Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 25*


__ADS_3


Hari ini seperti biasanya di pagi hari Raisya bergegas bangun..memasak sarapan pagi untuk suaminya..


Setelah semua telah siap Raisya kembali ke kamar untuk bersiap ke kantor.


Pagi ini Raisya memakai atasan blazer warna krem motif garis garis,,dengan rambut yang diurai,,serta make up yang sederhana membuatnya tampil cantik.


Saat ia keluar dari kamarnya ternyata Arya sudah siap di meja makan untuk sarapan.


"pagi mas.." sapa Raisya saat melihat sang suami sudah berada di ruang makan dan sedang membaca surat kabar hari ini..Raisya pun duduk di tempat biasa dan menyajikan sarapan untuk sang suami..


"mas Arya mau sarapan pakai roti atau nasi dan sayur..?" ucap Raisya menanyakan menu yang diinginkan Arya untuk sarapan.


"Roti aja Sya,,aku masih kenyang soalnya.." jawab Arya sambil memandang sang istri.


Raisya mengambilkan sepotong roti dengan selai kacang dan cokelat untuk Arya..kemudian menyerahkannya.


"makasih ya.." Arya menerima sepotong roti + selai dari Raisya seraya tersenyum.


Tapi Arya agak heran karena tak melihat Raisya ada niatan untuk sarapan pagi ini.


"kamu gak makan Sya..??" tanya nya pada sang istri yang hanya duduk menemaninya.


"enggak mas..hari ini aku puasa sunah.." jelas Raisya..hal ini membuat Arya semakin bangga pada gadis yang hampir 3 bulan menyandang status sebagai istrinya itu dalam tanda kutip istri kontraknya.


"kamu sering puasa senin dan kamis Sya..??" tanya Arya kembali sambil menyesap kopi hangatnya...dan Raisya hanya menjawab dengan sebuah anggukan dan senyuman.


Setelah selesai sarapan mereka berangkat ke kantor seperti biasa.


"oiya mas,,nanti jam 11 mas ada meeting dengan klien dari Surabaya sambil makan siang..terus setelah itu meeting lagi dengan pak Baskoro dari PT,Sejahtera jam 2 siang di kantor.." Raisya mengingatkan jadwal Arya siang ini saat mereka dalam perjalanan berangkat ke kantor..dan Arya pun mendengarkan dengan seksama..


"berkasnya ada sama kamu semua kan..??" tanya Arya sambil mengemudikan mobilnya.


"iya mas ada di ruangan mas Arya.." jawab sang istri..Arya pun mengangguk pelan dan terus melanjutkan perjalanannya ke kantor.


jam 10:00 wib.


Arya keluar dari ruangannya untuk bersiap pergi meeting dengan klien sesuai jadwal yang di berikan Raisya padanya..ia pun berjalan bersama Leo sang asisten pribadinya.


"Leo,,kamu tunggu saja di mobil nanti saya nyusul.." pinta Arya pada sang asisten.


"baik pak..kalau begitu saya keluar dulu.." jawab Leo tanpa bertanya lagi pada atasannya dan langsung menuju parkiran.


Arya pergi menemui sang istri di ruangan nya..


"Sya,,," panggil Arya setelah sebelumnya mengetuk pintunya yang terbuka..mendengar namanya di sebut Raisya langsung menyahut.


"iya mas,,aku sudah siap,,kita berangkat sekarang..?" Raisya segera mengambil tasnya dan berjalan menuju pintu tapi Arya hanya tersenyum dan menggeleng.


"kamu gak usah ikut..biar aku sama Leo saja,,lagipula kamu lagi puasa..nanti kecapean..lebih baik kamu pulang istirahat biar aku minta sopir buat antar kamu pulang.." ucap Arya ketika mereka ber 2 hanya berjarak beberapa centi.


"tapi mas,,," bantah Raisya dan di jawab dengan gelengan kepala Arya pertanda tak mau di bantah.


