
"apa? ini gak boleh terjadi, kamu urus aja semuanya bicarakan semua ini dengan pengacara saya, dan apapun yang terjadi jangan sampai orang itu lolos."
...****************...
Arya yang tadinya santai menjadi geram, ia mengepalkan tangannya kuat kuat,
bagaimana tidak di telepon Leo memberitahukan jika ada pengacara yang menjamin perampok yang telah merampok istrinya dan menyebabkan mereka kehilangan bayi mereka.
Pengacara itu akan mengeluarkan para ba*****n itu dengan jaminan.
Arya dengan tegas mengatakan kalau ia tak akan mencabut tuntutannya pada perampok itu.
Ia pun meminta Leo mengurusnya bersama dengan pengacaranya.
"enak saja ba*****n itu lepas dari jeratan hukum, aku tak akan pernah melepaskan mereka." sumpah serapah Arya.
Tak lama Raisya pun masuk, dan melihat Arya berdiri di dekat jendela sedangkan si kecil tertidur lelap di atas tempat tidur.
"mas, ibu minta kita makan dulu," ucap Raisya seraya mengecek si kecil yang terlelap..
Namun ternyata panggilan nya tak direspon oleh suaminya.
Raisya pun berjalan ke arah sang suami.
"mas, mas Arya, " Raisya menepuk bahu suaminya karena dari tadi tak merespon panggilan nya
"eh, iya sayang ada apa?" Arya terlihat kaget melihat sang istri ada di sampingnya.
"mas Arya kenapa? kok ngelamun? ada apa cerita saja Sama aku."
"aku gak apa apa sayang, kamu sudah selesai bantu ibu?" Arya mencoba menutupi hal yang mengganggu pikirannya dari Raisya, istrinya.
Ia tak mau menambah pikiran sang istri, karena Raisya sedang hamil dia tak boleh memikirkan yang berat berat, karena kalau dia sampai stres akan berpengaruh pada janin yang dikandungnya.
"iya aku sudah selesai, tadi ibu minta aku panggil kamu untuk makan." ujar Raisya.
"yasudah ayo kita makan dulu kasihan ibu pasti sudah menunggu." Arya menggandeng Raisya keluar dari kamar untuk makan siang.
......................
Lain lagi dengan kondisi di panti asuhan.
Kini ibu panti sedang berbicara serius dengan ibu Mustari alias ibu Ari, ibu kandung Arya.
"kenapa ibu begitu nekat mendekati pak Arya, apa ibu tidak takut jika nantinya pak Arya tau siapa ibu sebenarnya?" tanya ibu panti pada ibu Mustari.
__ADS_1
"saya hanya ingin melihat anak saya Bu, apa itu salah?"
"maksud saya bukan begitu Bu, ibu tidak salah jika ibu ingin melihat dan dekat dengan putra ibu, tapi pertimbangkan resikonya nanti.,apa yang akan dilakukan pak Arya ketika tahu bahwa ibu adalah ibu kandungnya?" terang ibu panti.
"terus apa yang harus saya lakukan Bu? agar saya bisa selalu melihat anak saya, saya tahu saya telah melakukan kesalahan yang besar, yang mungkin tak termaafkan, tapi saya hanya ingin dekat dengan anak saya, itu saja Bu." ujar ibu Mustari, terlihat beliau sangat menyesali perbuatannya yang telah meninggalkan Arya di tempat ini 27 tahun yang lalu.
Tapi itu semua ia lakukan agar Arya tidak ikut terjerumus dalam dunia yang sama sepertinya.
"begini saja Bu, kalau saya boleh memberi saran, ibu tetap bisa bekerja di kantor pak Arya, tapi jangan sekali kali ini mengungkapkan jati diri ibu kepada siapapun kalau ibu ini adalah ibu kandung pak Arya, agar hubungan ibu dan pak Arya tetap baik baik saja." saran ibu panti pada ibu Mustari.
"iya Bu saya akan melakukan apa yang ibu katakan yang penting saya tetap bisa melihat anak saya walaupun dari kejauhan."
......................
"assalamualaikum.."
"waalaikumsalam.. Leo ayo masuk..pasti kamu mencari Arya kan? " tanya ibu Lina ketika Leo datang kerumahnya.
"iya Tante." jawab Leo kemudian duduk di sofa berhadapan dengan ibu Lina.
"tapi Arya nya belum pulang..tadi pamit nya jalan jalan sama Raisya dan Pelangi, tapi entah mereka kemana sampai jam segini belum pulang juga."
"iya saya tahu Tante, pak Arya dan mbak Raisya masih di jalan.
