Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 40*


__ADS_3

"sayang kalau kamu gak ngijinin..aku akan cancel kerjasama kita dengan pihak mereka..."


"gak apa apa mas...ini kan urusan pekerjaan,.jadi jangan campur adukkan urusan pribadi dengan urusan kerjaan..aku percaya sama mas Arya." mendengar jawaban sang istri,,Arya pun lega..sebenarnya ia sudah tak mau lagi berurusan dengan Reva,,,perempuan di masa lalunya itu,,tapi ia juga tak enak dengan yang lain.


"aku janji gak akan mengecewakan kepercayaan kamu sayang,," ucapnya sambil memegang tangan istrinya dan menciumnya dengan lembut.


******


"Assalamualaikum..."


"waalaikumsalam,,eh kalian kok gak ngomong kalau mau kesini.." ucap ibu Widya melihat anak dan menantunya datang.


"iya buk tadi sekalian aku bareng sama mas Arya mau kekantor.."


Seperti biasa Raisya & Arya bersalaman seraya mencium punggung tangan sang ibu.


"gimana kabar kalian,,??"


"alhamdulillah baik buk..."


Setelah saling bertukar kabar Arya pamit pada istri dan juga mertuanya untuk pergi ke kantor karena sudah siang.


"maaf buk sudah siang Saya harus berangkat ke kantor dulu,,nitip Raisya sebentar nanti pulang kantor saya jemput..." sambil mengedipkan matanya ke arah Raisya.


"iya hati hati kamu gak usah khawatir istri kamu aman dengan ibuk.."


"sayang aku berangkat dulu yaa..kalau ada apa apa telpon aku.." Raisya mengangguk mendengar ucapan suaminya.


Dan cuuuuppp..sebuah ciuman mendarat dengan lembut di kening Raisya.


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam..hati hati jangan ngebut.." pesan Raisya pada sang suami..sebenarnya ia berniat mengantar Arya sampai depan tapi Arya bilang gak usah.


Dan Arya pun benar benar berangkat ke kantor.


"gimana kabar mertua kamu Sya..??"


"alhamdulillah mama & papa baik buk..." dan tiba tiba Raisya memeluk ibunya sambil menangis,,saat bercerita bila ia akan kesulitan punya anak karena salah satu ovariumnya sudah diangkat.


"kamu yang sabar yaa sayang,,ibu mengerti perasaan kamu..ibu tau ini semua tak mudah buat kamu...tapi ibu yakin kamu bisa lewati semua ini..dan tetaplah berdoa dan berikhtiar tidak ada yang tidak mungkin bila Tuhan sudah menginginkan.."


"jadi ibu sudah tahu soal ini..?"


"iya sebelum diputuskan untuk pengangkatan ovarium terlebih dulu Arya meminta persetujuan dari ibu.."


flash back on


"ada apa Arya,,dokter bicara apa sama kamu..? Raisya tidak apa apa kan..?" tanya ibu Widya saat melihat menantunya kembali dari ruang dokter.


"buk,,dokter mengatakan kalau salah satu ovarium Raisya harus segera di angkat,,sebelum menjadikan masalah di kedepannya..." akhirnya Arya buka suara setelah beberapa saat terdiam.


"maksudnya..??"


"iya buk,,Raisya akan sulit untuk mempunyai keturunan setelah ini.."


"kamu yang sabar Arya,,ini ujian untuk rumah tangga kalian,,lakukan yang terbaik untuk Raisya..ibu akan mendukung apapun keputusan kamu,,karena sekarang kamu yang lebih berhak dan lebih bertanggung jawab atas Raisya."


Mendengar ucapan ibu Widya,,pak wijaya & istrinya mengangguk tanda setuju demi kebaikan Raisya.


Flash back off


"kemungkinan itu masih tetap ada sayang,,kamu jangan patah semangat yaa..'


"tapi buk bagaimana nantinya jika Raisya benar benar gak bisa punya anak..Karena sebuah pernikahan bisa dikatakan sempurna jika memiliki keturunan.."


"Sya..jangan pernah berpikiran seperti itu..ber cerminlah pada keluarga suami kamu..ibu mertua kamu juga tak bisa memiliki keturunan tapi kamu lihat sendiri mereka hidup bahagia."


"asalkan antara suami istri bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan masing masing..kamu ini masih beruntung di banding ibu mertua kamu..


kamu masih punya rahim jadi masih ada kemungkinan untuk bisa punya anak.."


"tapi buk kemungkinan itu sangat kecil..dan aku takut Mas Arya akan meninggalkan aku kalau sekian lama aku tak bisa memberikan keturunan buat keluarganya.."