"ya sudah aku pergi dulu,,Leo sudah menunggu di mobil.." pamit Arya pada Raisya.


Raisya meraih tangan Arya dan mencium punggung tangannya.


"mas kalau boleh aku mau kerumah ibu.."


"ada apa dengan ibu..??" tanya Arya dengan nada khawatir.


"gak apa apa kok mas,,cuma pengen berkunjung aja..boleh???" tanya Raisya penuh harap


"iya boleh..biar sopir yang antar kamu.."


"iya mas,,makasih.."


"iya aku berangkat dulu ya..kamu hati hati di jalan salam buat ibu dan Nadia.."


"iya nanti aku sampaikan..mas hati hati ya.." ucap Raisya sebelum Arya pergi.


Arya pun tersenyum kemudian...cuuuuup...sebuah ciuman mendarat di puncak kepala Raisya..membuat jantung Raisya bergetar lebih cepat dari biasanya.


Belum hilang rasa kaget Raisya menerima perlakuan Arya..pria itu sudah meninggalkannya yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Yaa Tuhan apa yang terjadi pada ku,,kenapa ada rasa yang tak bisa ku mengerti saat aku dekat dengan nya..apakah aku.....?? enggak aku tak boleh berharap lebih atas hubungan ini..ini tak boleh terjadi.."


Raisya bicara dalam hati tentang perasaannya yang tak menentu pada Arya..dan ia harus bisa menahan sekaligus menghapus perasaan itu bahkan sebelum rasa itu benar benar hadir.


Setelah kesadaran nya pulih karena sempat terkejut atas perlakuan Arya padanya..ia pun menyelesaikan pekerjaannya sebentar Raisya pun bersiap untuk pulang ke rumah ibunya setelah mendapat ijin dari suaminya.


Dan apa kata suaminya Raisya pun pergi di antar sopir..dan sebelumnya mampir sebentar ke supermarket untuk membeli bahan makanan untuk di bawa ke rumah ibunya.


Jam 1 siang Raisya tiba dirumah sang ibu..


"apa kabar buk.." tanya Raisya sambil menjabat tangan ibunya seraya mencium punggung tangannya.


Ibu widya membawa Raisya duduk di sofa ruang tamu sambil ngobrol.


"baik sya,,kamu sendiri gimana??kok kamu jak segini sudah pulang?? kamu sakit??" tanya ibunya bertubi tubi.


"Aku gak apa apa buk,,hari ini kerjaan aku sudah selesai,,dan mas Arya ada meeting keluar sama Leo..jadi aku minta ijin mas Arya untuk pergi kerumah ibu.." jelas Raisya pada ibunya.


"oh begitu,,terus tadi kamu kesini sendiri,,??"


"enggak buk tadi mas Arya minta sopir buat antar aku kesini.." terang Raisya.


"ternyata Arya orangnya baik ya Sya..?? dulu ibu mengira dia orang yang gak baik karena menawarkan perjanjian yang menurut ibu tak masuk akal.." ibunya seperti sadar bahwa Arya bukan orang jahat,,ia sangat menghargai dan menghormati Raisya dan juga keluarganya.


"buk,,sudahlah anggap saja ini salah satu tugas Raisya dari mas Arya yang harus Raisya penuhi..ibu jangan khawatir yaa Raisya gak apa apa.." Raisya mencoba menenangkan sang ibu seraya membelai tangannya.


"Sya apa ibu boleh bertanya sesuatu sama kamu,,tapi ibu harap kamu menjawabnya dengan jujur yaa,,"


"iya bu..ibu mau tanya apa sama Raisya ,,?? Raisya sedikit takut dengan hal apa yang akan di tanyakan sang ibu padanya tapi ia mencoba untuk menutupinya..


"apa kalian waktu di Bali kemaren tidur sekamar,,,,dan....." ucapan ibu widya terhenti.