Tadi sebelum kesini saya sudah menelepon pak Arya, beliau sekarang dalam perjalanan pulang dari rumah ibunya mbak Raisya, mungkin sebentar lagi sampai."
"Alhamdulillah Tante semua sudah siap, tinggal menunggu undangan jadi saja,"
"kira kira kapan jadinya, ingat pernikahan kalian tinggal sebulan lagi loh."
"iya Tante, mungkin satu atau dua hari lagi sudah selesai dan bisa langsung disebar..lagipula kami tidak mengundang banyak orang, hanya keluarga dan teman dekat saja."
"ya sudah kalau begitu, Tante ikut senang melihat kamu akhirnya akan menikah juga, kamu sudah Tante anggap seperti anak Tante sendiri, sama sepeti Arya, jadi kalau butuh bantuan apapun jangan sungkan sungkan untuk bicara sama Tante."
"iya Tante, terimakasih atas semuanya."
"sama sama, kalau begitu Tante tinggal ke dalam dulu ya , kamu tunggu Arya datang atau mau ke ruang kerja Arya?"
"tidak usah Tante, saya tunggu disini saja."
tin tin tin
"nah itu pasti mereka.." ucap ibu Lina ketika mendengar suara klakson mobil Arya.
Dan tak lama kemudian Pelangi dan Arya masuk kerumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum "
"waalaikumsalam cucu Oma kemana saja sih dari tadi Oma nyariin Lo." ibu Lina langsung menyambut Pelangi dengan gembira.
Beliau langsung mengambil alih Pelangi dari gendongan Raisya.
.
"iya Oma tadi Pelangi kerumah eyang.." jawab Raisya mewakili Pelangi.
"Leo kamu sudah lama disini..? maaf sudah nunggu lama, jalanan macet soalnya." ucap Arya ketika melihat Leo ada disana.
"tidak apa apa pak, saya juga belum lama sampai."
"ya sudah kalau begitu kita bicara di ruang kerja saya saja."
"baik pak "
Arya sengaja mengajak Leo ke ruang kerjanya, agar istrinya tak mendengar apa yang akan ia bahas dengan Leo saat ini.
"sayang, tolong minta bibi bawakan minuman ke ruang kerja ku ya.." pinta Arya pada sang istri, Raisya.
"iya mas, nanti aku bilang ke bibi." jawab Raisya menurut.
Raisya pun segera meminta bibi untuk mengantarkan minuman ke ruang kerja suaminya, sedangkan ia mengajak Pelangi ke kamar untuk memandikannya karena ini sudah sore, sudah waktunya si kecil untuk mandi.
"Sya, kamu bisa sendiri memandikan Pelangi? kalau gak, biar mama bantu mandikan, kamu siapkan saja bajunya." ucap ibu Lina saat menyusul ke kamar Raisya.
"bisa ma,"
"biar mama saja yang mandikan Pelangi, ingat Pelangi ini sudah gede, lagi aktif aktifnya lagi nanti kamu kewalahan loh, sudah sini kamu siapkan saja baju sama yang lainnya biar mama yang mandikan." ibu Lina mengambil alih Pelangi dari Raisya untuk membantu memandikannya.
Raisya pun tak bisa menolak, karena Pelangi sekarang sudah besar dan sedang aktif aktifnya jadi sudah pasti ia kewalahan nantinya
......................
Diruang kerjanya, Arya dan Leo membahas hasil rundingan Leo dengan pengacara Arya untuk tidak membiarkan pelaku perampokan itu lolos dari jeratan hukum.
"bagaimana Leo, kamu sudah ketemu dengan pengacara saya? terus apa dikatakan pengacara soal hal ini, apa kita bisa menghalangi polisi melepaskan perampok itu atau malah sebaliknya.?" tanya Arya pada Leo penasaran.
"Alhamdulillah pak, tadi saya sudah bicara dengan pengacara bapak dan menyampaikan apa yang pak Arya inginkan, dan kami juga sudah ke kantor polisi,
pihak kepolisian mengatakan jikalau pak Arya tidak mencabut tuntutan atas kasus itu, para pelaku tidak bisa di keluarkan walaupun ada penjaminnya. Dan pihak kepolisian tetap akan menghukum mereka sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita." jelas Leo pada Arya.
"syukurlah kalau begitu, saya ingin mereka semua di beri hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan pada istri dan almarhum anak kami." tegas Arya, ia benar benar tak akan melepaskan para pelaku itu, walaupun ia tahu siapa sebenarnya dalang yang ada di belakang mereka, siapa lagi kalau bukan Reva, dan itu sudah terbukti karena Reva sendiri sudah mengakuinya.
__ADS_1
...****************...
to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