gak boleh kalau aku pulang cepet..?" jawabnya sambil tersenyum.
"bukan begitu mas..biasanya mas kan pulangnya pasti setelah makan siang bahkan sore..jadi wajar kan kalau istri kamu ini khawatir.." ucap Raisya sedikit mengerucutkan bibir mungilnya.
"iya sayang..aku ngerti..makasih yaa sudah khawatirkan aku..itu tandanya kamu cinta sama aku.."
"memangnya masih kurang aku buktikan betapa besarnya cinta aku sama kamu.?" Raisya dengan gemas mencubit pipi Arya.
"auw sakit Sya..lihat nak mama kamu tega cubit papa.." Arya pura pura mengadukan tindakan Raisya pada putrinya yang berada dalam gendongannya.
"biarin aja ya sayang ..papa kamu juga yang usil.." bantah Raisya..
"oiya Sya aku lupa tadi aku beli kue tapi masih dimobil lupa bawa masuk.."
"ya sudah biar aku yang ambil di mobil..mas tolong pegang Pelangi sebentar."
"oiya ini kuncinya.." Arya memberikan kunci mobilnya pada Raisya untuk mengambil kue di mobil sementara Arya langsung ke mengajak Pelangi kekamarnya.
Saat mengambil kue dalam mobil..Raisya melihat mobil mertuanya masuk ke halaman rumah..mereka sudah kembali dari takziah.
"Assalamualaikum.."
"waalaikumsalam..mama papa sudah pulang..?"
"iya Sya..kamu ngapain diluar..? lho ini kan mobil Arya..dia sudah pulang..?"
"iya ma baru saja masuk..sekarang lagi di dalam sama pelangi..dan Raisya cuma mau ngambil kue yang di beli mas Arya..tadi lupa di bawa masuk.."
"yasudah kalau gitu kita masuk yuk.."
Raisya dan juga mertua dan eyangnya sama sama masuk ke dalam rumah..
"Pelangi dimana Sya..papa pengen gendong dia.." tanya pak Wijaya pada menantunya.
Belum sempat Raisya menjawab..eyang putri sudah bicara duluan.
"Wijaya..kamu ini baru saja pulang takziah..gak boleh langsung ketemu Pelangi..ingat dia itu masih bayi.." larang sang uti tegas.
"memangnya kenapa sih buk..?"
__ADS_1
"kamu ini lupa atau pura pura sih....anak kecil itu rawan kena sawan..kamu tahu sawan kan..?jadi kalau habis takziah harus bersihkan badan dulu mandi ganti baju baru ketemu si kecil..ini semua demi kebaikan si kecil juga ." celoteh eyang putri panjang lebar..sehingga tak ada seorang pun yang bisa membantahnya.
Raisya pun hanya diam kemudian ijin ke dapur untuk menyiapkan kue yang dibeli Arya..Raisya memotong kuenya setelah itu menatanya di atas piring sebelum nantinya di bawa ke meja makan untuk dihidangkan karena sebentar lagi makan siang.
Karena makan siang sudah disiapkan oleh bibik dan Bella..Raisya menyusul Suami dan putrinya di kamar.
Sampai di depan kamar Raisya langsung saja masuk karena pintunya tak ditutup..dan ia melihat si kecil sedang bermain sendiri di atas.. sementara papanya yaitu Arya terlihat sedang melamun..tak tahu apa yang dia pikirkan.. sampai-sampai ia tak sadar jika Raisya sudah berada di dekatnya.
"sayang..." Raisya memanggil si kecil yang sedang bermain dengan boneka barunya..sementara Arya masih sibuk melamun..entah apa yang ia pikirkan.
"mas..mas..mas Arya.." Raisya memanggil nama suaminya berkali kali sambil melambaikan tangan pada Arya namun tak membuat Arya sadar dari lamunannya.