"bu Raisya tahu kemana arah pembicaraan ibu,,


bu memang kami disana tidur sekamar,,karena mamanya mas Arya sudah menyiapkan semuanya disana jadi terpaksa kami sekamar,,tapi percayalah bu tak terjadi apa apa di antara Raisya dan mas Arya..kami masih tau batasannya..ibu jangan khawatir ya Raisya bisa jaga diri.."


Sang ibu terlihat lega mendengar penjelasan Raisya dan ia percaya sekaligus yakin pada putri kesayangannya itu.


"kamu sudah makan Sya..? tanya sang ibu dan Raisya menjawabnya dengan gelengan pelan.


"Raisya puasa buk..ya sudah bu,,Raisya ke kamar dulu mau istirahat.." Raisya beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya..namun beberapa langkah ia berjalan ibunya kembali memanggilnya dan membuatnya berhenti sejenak dan menoleh pada sang ibu.


"apa kamu mencintainya Sya??" pertanyaan sang ibu kali ini sangat mengejutkan Raisya..


"Raisya sadar diri bu..siapa Raisya dan siapa mas Arya kami sangat berbeda bu..jadi itu semua gak mungkin.." jawab Raisya di akhiri dengan senyuman kemudian masuk ke kamar dan meninggalkan sang ibu yang masih berdiri mematung di tempatnya.

__ADS_1


"kamu mencintainya Sya,,ibu tahu itu tapi kamu tak mengakuinya.." ucap lirih sang ibu sepeninggal Raisya masuk ke dalam kamarnya.


***


Ditempat lain yakni di kantor Wijaya Grup..Arya mengakhiri meeting nya hari ini dengan sebuah kesepakatan bisnis dengan klien.


Setelah itu ia bersiap pulang untuk menemui sang istri di rumah mertuanya.


"Leo,,saya pulang dulu,,kalau ada hal penting jangan ragu buat hubungi saya..." ucap Arya pada Leo asisten pribadinya sekaligus tangan kanannya.


"baik pak.." jawab Leo sambil menunduk hormat,


Arya pun segera pulang ke rumah mertuanya untuk menemui sang istri.


Di tengah perjalanan ia teringat kalau hari ini Raisya berpuasa..ia pun mampir ke supermarket untuk membeli beberapa makanan untuk Raisya dan keluarganya,,ia pun mengambil beberapa kotak kecil kurma untuk Raisya berbuka puasa.


Setelahnya ia kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah mertuanya..


Jam 16:30 wib


Arya sampai di rumah mertuanya..dia bertemu dengan ibu Widya ibunya Raisya serta membawa masuk barang belanjaannya.


"bagaimana kabar ibu??" tanya Arya saat ngobrol bersama mertuanya.


"baik nak Arya..bagaimana dengan kamu sendiri..orang tua kamu..??" tanya balik sang mertua.


"alhamdulillah baik buk..oh iya Raisya dimana buk kok gak kelihatan..??" tanya Arya yang sejak ia datang tadi tak melihat istrinya..


"Raisya sedang istirahat di kamar..nak Arya sudah makan..?? tadi ibu sudah masak sup ayam.."


"sudah buk tadi Arya sudah makan pas meeting dengan klien..jadi nanti saja sekalian bareng Raisya buka puasa.." jelas Arya.


"Ya sudah kalau begitu Arya pergi ke kamar dulu buk.." pamit Arya pada sang mertua kemudian pergi ke kamar..meninggalkan mertuanya yang masih duduk di sofa depan.


Arya masuk ke kamar Raisya yang juga merupakan kamarnya.


Disana ia melihat Raisya sedang berbaring dengan mata tertutup..


Kemudian ia duduk di tepi ranjang tepat disisi sang istri.Ia menyibakkan rambut Raisya yang sedikit menutupi wajahnya..Arya melihat wajah polos sang istri yang sedang tertidur..tanpa sadar ia tersenyum..ia tak menyangka akan melakukan perjanjian konyol yang seharusnya tak terjadi agar ia bisa menjadikannya istri yang sesungguhnya..


