Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 29*


__ADS_3

Hari ini Ibu lina mengantar Arya dan juga Raisya untuk cek ke dokter kandungan yang direkomendasikannya beberapa waktu yang lalu.


Arya dan Raisya pun hanya bisa menurut apa kata sang mama.


Setelah menjalani pemeriksaan komplit..dokter membacakan hasilnya.


"bagaimana hasilnya dokter,,anak dan menantu saya sehat semua kan..??" tanya ibu Lina pada dokter yang memeriksa anak dan menantunya..dan sang dokter pun tersenyum setelah membaca hasil tes mereka.


""alhamdulillah,,anak dan juga menantu ibu,,semuanya dalam kondisi sehat,,dan mereka juga berpeluang besar untuk mempunyai momongan.." sang dokter menjelaskan semuanya,,mulai dari makanan apa yang harus di konsumsi untuk calon ayah dan ibu bayi nantinya agar bayi yang nanti di kandung bisa tumbuh dengan sempurna..dokter pun memberikan vitamin untuk Raisya,,dan meminta Raisya untuk mengurangi aktifitasnya agar tak terlalu capek.


Mendengar penjelasan dokter ibu Lina semakin berharap untuk segera memiliki cucu dari Arya dan Raisya..beliau berpesan pada Raisya untuk tidak terlalu capek dalam bekerja..agar program kehamilannya berhasil,,karena dokter pun menganjurkan mereka untuk mulai program hamil.


"kamu dengar sendiri apa kata dokter tadi Arya,,kalau Raisya gak boleh capek capek..biar program hamil nya berhasil.." ucap mama nya ketika dalam perjalanan pulang dari dokter.


Arya yang duduk di depan bersama Raisya hanya bisa saling bertatap mendengar ucapan sang mama..kemudian iya meng iya kannya sambil tersenyum menatap mamanya yang duduk di belakang dari kaca spion.


Setelah mengantar sang mama pulang,,Arya dan Raisya kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan mereka walaupun mereka sempat mendapat tatapan tajam dari sang mama ketika pamit berangkat ke kantor.


"kalian ini,,apa gak sebaiknya mulai sekarang Raisya berhenti saja jadi sekretaris kamu Arya,,agar ia fokus pada promilnya..?" tanya sang mama saat anak dan menantunya pamit berangkat ke kantor.


"gak bisa ma,," jawab Arya singkat


"kenapa gak bisa,,ada Leo kan yang bisa bantu kamu..dia juga bisa diandalkan.."


"bukan soal Leo bisa di andalkan atau gak,,ini masalahnya,,Arya gak bisa konsen bekerja kalau gak ada Dia,," Arya menyebut kata Dia seraya memandang wajah cantik istrinya yang sedang berdiri di sampingnya..membuat pandangan mereka bertemu dan saat itu Raisya merasakan banyak kupu kupu terbang didalam hatinya ketika Arya menatapnya sambil tersenyum..


"uhh kamu ini dasar ya,,bilang saja kamu gak bisa jauh sama menantu mama.." cibir mamanya.


"nah itu mama tahu..ya sudah ma..kami berangkat dulu.." seperti biasa sebelum pergi Arya dan Raisya tak lupa mencium tangan mamanya..setelah itu Arya membukakan pintu mobil untuk Raisya..setelah Raisya masuk..ia menutupnya kembali dan menuju pintu sebelah kanan..kemudian mereka berangkat ke kantor.


*"*


"selamat siang pak buk..saya mau minta ijin pulang lebih awal..." ucap Tomy saat melihat Arya dan Raisya datang.


"memang ada apa Tomy kamu ijin pulang,," tanya Arya saat melihat raut wajah penuh penuh ke khawatiran Tomy.


"istri saya pak,,dari pagi muntah muntah terus,,saya berencana membawa istri saya ke dokter,," jelas Tomy pada Arya agar ia diberi ijin pulang.