"mas Arya..heh..." kali ini Raisya menepuk lengan Arya hingga membuat Arya akhirnya tersadar dari lamunannya.
"eh iya..ada apa.." Arya terlihat kaget melihat Raisya ada di sampingnya.
"justru aku yang harusnya nanya..mas Arya kenapa sedari tadi aku panggil panggil gak jawab..lihat pelangi main sendiri .."
"ohh sayang maafin papa ya..papa biarin kamu main sendiri .,," Arya langsung meraih putri kecilnya ke dalam pangkuannya.
"mas,,mas Arya lagi ada masalah..?" tanya Raisya
"enggak..gak ada masalah apa apa..kenapa kamu nanya begitu..?"
"mas..jangan bohong..jangan sembunyikan apapun dari aku..aku yakin mas lagi ada masalah..ada apa mas..apa ini soal kerjaan atau yang lain..?" Raisya terus saja meminta Arya untuk terus terang apa yang mengganggu pikirannya saat ini.
"Sayang gak ada apa apa..percaya sama aku.." Arya masih mencoba menutupi tentang keterlibatan Reva pada kasus perampokan itu..bukannya ia tak mau jujur..tapi ia takut ini akan menjadi beban pikiran isterinya..apalagi beberapa bulan terakhir ini rasa hancur kehilangan Arsya mulai terobati dengan hadirnya Pelangi di tengah keluarga mereka.
"ya sudah kalau memang ga ada apa apa..lebih baik mas ganti baju dulu..semua sudah nunggu di meja makan untuk makan siang..aku tunggu mas Arya di bawah ya.."
"iya sayang..aku akan ganti baju dulu.."
"sayang ayo ikut mama biar papa ganti baju dulu.." Raisya mengambil alih Pelangi dari pangkuan Arya dan mengajaknya turun menemui yang lain.
"maafkan aku Sya..aku belum bisa cerita soal ini sama kamu sekarang..aku takut hal ini akan membuka luka lama kamu yang akhir akhir ini sudah mulai tertutup oleh kehadiran Pelangi terbuka kembali....maafkan aku.." ucap Arya dalam hati ketika melihat Raisya dan putri kecilnya keluar dari kamarnya.
***
Malamnya Raisya mencoba bicara lagi pada Arya..ia masih penasaran ada masalah apa yang mengganggu pikirannya.. karena ia sangat yakin ada sesuatu yang pria itu sembunyikan dari nya.
"mas,," Raisya menyusul Arya yang tengah duduk di atas tempat tidur sambil mengutak-atik ponsel nya.
"hemb..iya..ada apa..?" Arya menjawab dengan hanya melihat sekilas pada isterinya setelah itu kembali fokus pada ponselnya.
"mas,,apa ada yang mas sembunyikan dari aku..? karena sejak tadi siang mas pulang dari kantor mas Arya itu aneh.."
"aneh kenapa sayang..aku gak apa apa.."
"dari tadi siang mas lebih banyak melamun..dan gak biasanya mas seperti itu.." mendengar ucapan sang istri Arya pun menutup ponselnya dan meletakkan di meja dekat tempat tidur nya.
"mas..aku bukan hanya satu atau dua hari jadi istri kamu,jadi aku paham bagaimana mas Arya..apa mas gak percaya sama aku..?hingga mas gak mau menceritakan masalah mas pada ku..?"
"sayang..kamu salah..karena aku lebih mempercayai kamu di banding diriku sendiri..tapi..?" Arya memegang tangan istrinya dengan kedua tangannya..dan menatap mata sang istri.
"tapi apa mas..?"
"begini..beberapa hari yang lalu..Leo mendapatkan informasi tentang............."
Akhirnya Arya menceritakan semua pada Raisya tentang dalang di balik peristiwa perampokan itu yang mengakibatkan mereka kehilangan buah hatinya.
Jujur Raisya memang sangat sedih mendengar cerita Arya soal Reva..apalagi Arya bercerita jika ia tadi bertemu dengan Reva sebelum pulang ke rumah.