"Yaa Tuhan apa apa an ini..kenapa aku berpikiran seperti ini,,??.. ucap Arya lirih seakan ia tak menginginkan adanya perjanjian itu..apakah ia sudah mulai mencintai gadis yang menjadi partner dalam pernikahan kontraknya ini??


Beberapa saat kemudian ia beranjak dari sana untuk pergi mandi..karena badannya terasa lengket semua.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian..saat ia keluar dari kamar mandi dan melihat ibu mertuanya masak di dapur..


"sedang masak apa buk..??" tanya Arya


"ini ibu lagi masak cumi asam manis dan udang saus madu kesukaan Raisya,,dia puasa hari ini.." jawab sang ibu sambil terus melanjutkan masak nya.


"ada yang bisa Arya bantu bu..??" tanya Ary pada sang mertua karena ia ingin sekali membantu memasak makanan kesukaan sang istri.


"sudah gak usah..nak Arya istirahat saja pasti capek seharian bekerja,," tolak sang mertua dengan senyuman,,beliau tak enak hati bila menyuruh menantunya yang notabene seorang konglomerat untuk ikut masak di dapur.


"gak apa apa kok buk,,lagipula Arya ingin sesekali menyiapkan makanan untuk Raisya.."


"ya sudah kalau kamu maksa bantu ibu nyiapin piring dan yang lain ya taruh di meja makan.."


ucap sang mertua pada Arya yang ngotot pingin bantu bantu.


"oiya buk..Raisya sering ya puasa kayak gini..??" tanya Arya sambil menata piring di meja makan.


"mas Arya,,mas Arya kapan datang..??" tiba tiba Raisya muncul di antara suami dan ibunya..


"iya aku sudah sejam yang lalu.." jawab Arya saat melihat kemunculan Raisya.


Raisya pun seperti biasa meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.


"maaf mas tadi aku ketiduran jadi belum pulang kerumah,,"


"gak apa apa tadi selesai meeting aku memang sengaja langsung kesini untuk jemput kamu.. ya sudah kamu mandi dulu sudah sore bentar lagi maghrib.."


"iya mas kalau begitu aku mandi dulu ya.."


Raisya pergi ke kamar mandi meninggalkan ibu dan suaminya.


Setelah selesai membantu sang mertua menyiapkan makan Arya beralih duduk di teras depan sambil melakukan beberapa panggilan mungkin berkaitan dengan pekerjaannya.


Tepat jam 6 sore Raisya membatalkan puasanya dengan minum segelas teh hangat..yang di berikan oleh Arya.


"Sya,,ini kamu batalkan dulu puasa kamu,,habis itu kita sholat dulu.." ucap Arya seraya memberikan segelas teh hangat kepada Raisya..


"mas Arya kenapa jadi repot bikinin aku teh segala,,kan aku bisa bikin sendiri mas.."


"sudah gak apa apa sesekali aku bikinin teh buat kamu..gak mungkin setiap hari juga kan,,? terang Arya seraya tersenyum,,dan senyuman pria itu membuat Raisya seakan melayang di awang awang..


"ya sudah aku mau ambil wudhu dulu ya,,aku tunggu buat solat bareng,," Arya meninggalkan Raisya yang sedang meminum teh hangat buatannya.


Beberapa menit kemudian Raisya pun ambil wudhu dan menyusul Arya ke kamar untuk sholat bareng..


Raisya memakai mukena dan dia tampak sangat cantik di mata Arya dengan balutan mukena warna putih beraksen renda,,sungguh sangat sempurna ciptaan Tuhan yang satu ini.


"aku sudah siap mas,,,,mas,,mas Arya.." Raisya sempat memanggil Arya berkali kali karena pria ia terbengong bengong melihat penampilan istrinya berbalut mukena sampai ia tak mendengar panggilannya.


"oh iya,,iya,,maaf.." setelah kesadarannya pulih Arya langsung mengambil tempat satu baris di depan untuk menjadi imam dalam sholat..dan Raisya menjadi makmum.


