Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 38*


__ADS_3

"ponsel mas Arya ketinggalan,,pasti nanti bingung nyariin..biar aku susul aja,,pasti masih di depan.." ,Raisya keluar dari kamarnya untuk mengantar ponsel suaminya yang tertinggal di meja kamar.


Raisya melihat Arya masih di bawah ngobrol dengan mamanya,,saat ia mau turun ia mendengar pembicaraan Arya dan mamanya,,walau pelan dan lirih tapi masih sangat jelas di terima indra pendengaran Raisya yang berada di atas mereka dengan jarak beberapa meter saja.


"Arya..mama mau bicara sama kamu.."


"iya ma,,ada apa..?"


"ini mengenai Raisya,,istri kamu.." mendengar namanya disebut,,Raisya tambah penasaran..ia pun mengurungkan niatnya untuk turun.


"Raisya kenapa ma,,?"


"apa kamu sudah,,,,,,apa kamu sudah bicara sama dia soal ovariumnya yang diangkat..?


"Arya mama sarankan sama kamu untuk segera memberitahukan hal ini pada istri kamu,,sebelum ia tahu dari orang lain.."


"gak ma,,Arya gak tega,,Arya takut bila Raisya akan shock mendengar bila salah satu ovariumnya telah diangkat..yang akan menyebabkan ia akan sulit untuk punya anak lagi,,Arya gak sanggup melihatnya terpuruk lebih dalam lagi.."


Seperti petir disiang hari Raisya sangat kaget mendengar obrolan Arya dengan mamanya..yang menyatakan bila salah satu ovariumnya telah diangkat..dan itu artinya ia akan kesulitan punya anak,,dan kemungkinan tak bisa punya anak lagi.


kelopak matanya kini penuh dengan butiran air mata yang siap turun kapan saja..tangannya gemetaran sehingga ponsel Arya yang di pegangnya jatuh tanpa disadari..hal itu membuat Arya dan mamanya mendongak ke atas dan melihatnya.


"Sya,," Raisya kembali masuk ke dalam kamar ketika Arya memanggil namanya..ia sudah tak bisa lagi menahan air matanya..


Tak lama Arya pun sudah berada di sampingnya,,duduk disebelahnya,,seraya memeluk nya dengan erat.


"Sya,,,apa kamu mendengar semua nya tadi..??"


Diamnya Raisya menandakan kalau ia dengar semua obrolannya dengan mamanya di bawah.


"maafkan aku Sya...maafkan aku..aku gak bisa berbuat apa apa.." Arya mengeratkan pelukannya terhadap Istrinya,,ia merasakan isak tangis sang istri yang kini ada dalam pelukannya..


"sekarang apa lagi yang bisa mas harapkan dari aku..aku bukan istri yang sempurna buat mas,,aku rela bila mas mau menceraikan aku..aku ikhlas.." tangis Raisya pecah dalam pelukan Arya.


"sstt,,kamu gak boleh bicara seperti itu..bagi aku kamu tetaplah Raisya ku..kamu istri yang sempurna buat aku..kamu menantu kesayangan mama & papa..cucu kesayangan eyang,,gak ada yang bisa menggantikan kamu disini,,dirumah ini,,di keluarga ini,,di hati semua orang,,terutama di hati aku.." Arya berbicara sambil menangkup wajah istrinya dengan ke 2 tangannya,,berusaha menenangkan hati istrinya yang kini tengah terpuruk.


"dan sampai kapan pun aku gak akan pernah menceraikan kamu,,tak pernah terlintas di pikiranku untuk meninggalkan kamu,,aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup dan hanya kamu yang kuinginkan untuk menemaniku...jadi jangan pernah berpikir macam macam lagi,,yang terpenting sekarang kamu sehat dan pulih dulu..


"tapi bagaimana dengan mama & papa serta semuanya yang sangat berharap hadirnya penerus dari mas...?? mereka pasti akan sangat kecewa..."


"mama & papa gak akan pernah kecewa sayang..." tiba tiba sang mama masuk ke kamar mereka yang pintunya tak tertutup..tanpa Arya dan Raisya ketahui sang mama sudah berdiri di depan pintu dari tadi..mendengarkan apa yang dikatakan oleh Arya & Raisya.


"ma..." ibu Lina duduk di sebelah menantunya dan merengkuhnya dalam pelukannya.


"maafkan Raisya ma,,Raisya sudah mengecewakan mama & juga papa..Raisya tak bisa memenuhi harapan mama & papa."


"ssts..kamu sudah memenuhi harapan kami semua,,keluarga ini menginginkan anak menantu yang baik seperti kamu,,dan Tuhan telah mengabulkannya..Tuhan mengirim kamu ke keluarga ini,,dan ini sudah lebih dari cukup sayang.."