"ya sudah kamu boleh pulang sekarang,,dan segera bawa istri kamu ke dokter,,takutnya kenapa napa sama kandungannya.."


"iya pak,,terimakasih,,saya permisi dulu.." pamit Tomy setelah mendapat ijin dari direkturnya.


Setelah itu Arya mengantar Raisya ke ruangannya dahulu sebelum ia ke ruangannya sendiri.


"aku ke ruangan dulu ya Sya,,,nanti kita makan siang bareng,," ucap Arya sebelum meninggalkan istrinya di ruangan..Raisya pun mengangguk dan tersenyum..


Lagi lagi senyuman Raisya membuat hati Arya tenang dan bahagia apakah ini yang dinamakan cinta..?? ia merasa nyaman dan tenang hanya dengan melihat senyuman sang istri.


Arya pun kembali ke ruangannya dengan bahagia dan memulai pekerjaannya hari ini dengan penuh semangat.


jam 13:00 wib.


Arya menemui Raisya di ruangannya untuk mengajaknya makan siang.


"Sya,,ayo makan siang dulu sudah jam 1.." ucap Arya ketika masuk ke ruangan sekretarisnya.


"iya mas,,sebentar lagi,aku selesaikan ini dulu,,"


Jawab Raisya dengan mata masih fokus pada laptop yang di mejanya.


"sudah tinggal aja dulu...lanjut nanti yaa,," Arya mendekati meja Raisya dan menutup laptop Raisya sambil tersenyum....membuat Raisya terpaksa mengakhiri pekerjaannya dengan memanyunkan sedikit bibirnya..kemudian mengambil tas nya dan dan meraih tangan suaminya yang dari tadi terulur padanya.


Dan mereka pun pergi makan siang di sebuah resto yang tak terlalu jauh dari kantor.


"oiya Sya habis makan siang kita mampir ke rumah sakit nengokin istrinya Tomy,,tadi Tomy bilang di telpon bahwa istrinya harus dirawat karena kekurangan cairan jadi dia ijin untuk tidak masuk kerja besok.." ucap Arya di sela menikmati makan siangnya bersama Raisya..dan dijawab dengan anggukan oleh Raisya.


Dan sesuai rencana mereka pun mampir kerumah sakit untuk menengok istri Tomy yang sedang dirawat,,setelah sebelumnya mereka mampir membeli hantaran untuk pasien.


Sampai di rumah sakit..Arya menelpon Tomy untuk menanyakan dimana kamar rawat istrinya,,dan setelah mendapat jawaban,,Arya pun segera mengajak Raisya ke tempat tujuan.


"Assalamualaikum.."


Salam Arya dan Raisya saat memasuki kamar nomer 109 tempat istri Tomy dirawat..setelah sebelumnya mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam,,pak Arya ,,bu Raisya mari silakan masuk.." Tomy mempersilakan Arya dan Raisya masuk dan duduk di dalam..mereka saling berjabat tangan kemudian berkenalan dengan istri Tomy,,


Raisya duduk di tepi ranjang menemani istri Tomy sambil mengobrol,,begitu juga dengan Arya dan Tomy..mereka duduk di sofa hang ada di ruangan itu.

__ADS_1


"bagaimana keadaannya Tom..??" tanya Arya menunjukkan simpatinya.


"ya begitulah pak,,istri saya muntah terus dari kemarin dan tadi pagi tambah parah,,karena itu saya ijin pulang ke bapak,," jawab Tomy dengan wajah sedih melihat kondisi istrinya yang terbaring lemah.


"berarti apa yang dimakan keluar semua,,?"


"iya pak,,saya sampai gak tega pak,,lihat istri saya begini,," Tomy menunduk.


"kamu yang sabar ya Tomy ini ujian dari Tuhan nanti imbalan nya akan kamu dapatkan.." ucap Arya menasehati karyawannya.