Selesai 3 rakaatnya..Arya pun menoleh ke arah Raisya dan Raisya pun menyambut tangannya kemudian menciumnya..kehidupan mereka kali ini seperti di negeri dongeng damai banget..


"mas duluan saja nanti aku nyusul.."


kata Raisya setelah mereka sholat berjamaah.


"ya sudah jangan lama lama..makanannya keburu dingin.." Arya pun keluar dari kamar menuju meja makan disana sudah ada ibu mertua,,adik iparnya dan juga Bella yang sudah menunggu di meja makan.


"nak Arya ayo makan.." ajak ibu Widya saat melihat menantunya datang..


"iya bu..nunggu Raisya sebentar.." jawab Arya sopan dan pelan.


"sudah gak apa apa pasti Raisya sedang ngaji sebentar baru dia buka puasa.." ucap sang mertua memberi nilai + lagi Raisya di mata Arya.


"Yaa Tuhaan begitu sempurnanya ciptaan MU ini..aku sungguh bersyukur bisa bersamanya walaupun mungkin tak selamanya" batin Arya..


Kemudian ibu Widya mengambilkan piring dan meletakkan nasi beserta sayur dan lauk untuk menantunya.


"ya ampun bu,,Arya kan bisa ambil sendiri.." ucap Arya saat menerima sepiring nasi komplit dari mertuanya.


Melihat seafood dalam piringnya Arya ragu untuk memakannya tapi karena tak enak hati dengan mertuanya..ia pun dengan berat hati terpaksa memakan makanan yang akan membuat Arya sakit nantinya.


Satu suapan masuk ke dalam mulutnya,,ia pun menikmatinya,,karena masakan ibu mertuanya sangatlah enak sama seperti masakan Raisya..Dan ia pun tetap melanjutkan dengan suapan suapan selanjutnya.


Beberapa saat kemudian Raisya datang bergabung dengan mereka,ia menyapa seluruh penghuni meja makan dan duduk di samping Arya.

__ADS_1


"ayo Sya kamu makan dulu seharian perut kamu kosong.." sang ibu meminta Raisya untuk segera makan..dan Raisya pun mengangguk kemudian mengambil piring dan nasi dan ia sangat terkejut ketika melihat menu makanan malam ini..seafood....


"Astaga bu ini seafood..??.." Raisya mengagetkan ibunya dan semua orang disana..dengan segera Raisya melihat isi piring suaminya,,dan ternyata suaminya sudah memakan makanan itu.


"astaga mas kenapa mas Arya makan ini sih..."Raisya segera mengambil piring yang ada di depan Arya...membuat yang lain bingung.


"Raisya kamu ini apa apaan sih..suami kamu itu lagi makan masak kamu ambil piringnya.." tanya sang ibu ketika melihat tindakan Raisya.


"bu mas Arya alergi seafood...mas Arya gak bisa makan seafood.." mendengar penjelasan Raisya sang ibu jadi ikutan khawatir..dan merasa bersalah sudah memberikan makanan itu pada menantunya yang ternyata alergi seafood.


"gak apa apa kok Sya..masakan ibu kamu enak banget jadi aku khilaf.." ucap Arya dengan perasaan tak bersalah karena telah makan seafood yang jelas jelas membuatnya alergi..dan ia tau benar akibatnya.


"sudah mas makan yang lain aja ya biar aku buatin..,," Raisya berdiri dari tempatnya untuk membuat makanan yang lain untuk Arya tapi Arya meraih tangannya memintanya untuk duduk kembali..


"sudah nanti saja lebih baik kamu makan dulu lagipula tadi aku juga sudah makan..kamu lihat sendiri kan piring aku sudah hampir kosong.."


Karena Arya melarangnya Raisya pun menurut dan ia mengambil makanan untuknya berbuka puasa..


Beberapa saat setelah makan malam Arya mulai merasakan gak enak pada bagian perutnya..ia merasa mual mau muntah,,ia pun segera pergi ke kamar mandi..dan di ikuti oleh Raisya.