"tapi ma,,,"


"sudahlah sayang,,mama mengerti bagaimana perasaan kamu saat ini..mama juga pernah di posisi ini..dimana mama di fonis dokter untuk tidak lagi bisa memiliki keturunan..karena rahim mama diangkat waktu itu..jadi mama paham benar perasaan kamu sayang.." sang ibu mertua berusaha menenangkan dan menyemangati Raisya,,menantu kesayangannya.


"Sya,,kata dokter kita masih berpeluang memiliki keturunan walaupun harapan itu hanya 20-25 %,,jadi kamu jangan berkecil hati yaa..kita akan melewatinya bersama sama..dan berjuang bersama.." ucap Arya.


"iya Sya,,walaupun kemungkinan itu kecil..setidaknya kamu masih memiliki rahim..tidak seperti mama.." Raisya mengeratkan pelukannya terhadap sang mertua yang kini ikut menangis karena mengingat kelamnya masa lalu rumah tangganya yang tak memiliki keturunan.Tapi dengan hadirnya Arya & Tania di kehidupan mereka,,masa masa kelam itu berubah menjadi bahagia..apalagi saat hadirnya Raisya sebagai menantu keluarga Wijaya.


"mama tahu cinta kalian ber 2 sangat kuat,,mama yakin kalian bisa melewati masa masa sulit ini,,Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya..Tuhan memberi kalian cobaan ini karena Tuhan sayang kalian,,Tuhan ingin menguji seberapa kuatnya cinta kalian ber 2..jadi jangan pernah berhenti berharap yaa.." Raisya mengangguk pelan mendengar nasehat ibu mertuanya..beruntung sekali dalam hidupnya memiliki ibu mertua yang sangat menyayanginya seperti ibu kandungnya sendiri.


"yasudah mama mau ke supermarket belanja sama bibik kamu istirahat dirumah yaa,,jangan berpikiran macam macam yaa,," mamanya pamit pergi belanja ke supermarket dan meninggalkan anak & menantunya yang masih di kamar.


"kamu dengar sendiri kan,,mereka gak mempermasalahkan kondisi kamu..biarpun pada akhirnya nanti kita tak bisa punya anak,,mereka tetap menyayangi kita gak ada yang akan berubah sedikit pun dirumah ini.."


Kini Arya kembali merengkuh istrinya ke dalam pelukannya..mengusap air matanya dengan ujung jarinya.


"mas,,,,"


"hummmb..apa..?"


"aku ikut ke kantor yaa,,"


"iya boleh..tapi nanti aku ada meeting sebentar,kamu gak apa apa nunggu..?" Raisya mengangguk pelan mendengar ucapan suaminya..ia hanya merasa tenang jika ia ada di dekat Arya sang suami.


"aku bersihin muka dulu sebentar yaa,," Raisya pamit ke kamar mandi sebentar untuk menyegarkan mukanya yang penuh dengan sisa sisa air mata...kemudian ganti baju & ikut Arya ke kantor.


***

__ADS_1


Sampai di kantor banyak karyawan ber simpati pada Raisya,,mereka turut berduka atas musibah yang dialami istri direktur mereka yang menyebabkan bayi nya meninggal sebelum sempat di lahirkan.


"selamat siang pak..mbak


.."


"siang..."


"maaf sebelumnya kami ingin mengucapkan turut prihatin atas musibah yang menimpa mbak Raisya..maaf kan kami juga karena tidak sempat menengok ibu di rumah sakit..karena pak Leo bilang akses untuk kesana ditutup agar ibu bisa istirahat dan cepat pulih.." Salah seorang staf wanita mewakili seluruh staf yang lain mengucapkan turut prihatin pada Arya & Raisya,,terlebih pada Raisya.


Raisya berusaha terlihat tegar saat bertemu dengan staf staf nya di kantor..ia merasa terharu mendapat perhatian dari mereka semua.


"terimakasih ya atas dukungan kalian semua..*


Raisya mengucapkan terimakasih pada seluruh staf dengan mata berkaca kaca..


"mbak yang sabar yaa,,ini ujian dari Tuhan,,pasti Tuhan punya rencana lain yang lebih baik di balik musibah ini.."


Para staf perempuan bergantian memeluk dan memberi semangat pada Raisya..karena bagi mereka Raisya yang sekarang & yang dulu tak ada bedanya,,ia tetap Raisya yang baik,ramah pada setiap orang walaupun sekarang statusnya sudah menjadi istri direktur..tapi tak ada jarak di antara mereka.


