Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir

Selembar Kontrak Cinta Sang Presdir
*Episode 32*


__ADS_3

"Selamat Arya sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah..istri kamu hamil.."


Dokter mengatakan dengan sangat jelas dan yakin kalau menantu keluarga Wijaya saat ini tengah mengandung penerus keluarga Wijaya.


"om Haris tidak salah,,?" tanya Arya yang masih tak percaya apa yang ia dengar.


Dokter Haris menjawabnya dengan sebuah anggukan dan senyuman seraya mengucapkan selamat pada Pak.Wijaya dan juga ibu Lina yang sebentar lagi akan mempunyai cucu.


"selamat ya mas,,mbak sebentar lagi penerus keluarga Wijaya akan hadir,,"


"sama sama Haris,,terus kondisi Raisya yang seperti ini apa gak berpengaruh sama bayinya.." tanya pak Wijaya soal kondisi menantunya yang lemah dan gak bisa makan apa apa..


"tenang saja itu gak apa apa,,biasa di trimester pertama seperti itu..untuk lebih jelasnya kalian bisa konsultasi langsung ke dokter kandungan..karena merekalah yang lebih ahli dalam hal ini.."


Arya masih terlihat shock seakan tak percaya kalau dia akan menjadi seorang ayah..ia tak memperlihatkan reaksi apa apa di depan Raisya,,,Ia hanya duduk diam di sofa yang tak jauh dari ranjang tempat istrinya istirahat...Sementara ibu Lina mencium dan memeluk menantunya karena telah mengandung calon cucunya..


"mulai sekarang kamu harus jaga kondisi kamu sayang,,karena disini ada calon cucu mama..kamu harus jaga dia baik baik ya.." ibu Lina menasehati menantunya sambil membelai perut menantunya yang masih rata ketika menyebut kata cucu....Raisya gak tau mesti bersikap bagaimana,,apakah ia harus sedih atau bahagia dengan kehamilannya ini..apalagi melihat Arya yang sedari tadi hanya terdiam ia tak tau apa yang ada dalam pikiran suaminya itu.


Setelah mama dan papanya keluar dari kamar,,..Raisya duduk di ranjangnya sambil memeluk ke 2 lututnya,,dia menangisi keadaannya...dalam hati ia berkata dengan buah hatinya..


"sayang mama janji mama akan selalu jaga kamu seumur hidup mama walau papamu tak menginginkan kehadiranmu..' ucapnya dalam hati karena melihat Arya yang tak memberikan reaksi apa apa saat mendengar dirinya hamil..tak seperti yang lain yang sangat terlihat bahagia.


Melihat Raisya tertunduk menangis..Arya berjalan menuju ranjang dan duduk di samping istrinya..


"kenapa kamu menangis hummmb..." mendengar ucapan Arya,,tangis Raisya semakin menjadi..banyak hal yang terlintas dalam pikirannya.


Arya pun langsung merengkuh Raisya erat dalam pelukannya...


"mas,,maafkan aku..seharusnya ini tak terjadi..maaf aku ceroboh.." Raisya menangis dalam pelukan suaminya.


Melihat sang istri menangis dan minta maaf,,Arya melepas pelukannya dan menangkup wajah pucat istrinya yang sedang menangis.


"kenapa kamu minta maaf sayang,,gak ada yang perlu di maafkan.."


"mas aku hamil dan beberapa bulan lagi kontrak kita akan berakhir,,,..." kali ini Raisya menyinggung soal kontrak,


"bila mas Arya tak menginginkan anak ini,,biar nanti aku saja yang menjaga dan merawatnya,," tangis Raisya pecah ketika bicara soal bayi yang di kandungnya.


"Dasar kamu ini mikir apa,..,siapa yang bilang aku tak menginginkan bayi ini,,ini anak kita..buah hati kita,,tentu saja aku menginginkannya.." jawab Arya sambil memeluk Raisya kembali.


"kenapa kamu berpikiran sejauh itu hemmm,,,?"