Raisya pun hanya menunggu dari luar kamar mandi,,dari luar ia bisa mendengar suaminya muntah muntah..dan ia tahu benar itu efek dari makan seafood.


Tak lama Arya pun keluar dengan wajah penuh keringat dingin membuat Raisya semakin khawatir.


"mas,,mas gak apa apa..??" tanya nya dengan nada khawatir.


"kepalaku pusing banget Sya,,perut ku juga mual.."


"ya sudah mas istirahat di kamar aja biar nanti aku ambilkan minuman hangat buat mas.."


Raisya pun memapah Arya ke kamar..Arya pun dengan senang hati di peluk oleh istrinya seperti ini..astaga Raisya Arya hanya alergi makanan bukan menelan racun,,jadi gak mungkin semudah itu Arya mati..


Sampai dikamar Raisya membaringkan Arya di tempat tidurnya..


"Mas aku ambilka.n air hangat dulu buat mas ya biar agak mendingan.." pamit Raisya pada Arya.


"iya,,jangan lama lama yaa..!" jawab Arya sambil meringis seolah olah ia merasakan sakit yang teramat sangat..sehingga ia memerlukan perhatian. extra dari istrinya.


Raisya pun mengangguk sebelum akhirnya keluar dari kamar.


"Sya gimana suami kamu masih muntah muntah..?? " tanya sang ibu ikut khawatir melihat melihat keadaan menantunya.


"untuk saat ini kondisi mas Arya memang kurang baik buk..ini Raisya mau ambilkan air hangat untuk mas Arya.."


"maafkan ibu yaa Sya,,ibu gak tahu kalau suami kamu itu alergi seafood..padahal tadi dia juga ikutan bantu nyiapin makan tapi dia gak bilang kalau alergi...jadi sekali lagi maafin ibu yaa " ibu Widya merasa sangat bersalah telah membuat menantunya keracunan seperti ini.


"sudah buk,,ibu gak perlu minta maaf..mas Arya gak kenapa napa..ibu jangan khawatir yaa.."


Raisya mencoba menenangkan sang ibu agar tak merasa bersalah atas kejadian ini.


"yasudah bu Raisya mau ambil minum dulu untuk mas Arya dulu.."


"oiya Sya coba kamu kasih suami kamu air kelapa muda kata orang orang air kelapa muda bisa menetralisir racun..ya termasuk alergi kayak suami kamu.."


"boleh buk,,ibu ada air kelapa mudanya..??"


"sepertinya di kulkas ada..biar ibu ambilkan sebentar.." sang ibu mengambil air kelapa muda dari dalam kulkas...dan beliau mengambilkannya dalam gelas..kemudian memberikannya pada Raisya untuk diberikan pada Arya.


"Sya cepat minta suami kamu minum ini,,semoga bisa menetralisir racunnya.." Ibu Widya memberikan segelas air kelapa muda ke tangan,,dan Raisya pun langsung pergi ke kamarnya untuk memberikannya pada Arya.


"mas ini mas minum ini.." Raisya membantu Arya duduk dan memberikan segelas air kelapa muda.


"ini apa Sya,,?? " tanya Arya sebelum meminumnya.


"ini air kelapa muda,,air kelapa muda di percaya bisa menetralkan racun termasuk alergi seperti mas Arya.."


Arya pun segera meminumnya..karena jujur ia merasakan sesuatu yang sangat tak enak dalam tubuhnya,,perutnya mual,,kepalanya pusing dan agak sesak..


"sekarang mas istirahat lagi yaa,,biar aku telpon dokter buat periksa mas Arya.."


"sudah gak usah telepon dokter..kalau besok pagi belum baikan baru telpon dokter yaa,,"


"tapi mas,,"


"sudah kamu gak usah khawatir yaa aku gak apa apa..,," ucap Arya ketika melihat raut kekhawatiran di wajah sang istri..ia memegang tangan Raisya dengan lembut untuk membuat istrinya itu sedikit lebih tenang.


tok tok tok..