"Sya..maaf kan aku.. seandainya dulu aku tak mengenal Reva ini semua tak akan pernah terjadi pada kita..kita tak akan kehilangan putra kita.." Arya merasa sangat bersalah atas kejadian itu..karena ia berpikir Reva melakukan itu karena ia ingin balas dendam padanya karena telah meninggalkannya dan menikahi wanita lain.
"mas,,ini semua bukan salah mas Arya..ini semua sudah garis takdir dari Tuhan untuk kita..jika saja dulu mas tak mengenal Reva..bukan tidak mungkin mas Arya juga tidak mengenal ku..mungkin kita tak akan bertemu dan akhirnya bersama seperti sekarang ini....dan satu lagi mas gak usah melaporkan dia ke polisi....?" ucap Raisya.
"kenapa Sya..dia sudah berbuat jahat sama kita terutama kamu..aku gak mau dia lebih nekat lagi nanti nya..aku gak mau ambil resiko.. setelah aku mendapatkan buktinya aku akan menjebloskan dia ke penjara.." Arya begitu geram dan ingin sekali melihat Reva merasakan penderitaan atas apa yang telah ia lakukan pada keluarganya.
__ADS_1
"mas,tolong dengarkan aku kali ini saja..kalau mas Arya menjebloskan Reva ke penjara..bukan tidak mungkin nantinya setelah dia bebas..dia akan lebih dendam sama keluarga kita..dan aku gak mau kejadian yang lalu terulang kembali....lebih baik kita coba memaafkan kesalahan nya...dan satu lagi,,,Arsya gak akan kembali meskipun kita sudah memenjarakan nya..jadi biar saja Reva bebas..lagipula..kehidupan kita jauh lebih baik daripada dia kan..? disini kita di kelilingi oleh orang-orang yang sayang sama kita..disini kita juga punya Pelangi..pelipur lara kita..Tuhan sudah begitu baik dengan kita..jadi apa salahnya jika kita memaafkan Reva..?" Akhirnya dengan bujukan Raisya ..Arya pun menggagalkan rencana nya untuk melaporkan Reva ke polisi..karena Raisya benar..dengan melaporkan Reva ke polisi tak akan mengembalikan Arsya pada mereka.
"entah dari apa Tuhan menciptakan hati kamu Sya..sehingga kamu bisa sabar seperti ini,,bisa semudah ini memaafkan orang yang sudah dengan sengaja menyakiti kamu.." Arya meraih Raisya ke dalam pelukan nya..kemudian. mencium puncak kepala sang istri dengan lembut..dia begitu mencintai dan menyayangi istrinya itu dengan segenap jiwa dan raganya..ia tak ingin seorang pun menyakiti nya..Arya hanya ingin membahagiakan wanita yang berstatus sebagai istrinya itu..
"mas..mas Arya tak perlu menyesali semua yang sudah terjadi..kita bisa ambil hikmahnya dari kejadian ini..Jangan pernah lagi menyalahkan diri sendiri..mungkin jika tak ada Reva kita gak akan bisa sampai seperti sekarang ini.." ucap Raisya tulus sambil menangkup wajah tampan suaminya..ia mencoba menenangkan suaminya agar tak menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi.
Arya pun meraih dan mencium tangan istrinya kembali dengan lembut ia gak menyangka istrinya bisa sesabar ini menghadapi Reva..padahal ketika dia sendiri bertemu dengan Reva saja sudah dengan sudah payah menahan emosi.
"mungkin ini lah salah satunya yang membuat aku semakin mencintai kamu dari waktu ke waktu..karena kesabaran kamu..ketulusan hati kamu..kamu benar-benar wanita yang sempurna Sya.."
"aku tak sesempurna seperti yang kamu lihat mas..banyak sekali kekurangan aku...aku terlihat sempurna karena aku berada di samping kamu.."