"tapi kenapa tadi mas Arya diam saja saat dokter mengatakan kalau aku sedang hamil..??" tanya Raisya penasaran.


"Sya,,tadi aku diam karena aku masih tak percaya kalau aku akan menjadi seorang ayah,,seakan akan ini mimpi buat aku..dan untuk soal kontrak perjanjian kita,,aku akan batalkan semuanya,,..tapi ada saratnya,,??" Arya menjelaskan pada Raisya mengapa ia hanya terdiam membisu saat dokter menyatakan kehamilan Raisya,,yang tadinya membuat Raisya berpikir bahwa ia tak menginginkan bayi itu.


"syarat,,??" Raisya bertanya seraya menatap mata suaminya yang kini tengah memeluknya.


"iya,,dan syaratnya adalah kamu harus membayar semua hutang kamu dengan seumur hidup kamu menemaniku..hidup bersama anak kita nanti.." ucap Arya sambil tersenyum lembut pada istrinya.


Raisya pun tersenyum kemudian membalas pelukan suaminya dengan lebih erat.


"besok kita ke dokter ya,,kita cek kondisi anak kita dan mamanya,," Raisya tersenyum mendengar Arya menyebutnya mama dari calon anak mereka.


Tak berselang lama ibu Lina kembali dengan membawakan bubur untuk Raisya.


"sayang ini mama buatin bubur buat kamu,,kamu makan ya ,biar gak lemes.." sang mertua duduk di sebelah Raisya memberikan semangkuk bubur untuk menantunya..


Namun belum apa apa,,hanya dengan mencium aroma bubur itu saja..Raisya berasa ingin muntah..perutnya bergejolak hebat.


"kamu gak apa apa sayang,,?" tanya Arya ketika sang istri terlihat mual mau muntah ketika mencium aroma bubur itu..


"maaf ma Raisya gak bisa makan bubur buatan mama,," Raisya mohon maaf pada ibu mertuanya karena ia tak bisa memakan bubur buatannya..sebenarnya ia tak enak hati,,tapi apa boleh buat..baru melihatnya saja ia sudah mual.


"gak apa apa sayang,,sekarang kamu mau makan apa,,atau mau jus,,biar mama buatin.."


"gak ma makasih.,mama gak usah repot repot,,nanti kalau Raisya mau,,Raisya bisa buat sendiri.,"jawab Raisya sopan menanggapi tawaran ibu mertuanya.


"Arya lebih baik sekarang bawa Raisya periksa ke dokter kandungan saja,,kasihan dia yang gak bisa makan apa apa.." perintah ibu Lina pada Arya anaknya.

__ADS_1


"ini kan hari minggu,,mana ada dokter yang buka praktek hari ini,,??"


"kamu bener juga,,apa coba mama telepon dokter Yeni saja yang periksa Raisya waktu itu..?? mama gak tega liat Raisya kayak gini.."


"iya ma terserah mama aja kita ngikut kata mama gimana baiknya.." jawab Arya dengan masih pada posisinya memeluk sang istri yang lemah..


Dan ternyata setelah mamanya mencoba telepon dokter,,hasilnya nihil,,dokternya tidak praktek pada hari minggu/libur..jadi terpaksa menunggu hari senin esok.


"kamu yang sabar yaa besok kita ke dokter..sayang anak papa jangan rewel ya di perut mama,,kasian mama,," Arya bicara dengan bayi yang masih di dalam perut istrinya layaknya sudah bicara dengan anak kecil sambil mengelus lembut perut rata istrinya.


Ke esokan paginya..Arya mengantar Raisya ke dokter kandungan diantar sopir,,karena kondisi Raisya yang tak memungkinkan di tinggal Arya nyetir sendiri.


"bagaimana dengan istri saya dokter,,?" tanya Arya pada dokter kandungan yang baru selesai memeriksa Raisya..


"sepertinya promil anda ber 2 berhasil..istri anda sedang mengandung dan usia kandungannya memasuki minggu ke 5..selamat ya pak buk.."


