Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 83


__ADS_3

Hari ini seperti janji dokter Raisya diijinkan untuk kembali ke rumah karena kondisinya sudah  cukup membaik dan bisa berobat jalan.


"Sayang, kamu makan dulu ya, kamu belum sarapan pagi ini terus lanjut minum obat,"


Arya mencoba membujuk Raisya untuk makan dan minum obat karena Raisya terlihat enggan untuk makan pagi.


"Nanti saja mas, sekalian makan dirumah, mas kan tahu sendiri aku tidak suka makanan rumah sakit." Tolak Raisya.


"Atau kamu mau aku pesan kan makanan dari luar, kamu mau apa sayang?" Ucap Arya penuh perhatian.


Arya kemudian duduk di tepi ranjang Raisya, seketika itu pula Raisya bergelayut manja pada suaminya.


Arya hanya tersenyum dan membalas pelukan sang istri dengan erat.


"Kamu kenapa sayang? Humb..." tanya Arya seraya lebih mengeratkan pelukan nya.


Raisya menggeleng.


"gak apa apa, aku hanya ingin seperti ini saja sebentar,,sebentar saja. Gak apa apa kan?"


"tentu saja gak apa apa sayang, kamu ini istri aku, kamu punya hak penuh untuk memelukku seperti ini, jangankan sebentar, seharian pun aku tidak keberatan kamu peluk terus seperti ini."


"itu maunya kamu, oiya mas jika suatu saat nanti aku pergi lebih dulu apa mas akan mencari pengganti aku?"


Arya kaget mendengar ucapan Raisya, ia langsung melepas pelukannya dan menatap tajam wajah cantik istrinya yang masih sedikit pucat.


"kamu ini ngomong apa? aku gak suka kamu ngomong aneh aneh seperti itu, sampai kapanpun aku gak akan biarin kamu pergi ninggalin aku.Karena aku tak bisa hidup tanpa kamu sayang.Kamu tahu itu kan?"


"iya mas, tapi takdir seseorang tidak ada yang tahu, "


"sudah gak usah bicara yang aneh aneh lagi aku gak mau dengar." ucap Arya seraya menutup telinganya dengan tangannya


"iya iya maaf..aku dimaafin gak?" melihat reaksi Arya yang hanya diam saja ketika ia minta maaf, seketika itu juga Raisya mencium pipi Arya dan berharap suaminya itu tak marah lagi.


Padahal Arya tak pernah bisa marah pada istrinya itu bagaimanapun keadaannya, karena ia sangat mencintai Raisya.


Mendapat perlakuan manis dari sang istri, Arya pun tersenyum dan membalas ciuman sang istri dengan lebih dari yang sudah ia dapatkan.


Memang jujur kalau Arya sempat kesal karena istrinya mengatakan hal itu tadi, karena baginya Raisya adalah oksigennya, mana mungkin ia bisa hidup tanpa oksigennya.


Tak lama kemudian setelah beres beres Arya dan Raisya pulang ke rumah.


Mereka sengaja tidak ingin dijemput sopir karena Raisya ingin membeli sesuatu dulu sebelum pulang.


"kamu jadi mau beli sesuatu buat Pelangi?" tanya Arya pada Raisya ketika mereka sudah berada di perjalanan pulang dari rumah sakit.


"iya mas, aku pengin beli mainan buat Pelangi."


"apa kamu gak kecapean nanti sayang? kan dokter bilang kamu harus banyak istirahat.

__ADS_1


Biarpun kamu boleh pulang tapi kamu harus tetap bedrest dirumah."


"aku gak apa apa mas lagipula cuma sebentar saja kan gak lama."


"yasudah kalau itu mau kamu, tapi janji gak akan lama ya?"


"janji."


Arya pun tak bisa menolak kemauan istrinya, jadi sebelum pulang ia mengantar kan Raisya ke toko mainan.


Sekitar 15 menit mereka sudah sampai di toko mainan.


Arya menggandeng Raisya untuk masuk ke dalam toko mainan itu.


"kamu hati hati sayang.."


Sampai didalam toko mereka disambut ramah oleh pelayan toko karena sudah mengenal Raisya dengan baik.


"mbak Raisya? mbak gak apa apa? kemarin saya lihat berita mbak dapat musibah?" tanya seorang pelayan toko pada Raisya.


