Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
Episode 69*


__ADS_3

Pagi ini Arya merasa bersemangat untuk memulai aktivitasnya di kantor.


Secara masalah yang kemarin sudah bisa diselesaikan dengan baik, tanpa campur tangannya.


Leo dan pengacaranya saja sudah cukup untuk mengatasinya.


tok tok tok


Terdengar ketukan pintu 3 kali dari ruangan Arya.


"ya masuk." jawab Arya dari dalam ruang kerjanya. tak lama kemudian masuk gadis cantik yang sudah beberapa bulan menjadi sekretarisnya menggantikan Raisya yaitu Velicia.


"selamat pagi pak, maaf pak 0mengganggu ini ada berkas berkas yang harus pak Arya tandatangani." Velicia masuk dan menyerahkan beberapa berkas penting dan juga laporan kepada atasannya, yaitu Arya Wijaya.


Arya pun menerimanya dengan baik, mengeceknya sekilas kemudian menyerahkan kembali pada Velicia.


"oiya Vel. apa ibu ibu cleaning servis kita yang baru sudah kamu siapkan mess.? seperti yang saya minta kemarin?" tanya Arya mengingatkan Velicia untuk memberikan mess pada ibu Ari.


"sudah pak, dan pagi ini juga ibu Ari sudah bisa menempati mess karyawan."


"baiklah kalau begitu terimakasih..dan sekarang kamu bisa kembali meneruskan pekerjaan kamu."


"baik pak,,saya permisi dulu, selamat pagi pak."


"iya pagi."


Setelah Velicia keluar kini giliran ibu Ari yang masuk berpapasan dengan Velicia di pintu.


"selamat pagi pak." salam ibu Ari sebelum masuk ke ruangan Arya.


"selamat pagi, eh Bu,,mari masuk.." Arya dengan ramah mempersilakannya ibu Ari masuk ke ruangannya.


"maaf pak, saya hanya ingin mengantarkan minuman untuk pak Arya...silakan diminum mumpung masih hangat." Ibu Ari membawakan kopi panas untuk Arya dan meletakkannya di meja kerja Arya.


"terimakasih Bu,"


"sama sama pak, ini sudah menjadi tugas saya."


"oiya Bu, bagaimana ? apa ibu sudah pindah ke mess karyawan ? karena tadi Velicia bilang ke saya kalau semua sudah disiapkan dan ibu bisa langsung pindah hari ini juga." tanya Arya pada ibu Ari mengenai tempat tinggal di mess karyawan.


"iya pak, kemarin mbak Velicia sudah menelepon saya, dan pagi ini saya juga sudah membawa barang barang saya ke mess karyawan, sekali lagi terimakasih ya pak, karena pak Arya sudah memberi saya tempat tinggal di mess karyawan, padahal saya masih baru disini "


"sama sama buk, ini semua sudah menjadi hak karyawan sama seperti ibu juga, semua karyawan disini yang dari luar kota atau tempat tinggalnya jauh akan disediakan mess untuk mereka tinggali, jadi ibu Ari tidak perlu sungkan sungkan," ujar Arya pada ibu Ari.


Entah kenapa ia bisa merasa begitu dekat dengan ibu Ari yang masih baru di kantornya.


Mungkin karena bu Ari seusia mamanya jadi ada rasa kasihan atau peduli pada Bu Ari.


Belum juga ibu Ari keluar dari ruangan Arya, kini gantian Leo yang masuk.


"selamat pagi pak Arya."


"selamat pagi."

__ADS_1


Arya dan Leo saling bertukar dan menjawab salam.


Leo pun merasa sedikit terkejut karena atasannya itu sedang ngobrol dengan wanita setengah baya dengan seragam yang ia ketahui adalah seragam cleaning servis di kantor ini.


"oiya Leo kamu pasti belum kenal, ini ibu Ari cleaning servis baru di kantor kita, beliau datang dari luar kota jadi mulai hari ini Bu Ari tinggal di mess karyawan bersama karyawan yang lain."


Arya memperkenalkan Leo dengan ibu Ari, si cleaning servis barunya di kantor.


Leo dan Bu Ari pun saling berjabat tangan dan bertukar salam.


"maaf .pak Arya, pak Leo saya permisi dulu, mau melanjutkan pekerjaan saya." pamit ibu Ari pada Arya dan Leo yang sedang berada di ruangan yang sama.


"iya Bu silakan." Jawab Arya Ramah


Akhirnya ibu Ari pun meninggalkan ruangan Arya, namun sesaat setelah menutup pintu. Bu Ari mendengar Leo sedang melaporkan sesuatu mengenai ibu Mustari, ibu kandung Arya, yang notabene adalah dirinya.


Ibu Ari yang penasaran menguping di balik pintu ruangan Arya.


Untuk saja tak ada karyawan lain yang lewat disana jadi Bu Ari bisa dengan jelas mendengar pembicaraan antara Arya dengan asisten pribadinya yang bernama Leo.


"apa ada kabar tentang wanita itu Leo?" tanya Arya langsung pada Leo sang asisten.


"maaf pak, saya belum mendapat kabar apapun soal itu..kemungkinan orang itu sudah meninggalkan kota ini."