Dokter menjelaskan kondisi Raisya dan tak lupa mengucapkan selamat pada mereka ber 2,,


"terus bagaimana dengan istri saya,,ia selalu muntah bila makan sesuatu..apa itu nanti akan berpengaruh pada janinnya..?"


"begini untuk trimester pertama memang biasanya seperti ini,,apalagi ini kehamilan yang pertama istri anda,,tapi jangan khawatir biasanya ini akan hilang dengan sendirinya ketika usia kehamilan memasuki trimester ke 2..jadi untuk sekarang ini,..anda sebagai suami harus ekstra siaga menjaga istri anda,,jangan kaget bila moodnya berubah ubah..karena ini pengaruh hormon..dan jangan biarkan istri anda kelelahan..karena di usia ini masih sangat rentan keguguran.." dokter menjelaskan panjang lebar tentang apa yang akan terjadi pada wanita di masa masa kehamilan.


"baik dokter saya akan berusaha menjaga istri saya dengan baik..terus apa ada pantangan soal makanan..atau makanan apa yang harus di konsumsi istri saya..apa ada makanan / menu khusus..??"


"sementara ini gak ada pantangan atau menu khusus,,yang terpenting si calon ibu mendapatkan asupan gizi yang seimbang..ini akan saya resepkan vitamin,,untuk mengurangi rasa mual..bisa dihentikan bila rasa mual sudah hilang..."


"baiklah dokter kalau begitu kami permisi dulu,,terimakasih atas penjelasannya.."


"sama sama pak,,sekali lagi saya ucapkan selamat buat bapak dan ibu,,semoga ibu dan bayinya sehat terus sampai saatnya persalinan nanti.."


"Aamiin makasih dokter..permisi..selamat pagi.."


*****


Sampai dirumah mereka disambut oleh Pak wijaya dan istrinya.


"bagaimana,,apa kata dokternya..?" Arya dan Raisya diserbu berbagai pertanyaan oleh sang mama yang sangat antusias pengen tahu kondisi calon cucunya...dan Arya pun menjelaskan apa yang tadi di katakan oleh dokter pada mereka..setelah mengantar Raisya istirahat di kamar.


"gak ma,,aku mau dirumah aja temani Raisya dan calon anak kami.." jawab Arya sambil mengusap lembut dan menciumi perut Raisya yang masih rata,


"Yaa Tuhan,,disini kan ada mama,,mama bisa jagain Raisya,,lagipula apa selama istri kamu hamil kamu gak ngantor..??"


"itu boleh juga ma,,"


"kamu ini,,Sudah pergi ke kantor sana,,jangan kebiasaan bolos kerja..jadilah contoh yang baik untuk karyawan kamu.." perintah sang mama pada Arya disertai tatapan tajam yang membuat Arya tak bisa menolak..


"baiklah kalau begitu..Arya akan ke kantor..mama tolong jagain Raisya jangan tinggalkan Raisya sedikitpun.." pesan Arya pada mamanya karena ia tak mau terjadi sesuatu dengan istri dan calon anaknya.


"iya,,mama akan temani Raisya di sini terus sampai kamu pulang..puas.." ucap mamanya geregetan.


"sayang aku pergi dulu yaa kalau ada apa apa telepon aku,,aku bakal langsung pulang.." Arya pamit pada Raisya sebelum pergi ke kantor..dan tak lupa pamit juga pada calon bayi mereka yang masih dalam kandungan.


"sayang anak papa,,jangan rewel ya,,baik baik dalam perut mama..papa janji akan pulang cepet" ucap Arya sambil mengelus dan mencium perut istrinya yang masih rata kemudian beralih mencium kening istrinya.


Setelahnya Arya pamit pada mamanya dan kalo ini ia bener bener berangkat ke kantor.


"lihat suami kamu Sya,,dia terlihat sangat bahagia mendengar bahwa ia akan menjadi seorang ayah....belum pernah mama melihatnya sebahagia ini sebelumnya..kamu tahu sendiri kan dulu Arya orang nya kaku,,dingin,,cuek.. seperti tak mempedulikan orang orang disekitarnya,,namun setelah mengenal kamu,,dan menikah dengan kamu...dia menjadi pribadi yang hangat..dan peduli pada orang lain.." Raisya mendengarkan dengan seksama cerita ibu mertua nya tentang sosok seorang Arya Wijaya.