"iya pak,,pasti nanti bapak juga akan berada di posisi seperti saya saat ini.." mendengar ucapan Tomy Arya melihat kearah sang istri yang duduk di sisi ranjang menemani pasien,,Arya tersenyum.


"Aamiin...kami juga sedang melakukan program punya momongan.. tadi juga kami ke dokter kandungan untuk cek semuanya dan Alhamdulillah semua baik baik saja.."


"syukurlah pak..semoga keinginan bapak dan ibu segera terwujud.."


"Aamiin.." Arya mengamini doa Tomy.


"bapak pasti akan merasakan kebahagiaan yang tak ternilai saat mendengar kabar bahwa ibu tengah hamil,,sama seperti saya,,walaupun saya harus mengurusi istri saya yang lemah begini,,tapi itu menjadi kebahagiaan tersendiri dalam hidup saya.." jelas Tomy...ucapan Tomy ini membuat Arya tersenyum dan berfikir sejenak,,alangkah bahagianya dia,,saat ia di di katakan akan menjadi seorang ayah


Kurang lebih 30 menit mereka disana..Arya dan Raisya pamit pada Tomy dan istrinya,,


Tomy dan istrinya pun mengucapkan banyak terima kasih karena atasannya sudi mengunjungi mereka.di rumah sakit.


**


"mas,,ternyata atasan mas itu orangnya baik juga ya,,perhatian dengan karyawannya seperti mas.." ucap istri Tomy setelah kedatangan Arya dan Raisya.


"iya pak Arya memang orangnya sangat baik,,dulu pak Arya terkesan kaku,,dingin,,dan angkuh..,,tapi setelah menikah pak Arya jadi ramah,,lebih care pada karyawan.."


"itu pasti karena cinta istrinya mas,, karena istrinya itu orangnya lembut baik,,ramah aku yang baru saja mengenalnya sudah bisa menilai.."


"iya,,dari dulu sebelum menikah dengan pak Arya,,bu Raisya memang orangnya sangat baik.."


"mas mengenalnya juga..??"


"iya,,karena bu Raisya sekretaris pak Arya..sampai sekarang pun masih.."


"kelihatan sekali ya mas..bila pak Arya sangat mencintai istrinya,,pasti beruntung banget ibu Raisya bisa mendapatkan suami seperti pak Arya.."


"iya..kurasa mereka sama sama beruntung.."


**


"iya mas.." jawab Raisya singkat


Arya dan Raisya pergi ke sebuah butik untuk mengambil pesanan mamanya.


"siang tante,," sapa Arya ketika bertemu dengan ibu Sari,,sang pemilik butik.


"eh Arya,,kamu sudah datang,,oiya ini pasti Raisya istri kamu,,maaf dulu waktu kalian menikah tante gak bisa hadir,,soalnya lagi ada acara yang gak bisa di tinggal.." ucap tante Sari saat melihat Arya datang bersama Raisya


"iya gak apa apa tante,,oiya tante pesanan mama sudah selesai belum,,,tadi mama telpon minta saya sekalian mampir untuk ngambil.."


"oh sudah,,sebentar tante ambilkan ya kalian duduk dulu.." Ibu Sari pergi meninggalkan Arya dan Raisya untuk mengambilkan pesanan mamanya Arya.


Sambil menunggu ibu Sari,,Raisya melihat lihat baju yang di pajang di butik itu.


"ehm Sya,,kamu mau biar sekalian kita ambil.."


tanya Arya saat melihat sang istri melihat lihat baju yang dipajang di butik itu.


"gak lah mas,,baju aku sudah banyak,,jadi gak perlu lah.." tolak Raisya sopan.


"gak apa apa,,pilih saja mana yang kamu suka,," Arya ngotot ingin Raisya memilih baju dari butik itu,,tapi bukannya Raisya menolak tapi baju yang dipajang kebanyakan terlalu terbuka dan ia gak mau itu.