"ya masuk aja bu.." jawab Raisya dari dalam kamar..karena ia tahu pasti kalau yang datang adalah ibunya..dan ternyata benar.


"Sya ini ibu bawakan makanan buat kamu tadi kamu kan belum sempat makan..sekarang kamu makan dulu.." ibu Widya datang bersama Bella dengan membawa sepiring nasi komplit dengan lauk dan sayur.


"iya sya kamu makan dulu nanti kamu sakit.." ucap Arya meminta Raisya untuk makan.,akhirnya Raisya pun makan di samping Arya yang sedang terbaring di tempat tidur..disana juga masih ada ibu widya dan Bella yang menemani mereka.


"maafkan ibu ya nak Arya ibu benar benar tak tahu kalau nak Arya alergi seafood..kalau ibu tahu pasti ibu akan masak yang lain untuk nak Arya.."


"bu,,ibu tak perlu minta maaf ibu gak salah Arya saja yang nekat makan seafood karena masakan ibu sangat enak jadi Arya berani ambil resiko seperti ini. " ucap Arya menenangkan sang mertua dengan senyuman agar sang mertua tak merasa bersalah..


"ibu gak usah khawatir..Arya gak apa apa besok pagi pasti sudah baikan.."


Karena sudah jam 9 malam Bella dan Ibu widya pamit keluar dari kamar Raisya untuk istirahat setelah sedari tadi ngobrol.


"Sya jaga suami kamu baik baik..ibu mau istirahat dulu..nak Arya ibu keluar dulu nak Arya istirahat aja.."


"ya bu.." jawab Arya dan Raisya bersamaan..


"Sya aku ke kamar dulu ya.." pamit Bela dan di jawab anggukan oleh Raisya.


Setelah Bela dan sang ibu keluar..kini tinggal Raisya dan Arya yang ada dalam kamar itu.


"mas mau aku ambilkan sesuatu..tadi apa yang mas makan sudah keluar semua jadi perut mas kosong sekarang,,biar aku ambilkan roti sebentar yaa.."


"jangan lama lama " Arya meraih tangan Raisya agar ia tak berlama lama meninggalkannya..duuuh so sweet bangets..❤️❤️❤️


"iya mas..aku cuma sebentar.." kemudian Raisya pergi ke dapur untuk mengambil roti dan selai juga segelas air gula hangat untuk Arya setelah itu ia pun kembali ke kamar menemani Arya.


"mas makan dulu ya.." Raisya lagi lagi membantu Arya untuk duduk..kemudian ia menyuapinya dengan beberapa potong roti dengan selai cokelat di dalamnya...setelah itu Arya meminum air gula hangat buatan Raisya untuk memulihkan energinya.


"sekarang mas istirahat yaa,,"


"kamu jangan kemana mana disini saja yaa..??" ucap Arya pelan sekaligus memelas..ia sangat ingin di temani Raisya saat ini..


"iya mas aku disini.." Raisya menemani Arya sambil duduk bersandar kepala ranjang sedang Arya berbaring di sampingnya tanpa sedetikpun melepas genggaman tangannya pada Raisya.


Pada tengah malam Arya terbangun dan melihat Raisya tidur di sampingnya..hati dan pikirannya sangat damai saat ini hanya karena melihat istrinya tidur di sebelahnya,,dalam jangkauannya..dan ini mengukir sebuah senyuman di wajahnya..ingin rasanya setiap ia membuka mata wajah istrinya yang muncul pertama kali.


Aku rela Sya sakit begini setiap hari..agar kamu bisa berada sedekat ini dengan ku seperti sekarang ini...." batin Arya seraya membelai lembut wajah Raisya dengan ujung jarinya...hal ini menunjukkan bila sudah ada benih benih cinta dalam hati Arya untuk istrinya yang masih belum berani di akuinya.


...****************...


to be continued ✍️✍️👉👉👉👉

__ADS_1


__ADS_2