"beberapa waktu lalu mama gak sengaja bertemu dengan salah seorang staf di kantor Arya..tapi mama lupa siapa namanya,,,orang itu bercerita perubahan sikap Arya dengan staf staf nya dikantor saat sebelum dan sesudah menikah dengan kamu..sebelumnya Arya tak pernah sekalipun peduli dengan mereka tapi sekarang bila ada salah satu staf kantor ataupun keluarganya sakit atau terkena musibah Arya berusaha membantu mereka..dan mama yakin ini semua karena kamu,,Arya beruntung sekali mendapatkan istri seperti kamu,,begitu pula mama dan papa dan seluruh keluarga ini..kamu benar benar menjadi malaikat bagi kami semua,,"


"ma ini semua bukan karena Raisya,,mas Arya berubah karena dalam dirinya masih ada rasa peduli terhadap orang lain..dan Raisya merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga ini,,mama,,papa,,tania,,eyang dan semua orang disini sangat menyayangi Raisya ma,,"


"kamu memang pantas mendapatkan semua itu sayang,," Sang ibu mertua merengkuh Raisya dalam pelukannya..beliau menangis bahagia karena menantu kesayangannya.


"oiya,,kamu gak kabari ibu kamu soal kehamilan ini..??" mendengar ucapan mertuanya,,Raisya jadi takut..ia takut bila ibunya tahu pasti beliau akan murka padanya karena ibunya adalah satu satunya orang yang mengetahui soal kontrak pernikahannya.


"apa perlu mama yang beritahu ibu kamu..pasti beliau sangat bahagia akan mendapatkan cucu dari kamu dan Arya..sama seperti mama dan papa.."


"gak usah ma,,biar Raisya aja yang telepon ibu.."

__ADS_1


Raisya melarang ibu mertuanya untuk mengabarkan berita ini pada ibunya.


"yasudah sayang kamu istirahat ya,,mama keluar dulu,,kalau butuh apa apa panggil saja mama ya.."


"iya ma,,"


Setelah ibu mertuanya keluar dari kamarnya..Raisya berpikir sejenak tentang bagaimana cara nya menyampaikan berita soal kehamilannya pada sang ibu.


"Yaa Tuhaan bagaimana caranya aku menyampaikan berita ini pada ibu..apa reaksi ibu bila mengetahuinya,,apakah ibu akan sama bahagianya seperti keluarga disini..atau ibu malah akan murka pada ku..?" batin Raisya..ia ingin sekali memejamkan matanya dan istirahat sebentar saja,,agar rasa mualnya berkurang,,tapi apa daya matanya tak sedetikpun mau terpejam.


Jam 1 siang saat waktu nya makan siang Arya datang bersama seseorang..


Ia pun langsung menemui istrinya di kamar..


"sayang,,..aku pulang.." ucap Arya ketika masuk ke dalam kamarnya..dan berjalan menuju ke arah istrinya yang sedang duduk di ranjang.


Arya mencium Raisya dengan lembut..kemudian duduk di sebelahnya dan merangkul istrinya.


"bagaimana keadaan kamu,,apa bayi kita masih rewel..hummb..??" tanya Arya seraya mengelus perut istrinya.


"sudah agak mendingan mas,,,mas Arya sudah pulang,,??" tanya balik Raisya saat suaminya jam segini sudah pulang.


"iya aku sengaja pulang cepat biar bisa temani kamu..tadi aku kan sudah janji..kalau kerjaan ku sudah beres aku langsung pulang..lagipula aku pulang gak sendiri tapi sama ibu.." Raisya kaget mendengar kata ibu dari mulut suaminya.