"gak mas,,bukannya aku menolak tapi,,mas lihat sendiri,,baju baju yang dipajang terlalu terbuka,,dan aku gak akan nyaman pakai baju seperti itu.."..jelas Raisya .akhirnya Arya pun memahami penolakan Raisya,,bahkan ia malah bangga karena Raisya menjunjung tinggi budaya ketimuran..dan Arya pun mengangguk.


Tak lama ibu Sari pun datang membawa pesanan mereka.


"Arya ini pesanan mama kamu.." sambil menyerahkan sebuah tas berisi pesanan ibu Lina mamanya Arya.


"terimakasih tante..kalau begitu kami permisi dulu..selamat siang tante.." pamit Arya pada ibu Sari.


"iya,,salam juga buat mama dan papa kamu ya.."


"nanti akan saya sampaikan tante..permisi.."

__ADS_1


Arya dan Raisya meninggalkan butik itu dan langsung kerumah mamanya.


"Sya kita antar ini dulu ke rumah mama yaa,,habis itu kita pulang ke apartemen.."


"tapi mas,,ini kan masih jam kantor,,??" tanya Raisya.


"iya aku tahu tapi dikantor aku ini bos nya dan kamu istri aku,,gak akan ada yang protes kalau kita pulang duluan,,lagi pula sudah gak ada jadwal lagi kan hari ini,," jawab Arya.


"tapi mas kerjaan ku belum selesai tadi,," bantah Raisya..membuat Arya semakin gemas melihat sikap ngeyel istrinya..


"Raisya,,sekarang dengarkan aku baik baik,,pekerjaan bisa dilanjutkan besok,,lagipula pekerjaan yang kamu kerjakan pekerjaan ku juga kan?? karena status kamu bukan hanya sebagai istri tapi juga sebagai sekretaris aku..jadi kamu harus. ngikut perintah aku..kalau aku bilang pulang ya harus pulang..,mengerti..?" jelas Arya menegaskan soal status Raisya..dan hal itu akhirnya bisa menghentikan perdebatan mereka.


***


Sampai dirumah keluarga wijaya dan menyerahkan pesanan mamanya,,Arya dan Raisya langsung pamit untuk pulang ke apartemen.


"ma kita pamit dulu ya,,"


"oiya Arya,,Raisya malam ini kalian ada acara gak,,??begini papa kamu ngajak kita semua ke rumah teman lamanya,,anaknya baru aja lahiran..kalian bisa kan..?? tanya sang mama pada Arya dan Raisya.


Arya dan Raisya pun saling berpandangan..sebelum menyetujui ajakan mamanya.


"gimana Sya,,??" malah Arya balik bertanya pada Raisya sehingga membuat Raisya bingung.


"kalau Raisya terserah mas Arya aja gimana..??" giliran Raisya menyerahkan keputusan di tangan Arya,,membuat Arya tersenyum simpul.


"Baiklah ma kita akan ikut nanti malam..kalau begitu sekarang kita pamit pulang dulu ma,,sampai nanti malam.." pamit Arya.


"iya kalian hati hati di jalan.."


****


Sampai di apartemen Arya dan Raisya pergi ke kamar mereka masing masing..


Di dalam kamar Raisya segera mandi dan istirahat sebentar untuk melepas penatnya hari ini..ia mencoba memejamkan matanya,,namun hasilnya nihil,,matanya tak bisa di ajak kompromi..karena tetep melek.


Akhirnya ia pun keluar dari kamar,,dan berjalan ke arah kolam renang,.ia berjalan jalan di tepi kolam renang,,ia pusing dengan semua kejadian hari ini,,mulai dari pagi cek ke dokter kandungan,,kemudian disarankan untuk promil,,setelah itu mengunjungi orang hamil di rumah sakit,,dan nanti malam akan di ajak mertuanya untuk mengunjungi anak rekan mertuanya yang habis melahirkan..itu semua akan berfokus pada dirinya nanti..pasti semua orang berharap dirinya akan segera hamil dan melahirkan penerus keluarga Wijaya yang tak mungkin terjadi karena pernikahan nya hanya sekedar kontrak.