"syukurlah kalau begitu, saya tidak mau kehidupan keluarga saya jadi hancur karena wanita itu, wanita yang mengaku sebagai ibu kandung saya, tapi dengan teganya meninggalkan saya di panti asuhan." Arya terlihat sarat emosi ketika menyebut wanita yang mengaku sebagai ibu kandungnya.


Ibu Ari yang mendengar ucapan Arya terlhat sangat sedih. bagaimana tidak, anak kandungnya sendiri tak mau melihat apalagi bertemu dengannya.


Betapa hancurnya hati seorang ibu mendengar hal itu.


Ia melakukannya agar puteranya itu tak hidup di dunia malam bersama dengannya.


Ia hanya ingin anaknya hidup tenang tanpa ada gangguan dari orang orang yang sering berhubungan dengannya.


"maafkan ibu Arya, ibu tidak bermaksud meninggalkan kamu waktu itu, ibu terpaksa, agar kamu tidak ikut menderita bersama ibu." lirih ibu Ari merasa bersalah pada Arya.


Tak lama kemudian ibu Ari berjalan menuju pantry..


Dan melanjutkan pekerjaannya membuat dan mengantarkan minuman pada karyawan yang lain.


Lain dengan Arya, ia tak mau melihat foto ibunya dari kantor polisi. ia hanya melihat satu foto perempuan sedang memakai baju tahanan dengan wajah menunduk.


Dan itu foto lama, sekitar 20 tahun yang lalu.


Leo pun juga sama, ia tak punya hak untuk melihat foto ibunya Arya dengan jelas, karena Arya sendiri sebagai anak kandungnya saja tidak mau melihatnya.


Namun ia hanya menjalankan tugas dari Arya untuk menelusuri dimana wanita itu berada sekarang.


Bagaimana mungkin Leo bisa menemukannya , sedangkan fotonya saja ia tidak tahu.


Bahkan hari ini tepatnya beberapa menit yang lalu ia dan Arya bahkan bertemu dan berbicara dengan wanita itu.


"pak, apa kita sebaiknya melihat foto ibu anda, maksud saya wanita itu dari kantor polisi, agar kita bisa dengan mudah menemukan jejaknya.?" tanya Leo pada Arya dengan sedikit takut.

__ADS_1


"melihat fotonya? untuk apa? kalau wanita itu memang ingin mencari saya yang disebut anak kandungnya, sudah pasti dia akan minta alamat saya ke ibu panti, tapi nyatanya sampai saat ini sama sekali tak ada kabarnya, bahkan ibu panti pun tak mengatakan apa apa pada saya tentang wanita itu.


Jadi untuk apa saya melihat foto dan mencarinya?


Saya hanya ingin memastikan kalau wanita itu benar benar sudah keluar dari penjara. itu saja." jelas Arya.


Hati Arya kelihatannya sudah tertutup untuk ibu kandungnya sendiri.


Ia sama sekali tak ingin bertemu dengan ibunya, bahkan untuk melihat fotonya pun ia tak mau.


......................


Hari ini Arya pulang kerumah pada jam makan siang, ia ingin menemani istri dan anaknya dirumah.


"assalamualaikum." salam Arya, saat masuk kerumah.


"waalaikumsalam,, papa pulang,," ucap Raisya ketika melihat suaminya pulang dari kantor.


Arya pun langsung menghampiri istri dan putri kecilnya yang sedang bermain di dalam.


Raisya menyambut kepulangan suaminya dengan meraih dan mencium tangan seperti yang biasa ia lakukan.


Begitu juga sebaliknya, Arya mencium puncak kepala sang istri dan bergantian mencium putri kecilnya yang kini sudah mulai belajar berjalan.


"mas Arya tumben jam segini sudah pulang? mas gak apa apa kan? gak sakit kan?" tanya Raisya khawatir pada suaminya.


"iya aku kenapa napa." jawab Arya santai.


"Mas Arya kenapa?" gak ada yang luka kan?"


"sayang, aku pulang karena aku kangen sama istri ku dan juga putri kecil ku yang cantik ini." terang Arya sambil tersenyum.


Raisya secara spontan mencubit perut Arya karena merasa geregetan dengan suaminya yang selalu punya cara untuk membuat dia bahagia.


"auw, sakit sayang, lihat sayang mama kamu nyubit papa nih, " Arya mengelus perutnya yang terkena cubitan Raisya dan pura pura mengadu pada putri kecilnya.


"biarin, lagian papa kamu tuh senengnya buat mama khawatir aja." jawab Raisya.


"iya sayang, maaf." Arya memegang kedua kupingnya dengan kedua tangannya seraya meminta maaf pada Raisya karena sudah membuat istri cantiknya itu khawatir.


"maaf diterima, tapi lain kali jangan buat aku khawatir ya."


"iya sayang, maaf ya." sekali lagi Arya meminta maaf sekaligus memeluk dan mencium istri tercintanya dengan erat dan penuh kasih sayang..


"mas Arya sudah makan?"


"belum sayang, aku tadi penginnya makan dirumah bareng kamu..makanya aku pulang lebih awal."


" yasudah mas Arya ganti baju dulu biar aku minta bibi siapkan makan siang buat mas Arya."


Arya pun mengangguk mendengar ucapan istrinya, kemudian pergi ke kamar untuk mandi dan ganti baju.


...****************...

__ADS_1


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2