"Raisya,,nak kamu sudah lama kenal dengan Arya,,kenapa kamu masih takut..ibu saja yang tak begitu mengenalnya saja percaya kalau Arya itu sangat mencintai kamu..apa kamu tahu waktu kamu kritis kemarin,,Arya seperti kehilangan semangat hidup,,ia linglung..ia takut kehilangan kamu..apalagi waktu dokter minta persetujuannya untuk mengangkat salah satu ovarium kamu,,baginya itu tak masalah asal kamu bisa selamat tapi yang dia takutkan kamu yang tak bisa menerima keadaan ini..percayalah Arya tak kan meninggalkan kamu..dia mau menerima kamu apa adanya dengan segala kelebihan & kekurangan kamu.."


Raisya sedikit merasa tenang mendengar cerita sang ibu tentang suaminya,,ia tak menyangka sebesar itu cinta sang suami padanya,,ia merasa sangat bersalah telah berprasangka buruk tentang nya.


Ia juga berjanji dalam hatinya,,akan mempercayai suaminya secara penuh & tak lagi meragukan cinta nya lagi.


*Di kantor Wijaya Group*


"Selamat pagi semua..maaf saya sedikit terlambat,," ucap Arya ketika tiba di ruang pertemuan di dampingi Leo sang Asisten.

__ADS_1


"selamat pagi.." jawab penghuni ruangan itu dengan kompak..


"bagaimana bisa kita mulai sekarang..?? silakan saudara sampaikan presentasi nya.."


Arya pun duduk dengan santai dan cukup mendengarkan presentasi dari klien..tanpa peduli sedikit pun dengan gadis masa lalunya yang berada tak jauh dari duduknya..dan sedari tadi memperhatikannya.


satu jam kemudian


Akhirnya presentasi dari klien usai sudah..para klien sudah keluar kecuali Reva.


Sepertinya ia sengaja ingin menemui Arya.


"Bagaimana kabar kamu Arya..??..oiya,,aku turut prihatin atas musibah yang menimpa istri tercinta kamu yang menyebabkan bayi kalian meninggal tanpa sempat dilahirkan.."


"terimakasih..tapi saya rasa istri saya tak butuh simpati dari kamu..masih ada lagi yang mau di tanyakan,,karena saya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.." dengan kata lain Arya mengusir Reva dari kantornya..seraya berjalan keluar dari ruang meeting.


Mendengar ucapan Arya Reva hanya tersenyum tipis.


"aku rasa ini hukuman buat istri kamu..karena sudah merebut kamu dari aku.." Arya pun berhenti sejenak tanpa menoleh ke arah Reva.


"maaf anda berada di tempat yang salah jika membahas soal ini disini.."


"kalau begitu bagaimana kalau kita ngobrol di luar sambil makan siang..? tawar Reva dan berharap Arya sedikit menoleh padanya..tapi harapannya kandas..Arya berlalu begitu saja meninggalkan ruangan..setelah berkata..*maaf istri saya menunggu saya di rumah.* hal itu membuat Reva semakin murka dia bertekad akan membuat hidup Raisya menderita.


"awas saja kamu Arya,aku akan membuat istri tercinta kamu menderita,,dan nantinya akan meninggalkan kamu dengan sendirinya,,dan pada saat itu aku yang akan bersiap untuk mengambil posisiku kembali yang pernah direbut oleh wanita ****** itu.." ucap Reva dalam hati dengan marah dan mengucapkan sumpah serapahnya.


Hari ini merupakan hari yang sibuk untuk Arya..seharian ia berkutat dengan berbagai berkas berkas dan laporan yang menumpuk di meja kerjanya.


drrrt..drrt..drrt


Terasa getar dan suara ponsel Arya dari atas meja kerjanya.


Arya pun tersenyum ketika melihat nama yang muncul di layar ponselnya.*my lovely*


"Assalamualaikum sayang..."


"Waalaikumsalam mas,,mas Arya sudah makan belum..?sudah jam nya makan siang lho..!"


"iya sayang,,bentar lagi aku masih sibuk ini..kamu sendiri sudah makan belum..??"


"belum,,aku baru saja selesai masak sup buntut kesukaan mas..gimana kalau aku antar ke kantor aja..??"


"apa kamu gak capek,,habis masak masih mau ngantar makan siang kesini..?"


"yasudah biar aku kirim sopir kerumah..jangan naik taxi online.."


"iya mas..Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam "


Arya terlihat bahagia ketika menerima telepon dari Raisya istrinya..bekerja jadi menyenangkan ketika mendengar suara orang yang ia cintai..ternyata ia memang benar benar bucin pada istri cantiknya itu.


Setelah itu ia pun mengambil foto nya berdua dengan sang istri yang menghiasi meja kerjanya.