Byurrrr..


Karena sambil melamun,,Raisya terpeleset dan nyemplung ke kolam renang..dan parahnya ia tak bisa berenang.


Raisya berteriak teriak minta tolong..Arya yang baru saja selesai mandi bergegas lari keluar ketika mendengar teriakan Raisya,,ia mencari darimana arah suara Raisya dan ternyata dari kolam renang,,dan waktu itu ia melihat Raisya yang gelagapan karena tak bisa berenang..


"Yaa Tuhan Raisya.." tanpa pikir panjang Arya langsung mencebur ke kolam renang menyelamatkan Raisya..yang sudah hampir ke habisan napas..ia segera meraih tangannya membawanya ke tepi kolam renang..


"kamu gak apa apa Sya..?" tanya Arya dengan nada khawatir..melihat Raisya yang hampir saja tenggelam...untung saja dia datang tepat waktu.


Raisya menggeleng pelan sambil terbatuk batuk karena mungkin ia sudah meminum air kolam.


"aku antar kamu ke kamar,,ganti baju nanti masuk angin.." Arya segera membopong Raisya ke kamar Raisya,,kemudian menduduk kan nya di kursi..Arya pergi ke kamar mandi mengambil handuk yang kemudian ia berikan pada Raisya agar tak kedinginan.


"aku ambilkan minuman hangat dulu ya..atau kamu mau ganti baju.."


"aku ganti baju dulu aja mas,,"


"kamu bisa sendiri,,? " tanya Arya yang melihat kondisi Raisya yang terlihat sangat takut dan gemetaran...dan Raisya pun mengangguk pelan.


"yasudah aku ganti baju dulu sekalian aku ambilkan minum buat kamu yaa.." lagi lagi Raisya mengangguk pelan..dan Arya pun keluar dari kamarnya..sehingga Raisya bisa segera berganti baju.


Beberapa menit kemudian Arya kembali dengan membawa segelas teh hangat untuk Raisya,,tapi sampai di kamar ia tak melihat Raisya,,namun terdengar gemericik air di kamar mandi.


Dan selanjutnya terdengar sesuatu yang jatuh di kamar mandi..Arya pun merasa khawatir dan segera lari ke arah pintu kamar mandi..


"Sya kamu gak apa apa..? Sya jawab aku,," karena tak mendapat jawaban Arya langsung membuka pintu kamar mandi dan melihat Raisya terduduk di lantai kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk mandi berbentuk kimono.


"Raisya,,kamu gak apa apa,,??" Arya kembali membopong Raisya dari kamar mandi menuju tempat tidur..kemudian mendudukannya di tempat tidur.


"kamu minum dulu..biar agak tenang.." Arya memberikan teh hangat yang ia bawa tadi pada Raisya..dan Raisya pun meminumnya perlahan.


"sekarang kamu istirahat.." Arya membantu Raisya berbaring di ranjang kemudian menyelimutinya dan ia pun duduk di sisi ranjang sebelah Raisya,,,


Arya menggenggam tangan Raisya mengadunya dengan tangannya agar Raisya merasa lebih hangat,,karena terlihat sekali Raisya menggigil kedinginan..begitu juga dengan Raisya ia membiarkan tangannya berada dalam kehangatan tangan suaminya,,entah kenapa dengan begini saja ia bisa merasa tenang dan nyaman.


"tidurlah,,aku akan disini jaga kamu.." ucap Arya penuh perhatian,,dan Raisya pun mengangguk kemudian memejamkan matanya.


Melihat Raisya yang sudah memejamkan matanya..Arya tersenyum,,setelah beberapa waktu yang lalu sempat senam jantung karena melihat wanitanya hampir tenggelam di kolam renang..dan kini ia sudah lega..karena Raisya bisa ia selamatkan.

__ADS_1


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2