Mendengar ucapan sang istri Arya seketika menariknya dalam pelukan nya..dan mencium puncak kepala nya.
"sudah kita lupakan saja yang sudah berlalu..jangan diungkit lagi ya..kita pikirkan sekarang masa akan datang..sekarang kita punya Pelangi yang memberi warna baru dalam hidup kita mas..kita harus pikirkan masa depan Pelangi nantinya."
"iya sayang..hemb sekarang sudah malam..kita istirahat ya.."Arya menarik selimutnya sebatas dada Raisya sementara Raisya masih tetap nyaman dalam posisinya di pelukan sang suami.
"oiya mas..tadi pagi Tante Mayang telepon aku.."
"Tante Mayang..mamanya Leo..? tumben telepon kamu ada apa..?"Arya sedikit terkejut mendengar kalau mamanya Leo menelepon Raisya.
"iya mas,, rencananya Tante Mayang mau ke Jakarta Minggu ini..terus beliau pengen banget kenalan sama Bella.."
"memang kamu sudah cerita apa saja soal Bella ke Tante Mayang,?"
"ya gak banyak sih..pas waktu kita makan siang terakhir di Surabaya itu..Bella sempat video call sama aku..nah Tante Mayang sempat lihat dan Tante Mayang jadi tanya soal Bella..ya aku bilang aja kalau Bella itu temen aku..dan sekarang bantuin kita ngurus Pelangi..dan aku juga bilang kalau Bella ini sudah gak punya siapa-siapa..dia yatim piatu.."
"jadi ceritanya beneran mau jodohin Bella sama Leo..?"
"ya kalau mereka mau gak ada salahnya kan..?aku kenal Bella sudah lama banget..aku tau dia gimana..sekarang giliran aku mau tanya sama mas..Pak Leo itu orangnya gimana..?"
"setahu aku Leo orangnya baik..gak neko-neko..dan juga dari keluarga baik baik..dia adalah anak salah satu teman papa dulu..
Sudahlah kita bicarakan soal ini nanti ya...sekarang sudah malam kita istirahat.."
**
Esok harinya di kantor..pagi pagi sekali Leo sudah datang menemui Arya di ruangannya..untuk menanyakan kelanjutan soal Reva.
"bagaimana pak..apa saya harus menemui pengacara hari ini untuk memasukan mbak .Reva ke penjara..?" tanya Leo pada Arya.
"sepertinya gak perlu Leo.."
"kenapa begitu pak.. bukannya bapak yang....." Leo jadi bingung dengan sikap atasannya yang mudah berubah..baru kemarin atasannya itu menggebu gebu ingin segera menjebloskan Reva ke penjara..tapi sekarang malah mengurungkan niatnya.
"Raisya yang meminta saya untuk tidak melanjutkannya.."
"mbak Raisya pak..?"
"iya..Raisya bilang gak ada gunanya kita jebloskan Reva ke penjara lagipula pelakunya juga sudah ada di penjara..daripada memperpanjang masalah dia meminta saya untuk melupakan semuanya.."
"baiklah kalau begitu pak..apa bapak perlu bantuan saya lagi..? kalau tidak saya akan lanjutkan pekerjaan saya.."
"iya kamu bisa pergi sekarang..oiya saya dengar mama kamu mau ke Jakarta Minggu ini..saya dengar dari Raisya..mama kamu kemarin telepon Raisya.."
Leo mengangguk sambil tersenyum..mengiyakan perkataan bosnya..
"nanti kalau mama kamu sudah sampai di Jakarta saya dan Raisya mengundang kalian untuk makan malam dirumah..bagaimana..?"
"baik pak..nanti akan saya sampaikan ke mama saya.. kalau begitu saya permisi dulu pak.."
Setelah urusan dengan sang atasan selesai Leo kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih belum selesai.
...****************...
to be continued 👉👉👉👉👉
__ADS_1