"sekali lagi terima kasih karena kalian semua sudah sangat perhatian sama saya..terimakasih atas dukungan kalian.."


"itu semua sudah menjadi kewajiban kita untuk saling mendukung,,meskipun sekarang status mbak berbeda tapi kita tetap teman.." ucap Yeni salah seorang staf wanita mewakili teman teman yang lain.


"oiya Yen untuk meeting hari ini apa sudah siap semua,,"ucap Arya memecahkan suasana melow di antara staf dan istrinya.


"sudah pak,,berkas berkasnya juga sudah saya siapkan dimeja bapak.."


"baiklah kalau begitu..kalian lanjutkan pekerjaan kalian,,saya & Raisya masuk dulu.."


"iya pak,,"


Raisya dan Arya masuk ke ruang direktur,Arya meminta Raisya untuk duduk saja di sofa yang ada disana,,sedang dia memeriksa dokumen dokumen untuk meeting dengan klien sebentar lagi.


"sayang,,kamu duduk aja di sofa aku mau ngecek berkas meeting dulu,,kalau kamu mau makan atau minum panggil saja Yeni biar dia ambilkan.."


Raisya mengangguk menuruti ucapan suaminya..tak lama telepon ruangan Arya berdering,,salah seorang stafnya menginfokan kalau meeting segera dimulai..


"Sya,aku tinggal meeting sebentar gak apa apa kan ??..aku akan minta Yeni buat menemani kamu disini biar kamu gak sendirian.,"


"ya sudah aku tinggal dulu yaa,,kalau butuh sesuatu kamu tinggal panggil Yeni,,ingat jangan kemana mana sebelum aku kembali.."


Akhirnya Arya pun meninggalkan Raisya di ruangannya untuk pergi meeting di lantai 2 gedung itu.


2 jam kemudian


Meeting selesai juga,,Arya tak menyangka meetingnya selama ini..padahal prediksinya hanya sekitar sejam.


Ia pun bergegas kembali ke ruangannya.


"istri saya masih di dalam kan Yen..?"


"iya pak,,setau saya mbak Raisya gak keluar dari ruangan bapak.."


"baiklah makasih kalau begitu..saya masuk dulu.."


Sampai di dalam ruangan,Arya melihat sang istri ketiduran di sofa dengan tangannya memegang ponsel.


Perlahan ia mengambil ponsel dari tangan Raisya..dan tanpa sengaja tangannya menyentuh layar ponselnya sehingga ponselnya menyala,,dan disana ia melihat photo almarhum Arsya..dan dilihatnya wajah sang istri ada bekas sisa sisa air mata..


"kasihan kamu Sya,,kamu jadi terpuruk seperti ini karena aku.." Arya berjongkok di depan Raisya yang tengah tertidur di sofa..membelai wajah cantik istrinya yang akhir akhir ini penuh dengan air mata.


"aku janji akan selalu berusaha membahagiakan kamu..bagaimanapun caranya..aku gak sanggup melihat kamu terpuruk seperti ini.." ucap Arya lirih,,kemudian ia melepas jas nya & menyelimuti tubuh Raisya.


Tak Lama kemudian ada notiv pesan masuk di ponsel Arya..dan ternyata itu dari Leo.


"selamat siang pak..saya ingin menginformasikan bahwa pelaku perampokan ibu Raisya sudah tertangkap & sekarang ada di kantor polisi xxx.." Arya membuka & membaca pesan dari Leo..dia sangat penasaran siapa yang sudah berani menyakiti istrinya hingga mereka kehilangan bayi mereka.


Ia pun segera menghubungi Leo untuk info lengkapnya.


Dan akhirnya Raisya pun terbangun karena mendengar percakapan Arya di telpon..


"ya sudah kita ketemu disana,,aku akan segera menyusul.." ucapan terakhir Arya ketika berbicara via telpon dengan Leo.


"kamu sudah bangun..??"

__ADS_1


Raisya mengangguk pelan menanggapi ucapan Arya kemudian ia duduk & merapikan rambutnya yang sedikit kusut.


"mas Arya sudah selesai meetingnya..??"


"iya sayang,,kita pulang sekarang,,? tapi nanti aku mau langsung ke kantor polisi,,tadi Leo telepon kalau pelaku perampokan kamu sudah berhasil di tangkap.."


"aku ikut mas,,"


"Sya,,kondisi kamu belum benar benar sehat aku gak mau terjadi sesuatu saat kamu liat orang itu lagi.."


"aku gak apa apa mas,,bener..percaya sama aku yaa,,aku ikut.."


mendengar rengekan Raisya akhirnya Arya pun mengijinkannya untuk ikut ke kantor polisi..untuk melihat sosok laki laki yang sudah membuat hancur kebahagiaan keluarganya.