"entah apa yang sudah kamu lakukan padaku dan juga keluarga ku Sya,,sehingga kami bener bener merasa sangat takut kehilangan kamu..kamu bukan hanya istri yang sempurna buatku..tapi juga anak,,menantu,,dan juga cucu terbaik bagi kami semua yang mengenalmu.." Arya bicara sendiri pada foto yang menjadi hiasan meja kerjanya,,foto yang menjadi semangatnya kerja ketika sang istri tak berada di sampingnya.


Sejam kemudian


Yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga,,sang istri datang membawa makan siang untuknya.


"Assalamualaikum mas.."


"waalaikumsalam,,sayang kamu sudah datang..?" Arya segera bangkit dari duduknya dan menyambut Raisya yang ada di depan pintu.


"sini biar aku yang bawa.." Arya mengambil alih paper bag berisi kotak makan yang dibawa Raisya..dan membawa Raisya duduk di sofa..menaruh kotak makan di atas meja.


"heeemmb..dari baunya aja sudah bisa di tebak kalau makanan yang kamu bawa spesial.. aku jadi lapar ini.." ucap Arya seraya mengendus bau masakan istrinya.


"iya spesial buat suami aku..ya sudah biar aku ambil piring dulu.."


"sudah kamu disini aja biar aku yang ambil..di sini ada kok sebentar yaa,,!" Arya pergi sebentar mengambil piring dan sendok di laci yang tak jauh dari tempat duduknya.


Setelah piring dan sendok siap,,Raisya mengambilkan nasi,,beserta sup buntut dan lauk nya untuk sang suami.


"ini mas makan dulu.." Raisya menyerahkan piring berisi makanan ke tangan Arya dan Arya pun mulai memakannya dengan lahap.


"gimana enak gak..??" tanya Raisya ketika melihat suaminya makan lahap.


"bukan enak lagi,,tapi sangat enak..makasih ya sayang sudah mau repot repot masak buat aku.."


"mas ini sudah jadi tugas aku masak buat kamu,,karena kamu suami aku....oiya gimana tadi meetingnya...?? lancar ?? " tanya Raisya kemudian.


Arya seketika berhenti mengunyah makanannya dan menatap istrinya dengan senyuman.

__ADS_1


"kenapa mas liatin aku kayak gitu..?"


"enggak,,kamu jujur aja deh..kamu nanyain soal meeting atau nanyain gimana pertemuan aku dengan Reva..??"


"yaa meeting nya lah mas,,kenapa nanyain soal Reva..?" jawab Raisya setengah gugup karena Arya ternyata mengerti apa maksudnya.


"sayang dengerin aku yaa..seandainya nanti perusahaan kita kerjasama dengan perusahaan temannya Reva bahkan jika mengharuskan setiap hari aku ketemu dengan dia..aku gak bakalan respect sama dia..ini semata mata hanya urusan kerjaan gak lebih..jadi kamu jangan mikir macam macam yaa,," Arya menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya dan mencium kening sang istri dengan lembut.


"aku percaya kok sama mas,,tadi kan aku cuma tanya soal meetingnya bukan Reva.."


"iya aku tau..tapi intinya tetap kamu cemburu kalau aku ketemu Reva,,iya kan,?? kalau kamu masih ragu,kamu bisa tanya Leo..dia selalu ada bersamaku saat bekerja.,"


Raisya hanya bisa diam dengan penjelasan Arya,,keraguan di hatinya lama lama menipis,,bukannya dia gak percaya pada Arya,,tapi wanita itu dia orang nya nekat dan pantang menyerah..dia akan melakukan apapun untuk mewujudkan keinginannya.


"kamu sudah makan,,?"


"sudah tadi sama ibu dirumah..mas habiskan saja..aku kan bawain buat mas.."


Setelah selesai menemani Arya makan,,Raisya pamit untuk pulang.


"mas,,aku pulang dulu yaa,,kan mas masih ada kerjaan.."


"kita pulang sama sama,,kamu tunggu sebentar


aku mau ngecek laporan sebentar..lalu kita pulang.." Raisya mengangguk dan menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya.


Setengah jam kemudian Arya selesai mengecek semua laporan dan kini saatnya mereka pulang.


"Yen..saya mau pulang dulu ..ini semua laporan sudah saya cek dan saya tandatangani..tinggal nanti kamu serahkan pada bagiannya masing masing.." ucap Arya ketika melewati meja kerja Yeni yang ada di luar ruang kerjanya sambil memberikan berkas dan laporan yang sudah ia bereskan.


"iya pak.."


"yasudah kami pulang dulu kalau ada yang penting hubungi Leo atau ke saya langsung.."


"baik pak,,bapak dan mbak Raisya hati hati dijalan.."