"bapak.." pelayan toko itu menunduk hormat saat menyapa Arya.


Dan Arya pun mengangguk dan tersenyum sambil terus menggandeng tangan Raisya.


"Alhamdulillah saya gak apa apa mbak..mungkin cuma sedikit shock saja dan sekarang sudah baik baik saja."


"syukurlah kalau begitu mbak, saya ikut senang mendengarnya..terus apa yang bisa saya bantu mbak ? pasti mbak mau cari mainan baru buat si kecil."


"ada disana mbak.." pelayan itu menunjukkan ke arah koleksi mainan terbaru.


"oiya mabk maaf, bisa tolong ambilkan beberapa contohnya biar istri saya menunggu disini karena dia gak boleh banyak gerak dan kecapean soalnya baru keluar dari rumah sakit langsung kemari."


Arya minta tolong pelayan toko untuk membantu membawakan beberapa mainan terbaru agar Raisya tidak terlalu banyak jalan.


"iya pak,,mohon tunggu sebentar ya pak mbak ."


Arya dan Raisya menunggu dengan duduk disofa.


Tak lama pelayan datang dengan membawa beberapa mainan terbaru koleksi toko mereka ke hadapan Arya dan Raisya.


"ini pak mbak silakan dilihat lihat dulu..sekaligus ini ada katalog nya untuk pilihan warnanya."


"iya, makasih ya mbak biar kamu lihat lihat dulu."


"iya mbak, kalau begitu saya tinggal dulu, kalau perlu sesuatu silakan panggil saya saja."


Arya dan Raisya pun mulai memilih mainan untuk Pelangi.


"mas, ini kok semuanya bagus ya, aku jadi bingung mau ambil yang mana?"

__ADS_1


"kamu gak usah bingung sayang, kalau kamu suka semuanya ya kita ambil semuanya saja, gampang kan?" jawab Arya santai.


Raisya menatap Arya tajam ketika mendengar ucapan Arya kalau ia boleh ambil semuanya.


"semuanya?" ulang Raisya.


"iya semuanya."


"kenapa gak sekalian mas Arya beli store-nya aja."


"kalau kamu mau, kenapa tidak? aku bisa bisa store-nya sekalian."


"memangnya mas mau buka toko mainan dirumah? maksud aku ya gak harus semuanya mas, beberapa aja yang sekiranya Pelangi belum punya."


"ya sudah terserah kamu saja kalau begitu."


"ya mas bantuin milihnya dong jangan apa apa terserah aku."


"iya iya sayang."


Seperti biasa Arya dan Raisya selalu berdebat sebentar dalam hal apapun, bagaimana tidak Arya selalu menyerahkan pilihan pada Raisya soal apapun itu.


Seperti halnya saat ini. Mereka berdebat karena Arya tak mau ribet memilih karena apapun yang istrinya sukai ia akan dengan senang hati membelinya.


Setelah beberapa lama memilih akhirnya Raisya dan Arya mendapatkan kurang lebih 10 mainan untuk Pelangi, diantaranya ada boneka, dan beberapa mainan yang lain.


Setelah mendapatkan dan membayar belanjaannya, Arya dan Raisya melanjutkan perjalanan pulang kerumah.


Karena mereka berdua sudah kangen sekali dengan putri kecil mereka yaitu Pelangi.


Baru saja mereka mau keluar dari halaman toko mainan tiba tiba saja dari arah berlawanan ada mobil yang masuk dan tak mau minggir, kelihatannya memang sengaja ingin menghadang mobil Arya dan Raisya.


tin... tin... tin..


Arya membunyikan klakson mobilnya berkali kali agar mobil yang berlawanan arah dengan nya itu bisa minggir atau mundur sebentar agar mobilnya bisa lewat.


"mau apa sih ni orang.." ucap Arya sedikit kesal.


"siapa sih mas?"


"gak tahu sayang, biar aku keluar sebentar ya?"


Arya kemudian keluar dari mobilnya sementara Raisya menunggunya di dalam mobil.


Tak disangka sangka pemilik mobil yang berlawanan arah dengannya itu juga keluar dari mobilnya.


"Reva..?"


...****************...

__ADS_1


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2