Dalam perjalanan ke kantor polisi,,Pikiran Arya sempat bingung..kalau memang itu orang berniat merampok Raisya,,kenapa ia meninggalkan barang barang Raisya di TKP sebelum kabur..??apakah ini sebuah kesengajaan ataukah murni perampokan..??


"kenapa mas,,mas Arya lagi mikirin apa..?"


tanya Raisya yang sedari tadi melihat suaminya nyetir sambil melamun.


"nggak,,nggak apa apa..cuma ada hal yang sedikit mengganggu pikiran ku.."


"apa itu..??"


"aku sempat berpikir yaa,,kenapa waktu di TKP perampok itu kabur tapi ninggalin semua barang barang kamu..??..apa ini murni perampokan atau ada unsur kesengajaan..??"


"maksud mas,,ada orang yang sengaja mau celakai aku ..?? jangan su'udzon lah mas,,ini musibah..siapa pun bisa ngalamin apa yang aku alamin.."


"bukannya aku su'udzon Sya,,tapi aneh aja kan..?? "


"sudah lah mas,,sudah yaa,,ini semua gak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi.."


Melihat raut wajah sang istri yang sedih akhirnya Arya memilih diam..ia pun mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut.


"maafkan aku ya Sya,,andaikan waktu itu aku gak ninggalin kamu sendirian pasti ini semua gak akan terjadi.."


Kini akhirnya mereka sampai juga di kantor polisi.


Leo sang asisten yang sudah lebih dulu berada disana langsung menemui Arya & Raisya ketika melihat mobilnya parkir dihalaman kantor polisi.


"selamat siang pak buk.."


"siang Leo..gimana ada berapa orang pelakunya..??" tanya Arya sebelum masuk ke dalam kantor polisi.


"pelakunya ada 2 orang pak..1 orang beraksi & 1 lagi mengawasi..mereka sudah ada di sel penjara pak.."


"baiklah kalau begitu ayo kita masuk.." Arya menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam kantor polisi di ikuti Leo dari belakang.


****


"ini pak orangnya.." 2 orang polisi kini tengah membawa 2 tersangka perampokan ke depan Arya,,Raisya & juga Leo ke ruang besuk tahanan.


Arya melihat ada 1 orang berperawakan tinggi,,besar & berkulit hitam,,dan 1 lagi orangnya tinggi tapi tak terlalu besar.


"ibu Raisya,,apakah benar ini pelaku perampokan yang melukai anda waktu itu..?? " tanya seorang anggota polisi pada Raisya..dan Raisya pun melihat dengan seksama ciri ciri orang yang ada di hadapannya.


"dari pantauan cctv yang ada di Tkp,,terekam jelas bahwa ke 2 orang ini yang tengah merampok anda karena ada beberapa orang saksi yang melihat wajah pelaku..& dan mereka pun sudah mengakuinya.


"Dari ciri cirinya memang orang ini pelakunya pak,,tapi saya tak bisa melihat wajah pelaku waktu itu karena memakai penutup wajah.."


Mendengar ucapan polisi & istrinya,,Arya yang sedari tadi mencoba menahan emosi pada akhirnya amarahnya meledak juga,ia dengan spontan memukul wajah salah satu pelaku dengan sarat emosi..karena orang itu telah melukai istri & dan membuat bayinya meninggal.


"mas,,sudah..walaupun mas Arya membunuh orang ini..gak akan mengembalikan apa yang telah terjadi " Raisya & Leo segera menahan Arya yang masih berniat memukul para pelakunya.


"apa yang sudah kamu lakukan pada istri saya..? kenapa harus istri saya..?? kamu tau apa dampak dari perbuatan kamu..?? Arya bicara dengan penuh emosi..andai saja tak ada Raisya & Leo yang menghadangnya pastilah pelaku perampokan itu sudah dihajarnya habis habisan..


"maaf pak buk,,ini bukan murni keinginan saya,,,saya hanya menjalankan perintah.." mendengar ucapan dari salah satu tersangka,,Arya & Raisya juga Leo benar benar terkejut..


"siapa yang sudah menyuruh kamu menyakiti istri & anak saya ..??"


"maaf pak saya tidak tau namanya,,yang saya tau dia seorang wanita muda seumuran istri bapak.."


Arya,,Raisya & juga Leo berpikir keras atas apa yang baru saja mereka dengar bahwa kejadian itu memang di sengaja bukan murni perampokan..dan yang membuat mereka kaget dalang dari kejadian itu adalah seorang wanita muda...siapakah wanita yang dimaksud tersangka..???


...****************...

__ADS_1


To be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2