"ibu,,? ibu disini..?" tanya Raisya....dan Arya mengangguk


"beliau masih ngobrol di bawah sama mama..sebentar lagi juga kesini...nah itu ibu..." ucap Arya ketika ia melihat ibu mertuanya sudah berada di depan pintu kamar bersama mamanya.


"mari silakan masuk bu..." Arya mempersilakan ibu mertuanya untuk masuk dan duduk di samping Raisya menggantikan posisinya,,yang kini tengah berdiri di samping ranjang.


Mata Raisya berkaca kaca melihat ibunya datang,,ada perasaan takut tersirat disana,,takut..jika ibunya murka padanya karena ia hamil dalam pernikahan kontraknya.


Perlahan tapi pasti sang ibu berjalan menuju ke tempatnya dengan ekspresi yang sulit di tebak..dan kini beliau tengah berdiri tepat di hadapannya,,memandangnya lekat..matanya ikut berkaca kaca melihat keadaan sang putri.


"bu.." panggilnya pelan namun masih sangat jelas di terdengar di telinga sang ibu..


Dan apa yang terjadi selanjutnya,,sang ibu langsung memeluknya dengan erat..sambil menangis,,entah apa yang tengah dirasakan oleh sang ibu,,bahagia atau kah sebaliknya,


"bu .."ucap Raisya ketika pelukan keduanya terlepas,,dan mereka saling beradu pandang..ussst,,sang ibu menggeleng sambil tersenyum dan menghapus air mata di wajah putrinya..seakan beliau mengerti apa yang ingin di sampaikan putrinya.


"bagaimana kondisi kamu Sya,,??" tanya sang ibu selanjutnya,


"sudah mendingan bu.." jawab Raisya lemah.


"syukurlah kalau begitu..dulu ibu juga begini waktu hamil kamu..gak bisa makan apa apa..kamu yang sabar yaa.." sang ibu menasehati dengan pelan.


"kalau begitu mama keluar dulu ya,,mungkin kalian mau ngobrol ber 2.." ibu Lina pamit keluar kamar,,sedangkan Arya sudah 5 menit yang lalu keluar karena menerima telepon..


**


"maafkan Raisya bu.." kata pertama yang diucapkan Raisya ketika ia hanya ber 2 dengan sang ibu.


"ssst kenapa kamu minta maaf Sya,,kamu gak salah.."


"Raisya sudah mempermalukan ibu,,sudah mengecewakan ibu.." Raisya kembali menangis dan memeluk ibunya.


"sst,,kamu gak mengecewakan ibu nak,,karena ibu tahu kamu mencintai Arya dan Arya juga mencintai kamu,,kalian saling mencintai,,kalian gak berbuat zina,,karena pernikahan kalian sah dimata hukum dan agama.." sang ibu menegaskan kalau Putrinya tak bersalah..karena beliau tahu anak dan menantunya saling mencintai satu sama lain.


"ibu sejak lama merasa bahwa Arya sangat mencintai kamu,,dari sikapnya ke kamu dan yang lainnya,,dia sangat menghormati kamu,,dan ibu juga tahu kamu juga mencintai Arya...kalian saling mencintai tapi kalian enggan untuk mengakuinya....ibu akan ikut bahagia bila kamu bahagia nak.."


"ibu gak marah sama Raisya,,? " tanya Raisya selanjutnya..


Dan sang ibu pun menggeleng sambil tersenyum menatap putrinya.


"kenapa ibu mesti marah,,ini bukan musibah sayang,,melainkan berkah buat keluarga kita menjelang bulan ramadhan,,kita harus banyak banyak bersyukur atas ini semua.."


"makasih ya buk,,ibu sudah bisa menerima ini semua..Raisya akan menjaga amanah ini dengan sebaik baiknya..."


Raisya yang awalnya takut bila ibunya akan murka,,sekarang menjadi tenang karena ternyata sang ibu memahami perasaannya dan menerima amanah dari Tuhan dengan bahagia,,seperti halnya seluruh keluarga Wijaya.

__ADS_1


...****************...


to be continued ✍️✍️✍️✍️👉👉👉👉


__ADS_2