Arya dan Raisya mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan stafnya sebelum pulang..


Di dalam perjalanan pulang Arya dan Raisya ngobrol ngobrol di mobil.


"oiya sayang..aku tuh heran ya sama orang kantor.."


"heran kenapa mas,,memang ada apa dengan orang kantor..??"


"iya mereka itu panggil aku dengan sebutan bapak tapi panggil kamu dengan sebutan mbak.."


Mendengar ucapan suaminya Raisya tersenyum geli..


"ya iyalah mas,,dikantor kan mas atasan mereka..jadi wajar lah kalau di panggil bapak.."


"iya tapi kan kamu juga istri aku,,jadi atasan mereka juga..harusnya mereka panggil kamu ibu kan..?"


"mas,,aku sama mas itu beda..dari awal mereka kenal mas,,mas sudah jadi atasan mereka,,sedangkan aku,,?? dulu aku hanya sekretaris mas Arya sebelum akhirnya mas mengajukan kontrak pernikahan dan menjadikan aku istri kontrak mas.,,,,"


Mendengar ucapan Raisya soal kontrak pernikahan & juga istri kontrak seketika Arya menepikan mobilnya dan berhenti sejenak di pinggir jalan.


"Seandainya dulu waktu pertama kali aku ketemu sama kamu,,dan aku langsung mengajak kamu menikah..mereka hanya akan mengenal kamu sebagai Raisya Wijaya,,istri Arya wijaya,,istri CEO wijaya group..& gak akan ada kontrak perjanjian atau apalah itu namanya.." Arya berbicara pelan namun tegas seraya menatap dan memegang tangan sang istri.


"memangnya ,,aku mau menerima mas begitu saja,,menerima lamaran orang yang belum aku kenal.?? "Raisya meledek Arya sambil tersenyum.


"memangnya kamu gak mau,,menikah dengan seorang bos perusahaan besar seperti aku..? tapi seandainya kamu gak mau,,aku bakalan paksa kamu entah bagaimanapun caranya agar kamu jadi istri aku,,jadi milik aku.." tegas Arya.


"iya iya pak bos..aku gak nyangka mas..bisa ditakdirkan ketemu dengan mas,,dan menjadi istri seorang bos besar seperti mas..aku merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari hidup Mas Arya,,berada dalam keluarga mas,,yang sangat menyayangi aku..seperti anaknya sendiri..bahkan waktu pertama kali bertemu dengan mereka,,mereka dengan tangan terbuka menerima aku yang hanya anak seorang tukang sayur.."


"ssstsss,,,," Arya menghentikan ucapan Raisya dengan menutup mulut istrinya dengan jari telunjuknya.


"kamu salah Sya,,bukan kamu yang beruntung bisa jadi bagian dari hidup ku,,bagian dari keluargaku..tapi kami,,aku dan keluarga ku yang sangat beruntung bisa mendapatkan anggota keluarga baru seperti kamu..kamu tahu mama pernah bilang ke aku..kalau yang aku nikahi itu bukan manusia...."


Raisya mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Arya.


"iya kata mama kamu bukan manusia biasa,,tapi kamu adalah jelmaan malaikat yang dikirim Tuhan untuk masuk dalam keluarga kami..dan aku membenarkan hal itu..karena sejak hadirnya kamu,,kehidupan kami berubah 180ยฐ lebih bahagia..ini semua karena kamu sayang.."


Raisya terharu mendengar ucapan suaminya baru kali ini ada orang yang berkata seperti itu padanya,,dan ia sangat bahagia karena yang mengatakan hal itu adalah orang yang paling ia cintai yaitu suaminya...Arya wijaya.


"sudah selesai ngegombalnya humb..?? aku gak punya uang receh lho ya..dari tadi ngegombal terus.. " tanya Raisya pada Arya yang dari tadi memujinya terus hingga membuat dia melayang.


"aku gak gombal sayang,,ini serius..tanya saja sama mama kalau gak percaya,,lagian aku gak butuh uang receh..tapi aku maunya kamu.." Arya langsung memeluk erat istrinya sampai sang istri kesulitan bernapas.


"mas..sudah aku gak bisa napas nih,,lagian ini jalanan umum,,malu kali di lihat orang,," ucap Raisya berusaha melepas pelukan suaminya.


"okey,,nyonya Arya wijaya kalau begitu kita terusin dirumah..bagaimana?? setuju??.." ucap Arya sambil tersenyum & mengedipkan matanya..kemudian melepas pelukannya..sehingga membuat Raisya hanya bisa menggeleng melihat tingkah seorang Arya Wijaya. Dan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang kerumah.


...****************...

__ADS_1


to be continued๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰


__ADS_2